This preview has intentionally blurred parts. Sign up to view the full document

View Full Document

Unformatted Document Excerpt

Persarafan Dr. Sistem Jumatil Fajar, MHlthSc Fungsi Sistem Persarafan Menerima rangsangan Menyalurkan impuls saraf Aktivitasi mekanisme otot. Jaringan Saraf Neuron: sel-sel saraf dan serat-serat saraf Neuroglia: sel-sel yang fungsinya tidak diketahui dengan jelas Fagosit Mengabsorpsi dan menghancurkan mikrooganisme serta substansi asing yang memasuki jaringan saraf Neuron Unit dasar sistem persarafan Mengandung: Nukleus, Granula, Fibril Dendrit: serat tempat impuls masuk dari sel ke sel yang lain Akson: serat dimana impuls saraf keluar dan ditransmisikan ke sel yang lain Neuron Setiap neuron memiliki satu akson (bisa bercabang) dan berakhir pada ujung saraf. Sebagian besar akson bermielin Mielinisasi dimulai pada bulan ke-6 masa kehidupan janin dan menjadi sempurna setelah lahir Pada nodus Ranvier tidak terdapat mielin Neuron Mielin berguna untuk menjaga muatan ion sampai jarak yang jauh Akson yang bermielin: Saraf penglihatan Saraf otot rangka Impuls saraf Perubahan kimia-listrik yang kompleks yang menjalar sepanjang serat saraf Terjadi akibat perbedaan potensial listrik antara ion kalium dan ion natrium Impuls saraf Muatan negatif di dalam sel dipertahankan oleh: Permeabilitas selektif dari membran sel, yang lebih permeabel terhadap kalium dibandingkan dengan natrium Pompa natrium di dalam membran sel yang secara aktif memompa natrium keluar dari sel Sinaps Titik komunikasi diantara satu neuron dan neuron yang lain Pada titik ini transmisi impuls terjadi secara kimiawi Transmiter: Asetilkolin Norepinefrin dopamin Neurotransmiter Melintasi Sinaps Dalam sistem saraf, impuls yang membawa pesan berjalan dari satu ujung sel saraf ke sel saraf yang lain melalui impuls listrik. Ketika mencapai ujung dari sel saraf, impul mencetuskan kantung kecil yang disebut vesikel presinaptik (presynaptic vessicles) untuk melepaskan isinya, kurir kimia yang dinamakan neurotransmiter Neurotransmiter Melintasi Sinaps Neurotransmiter berjalan melintasi sinaps, celah diantara sel saraf. Ketika mereka mencapai sel saraf disampingnya, neurotransmiter menuju ke tempat reseptor khusus persis seperti masuknya anak kunci ke lubang kunci, menyebabkan sel saraf menembak, atau membentuk impuls listrik pembawa pesan Neurotransmiter Melintasi Sinaps Ketika pesan berlanjut melalui sistem saraf, sel presinaptik menyerap sisa neurotransmitter, dan memaketkan mereka dalam vesikel presinaptik pada proses yang disebut pengambilan kembali neurostransmitter Nervous System Encarta Reference Library Premium 2005 Penyakit Demyelinating Selaput mielin mengalami degenerasi dan diabsorpsi Multiple sklerosis Organisasi Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat Otak Korda Spinalis Sistem Saraf Perifer Neuron motorik (efferent) Sistem Saraf Otonom Sistem Saraf Simpatetik Sistem Saraf Parasimpatetik Sistem Saraf Somatik Neuron sensorik (afferent) Seputar Otak Pendahuluan Fungsi otak Ventrikel Cairan Serebrospinal Barier Darah Otak Meningen Bagian-bagian dari otak Human Skull Anatomy Encarta Reference Library Premium 2005 Pendahuluan Berat : 1,3 kg Jaringan seperti jeli berwarna abu-abu kemerah jambuan Kurang lebih 100 milyar sel saraf (neuron) sel neuroglia (jaringan pendukung) pembuluh darah jaringan lainnya. Fungsi Otak Cerebrum bertanggung jawab untuk kecerdasan dan berfikir logis Cerebellum membantu mempertahankan keseimbangan dan posisi tubuh. Medulla terlibat dalam menjaga fungsi involunter seperti pernapasan Thalamus