This preview has intentionally blurred parts. Sign up to view the full document

View Full Document

Unformatted Document Excerpt

BAB 14 PENGANGGARAN MODAL DALAM KONDISI KEPASTIAN Penganggaran modal atau capital budgeting ialah rencana kerja keuangan jangka panjang pada suatu proyek investasi. Misalnya penganggaran modal (investasi) pembelian kapal, mendirikan pabrik baru, mendirikan perusahaan baru, dan lain-lain. Karena waktunya panjang, maka risikonya tinggi. Oleh sebab itu, para perencana investasi jangka panjang harus mampu memprediksi pendapatan dan biaya di masa depan. Kerangka Berpikir Penganggaran Modal Para perencana penganggaran modal harus memprediksi lima aspek, yaitu : 1) Pangsa pasar 2) Nilai investasi dan sumber pembiayaan 3) Biaya modal rata-rata tertimbang 4) Arus kas masuk bersih ( net cash inflow ) 5) Kelayakan proyek investasi Pangsa Pasar Pangsa pasar yang akan dikuasai, ini berkaitan dengan ramalan pendapatan di masa yang akan datang yang penuh ketidakpastian. Artinya berisiko besar karena ketidakpastian tersebut. Para perencana harus yakin bahwa di masa mendatang pendapatan dapat diperkirakan mendekati kenyataan. Meramal kondisi pasar adalah sulit sekali, karena pasar ditentukan oleh situasi bisnis, situasi ekonomi dan situasi politik. Jika kondisi politik buruk, berdampak kondisi ekonomi buruk, dan akibatnya kondisi bisnis buruk dan sebaliknya. Bidang pasar ini harus dianalisis oleh beberapa ahli politik, ahli ekonomi dan ahli bisnis. Di samping itu, kondisi pasar juga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Kondisi yang demikian itu di luar kontrol manajemen perusahaan. Para ahli perencana investasi hanya bisa meramal berdasar data internal dan eksternal yang tersedia. Nilai Investasi dan Sumber Pembiayaan Jika pangsa pasar yakin bisa diketahui dan bisa dikuasai, maka selanjutnya merencanakan investasi jangka panjang dalam bentuk unit bisnis atau penggantian peralatan, atau produk baru, yang dinyatakan dalam bentuk satuan uang, misalnya Rupiah atau Dollar (Rp 1.000 atau Rp 1.000 juga atau Rp 1.000 milyar). Setelah nilai investasi ditetapkan kemudian disusun sumber pembiayaan, dari modal sendiri atau dari utang. Menghitung Biaya Modal Setiap modal menanggung biaya. Modal sendiri biayanya adalah hasil yang diharapkan oleh pemilik, sedangkan modal dari utang biayanya adalah bunga. Kedua biaya tersebut harus dihitung yang lazim disebut biaya rata-rata tertimbang, yang akan menjadi tingkat diskon ( discount rate ) terhadap arus kas masuk bersih investasi ( net cash inflow ). Formula net cash inflow yaitu : 1) EBDIT (1 T) + T. Dep 2) EBIT (1 T) + Dep 3) EAT + Dep + Interest (1 T) Di mana : EBDIT : Earning Before Depreciation, Interest and Tax... View Full Document

End of Preview

Sign up now to access the rest of the document