Bab 2 Nilai uang dan waktu
7 Pages

Bab 2 Nilai uang dan waktu

Course Number: MGMT 12085, Spring 2010

College/University: Universitas Indonesia

Word Count: 1220

Rating:

Document Preview

BAB II NILAI UANG TERKAIT DENGAN WAKTU (Time Value Of Money) 1. Pengertian Dunia bisnis adalah aktivitas uang sebagai. Kapital akhir periode (K2) harus lebih besar dari pada kapital awal periode (K1), itu artinya bisnis memperoleh laba, atau dapat dikatakan bahwa K1 adalah nilai uang sekarang (present value) & K2 adalah nilai uang di masa mendatang (future value). Jembatan yg menghubungkan K1 & K2 adalah...

Unformatted Document Excerpt
Coursehero >> Indonesia >> Universitas Indonesia >> MGMT 12085

Course Hero has millions of student submitted documents similar to the one
below including study guides, practice problems, reference materials, practice exams, textbook help and tutor support.

Course Hero has millions of student submitted documents similar to the one below including study guides, practice problems, reference materials, practice exams, textbook help and tutor support.

II BAB NILAI UANG TERKAIT DENGAN WAKTU (Time Value Of Money) 1. Pengertian Dunia bisnis adalah aktivitas uang sebagai. Kapital akhir periode (K2) harus lebih besar dari pada kapital awal periode (K1), itu artinya bisnis memperoleh laba, atau dapat dikatakan bahwa K1 adalah nilai uang sekarang (present value) & K2 adalah nilai uang di masa mendatang (future value). Jembatan yg menghubungkan K1 & K2 adalah tingkat bunga. Dengan demikian, time value of money berhubungan erat dengan perhitungan bunga, hasil investasi di masa mendatang, & nilai tunai hasil investasi. Ia menjadi alat penting dalam berbagai keputusan keuangan terutama dalam menilai : 1. arus kas, pertumbuhan, & nilai perusahaan 2. nilai akan datang (future value) 3. periode ganda ( multiple periode) 2. Nilai Uang Masa Mendatang Nilai uang di masa mendatang (future value) ditentukan oleh tingkat suku bunga tertentu yang berlaku di pasar keuangan. Misalnya suku bunga di pasar keuangan adalah 10% per tahun. Nilai uang masa mendatang dapat dihitung sbb pada table 2.1 Table 2.1 Perhitungan nilai uang masa mendatang berdasarkan Tingkat bunga 10% per tahun (Perhitungan dalam Rupiah) (1) Jumlah nilai tunai Pada awal tahun 1.000,00 1.100,00 1.210,00 1.331,00 1.464,00 (2) Bunga yang diperoleh (1) x (0.10) 100,00 110,00 121,00 133,10 146,41 (3) Jumlah nilai masa mendatang pada akhir tahun (1) x (1+ 0,10) FVr,n 1.100,00 1.210,00 1.331,00 1.464,10 1.610,51 Tahun 1 2 3 4 5 Keterangan : FV = Future Value (nilai masa mendatang); r = Tigkat bunga; n = tahun(periode waktu) Periode (n) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Table 2.2 Faktor Bunga untuk Nilai Masa Mendatang FVIFr,n = (1 + r )n 0% 5% 10 % 1.0000 1.0500 1.1000 1.0000 1.1025 1.2100 1.0000 1.1576 1.3310 1.0000 1.2155 1.4641 1.0000 