ekm_790_handout_bab_3_-_aspek_manajemen
15 Pages

ekm_790_handout_bab_3_-_aspek_manajemen

Course Number: MGMT 12085, Spring 2010

College/University: Universitas Indonesia

Word Count: 2503

Rating:

Document Preview

BAB III ASPEK Manajemen 3.1. Pengelolaan Manajemen Dalam Menjalankan sebuah bisnis, manajemen merupakan faktor yang paling penting karena tan pa manajemen perusahaan tidak akan terkelola dengan baik dan benar. dalam menjalankan perusahaan ada beberapa aspek manajemen (pengelolaan perusahaan) yang perlu menjadi perhatian para pebisnis yakni : Kebijakan dan target tahunan, sumber dan struktur organisasi,...

Unformatted Document Excerpt
Coursehero >> Indonesia >> Universitas Indonesia >> MGMT 12085

Course Hero has millions of student submitted documents similar to the one
below including study guides, practice problems, reference materials, practice exams, textbook help and tutor support.

Course Hero has millions of student submitted documents similar to the one below including study guides, practice problems, reference materials, practice exams, textbook help and tutor support.

III BAB ASPEK Manajemen 3.1. Pengelolaan Manajemen Dalam Menjalankan sebuah bisnis, manajemen merupakan faktor yang paling penting karena tan pa manajemen perusahaan tidak akan terkelola dengan baik dan benar. dalam menjalankan perusahaan ada beberapa aspek manajemen (pengelolaan perusahaan) yang perlu menjadi perhatian para pebisnis yakni : Kebijakan dan target tahunan, sumber dan struktur organisasi, produksi/operasi dan SDM, budaya perusahaan, lingkungan sekitar, kemauan untuk berubah, restrukturisasi serta sistem kompensasi. Annual Objectives & Policies Resources & Structures Productions & HRD Suportive culture Natural Environment Resistance to Change Restructuring Rewards/Incentives Management Issues Gambar 3.1. Pengelolaan Manajemen Annual Objective meliputi : Target perusahaan dalam setahun, mekanisme objective ini evaluasi semua manajemen, target harus prioritas pengembangan Consistent, divisi/departemen atau unit usaha. yang penting dalam annual Measurable, Reasonable, Challenging, Clear, Understood, Timely dan verifable 33 Policies meliputi seluruh kebijakan yang diambil harus mengarah pada pemecahan masalah dan panduan bagi pengimplementasian strategi perusahaan Recources allocation berarti aktivitas manajemen yang memungkinkan untuk melakukan eksekusi strategi perusahaan. Recources allocation terbagi 4 yaitu : Financial resources, Physical resources, Human resources dan Technological resources Organizational structure berarti bagaimana perusahaan membuat struktur perusahaan yang sesuai dengan startegi pengembangan usaha yang telah dibuat. jika strategi mengharuskan perubahan struktur perusahaan, direktur harus merubahnya demi target yang telah ditentukan Chandler’s Strategy-Structure Relationship New strategy Is formulated New administrative problems emerge Organizational performance declines Organizational performance improves New organizational structure is established Gambar 3.2. Strategy relationship Restructuring berarti perusahaan diminta melakukan pengurangan atau penambahan size (divisi, unit, level hierarki atau tenaga kerja). hal ini sering terjadi jika perusahaan sedang melakukan ekpansi maka terjadi penambahan divisi, unit, level hierarki atau tenaga kerja (rightsizing) . sebaliknya jika perusahaan merugi 34 terus maka dilakukan pengurangan divisi, unit, level hierarki atau tenaga kerja (downsizing) Reward/ Incentive. sistim ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan motivasi pekerja. untuk lebih jelasnya lihat di pembahasan tentang SDM Tests for Performance-Pay Plans Does the plan capture attention? Do employees understand the plan? Is the plan improving communication? Does the plan pay out when it should? Is the company or unit performing better? Gambar 3.3. Reward Plans Resistance bagi to Change dalam berarti perusahaan harus mampu menghingkan kecemasan, ketidakpastian, melakukan ketidaknyamanan sebaliknya karyawan perubahan membangun iklim perubahan adanya kepastian dan optimisme arah dan kemajuan perusahaan sehingga perubahan yang dicapai bisa lebih baik. Natural environment berarti aspek pengelolaan produksi dan operasional sekitar harus benar-benar perusahaan memperhatikan lebih lingkungan (alam). harus mengdepankan (filosofi) bagi corporate social responsibility. Suportive culture. membangun nilai-nilai perusahan agar menjadi panduan dalam melakukan aktivitas. 