This preview has intentionally blurred parts. Sign up to view the full document

View Full Document

Unformatted Document Excerpt

316 SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI Surabaya, 16 – 17 Oktober 2003 PENGARUH LUAS UNGKAPAN SUKARELA DAN ASIMETRI INFORMASI TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA SITI ASIAH MURNI Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Abstract: This study examines whether voluntary corporate disclosure level published in annual report and asymmetry information has an effect on cost of equity capital. The purpose of the study is to investigate whether the variance variances in corporate disclosure level and asymmetry information effects on cost of equity capital. The sample consists of 61 companies registered on the Jakarta Stock Exchange in 1999 and 2000. The hypothetical test was conducted by implementing pooled data method, for period of 1999- 2000. The results provide support the hypothesis that voluntary corporate disclosure, asymmetry information and beta have effect on cost of equity capital. More specifically, the results show that size significantly moderates the relationship between asymmetry information and cost of equity capital, but size does not significantly moderate the relationship between voluntary corporate disclosure level and cost of equity capital. Keywords: voluntary disclosure, asymmetry information, bid-ask spread, cost of equity capital 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perilaku dan kualitas keputusan investor dipengaruhi oleh kualitas informasi yang diungkapkan perusahaan lain dalam laporan keuangan. Informasi yang berkualitas tersebut bagi investor berguna untuk menurunkan asimetri informasi. Asimetri informasi muncul ketika manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemegang saham dan stakeholder lainnya. Apabila dihubungkan dengan peningkatan perusahaan, ketika terdapat asimetri informasi, manajer dapat memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada investor guna memaksimasi nilai saham perusahaan. Sinyal yang diberikan dapat dilakukan melalui ungkapan (disclosure) informasi akuntansi. Aktivitas yang dilakukan investor di pasar modal ditentukan oleh informasi yang mereka peroleh baik secara langsung (laporan publik) maupun tidak langsung (insider trading). Oleh karena pelaku pasar modal mempunyai kemampuan yang terbatas terhadap persepsi masa yang akan datang, maka adanya asimetri informasi menimbulkan masalah adverse selection yang mendorong dealer untuk menutupi kerugian dari pedagang terinformasi dengan meningkatkan spread-nya terhadap pedagang likuid. Manajemen akan mengungkapkan informasi secara sukarela jika manfaat yang diperoleh dari pengungkapan informasi tersebut lebih besar dari biayanya (Elliot dan Jacobson, 1994). Manfaat tersebut diperoleh karena ungkapan informasi oleh perusahaan akan membantu investor dan kreditur memahami risiko investasi. Verrecchia (1991) dalam Komalasari (2000) menunjukkan bahwa dengan mengungkapkan informasi privat maka tuntutan investor terhadap kompensasi menurun karena biaya transaksi turun sehingga komponen ... View Full Document

End of Preview

Sign up now to access the rest of the document