1.2763 1.6105 1.0000 1.3401 1.7716 1.0000 1.4071 1.9487 1.0000 1.4775 2.1436 1.0000 1.5513 2.3579 1.0000 1.6289 2.5937 15 % 1.1500 1.3225 1.5209 1.7490 1.0114 2.3131 2.6600 3.0590 3.5179 4.0456 Keterangan : FV = Future Value (nilai masa mendatang); r = Tigkat bunga; n = tahun(periode waktu) Tingkat Bunga 5% Rp 1 pada awal tahun akan menjadi Rp 1,0500 pada akhir tahun ke 1 dan menjadi Rp 1,6289 pada akhir tahun ke 10 Tingkat Bunga 10% Rp 1 pada awal tahun akan menjadi Rp 1,1000 pada akhir tahun ke 1 dan menjadi Rp 2,5937 pada akhir tahun ke 10 Tingkat Bunga 15% Rp 1 pada awal tahun akan menjadi Rp 1,1500 pada akhir tahun ke 1 dan menjadi Rp 4,0456 pada akhir tahun ke 10 Makin tinggi tingkat bunga, makin tinggi nilai uang dimasa mendatang. Oleh sebab itu, kaum pemilik uang (kaum Kapitalis) pola pikir dan perilakunya bertumpu pada tingkat suku bunga. Jika tingkat bunga tinggi, ia akan membungakan uangnya atau mendepositokan uangnya, dan jika suku bunga rendah, ia akan meminjam uang untuk aktivitas bisnis. 3. Nilai Sekarang (Present Value) Nilai sekarang ialah nilai saat ini pada proyeksi uang kas masuk bersih (net cash flow) di masa mendatang. Uang kas masuk bersih di masa mendatang adalah proyeksi hasil investasi. Rumusnya yaitu : 1. Laba bersih ( Earning After Tax) + (Penyusutan Aktiva Tetap) + [Bunga X (1-Tax)] atau disingkat EAT + Depreciation + Interest(1-T) 2. Laba Oprasi (Earning before Interest & Tax Atau EBIT) X (1-Tax) + Penyusutan aktiva Tetap, atau disingkat EBIT (1-T) + Depreciation. 3. Laba sebelum penyusutan,Bunga, dan pajak (atau Earning before depreciation, Interest, and Tax atau EBIT atau EBITDA) X (1-Tax) + ( Tax X Depreciation) atau disingkat EBIT atau EBITDA (1-T) + T(Dep.)1 Suatu investasi dapat diterima hanya jika investasi itu menghasilkan paling tidak sama dengan tingkat hasil investasi di pasar (atau Rm) yang jharus lebih besar dari pada tingkat bunga deposito (tingkat hasil tanpa resiko (atau Rf). Misalnya tingkat hasil pasar 20 %, itu lazim disebut Tingkat Diskonto artinya alat untuk mengitung nilai tunai dari suatu hasil investasi di masa mendatang. Misal, investasi pada awal tahun Rp 1000, pada akhir tahun nilainya harus sebesar Rp 1200 pada tingkat diskonto 20%. Inilah yang disebut nilai masa mendatang (future Value). Sebaliknya, jika di masa mendatang akan menerima Rp 1200 pada tingkat diskonto 20% maka nilai sekarangnya adalah sebesar Rp 1000. Table 2.3 Nilai sekarang dari factor bunga PVIFr,n = 1 = {(1 / 1 + r)}n n (1 + r) Rate 0% 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 5% 0,9524 0,9070 0,8638 0,8227 0,7835 0,7462 0,7107 0,6768 0,6446 0,6139 10 % 0,9091 0,8264 0,7513 0,6830 0,6209 0,5645 0,5132 0,4665 0,4241 0,3855 15 % 0,8696 0,7561 0,6575 0,5718 0,4972 0,4323 0,3759 0,3269 0,2843 0,2472 Period e (n) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Keterangan tabel 2.3 1) PVIF = Present Value of Interest Factor (Nilai Sekarang dari Faktor Bunga) 2) Nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 1) = Rp 1, nilai tunainya pada awal tahun ke 1 = Rp 0,9524, sedangkan nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 10) = Rp 1, nilai tunainya saat ini pada awal tahun ke 1 = Rp 0,6139, pada tingkat suku bunga 5% per tahun. 3) Nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 1) = Rp 1, nilai tunainya pada awal tahun ke 1 = Rp 0,9091, sedangkan nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 10) = Rp 1, nilai tunainya ini saat pada awal tahun ke 1 = Rp 0,3855, pada tingkat suku bunga 10% per tahun. 4) Nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke1) = Rp 1, nilai tunainya pada awal tahun ke 1 = Rp 0,8696, sedangkan nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 10) = Rp 1, nilai tunainya saat ini pada awal tahun ke 1 =Rp 0,2472, pada tingkat suku bunga 15% per tahun. 5) Makin tinggi tingkat suku bunga, makin kecil nilai uang sekarang pada rencana penerimaan uang di masa depan. 4. ANUITAS Anuitas adalah serangkaian pembayaran atau penerimaan uang dalam jumlah yang sama besarnya sepanjang periode tertentu. Pembayaran atau penerimaan dapat terjadi pada awal tahun atau pada akhir tahun. 4.1 Nilai yang Akan Datang dari Suatu Anuitas Nilai yang Akan Datang dari Anuitas Biasa (Pembayaran atau penerimaan dilakukan pada akhir tahun). Tabel 2.4 Nilai yang akan datang anuitas biasa, @ 10% Terima/Bayar Anuitas Nilai Tahun (Rp) @ 10% (Rp) Awal tahun Akhir tahun 1 1.000 a(1+r) 2 = 1.000(1+0,10)n-1 1.210 Akhir tahun 2 1.000 a(1+r) 1 = 1.000(1+0,10)n-2 1.100 Akhir tahun 3 1.000 a(1+r) 0 = 1.000(1+0,10)n-3 1.000 Nilai yang Akan Datang Anuitas @ 10% atas Rp 1.000 3.310 4.2 Nilai yang Akan Datang dari Jatuh Tempo Anuitas Pembayaran atau penerimaan dilakukan pada awal tahun (Annuity Due) Tabel 2.5 Nilai yang akan datang anuitas jatuh tempo, @ 10% Terima/Bayar Anuitas Nilai Tahun (Rp) @ 10% (Rp) Awal tahun 1.000 a(1+r)3 = 1.000(1+0,10)n 1.331 Akhir tahun 1 1.000 a(1+r) 2 = 1.000(1+0,10)n-1 1.210 Akhir tahun 2 1.000 a(1+r) 1 = 1.000(1+0,10)n-2 1.100 Akhir tahun 3 Nilai yang Akan Datang Anuitas @ 10% atas Rp 1.000 3.641 4.3 Nilai Sekarang dari Suatu Anuitas Nilai Sekarang Anuitas Biasa @ 10% Tabel 2.6 Nilai sekarang anuitas biasa, @ 10% Terima/Bayar Nilai Tahun (Rp) (Rp) Awal tahun 0 Akhir tahun 1 1.000 909,09 Akhir tahun 2 1.000 Akhir tahun 3 1.000 Nilai Sekarang Anuitas @ 10% Anuitas @ 10% a[1/(1+r)] 1 a[1/(1+r)]2 a[1/(1+r)]3 826,45 751,31 2.486,85 Tabel 2.7 Nilai sekarang anuitas jatuh tempo, @ 10% Terima/Bayar Nilai Tahun (Rp) Awal tahun 1.000 Akhir tahun 1 1.000 Akhir tahun 2 1.000 Akhir tahun 3 Nilai Sekarang Anuitas @ 10% (Rp) a a[1/(1+r)]1 a[1/(1+r)]2 Anuitas @ 10% 1.000,00 909,09 826,45 2.735,54 5.Arus Kas Masuk yangTidak Sama Jumlahnya Pada umumnya