bertindak sebagai pusat relay impuls listrik dari dan ke korteks otak besar (cerebrum) Fungsi Otak Kiri dan Kanan OTAK KIRI Bahasa tertulis Ketrampilan angka Kecerdasan Bahasa bicara Ketrampilan ilmiah Mengontrol tangan kanan OTAK KANAN Persepsi Bentuk tiga dimensi Pengetahuan seni Imajinasi Pengetahuan musik Mengontrol tangan kiri Ventrikel Ventrikel lateralis: memanjang ke dalam lobus-lobus frontalis, oksipitalis dan temporalis Ventrikel ke-3 Ventrikel ke-4 Gambaran klinis Hidrosefalus: perbesaran ventikel akibat obstruksi pada ventrikel pada salah satu akuaduktus diantara ventrikel lateralis dan ventrikel ke-3 atau pada atap ventrikel ke4, penyebabnya deformitas kongenital, meningitis, dan tumor Cairan serebrospinal Cairan jernih yang dibentuk dari plasma darah dalam pleksus koroid Dibentuk di ventrikel Sekitar 500 ml disekresi per hari Pungsi dilakukan diantara vertebra lumbalis ke-2 dan ke-3 Fungsi cairan serebrospinal Mempertahankan volume konstan dalam tengkorak Melindungi otak dari kejutan Menerima sampah metabolisme dalam otak dan mengalirkannya ke dalam darah Barier darah otak Barier dalam pleksus koroid yang mencegah substansi tertentu untuk mengalir dari darah ke dalam cairan serebro spinal Meningen (membran pelindung) Dura mater: Paling luar Paling kenyal Paling kuat Menutupi seluruh otak dan medula spinalis Membran araknoid (pertengahan) Meningen (membran pelindung) Pia mater Paling luar Terutama terdiri dari pembuluh darah kecil Mengikuti kontur permukaan otak Melekat ke permukaan otak dan seluruh medula spinalis Gambaran klinis Meningitis: infeksi membran araknoid dan pia mater Perdarahan ekstradural: diantara tulang tengkorak dan dura mater Perdarahan subdural: diantara dura mater dan otak Meningioma: tumor yang timbul dari dura mater Bagian-bagian dari otak Cerebrum Cerebellum Thalamus Batang Otak Cerebrum Dua hemisfir besar membentuk sekitar 85 persen dari berat otak. Permukaan luar otak besar, korteks otak besar, berlipat-lipat, dilapisi oleh lapisan keabu-abuan dari badan sel dikenal sebagai gray matter. Gray matter menutupi sejumlah besar serat yang disebut white matter. Cerebrum Dua hemisfir otak dipisahkan oleh fissura longitudinal. Komunikasi kedua hemisfir melalui komisura, yang bagian terbesarnya disebut korpus callosum. Cerebrum Korteks: suatu selaput bagian luar dari sel-sel saraf Serat saraf: menjalar dari dan ke sel saraf, menghubungkan bagian-bagian otak dan menghubungkan otak dengan medula spinalis Basal ganglia Korteks Serebri Lipatan otak (hampir identik) Girus Sulkus (sentralis, lateralis, parieto-oksipitalis) Fissure Sekitar dua pertiga dari permukaan kortikal tersembunyi di dalam lipatan sulci Luas permukaan korteks 1,5 meter persegi Lobus Cerebrum Frontal Parietal Temporal Oksipital Insula Lobus frontalis Merupakan yang terbesar dan terdiri dari semua korteks di depan dari sulkus sentralis. Daerah Broca, bagian dari korteks yang berhubungan dengan bicara, terletak di lobus frontalis. Lobus frontalis Girus presentralis: area motoris Korteks premotorius: area asosiasi (berpikir) Lobus parietalis Terdiri dari korteks dibelakang sulkus sentralis dekat dengan bagian belakang otak besar dikenal sebagai sulkus parietooksipitalis. Lobus parietalis Girus postsentralis: area sensoris perabaan, tekanan, perubahan temperatur Girus dibelakang girus postsentralis: area asosiasi lain Lobus temporalis Terletak di samping dan dibawah sulkus lateralis. Daerah Wernicke (pengertian bahasa) Insula terletak jauh di dalam lipatan sulkus lateralis. Area auditori: menerima sensasi dari telinga Lobus