35 Creating shareholder value Entrepreneurial spirit Excellent customer service Building strong relationships Giving back to the community Taking care of people Doing the right thing Respect for all people Gambar 3.4. Corporate Value Perusahaan cara-cara membangun corporate value dapat dilakukan dengan cara : • • • • • Formal statements of philosophy, charters, etc. used for recruitment and selection, and socialization Designing of physical spaces, facades, buildings Deliberate role modeling, teaching and coaching Explicit reward and status system, promotion criteria Stories, legends, myths about key people and events • • • • • What leaders pay attention to, measure and control Leader reactions to critical incidents and crises How the organization is designed and structured Organizational systems and procedures Criteria used for recruitment, selection, promotion, retirement Production membangun and Plant Operation size, berarti bagaimana perusahaan system, Inventory/Inventory control Quality control, Cost control dan Technological innovation 36 Human Resources meliputi pengelolaan system manajemen SDM 3.2. Fungsi Manajemen Manajemen (management) merupakan dan pencapaian pengendalian sasaran-sasaran sumber daya organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan organisasi. Dalam rangka pencapaian sasaran atau tujuan suatu bisnis tentunya melalui suatu proses manajemen yang meliputi 4 fungsi manajemen, yaitu: 3.2.1. Planning (Perencanaan Usaha) Suatu perencanaan usaha adalah unit kegiatan yang direncanakan dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan sesuatu barang dan/jasa yang diinginkan. A. Ciri-ciri Pokok Perencanaan Usaha Setiap perencanaan usaha ditandai oleh hal-hal sebagai berikut: Bertujuan menghasilkan barang-barang dan/atau jasa-jasa Memerlukan suatu investasi modal, tenaga kerja, manajemen ataupun hal-hal lain Setelah investasi tersebut dilaksanakan dan selama berlangsungnya usaha tersebut memberikan kegunaan kepada berbagai pihak diantaranya adalah perusahaan itu sendiri maupun masyarakat. Adanya biaya operasional diatas biaya investasi. B. Jenis-jenis Perencanaan Usaha Menurut jenis barang dan jasa-jasa yang dihasilkan, misalnya perencanaan usaha dalam bidang produksi ataupun prasarana. menurut jenis kepemilikannya: swasta nasional atau swasta asing ataupun campuran Berdasarkan Modal (fisik dan Non Fisik) 37 Usaha yang memerlukan modal fisik yang menyangkut bangunan baru, pendirian atau instalasi fasilitas-fasilitas untuk menghasilkan suatu aliran barang dan jasa selanjutnya. Usaha yang memerlukan modal non fisik,seperti program training, survei-survei,atau penelitian (research) teknis yang dapat dilaksanakan dengan modal fisik yang telah ada. C. Tahap-tahap Pengembangan Usaha Pengembangan suatu usaha biasanya terdiri dari tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pengkonsepsian proyek usaha Dimulai dengan penyelidikan mengenai kebutuhan yang diperlukan suatu aktivitas,serta pemilihan cara-cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 2. Perumusan proyek usaha Memuat uraian mengenai tujuan usaha serta cara atau metode yang hendak dipilih cara untuk atau melaksanakan pelaksanaan usaha usaha tersebut.pemilihan metode hendaknya didasarkan atas perbandingan yang optimal antara biaya dan hasil yang hendak diperoleh. 3. Pemutusan ataupun pengesahan proyek usaha Apabila perencanaan proyek usaha telah disahkan,berarti dapat diputuskannya atau disahkan penggunaan sarana-sarana yang diperlukan termasuk didalamnya pembiayaan. 1. Persiapan dan pembangunan proyek usaha Merupakan tahapan dari unsur-unsur pokok investasi yang dilaksanakan guna mencapai tujuan proyek usaha yang telah dierencanakan dan disahkan. 5. Pelaksanaan usaha Tahapan dari suatu usaha yang telah mulai menghasilkan barang dan/atau jasa. 38 D. Persoalan Umum dalam Pelaksanaan Usaha Persoalan–persoalan yang sering dihadapi dalam menelaah suatu usaha dan perencanaannya untuk dapat diproses ke tahap-tahap selanjutnya adalah sebagai berikut: 1. Menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam memproses perencanaan dan pelaksanaan usaha tersebut dari tahap pertama sampai dengan tahapan-tahapan selanjutnya. 2. menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam memproses perencanaan dan pelaksanaan usaha tersebut dari tahap pertama sampai dengan tahapan-tahapan selanjutnya.menentukan pilihan usaha berdasarkan kriteria yang ada,yang biasanya dibedakan atas tiga macam kriteria,yaitu teknis,ekonomis,dan non eknomis. 3. penilaian biaya-biaya dan keuntungan atau hasil-hasil dari usaha yang bersangkutan. Biasanya menilai biaya-biaya usaha yang ditetapkan dengan menilai keuntungan–keuntungan yang akan dihasilkannya. 4. penilaian asumsi-asumsi dasar pendirian usaha. 5. pengetahuan atas semua alternatif untuk mewujudkan tujuan yang dikehendaki oleh usaha tersebut. 3. 2.2. ORGANIZING (PENGORGANISASIAN) Pengorganisasian adalah macam/jenis serta sifat pengaturan setelah ada plan (rencana). Dalam hal ini diatur dan ditentukan tentang apa tugas pekerjaaan, pekerjaan, unit-unit kerja (pembentukan bagian-bagian), tentang siapa yang akan melakukan, apa alat-alatnya, bagaimana pengaturan keuangan dan fasilitasnya dengan kata lain setelah tujuan perusahaan telah ditentukan, akan perusahaan dijalankan perlu untuk merumuskan tindakan-tindakan yang mewujudkan berbagai tujuan tersebut. Menurut organisasi timbul karena: 1. suatu pembagian kerja yang logikal. 2. suatu sistem koordinasi. (Winardi,2003:20) 39 Dalam melaksanakan organizing (pengorganisasian), ada dua kegiatan penting yang harus dilakukan yaitu: a. Menentukan bentuk/struktur organisasi perusahaan Bentuk/struktur organisasi perusahaan harus disesuaikan dengan kegiatan yang dijalankan harus menentukan menjalankan perusahaan. organisasi Pimpinan perusahaan yang terbaik untuk struktur kegiatan ke arah pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Apakah bentuk organisasi lini, staf atau gabungan keduanya. .(L.Daft,2002) :398-399) b. Menentukan wewenang, tugas dan tanggung jawab setiap orang yang bekerja di (Sukirno,2004:124) Organisasi yang efektif, sumber-sumber daya manusia dan perusahaan, terutama para manajernya. sumber-sumber daya material menyebabakan meningkatnya produktivitas. Hal tersebut dilaksanakan melalui apa yang dinamakan “sinergisme” (synergism) dimana anggota-anggota suatu perusahaan mengkombinasikan upaya mereka secara kolektif guna melaksanakan tugas-tugas yangakan melampaui jumlah dari upaya-upaya individual mereka (sinergi dapat dicapai melalui pengintegrasian tugas-tugas yang terspesialisasi). Pengorganisasian secara efektif dapat menghasilkan keuntungan/manfaat sebagai berikut: 1. Kejelasan tentang ekspektasi-ekspektasi kinerja individual dan tugas-tugas yang terspesialisasi. 2. Pembagian kerja, yang menghindari dan penyalahgunaan sumber-sumber daya manusia. 3. Terbentuknya suatu arus aktivitas kerja yang logikal, yang dapat dilaksanakan dengan baik oleh individu-individu atau kelompokkelompok. 4. Saluran-saluran komunikasi yang dapat membantu pengambilan keputusan dan pengawasan timbulnya duplikasi, daya konflik material maupun sumber-sumber 40 5. Mekanisme-mekanisme memungkinkan yang mengkoordinasi, antara para yang anggota tercapainya harmoni organisasi, yang terlibat dalam berbagai macam kegiatan. Proses Pengorganisasian Samuel B Certa mengemukakan bahwa proses organizing meliputi 5 langkah pokok: 1. Melaksanakan refleksi (deep thought) tentang rencana-rencana dan sasaran-sasaran. 2. Menetapkan tugas-tugas pokok 3. Membagi (subtasks). 4. Mengalokasi sumber-sumber daya, dan petunjuk-petunjuk untuk tugas-tugas bagian tertentu. 5. Mengevaluasi hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yangg diimplementasi. (Winardi,2003:24-25) tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas bagian Langkah 1 Merefleksi tentang rencana-rencana dan sasaran-sasaran Langkah 2 Menetapkan Tugastugas Pokok . Langkah 5 Langkah 3 Membagi tugastugas pokok menjadi tugastugas bagian Mengevaluasi hasilhasil dari strategi pengorganisasian Langkah 4 Mengevaluasi Sumber-sumber daya dan petunjuk-petunjuk untuk tugas-tugas bagian Gabar 3.5 Lima Langkah Pokok Organizing 41 3.2. 