arus kas suatu investasi tidak sama jumlah di masa mendatang. Hal itu disebabkan karena pengaruh pendapatan, beban, penyusutan, pajak, inflasi, dsb. Nilai tunai arus kas masuk yang tidak sama jumlah dapat disajikan berikut ini. Tabel 2.8 Nilai Tunai Arus Kas Masuk yang Tidak Sama Besar, @10% Periode 1 2 3 4 5 6 7 Arus Kas Masuk PVIF 10 % n (Rp) 100 0,9091 200 0,8264 300 0,7513 500 0,6830 400 0,6209 600 0,5645 200 0,5132 Nilai Tunai Setiap Arus Kas Masuk (Rp) 90,91 165,28 225,39 341,50 248,36 338,70 102,64 1.512,72 Tabel 9 Skedul Amortisasi Pinjaman (Rp. 100 @ 12%) 3 Tahun Diamortisasi secara Tahunan (Perhitungan Dalam Rupiah ) Tahu (1) (2) (3) (4) n Pembayara n 0 1 2 3 41,64 41,64 41,64 124,92 Bunga (0,12) x (4)] 12,00 8,45 4,47 24,90 Pembayaran Pokok Pinjaman (1) (2)] 29,64 33,19 37,17 100,00 Sisa Saldo pada Akhir Tahun 100,00 70,36 37,17 =0 Tabel 2.10 Amortisasi Bulanan Pinjaman Rumah ( Rp 100 @ 12%) Selama 3 Tahun (360 Bulan) (Perhitungan Dalam Rupiah) 1Bula n 0 0 1 2 3 359 360 Pembayaran 1 Bunga (0,01) x (4)] Pembayaran Pokok Pinjaman Sisa Saldo pada Akhir Tahun 4 2 3 1.028,61 1.000,00 28,61 100.000,00 1.028,61 999,71 28,90 99.971,39 1.028,61 999,42 29,19 99.924,49 99.913,30 1.028,61 1.028,61 10,81 1.018,43 1.028,43 370.299,60 270.299,60 100.000,00 0 Sumber: Weston dan Copeland (1995:70), Edisi Bahasa Indonesia Keterangan: 0,01 atau 1% = (12% / 12), atau bunga bulanan Tabel 2.11 Perhitungan Bunga Majemuk 10% per Tahun Dengan Pemajemukan Setengah Tahun (Perhitungan Dalam Rupiah) Period e 1 2 Periode Jumlah Awal (Po) 1.000,00 1.050,00 (1+r) 1,05 1,05 Jumlah Akhir (FVr,n) 1.050,00 1.102,50 Sumber: Weston dan Copeland (1995:72), Edisi Bahasa Indonesia Keterangan: 0,5 = (10% / 2); FV = Future Value (Nilai masa mendatang); n = waktu atau periode Tabel 2.12 Pemajemukan Ganda (Multiple Compounding) Selama Satu Tahun Keterangan Tahunan FVr,1 Setengah-tahunan Kwartalan Bulanan Tingkat Bunga Po(1+r) Po[1+(r/2)] Po[1+(r/4)] Po[1+(r/12)] Nilai 1.1200.(p=1) 1.1236.(p=2) 1.1255.(p=4) 1.1268.(p=12) Harian Po[1+(r/365)] 1.1275.(p=365) Sumber: Weston dan Copeland (1995:73), Edisi Bahasa Indonesia Keterangan: P = 2 artinya pangkat dua; Po artinya pengeluaran (investasi) pd awal tahun; r = suku bunga Soal 2.1: PT ABC Perusahaan memiliki tiga anak perusahaan, masing-masing memiliki masalah dlm menentukan nilai uang terkait dg waktu. Data masing-masing anak perusahaan adalah sbb: PT ABC-1 Perusahaan memiliki dua jenis investasi yaitu proyek A senilai Rp 1.000 diperkirakan menghasilkan 8% per tahun, umur proyek 3 tahun. Proyek B investasi bernilai Rp 1.000, diperkirakan menghasilkan 1% untuk tahun pertama dan kedua, dan 22% untuk tahun ketiga. Saudara sbg ahli keuangan diminta menghitung: 1.Berapa rata-rata tingkat bunga selama tiga tahun kedua investasi tsb? 2.Investasi mana yg lebih menguntungkan? 3.Berapa return setiap proyek