oksipitalis Sulkus parieto-oksipitalis, membentuk batas depan dari lobus oksipitalis, yang merupakan bagian paling pinggir dari otak besar. Area visual: menerima sensasi dari mata Serebelum Mengkoordinasi aktivitas otot Mengendalikan tonus otot Memelihara postur dan keseimbangan Thalamus Satu dari sepasang organ besar berbentuk oval yang membentuk sebagian besar dari dinding luar ventrikel ke-3 otak dan bagian belakang dari otak depan ( diencephalon) Panjangnya 4 cm dan lebarnya 1,5 cm Terutama terbentuk dari gray matter Fungsi Thalamus Menterjemahkan impuls dari reseptor yang sesuai menjadi sensasi kasar dari nyeri, suhu, dan sentuhan. Ikut serta dalam mengasosiasikan impuls sensorik dengan perasaan senang dan tidak senang, dalam mekanisme aktivitas tubuh, dan dalam mekanisme yang menghasilkan gerakan refleks yang kompleks Fungsi Thalamus Mengontrol waktu biologis, yang mengatur aktivitas setiap 24 jam tidur, temperatur,sekresi hormon Mengontrol nafsu makan Mengatur keseimbangan air Mengintegrasikan reaksi emosional Basal ganglia Pulau-pulau gray matter dalam setiap lobus otak (cerebrum) Terlibat dalam menjaga posisi tubuh dan koordinasi The Wernicke-Korsakoff syndrome Ophthalmoplegia Kelumpuhan otot rectus lateralis atau menoleh secara horizontal Nystagmus pada bidang horizontal dan vertikal Ataxia Mengantuk, bingung dan lupa Gangguan orientasi The Wernicke-Korsakoff syndrome Dalam proses penyembuhan pada sebagian pasien mengalami psikosis Korsakoff: Kerusakan pada memori jangka pendek Kehilangan memori masa lalu Afasia Kelainan bicara dimana terdapat kesulitan untuk menghasilkan suara, perkataanatau menulis, atau untuk memahaminya bila bericara atau menulis Karena cedera atau penyakit dari area bicara Epilepsi Kelainan kronis pada otak yang secara singkat menginterupsi aktivitas listrik dari otak untuk menyebabkan kejang, ditandai oleh berbagai gejala termasuk gerakan tubuh yang tidak terkontrol disorientasi atau bingung rasa takut yang timbul mendadak kehilangan kesadaran Penyebab epilepsi Cedera kepala Stroke Tumor otak Keracunan timbal (lead) Kelainan genetik Infeksi berat seperti ensefalitis > 70% kasus tidak diketahui penyebabnya Jenis kejang epilepsi Kejang parsial Kejang parsial sederhana Kejang parsial kompleks (psikomotor) atau epilepsi lobus temporal Kejang absen (mioklonik atau petit mal) Kejang umum, tonik klonik, grand mal Kejang parsial sederhana Gerakan bagian tubuh yang tidak teratur dan tidak dapat dikontrol Gangguan penglihatan dan pendengaran Tiba-tiba berkeringat atau kemerahan Mual Merasa takut Kejang parsial kompleks (psikomotor) Berlangsung 1 atau 2 menit Tampak tidak sadar dan bergerak secara random tanpa kontrol terhadap gerakan tubuh Aktivitas individu tidak berhenti selama kejang, tetapi perilaku random dan tidak berhubungan dengan lingkungan sekitarnya Didahului oleh aura (sensasi peringatan yang ditandai oleh perasaan takut, tidak enak pada perut, goyah, atau bau dan sensasi yang aneh) Kejang Absen Jarang pada orang dewasa Kehilangan atau gangguan kesadaran yang tiba-tiba dan sementara Mata keatas, a staggering gait, atau kedutan pada otot wajah Tidak ada aura Orang sering mengakhiri aktivitasnya tanpa menyadari bahwa kejang terlah berlangsung Kejang umum Teriakan yang involunter, disebabkan oleh kontral otot yang mengatur pernapasan Kehilangan kesadaran Kontraksi otot di seluruh tubuh yang tidak teratur Wajah memerah Nafas berhenti Punggung melengkung Batang Otak Otak tengah, pons dan medula oblongata Integrator dari seluruh sistem saraf (asending dan desending) Mengatur: Tidur, kesadaran, pengaturan pergerakan suhu, gastro-intestinal, pernapasan, sirkulasi dan metabolisme Otak Tengah Dibawah hemisfir serebri Diatas pons Korpora quadrigemina Medula Oblongata Dibawah pons Diatas medula spinalis Mengendalikan jantung dan paru-paru Sistem Sensoris Sumber sensasi: organ peraba khusus, kulit, otot, tendon, organ-organ internal Impuls sensoris serat saraf sensoris radiks saraf posterior medula spinalis bersinaps dengan sel-sel serat motoris dan yang lain ke otak Gambaran klinis Syringomelia: degerasi grey matter dari medula spinalis pada bagian servikalnya. Pasien tidak dapat merasakan nyeri, panas atau dingin pada lengannya Tabes dorsalis: degenerasi sipilistik dari radiks saraf posterior dan traktus sensoris pada kolumna posterior dari medula spinalis. Nyeri dan anestesi pada kulit Sistem motoris Upper motor neuron Dari korteks serebral ke batang otak dan medula spinalis Lower motor neuron Dari batang otak dan medula spinalis ke otot Sistem Ekstrapiramidal Sel-sel dalam korteks serebral Basal ganglia Nukleus kecil di dalam hemisfir serebri, batang otak dan serebelum Mengontrol perjalanan pergerakan, asosialis pergerakan, penyesuaian postur dan tonus otot Sistem Ekstrapiramidal Kerusakan mengakibatkan: Spastis otot Tremor Perlambatan gerakan volunter (parkinsonisme) Atetosis gerakan berkelit involunter Korda Spinalis Bagian dari aksis saraf pusat yang berada dalam vertebra atau saluran saraf. Pada manusia dewasa korda spinalis memanjang dari dasar kepala ke vertebra lumbalis ke-2 Diatas foramen magnum korda spinlais berlanjut dengan medulla oblongata. Korda Spinalis Korda spinalis diselubungi oleh tiga lapis membran dan sebagian dibagi dua oleh fissura median dibagian depan dan bagian tengah oleh sisi 31 pasang saraf spinal berasal dari korda spinalis, masing-masing dari akar anterior dan posterior, dari setiap sisi korda spinalis Korda Spinalis Korda spinalis berfungsi untuk mentransmisikan impuls ke otak yang berasal dari berbagai bagian tubuh dan impuls dari otak ke korda spinalis. Korda spinalis juga merelay impuls ke otot, pembuluh darah dan kelenjar, baik sebagai respon terhadap rangsangan yang masuk atau perintah dari tingkat yang lebih tinggi Grey matter Membentuk inti dari korda spinalis Setiap bagian dari grey matter menyebar keluar, membentuk tanduk dari korda spinalis. Pada bagian dada, grey matter < white matter di leher dan punggung bawah grey matter > white matter Ujung dari korda grey matter >> white matter , Nuklei dalam grey matter dari korda spinalis berfungsi sebagai pusat bagi semua refleks spinal White matter Jaringan yang mengelilingi gray matter di korda spinalis Terbentuk terutama oleh serat saraf yang terbungkus Dibagi pada setiap setengah dari korda spinalis menjadi tiga bagian (funiculi) Anterior white column Posterior white column Lateral white column Sistem Saraf Otonom Mengontrol fungsi: Pernapasan Sirkulasi Pencernaan Urogenital Otot polos pada sistem-sistem diatas dan pada kulit Sistem Saraf Otonom Simpatis (thoracicolumbar) merangsang Hati Mendilatasikan bronkus Mengkontraksikan arteri Menginhibisi sistem pencernaan Mempersiapkan diri untuk aksi fisik Parasimpatis (craniosacral) Efek berlawanan, mempersiapkan diri untuk makan, mencerna dan istirahat Sistem Saraf Otonom Rantai ganglia (kumpulan sel-sel saraf) dari sistem saraf simpatis yang saling berhubungan pada setiap sisi dari kolumna vertebralis, yang mengirimkan serat saraf ke beberapa ganglia besar seperti ganglion suliaka. Sistem Saraf Otonom Ganglia dari rantai simpatis dihubungkan ke sistem saraf pusat melalui