3. Actuating Setelah melakukan perencanaan (planning) dan pengorganisasian (organizing), maka dibuat, kegiatan dibarengi selanjutnya adalah actuating (pengarahan). dengan proses “mengarahkan sasaran dan menuntun dalam Dalam fungsi actuating manajemen akan melaksanakan rencana yang perusahaan menuju perusahaan, menjalankan bisnis. Di dalam actuating, tercapai beberapa hal yang harus dipahami agar bisnis yang kita lakukan berjalan dengan baik. Actuating mencakup kemampuan manajemen dalam memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan demikian dari manajemen bisnis baik, yang dan dapat menentukan selain bagaimana dengan semakin efektivitas akan disarankan, kinerjanya itu, pengarahan yang baik, maka bisnis yang dijalankan oleh perusahaan semakin akan diperhitungkan.(Handoko,1998:251) Sesuai dengan pengertian study kelayakan bisnis, yaitu meneliti layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan. akan dinilai manajemen untuk itu diperlukan dalam menjalankan perhatian actuating Actuating (pengarahan) merupakan salah satu dari aspek manajemen yang terhadap strategi itu sendiri untuk mencapai sasaran bisnis. 3.2.4. Controlling (Pengendalian) Fungsi manajemen selanjutnya yang berkenaan dengan study kelayakan bisnis adalah fungsi pengendalian. Pengendalian sangat penting agar kita dapat mengetahui cara mengendalikan bisnis kita ke arah yang benar dan jelas serta cara untuk mempertahankan basins kita tetap bertahan di persaingan bisnis. (Narotama, 2004 : 4) Pengendalian manajemen sendiri merupakan pengendalian dilakukan mencapai bagian perusahaan dan mengarahkan bagian-bagian tersebut tujuan yang telah ditetapkan sistem yang untuk oleh pihak manajemen untuk mengorganisasi bagianpengendalian 42 manajemen di artikan sebagai suatu sistem yang membantu dan mendukung tercapainya tujuan pengendalian manajemen. Apa bila dilihat lebih mendalam lagi, maka posisi termasuk bagian sistem forma pengendalian internal pengendalian perusahaan dalam proses pengendalian dan perencanaan yang meliputi pengembangan, klarifikasi, dokumentasi sistem dan prosedur serta pengembangan pengukuran sampai dengan pelaporan atau umpan balik. Disini jelas bahwa sebenarnya pengendalian internal merupakan bagian pengendalian dengan manajemen yang secara lebih dan spesifik berhubungan pengendalian administrasi akuntansi perusahaan. Selain itu banyakk pihak yang juga berpendapat bahwa pengendalian internal merupakan suatu mekanisme teknis untuk melakukan pengecekan administrasi. terhadap ketelitian data akuntansi dan Hal tersebut sebenarnya merupakan bagian kecil dari proses pengendalian internal. A. Sistem Pengendalian Internal Sistem pengendalian internal adalah suatu sistem yang terdiri dari kebijakan dan prosedur yang diterapkan untuk memastikan bahwa tujuan tertentu suatu satuan usaha dapat dicapai. Menurut American Institute Of Certified Public Accountants (AICPA), definisi dari sistem pengendalian struktur internal adalah “sistem pengendalian yang meliputi dan semua metode serta ketentuan jauh yang data oleh perusahaan untuk melindungi harta ketelitian dan seberapa organisasi serta terkoordinasi yang dianut kekayaan, memeriksa akuntansi dapat dipercaya, dapat meningkatkan efisiensi usaha dan dapat mendorong di taatinya kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan”. pengendalian Jika dilihat dari definisi tersebut, maka hakikat internal sesungguhnya mencakup seluruh kegiatan operasional perusahaan. 43 B Unsur Sistem Pengendalian Internal Ada empat unsur yang terdapat dalam system pengendalian internal, antara lain: 1. Struktur Organisasi Unsur ini memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas dan jelas antara fungsi otorisasi, penyimpangan aktiva, pencatatan dan operasional perusahaan. Struktur organisasi merupakan pembagian tanggung jwab dan wewenang kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan perusahaan Sebagai dalam rangka mencapai pemisahan tujuan fungsi perusahaan. kredit, kasir, contoh, diadakan pemasaran, dan administrasi umum dalam kegiatan perbankan. 2. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan Unsur ini memberikan perlindungan terhadap setiap aktigva, utang, pendapatan, dan biaya perusahaan. yang terjadi harus diotorisasi oleh Setiap transaksi pihak tertentu yang harus bertanggung jawab atas transaksi yang dilaksanakan. Selain itu prosedur pencatatan jiwa juga harus dilakukan dengan baik, teratur dan disiplin untuk menghindari kerugian perusahaan. 