This preview has intentionally blurred parts. Sign up to view the full document

View Full Document

Unformatted Document Excerpt

BAB : I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN Arkeo-epigrafi sebagai cabang dari arkeologi-sejarah meghusususkan pada artefak bertulis pada prasasti, suatu artefak bertulis dengan tulisan tiga dimensi yang terdiri dari panjang, lebar dan tinggi. Istilah Arkeo-epigrafi Islam dikumandangkan oleh Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary sebagai arkeolog Indonesiia yang bertaraf internasional. Ia menulis sub-judul bahasan Kaligrafi Islam Indonesia: Telaah Arkeo-Epigrafi. 1 Di Indonesia, arkeo-epigrafi telah berkembang sesuai dengan spesialisasi objek kajian pada arkeologi klasik (Hindu Budha ), Arkeologi Islam dan kolonial ( Belanda ), bahkan Cina. Dari sini muncullah arkeo-epigrafi Islam, suatu kajian arkeo-epigrafi Indonesia yang menghususkan diri pada prasasti Indonesia kuno yang sudah menjadi milik umat Islam. Dalam kajian materialnya, Arkeo-epigrafi memusatkan perhatiannya pada objek material artefaktual dengan tiga aspek : 1) Media, 2) Paleografi, dan 3 ). Epigrafi. Aspek media akan mengamati artefak sebagai media tulisan dengan memperhatikan atribut : a). Bentuk, b). Hiasan, dan c). Teknologi. Aspek paleografi memusatkan pada aspek pola-pola tulisan, varian-varian dan aliran tulisan serta perkembanganya, , angka dan singkatan singkatan kuno, waktu dan tempat penulisan serta asal usul tulisan. Tujuan dari paleografi adalah menyusun kaidah tulisan kuno agar tulisan masa lampau itu dapat dibaca kembali dengan benar. Menurut G.J. Renier, Paleografi adalah sebuah kajian yang sistematis mengenai tulisan tangan kuno. Cara membentuk huruf-huruf alfabet bervariasi dari satu periode ke periode dan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Telah paleografi juga berhubungan dengan singkatan- singkatan. 2 Selanjutnya, aspek epigrafi memusatkan pada teks bahasa yang digunakan oleh penulis prasasti dimasa lampau. Para peneliti harus memahami bahasa pada prasasti. Untuk itu, ahli epigrafi mempunyai pekerjaan untuk a). menyalin, b). alih tulisan, dan 1 Ambary, Hasan Muarif, Menemukan Peradaban, Jejak arkeologis dan Historis Islam Indonesia. ( Jakarta 1998 : Logos Wacana Ilmu ). Halaman 171-173. 2 G.J. Renier, Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah ( Yogyakarta, 1997 : Pustaka Pelajar ). Halaman 129-121. 1 c) terjemah kedalam bahasa masyakarat masa kini. Dalam kajian formalnya, arkeo- epigrafi akan memberikan makna kehidupan dan peradaban masa lampau itu melalui tiga aspek : 1). Formal ( kehidupan dan peradaban masa lampau ), 2). Temporal ( waktu ) dan 3). Spatial (tempat ). Aspek kehidupan dan peradaban akan memperhatikan pada a) Seni, b). Rasio (pemikiran ) dan etika, serta c). Agama. Prasasti-prasasti kuno milik umat Islam Indonesia terukir pada bangunan arsitekrural, baik pada bangunan interior seperti masjid, istana, rumah, cungkup makam. Selanjutnya, prasasti itu tertulis pada bangunan exterior seperti nisan tak bercungkup ataupun tugu peringatan. Arkeo-epigrafi Islam mempunyai wewenang dalam menjelajahi prasasti yang sudah menjadi milik umat Islam dimasa lampau bangsa Indonesia. bangsa Indonesia.... View Full Document

End of Preview

Sign up now to access the rest of the document