cabangcabang halus yang menghubungkan setiap gangliondengan korda spinalis. Serat-serat sistem parasimpatis berasal dari otak dan, dengan saraf-saraf kranial, terutama vagus dan saraf aksesori, melalui ganglia dan pleksus (jaringan saraf) dalam berbagai macam organ Sistem Saraf Otonom Bagian bawah dari tubuh dipersarafi oleh serat yang berasal dari bagian bawah dari korda spinalis (sakral) dan berjalan ke ganglion pelvis, yang mempersarafi organ seperti rektum, kandung kemih, dan organ genital Sistem Saraf Somatik 12 pasang saraf-saraf kranial Saraf-saraf spinal Saraf-saraf kranial Saraf olfaktorius Saraf optikus Saraf okulomotorius Saraf troklear Saraf trigeminal Saraf abdusen Saraf fasial Saraf auditorius Saraf glosofaringeus Saraf vagus Saraf asesorius Saraf hipoglosus Saraf olfaktorius Dari area olfaktorius rongga nasalis lempeng kribriformis dari os ethmoidalis tulang tengkorak traktus area penciuman Fraktur dasar tulang tengkorak Tumor lobus frontalis Saraf optikus Retina foramen optikus khiasmas optikus area visual (lobus oksipital) Saraf III, IV, VI Menggerakkan bola mata Saraf III mensarafi semua otot kecuali otot oblikus superior ( saraf IV) dan rektus lateralis (saraf VI) Saraf trigeminal Sensoris Saraf oftalmik: dahi, kelopak mata bawah, konjungtiva, cuping hidung Saraf maksilaris: pipi, rahang bawah, sinus maksilaris Saraf mandibularis: rahang bawah Motoris: otot masseter, temporalis dan pterigoid Neuralgia trigeminal Trigeminal neuralgia Salah satu bentuk paling sering dari neuralgia Ditandai oleh sensasi nyeri tusuk yang bisa sebentar atau beberapa menit atau beberapa jam. Bila hal diatas terjadi dalam waktu singkat, kondisi ini dikenal sebagai tic douloureux Dapat diobati dengan aspirin, ibuprofen, and acetaminophen Pada kasus yang berat, operasi dilakukan untuk mengurangi tekanan pada saraf tersebut Saraf fasial Saraf motoris pada otot-otot ekspresi wajah Bells Palsi Paralisis dari otot fasial pada satu sisi wajah Akibat kompresi dari saraf oleh pembengkakan yang menjalar melalui kanal pada os temporale Saraf auditorius Saraf kokhlear : saraf pendengaran Saraf vestibular: saraf untuk keseimbangan dan posisi dalam ruang Saraf Glosofaringeal Mensarafi serat-serat sensoris ke faring dan belakang lidah Saraf vagus Mentransmisikan impuls-impuls sistem parasimpatis Mensarafi laring, faring, jantung, paruparu, ginjal, limpa, dan saluran pencernaan sampai kolon desending Saraf asesori Mensarafi otot-otot: Sternomastoid Trapezius Saraf hipoglosal Saraf motoris ke otot lidah Paralisis: Hilangnya massa lidah pada sisi yang bersangkutan dan penyimpangan pada sisi yang sama ketika lidah dijulurkan keluar Saraf-saraf spinal Pleksus servikalis Pleksus brakialis Pleksus lumbalis Pleksus sakralis Human Anatomy Encarta Reference Library Premium 2005 Human Hand Anatomy Encarta Reference Library Premium 2005 Saraf Sensorik Terdapat pada saraf kranial dan saraf spinal Menyalurkan impuls dari reseptor ke otak atau ke spinal Penyakit dan Kelainan Saraf Sensorik Neuralgia Neuritis Sciatica Neuralgia Nyeri berulang disepanjang jalur saraf sensorik. Dapat disebabkan oleh kelainan yang mempengaruhi saraf, seperti gigi berlubang atau sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome) atau dapat berhubungan dengan penyakit seperti diabetes mellitus atau defisiensi vitamin. Neuralgia Pada beberapa kasus penyebab neuralgia tidak bisa ditentukan. Apapun penyebabnya, saraf yang terkena tidak meradang dan jaringannya tidak rusak atau hancur Neuritis Peradangan saraf perifer Gangguan sensoris nyeri (rasa terbakar) tidak