Find millions of documents on Course Hero - Study Guides, Lecture Notes, Reference Materials, Practice Exams and more. Course Hero has millions of course specific materials providing students with the best way to expand their education.

Below is a small sample set of documents:

Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB III PENYUSUTAN DAN PAJAK1. Peraturan PerpajakanNegara memungut pajak untuk membiayai administrasi pemerintahnya. Makin besar biaya pemerintah, makin tinggi pajak yang dipungut, dan makin berat beban rakyat. Peraturan perpajakan Negara-negara di duni
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 4 PASAR MODALA. SISTEM KEUANGANUang sebagai subyek dan sekaligus obyek itu dapat membentuk system yang disebut system keuangan, yaitu perpindahan dari pihak yang memiliki kelebihan uang ke pihak yang membutuhkan uang yang menciptakan harta keuangan
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 5 HASIL DAN RISIKOA. RISIKO BISNISDalam dunia bisnis ada dalil klasik yakni menanggung risiko yang sekecilkecilnya untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya. Kenyataannya bagi kaum kapiltalis adalah : (1) enggan menananggung risiko atau berupaya mempe
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 6 PENYAJIAN LAPORAN KEUANGANKegiatan bisnis adalah mencari keuntungan yang digerakkan oleh kapital. Kapital ialah uang, barang, ilmu, teknologi, dan kemampuna Sumber Daya Manusia yang digunakan untuk mencari keuntungan. Kaum yang memiliki kapital unt
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 7 ANALISIS KINERJA KEUANGAN (Financial Performance Analisis)Kinerja Keuangan ialah hasil kegiatan operasi perusahaan yang disaikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode sekarang haeus dibandingkan dengan: (1) Kinerja ke
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 8 PERENCANAAN KEUANGANPerencanaan keuangan suatu perusahaan pada umumnya disajikan dengan model : (1) anggaran, (2) titik impas, (3) tingkat leverage operasi, dan (4) return on investment atau ROIAnggaranHasil peramalan keuangan tabel 8.3 (mengenai
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 9 MANAJEMEN KASKas merupakan awal dari investasi dan operasi dari suatu perusahaan. Kas terdiri dari mata uang (currency), giro, dan rekening koran di bank (bank deposits). Perusahaan atau perseorangan menyimpan uang tunai (kas) untuk motif transaksi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 10 MANAJEMEN PIUTANGPada umumnya perusahaan menjual hasil produksinya secara kredit, kemudian melahirkan piutang dagang; penagihan piutang melahirkan kas. Hubungan antara piutang dengan kas adalah sebagai berikut: Kas Persediaan Barang Jadi Piutang K
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 11 MANAJEMEN PERSEDIAANKegiatan bisnis yang memerlukan manajemen persediaan adalah bidang industri manufaktur dan perdagangan. Dalam industri manufaktur, persediaan terdiri dari: (1)persediaan bahan baku, (2)persediaan barang dalam proses, (3)persedi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 12 MANAJEMEN MODAL KERJAModal kerja adalah investasi dalam harta jangka pendek atau investasi dalam harta lancar (current assets). Modal kerja dapat dikategorikan menjadi dua yaitu modal kerja kotor (gross working capital) dan modal kerja bersih (net
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB 13. MANAJEMEN HARTA KEUANGANPerusahaan besar pada umumnya memiliki investasi di beberapa perusahaan yang berupa surat-surat berharga saham dan obligasi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan deviden (saham) dan bunga (obligasi). Investasi yang dimiliki
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB I MERENCANAKAN BISNIS 1.1. Membangun Mindset berbisnis Di era globalisasi ini, sudah saatnya bangsa Indonesia memikirkan cara mencari terobosan dengan menanamkan sedini mungkin tentang nilai-nilai kewirausahaan terutama bagi kalangan terdidik, terlebi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB II MENJALANKAN BISNIS Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya dengan modal kecil pun sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar. Pengemb
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB III ASPEK Manajemen 3.1. Pengelolaan Manajemen Dalam Menjalankan sebuah bisnis, manajemen merupakan faktor yang paling penting karena tan pa manajemen perusahaan tidak akan terkelola dengan baik dan benar. dalam menjalankan perusahaan ada beberapa asp
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IV Aspek Pasar Tantangan utama perusahaan- perusahaan adalah bagaimana membangun dan mempertahankan bisnis yang sehat dalam pasar dan lingkungan yang terus berubah. Agar perusahaan tetap dapat survive perusahaan harus mampu mengenali pelanggannya. Den