3. Praktik yang Sehat Unsur ini memberikan pembagian tanggung jawab dan system wewenang serta prosedur pencatatan yang telah ditetapkan berjalan dengan baik dan benar. Dengan melakukan praktik yang sehat, maka keamanan aktiva perusahaan dapat terjamin. Contoh penerapan praktik yang sehat adalah sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. Rotasi jabatan Pemberian cuti kepada karyawan Pengecekan Fisik aktiva dengan catatan yang tersedia dan formulir yang lengkap Pemeriksaan mendadak Satu bagian atau orang tidak boleh melakukan transaksi dari awal sampai akhir tanpa campur tangan pihak lain. Pembentukan suatu unit yang bertugas mengecek efektivitas system pengendalian inter 44 4. Karyawan yang Mampu Melaksanakan Tugasnya Kualitas sumber daya manusia sangat menentukan apakah system yang telah direncanakan dan dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan tujuan atau tidak. sumber daya manusiaa sangat Oleh karena itu, kapabilitas penting dalam rangka keberhasilan system pengendalian internal. C. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian meliputi kisaran kebijakan yang luas dan prosedur informasi yang berhubungan, yang membantu menjamin bahwa pengarahan manajemen dipengaruhi. Aktivitas pengendalian membantu menjamin bahwa tindakan-tindakan yang diidentifikasi sebagai tindakan yang perlu untuk menangani resiko untuk mencapai tujuan supaya terlaksana. 1. Efisiensi Kebijakan Yang Tepat dan Prosedur yang diperlukan sehubungan dengan masing-masing kegiatan entitas. Semua tujuan relevan dan resiko yang berhubungan untuk setiap aktivitas signifikan telah diidentifikasi sehubungan dengan evaluasi penilaian resiko. Acuan itu dapat dibuat pada acuan manual yang menyajikan: kegiatan bisnis umum, tujuan llustratif, resiko, dan “Point of focus, untuk tindakan/aktivitas pengendalian”. tindakan apa yang telah diarahkan pengendalian yang diterapkan tindakan itu dilaksanakan. umum (atau pengendalian Daftar dalam kolom kemudian mungkin berguna dalam mengidentifikasi oleh manajemen untuk menangani resiko dan mempertimbangkan kelayakan aktivitas oleh entitas untuk melihat bahwa Harus diakui bahwa untuk umum) pengendalian komputer disajikan dalam acuan manual di bawah kegiatan “Teknologi Informasi Manajemen” 2. Aktivitas Pengendalian yang Diidentifikasi Diterapkan Secara Tepat Misalnya, pertimbangan apakah : 45 - Pengendalian yang dideskripsikan dalam memuat kebijakan sebenarnya di terapkan dan ditetapkan dengan cara yang seharusnya. Tindakan yang sesuai dan tepat waktu diambil atau informasi yang memerlukan tindak lanjut Personil, supervisi meninjau berfungsinya pengendalian - - 3.3. Konsep-konsep Manajemen Yang diterapkan di Indonesia Studi yang dilakukan oleh SM FE-UI dan SWA terhadap 45 perusahaan yang berasal dari 16 industri menunjukkan adanya 5 temuan yakni: 1) dari 65 konsep manajemen yang digunakan ada 12 konsep manajemen yang populer, 6 diantaranya berada dilevel strategis dan 6 lainnya dilevel fungsional. 2) adanya Gap antara konsep dari sudut pandang perusahaan degan teori yang ada. Gap cenderung terjadi pada konsep yang memiliki standar tools yang jelas, misalnya Balancescorecard memiliki 4 pandangan (financial perspective, customer perspective, internal perspective, learning and growth perspective) perusahaan. ternyata perusahaan memakai sudut pandang ini sesuai dengan kondisi masing-masing 3) adanya pola-pola tertentu yang dapat dibuat berdasarkan status responden (perusahaan terbuka/tertutup) dan keaktifan pendiri (aktif dan tidak aktif mengelola perusahaan). Misalnya perusahaan terbuka dengan pengelola yang masih aktif lebih banyak memperoleh konsep manajemen dari sumber internal (logika pengelaman hidup, intuisi, filosofi pribadi dan disusi internal), sedangkan perusahaan terbuka dengan pengelola tidak aktif cenderung mengandalkan sumber inspirasi dari sumber external ( artikel, konsutan, internet pakat institusi pendidikan, survey, shooping arround, benchmarking). 