merasa sensasi seperti kena listrik Hipersensitifitas Anestesia Gangguan motoris kelemahan atau paralisis dari otot Neuritis Diakibatkan oleh penyebab lokal: Cedera Tekanan akibat rematik pada daerah spina di lokasi dimana akar saraf berasal Tumor Paparan yang lama terhadap dingin yang ekstrim Neuritis Penyebab lain: Demam tiphus Malaria Syphilis Tuberkulosis Diabetes Keracunan logam berat Alkoholisme Defisiensi vitamin sehubungan dengan kehamilan Beriberi Pellagra Sciatica Bentuk yang lazim dari neuralgia atau neuritis Gejalanya: Nyeri sepanjang saraf sciatic Saraf sciatic, saraf terpanjang dalam tubuh manusia, berjalan dari punggung bawah melalui pelvis dan ke bawah menuju bagian belakang dari tungkai Sciatica Sciatica akut sering disebabkan oleh bergesernya diskus intervertebralis yang menekan akar saraf, yang terjadi segera sesudah (atau beberapa hari berikutnya) regangan tiba-tiba pada bagian lumbal dari kolumna spinalis Bentuk ringan dari sciatica pada permulaannya menyebabkan kekakuan dan pembengkakan pada tungkai Sciatica Terapinya dengan tidur total di tempat tidur selama beberapa hari sampai beberapa minggu Pada kasus yang berat, yang melibatkan hilangnya kehilangan sensorik dan pengecilan otot pada tungkai, operasi dekompresi dapat dilakukan Sciatica kadang-kadang terjadi selama kehamilan ketika saraf sciatica tertekan diantara kepala fetus dan dinding pelvis Refleks Respon involunter terhadap rangsangan. Terdiri dari rangsangan dari saraf aferen melalui organ indera, atau reseptor, diikuti dengan transmisi rangsangan, biasanya melalui pusat saraf, ke saraf motorik eferen, menghasilkan aksi dari otot atau kelenjar, yang disebut efektor. Reflex Encarta Reference Library Premium 2005 Refleks Pada sebagian besar aksi refleks, rangsangan melewati satu atau lebih sel saraf intermediet, yang memodifikasi dan mengarahkan aksinya, kadang-kadang sampai pada kondisi yang melibatkan aktivitas otot dari seluruh tubuh Refleks Contoh, rangsangan nyeri pada tangan menyebabkan refleks menarik tangan, yang melibatkan kontrak kelompok otot fleksor dan relaksasi kelompok otot ekstensor; jika rangsangannya kuat, sel saraf menyalurkan nyeri tersebut ke otot lengan dan juga ke otot badan dan kaki, hasilnya adalah gerakan melompat yang menarik tidak hanya tangan, tetapi juga seluruh tubuh orang itu dari sumber rangsangan nyeri Refleks Sistem koordinasi sel saraf membuat beberapa jenis rangsangan dapat memproduksi hasil yang sama. Contoh, rangsangan dari melihat makanan dan yang disebabkan oleh mencium makanan berjalan melalui jalur aferen yang berbeda, tetapi keduanya mempunyai jalur yang sama yang menstimulasi kelenjar ludah untuk sekresi. Refleks Akhir dari jalur yang umum dapat juga diaktivasi melalui traktus saraf yang berhubungan dengan sebuah stimulus yang tidak secara langsung berhubungan dengan respon Refleks Jenis refleks ini dinamakan refleks kondisional (the Russian physiologist Ivan Pavlov) Pavlov menemukan bahwa membunyikan bel setiap kali seekor anjing akan diberi makanan dapat menyebabkan refleks aliran dari saliva, yang kemudian bertahan meskipun tidak ada makanan. Refleks Refleks yang biasanya diperiksa oleh dokter adalah refleks patella, dimana ada gerakan menendang secara tidak sadar dari lutut yang dirangsang dengan pukulan ringan pada patella, yang mengindikasikan efisiensi dari traktus saraf di korda spinalis Daftar Pustaka Microsoft Encarta Reference Library 2005. 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved. ... View Full Document

End of Preview

Sign up now to access the rest of the document