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB V ASPEK PEMASARAN 5.1. Pengertian Pemasaran Pemasaran (Marketing) : Adalah suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling menguntungkan. Aktivitas pemasaran tersebut antara lain perenca
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VI ASPEK SDM Revolusi teknologi komunikasi dan informasi membuat dunia yang luas ini semakin lama semakin kecil (Global Village). Konsukensinya skala kompetisipun meningkat dari local competitive menjadi global Dengan competitive. Bisnis baru akan ber
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VII ASPEK PRODUKSI Schroeder (1993) memberikan penekanan terhadap definisikegiatan produksi dan operasi pada 3 hal yaitu: 1. Pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa. 2. Adanya sistem transformasi yang menghasilkan barang dan
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VIII ASPEK KEUANGAN Keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan untuk membuat keputusan keputusan investasi, pendanaan dan dividen. Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan (a) kebijakan pengalo
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IX ASPEK TEKNOLOGI INFORMASI 9.1. Pengertian Teknologi Informasi Banyak istilah yang berhubungan dengan teknologi informasi karena banyaknya perubahan dan tidak adanya kesepakatan istilah yang digunakan. Beberapa istilah yang sering digunakan adalah y
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB X MEMAHAMI PERILAKU KONSUMEN Secara sederhana, perilaku konsumen mengacu kepada perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam membeli dan menggunakan barang dan jasa. Studi secara sistematis mengenai konsumen telah berkembang pesat sejak dekade 1950an
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XI ANALISIS INDUSTRI DAN PERSAINGAN11.1. Analisis Situasi Untuk Pembuatan Strategi Analisis situasi bertujuan untuk mempertimbangkan keadaan baik situasi internal perusahaan maupun lingkungan eksternal, yang langsung mempengaruhi peluang dan pilihan
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XII ANALISIS PROFIL PERUSAHAAN Seberapa baik strategi yang sedang dijalankan? Apa kekuatan,kelemahan, peluang dan tantangan perusahaan? Apakah perusahaan kompetitif dalam biaya? Bagaimana posisi perusahaan di pasar? Semua pertanyaan ini mencerminkan
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XIII ASPEK RESIKOIstilah resiko dalam manajemen mempunyai berbagai makna. Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu atau probabilitas sesuatu hasil/outcome yang ebrbeda dengan yang diharapkan. Resiko dapa
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XIV Menyusun Proposal Bisnis Dalam Menyusun Proposal bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni 1. Menggambar keseluruhan (overview) rencana strategi perusahaan yang akan dijalankan. 2. memuat latar belakang usaha 3. Menggabungkan seluruh a
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XI ANALISIS INDUSTRI DAN PERSAINGANSYAFRIZAL HELMIAnalisis Situasi Pembuatan StrategiTiga peran utama dalam analisis lingkungan Policy-Oriented Role Peran analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen tingkatan atas dan bertujuan untuk memper
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XII ANALISIS PROFIL PERUSAHAANSYAFRIZAL HELMIANALISIS SWOT SWOT singkatan dari Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), Threat (Tantangan). Analisis SWOT berisi evaluasi faktor internal perusahaan beruapa kekuatan dan kelem
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VIII ASPEK KEUANGANSYAFRIZAL HELMIKeputusan investasi Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan (a) kebijakan pengalokasian sumber dana secara optimal, (b) kebijakan modal kerja (c) kebijakan invesasi yang b
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB III ASPEK ManajemenSYAFRIZAL HELMIPengelolaan ManajemenAnnual Objectives & Policies Resources & Structures Productions & HRD Suportive culture Natural Environment Resistance to Change Restructuring Rewards/IncentivesManagement Issues Annual Objec
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IV Aspek PasarSYAFRIZAL HELMIPengertian Pasar Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar, yaitu: 1.Orang dengan segala keingi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB V ASPEK PEMASARANSYAFRIZAL HELMIDEFENISIPemasaran (Marketing) : Adalah suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling menguntungkan. Aktivitas pemasaran antara lain perencanaan produ