46 Matriks LSM-FEUI-SWA Sumber Inspirasi Manajemen Konsep Terbuka Status Perusahaan Tertutup Keluarga Keaktifan Pendiri Aktif Mengelola Perusahaan Tidak aktif Mengelola Perusahaan INTERNAL EKSTERNAL INTERNAL INTERNAL INTERNAL & EKSTERNAL Non Keluarga Sumber : Departemen Manajemen FE-UI dan SWA, SWA 16/XXI/4-17 Agustus 2005 4). Perusahaan terbuka memiliki kecenderungan lebih besar untuk mengambil sumber inspirasi konsep eksternal perusahaan dibanding perusahaan tertutup. 5). Falsafah manajemen yang diterapkan KONSEP Level Strategi Perusahaan Menerapkan yang 31,11% 26,67% 13,33% 11,11% 11,11% 11,11% 28,8% 26,67% 13,33% 20,00% 11,11% 15,5% Marketing Human Resources Production Corvorate social responsibility Balance Scorecard Change Management Benchmarking Corporate sustainability Market Driven Service Excellence Segmenting Targeting Postioning (STP) Customer Satisfaction Human capital Competency Based Human Resource management Continius Improvement Sumber : Departemen Manajemen FE-UI dan SWA, SWA 16/XXI/4-17 Agustus 2005 47

Find millions of documents on Course Hero - Study Guides, Lecture Notes, Reference Materials, Practice Exams and more. Course Hero has millions of course specific materials providing students with the best way to expand their education.

Below is a small sample set of documents:

Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IV Aspek Pasar Tantangan utama perusahaan- perusahaan adalah bagaimana membangun dan mempertahankan bisnis yang sehat dalam pasar dan lingkungan yang terus berubah. Agar perusahaan tetap dapat survive perusahaan harus mampu mengenali pelanggannya. Den
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB V ASPEK PEMASARAN 5.1. Pengertian Pemasaran Pemasaran (Marketing) : Adalah suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling menguntungkan. Aktivitas pemasaran tersebut antara lain perenca
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VI ASPEK SDM Revolusi teknologi komunikasi dan informasi membuat dunia yang luas ini semakin lama semakin kecil (Global Village). Konsukensinya skala kompetisipun meningkat dari local competitive menjadi global Dengan competitive. Bisnis baru akan ber
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VII ASPEK PRODUKSI Schroeder (1993) memberikan penekanan terhadap definisikegiatan produksi dan operasi pada 3 hal yaitu: 1. Pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa. 2. Adanya sistem transformasi yang menghasilkan barang dan
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VIII ASPEK KEUANGAN Keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan untuk membuat keputusan keputusan investasi, pendanaan dan dividen. Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan (a) kebijakan pengalo
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IX ASPEK TEKNOLOGI INFORMASI 9.1. Pengertian Teknologi Informasi Banyak istilah yang berhubungan dengan teknologi informasi karena banyaknya perubahan dan tidak adanya kesepakatan istilah yang digunakan. Beberapa istilah yang sering digunakan adalah y
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB X MEMAHAMI PERILAKU KONSUMEN Secara sederhana, perilaku konsumen mengacu kepada perilaku yang ditunjukkan oleh individu dalam membeli dan menggunakan barang dan jasa. Studi secara sistematis mengenai konsumen telah berkembang pesat sejak dekade 1950an
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XI ANALISIS INDUSTRI DAN PERSAINGAN11.1. Analisis Situasi Untuk Pembuatan Strategi Analisis situasi bertujuan untuk mempertimbangkan keadaan baik situasi internal perusahaan maupun lingkungan eksternal, yang langsung mempengaruhi peluang dan pilihan
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XII ANALISIS PROFIL PERUSAHAAN Seberapa baik strategi yang sedang dijalankan? Apa kekuatan,kelemahan, peluang dan tantangan perusahaan? Apakah perusahaan kompetitif dalam biaya? Bagaimana posisi perusahaan di pasar? Semua pertanyaan ini mencerminkan
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XIII ASPEK RESIKOIstilah resiko dalam manajemen mempunyai berbagai makna. Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu atau probabilitas sesuatu hasil/outcome yang ebrbeda dengan yang diharapkan. Resiko dapa
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XIV Menyusun Proposal Bisnis Dalam Menyusun Proposal bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni 1. Menggambar keseluruhan (overview) rencana strategi perusahaan yang akan dijalankan. 2. memuat latar belakang usaha 3. Menggabungkan seluruh a
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XI ANALISIS INDUSTRI DAN PERSAINGANSYAFRIZAL HELMIAnalisis Situasi Pembuatan StrategiTiga peran utama dalam analisis lingkungan Policy-Oriented Role Peran analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen tingkatan atas dan bertujuan untuk memper
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XII ANALISIS PROFIL PERUSAHAANSYAFRIZAL HELMIANALISIS SWOT SWOT singkatan dari Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), Threat (Tantangan). Analisis SWOT berisi evaluasi faktor internal perusahaan beruapa kekuatan dan kelem
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VIII ASPEK KEUANGANSYAFRIZAL HELMIKeputusan investasi Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan (a) kebijakan pengalokasian sumber dana secara optimal, (b) kebijakan modal kerja (c) kebijakan invesasi yang b
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB III ASPEK ManajemenSYAFRIZAL HELMIPengelolaan ManajemenAnnual Objectives & Policies Resources & Structures Productions & HRD Suportive culture Natural Environment Resistance to Change Restructuring Rewards/IncentivesManagement Issues Annual Objec
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IV Aspek PasarSYAFRIZAL HELMIPengertian Pasar Pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya. Tiga unsur penting yang terdapat dalam pasar, yaitu: 1.Orang dengan segala keingi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB V ASPEK PEMASARANSYAFRIZAL HELMIDEFENISIPemasaran (Marketing) : Adalah suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling menguntungkan. Aktivitas pemasaran antara lain perencanaan produ
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VII ASPEK PRODUKSISYAFRIZAL HELMISchroeder (1993) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan produksi dan operasi pada 3 hal yaitu: 1. Pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa. 2. Adanya sistem transformasi yang menghasi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB XIII ASPEK RESIKOSYAFRIZAL HELMI Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu atau probabilitas sesuatu hasil/outcome yang ebrbeda dengan yang diharapkan. Resiko dapat juga dikatakan ketidakpastian yang mun
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB VI ASPEK SDMSYAFRIZAL HELMI Keberhasilan sebuah perusahaan sangat ditentukan sejauhmana perusahaan mampu mengelola, mengembangkan dan memotivasi karyawan yang potensial. Ed Michaels, Helen Handfield-Jhons dan Axelrod (konsultan dari McKinsey & Compa
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB IX ASPEK TEKNOLOGI INFORMASISYAFRIZAL HELMIDefinisi teknologi informasi Menurut Haag dan Keen, teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugastugas yang berhubungan dengan pemrosesan infor
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB X MEMAHAMI PERILAKU KONSUMENSYAFRIZAL HELMILingkup studi perilaku konsumen Siapa yang membeli produk atau jasa ? ( WHO ) Apa yang dibeli ? ( WHAT ) Mengapa membeli produk atau jasa tersebut ? ( WHY ) Kapan membeli ? ( WHEN ) Di mana membelinya ? (
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB II MENJALANKAN BISNISSYAFRIZAL HELMI Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya dengan modal kecil pun sebuah usaha bisa tumbuh menja
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAB I MERENCANAKAN BISNISSYAFRIZAL HELMIMembangun Mindset berbisnis Kampus sebagai tempat untuk Merubah Paradigma cara berfikir mahasiswa dari mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan pekerjaan Untuk itu diperlukan sebuah jiwa entrepreneurship (kewi
Universitas Indonesia - MGMT - 12085
BAHAN AJARKonten Mata Kuliah E-Learning USU INHERENT 2006 BUKU AJAR STUDI KELAYAKAN BISNIS PENGUSULSYAFRIZALHELMIS,SE,M.Si DEPARTEMENMANAJEMEN FAKULTASEKONOMIUNIVERSITASSUMATERAUTARA 2006iDAFTAR ISI HalamanBAB I. Merencanakan bisnis. 1 1.1. Membang
Camosun College - ECON - e.g. 10
: - 80970 80972 - 99620 61959
Camosun College - LAW - 10
100 2008. : , , , , , . .:(495) 785-01-13, 775-77-65 () (812) 449-70-65, 449-70-55 (-)oblojka.indd 105.04.2007 13:29:46 ,
Camosun College - LAW - 205
. () 2006 ISBN 5466001309 , (). , , , , (, .