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VII ASPEK PRODUKSISYAFRIZAL HELMISchroeder (1993) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan produksi dan operasi pada 3 hal yaitu: 1. Pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa. 2. Adanya sistem transformasi yang menghasi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XIII ASPEK RESIKOSYAFRIZAL HELMI Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu atau probabilitas sesuatu hasil/outcome yang ebrbeda dengan yang diharapkan. Resiko dapat juga dikatakan ketidakpastian yang mun
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VI ASPEK SDMSYAFRIZAL HELMI Keberhasilan sebuah perusahaan sangat ditentukan sejauhmana perusahaan mampu mengelola, mengembangkan dan memotivasi karyawan yang potensial. Ed Michaels, Helen Handfield-Jhons dan Axelrod (konsultan dari McKinsey & Compa
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IX ASPEK TEKNOLOGI INFORMASISYAFRIZAL HELMIDefinisi teknologi informasi Menurut Haag dan Keen, teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugastugas yang berhubungan dengan pemrosesan infor
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB X MEMAHAMI PERILAKU KONSUMENSYAFRIZAL HELMILingkup studi perilaku konsumen Siapa yang membeli produk atau jasa ? ( WHO ) Apa yang dibeli ? ( WHAT ) Mengapa membeli produk atau jasa tersebut ? ( WHY ) Kapan membeli ? ( WHEN ) Di mana membelinya ? (
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB II MENJALANKAN BISNISSYAFRIZAL HELMI Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya dengan modal kecil pun sebuah usaha bisa tumbuh menja
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB I MERENCANAKAN BISNISSYAFRIZAL HELMIMembangun Mindset berbisnis Kampus sebagai tempat untuk Merubah Paradigma cara berfikir mahasiswa dari mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan pekerjaan Untuk itu diperlukan sebuah jiwa entrepreneurship (kewi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAHAN AJARKonten Mata Kuliah E-Learning USU INHERENT 2006 BUKU AJAR STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGUSULSYAFRIZALHELMIS,SE,M.Si DEPARTEMENMANAJEMEN FAKULTASEKONOMIUNIVERSITASSUMATERAUTARA 2006iDAFTAR ISI HalamanBAB I. Merencanakan bisnis. 1 1.1. Membang
Camosun College - ECON - e.g. 10
: - 80970 80972 - 99620 61959
Camosun College - LAW - 10
100 2008. : , , , , , . .:(495) 785-01-13, 775-77-65 () (812) 449-70-65, 449-70-55 (-)oblojka.indd 105.04.2007 13:29:46 ,
Camosun College - LAW - 205
. () 2006 ISBN 5466001309 , (). , , , , (, .
Camosun College - LAW - 402
" p " , 1930 . , . 1973 . . 1991 . . , ", " ", " ". : ".
Camosun College - LAW - 402
" " - .: , 1999. . " ". . 1 1999 . -
Camosun College - LAW - 402
" ( )" . . ., " ", 1999. - 248 . " ( )" - I. (. 1-7) 1. 2. , 3. , 4. 5. ,
Camosun College - LAW - 402
: . . , , , - , . 1 2 (. 1-15), . 4 (. 48-65), . 6 (. 128-141), . 9-12 (. 153-208); . . , , . 21-29 (. 307-453), " "; . . , - . 5 (. 1
Camosun College - LAW - 201
() ( . .) 01.09.97 . ., ( ) - .66 - 95 .4; ., . , , - .447 - 449 .28; ., , , - .5; .21; .309 - 316, 318 - 328 .22; .330 - 333, 359, 360 .23; .26; ., - .149 .7; ., , , - .2; . 2 III; .420, 421, 423 - 426, 428 .27; .445, 446 .28; ., , - .31 - 41,
Camosun College - LAW - 202
*(1) ( - ) . , 19
Camosun College - LAW - 203
. . . , . 3- , : ., , 1.9 . 1 . 1 . II; ., , 1.2 1.7 . 1 . 1 . II; 2.1.1 2.1.2, 2.2.1 2.2.3, 2.3 . 2 . 1 . II; 3.7 . 3 . 1 . II;
Camosun College - LAW - 15
, (1991 - 1996 .) . - , . . - , , . , (1991 - 1996 .) 1
Camosun College - LAW - 15
- , , , ,
Camosun College - LAW - 15
, , , XIX . " , , . .
Camosun College - LAW - 16
XX . - . , : , . , , ,
Camosun College - LAW - 16
Camosun College - LAW - 16
. A.S. Kartsov LEGAL IDEOLOGY OF RUSSIAN CONSERVATISM I. II. III. (1970 .) - - (
Camosun College - LAW - 16
Rar!# s# t [#0#1 #2l7a#,-#5;# # j ) 1864 l (W W).txt# #W# # E #^HN#NJ9#GZ]Hb r] 2s# 6# #SQ )&^ "W9'# lJ#V_#,#k #PTi#J:C#y#3O ;f#HMt1 #_#>#EK MK9 T@\#,X!#mI|#o wN \ 55 Q C LR#~# #8 [Vr30& ; >s W60#DQAk# ]c3'#h Q ;4hDf cfw_N#C4I39#C#,&YI t>#F 6 7 m #Ei#cf
Camosun College - LAW - 16
POSSESSIO (: .). [: . IVS ANTIQVVM. 2004. 1 (13). . 117128] > , . . ., . . () : 1) 2) .
Camosun College - LAW - 16
"p p p ." .: ", 1998 . ( )p p-pp p 1. 1. C : - - 2. - - - 2. 1917 . 1. 2. , - - - - . - . - - 3. 1917 . -
Camosun College - LAW - 108
., . , , , , . , , , .
Jadavpur University - ECONOMICS - 201
WHEN DOES MORE INFORMATION-GATHERING LEAD TO MORE PRODUCTION? THE CASE OF THE NEWSVENDOR Thomas Marschak , J. George Shanthikumar, and Junjie ZhouNovember, 2010ABSTRACT Empirical research has found that advances in Information Technology (IT), accompani
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101