Camosun College - LAW - 402
" p " , 1930 . , . 1973 . . 1991 . . , ", " ", " ". : ".
Camosun College - LAW - 402
" " - .: , 1999. . " ". . 1 1999 . -
Camosun College - LAW - 402
" ( )" . . ., " ", 1999. - 248 . " ( )" - I. (. 1-7) 1. 2. , 3. , 4. 5. ,
Camosun College - LAW - 402
: . . , , , - , . 1 2 (. 1-15), . 4 (. 48-65), . 6 (. 128-141), . 9-12 (. 153-208); . . , , . 21-29 (. 307-453), " "; . . , - . 5 (. 1
Camosun College - LAW - 201
() ( . .) 01.09.97 . ., ( ) - .66 - 95 .4; ., . , , - .447 - 449 .28; ., , , - .5; .21; .309 - 316, 318 - 328 .22; .330 - 333, 359, 360 .23; .26; ., - .149 .7; ., , , - .2; . 2 III; .420, 421, 423 - 426, 428 .27; .445, 446 .28; ., , - .31 - 41,
Camosun College - LAW - 202
*(1) ( - ) . , 19
Camosun College - LAW - 203
. . . , . 3- , : ., , 1.9 . 1 . 1 . II; ., , 1.2 1.7 . 1 . 1 . II; 2.1.1 2.1.2, 2.2.1 2.2.3, 2.3 . 2 . 1 . II; 3.7 . 3 . 1 . II;
Camosun College - LAW - 15
, (1991 - 1996 .) . - , . . - , , . , (1991 - 1996 .) 1
Camosun College - LAW - 15
- , , , ,
Camosun College - LAW - 15
, , , XIX . " , , . .
Camosun College - LAW - 16
XX . - . , : , . , , ,
Camosun College - LAW - 16
Camosun College - LAW - 16
. A.S. Kartsov LEGAL IDEOLOGY OF RUSSIAN CONSERVATISM I. II. III. (1970 .) - - (
Camosun College - LAW - 16
Rar!# s# t [#0#1 #2l7a#,-#5;# # j ) 1864 l (W W).txt# #W# # E #^HN#NJ9#GZ]Hb r] 2s# 6# #SQ )&^ "W9'# lJ#V_#,#k #PTi#J:C#y#3O ;f#HMt1 #_#>#EK MK9 T@\#,X!#mI|#o wN \ 55 Q C LR#~# #8 [Vr30& ; >s W60#DQAk# ]c3'#h Q ;4hDf cfw_N#C4I39#C#,&YI t>#F 6 7 m #Ei#cf
Camosun College - LAW - 16
POSSESSIO (: .). [: . IVS ANTIQVVM. 2004. 1 (13). . 117128] > , . . ., . . () : 1) 2) .
Camosun College - LAW - 16
"p p p ." .: ", 1998 . ( )p p-pp p 1. 1. C : - - 2. - - - 2. 1917 . 1. 2. , - - - - . - . - - 3. 1917 . -
Camosun College - LAW - 108
., . , , , , . , , , .
Jadavpur University - ECONOMICS - 201
WHEN DOES MORE INFORMATION-GATHERING LEAD TO MORE PRODUCTION? THE CASE OF THE NEWSVENDOR Thomas Marschak , J. George Shanthikumar, and Junjie ZhouNovember, 2010ABSTRACT Empirical research has found that advances in Information Technology (IT), accompani
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101
Abilene Christian University - ACCOUNTING - 101