pengaruh variabel fundamental terhdp harga saham prshn manufaktur yang list d bei
94 Pages

pengaruh variabel fundamental terhdp harga saham prshn manufaktur yang list d bei

Course Number: ECON 205, Spring 2012

College/University: Universitas Budi Luhur

Word Count: 14555

Rating:

Document Preview

PENGARUH VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TESIS Oleh SUSAN GRACE VERANITA NAINGGOLAN 067017043/Akt SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008...

Unformatted Document Excerpt
Coursehero >> Indonesia >> Universitas Budi Luhur >> ECON 205

Course Hero has millions of student submitted documents similar to the one
below including study guides, practice problems, reference materials, practice exams, textbook help and tutor support.

Course Hero has millions of student submitted documents similar to the one below including study guides, practice problems, reference materials, practice exams, textbook help and tutor support.

VARIABEL PENGARUH FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TESIS Oleh SUSAN GRACE VERANITA NAINGGOLAN 067017043/Akt SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 PENGARUH VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TESIS Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Ilmu Akuntansi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh SUSAN GRACE VERANITA NAINGGOLAN 067017043/Akt SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Judul Tesis : PENGARUH VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA Nama Mahasiswa : Susan Grace Veranita Nainggolan Nomor Pokok : 067017043 Program Studi : Ilmu Akuntansi Menyetujui, Komisi Pembimbing: (Prof.Dr.Ade F. Lubis, MAFIS, MBA,Ak) Ketua Ketua Program Studi (Prof.Dr.Ade F. Lubis, MAFIS, MBA,Ak) Tanggal Lulus (Drs. Syahyunan, M.Si) Anggota Direktur (Prof.Dr.Ir.T.Chairun Nisa, B,MSc) : 5 Agustus 2008 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Telah diuji pada Tanggal 5 Agustus 2008 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Prof.Dr.Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA,Ak Anggota : 1. Drs. Zainul Bahri Torong, M.Si 2. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si, Ak 3. Drs. Idhar Yahya MBA,Ak Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti secara empiris dan menemukan kejelasan tentang pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari Return on Assets (ROA), Debt Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Book Value Per Share (BVS), terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, baik secara parsial maupun secara simultan. Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2004-2006 secara aktif menerbitkan laporan keuangan selama tahun pengamatan .Prosedur pemilihan sampel adalah purposive sampling dan model analisis yang digunakan analisis Regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel fundamental yang terdiri dari ROA, DER, ROE, BVS secara simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, Secara parsial menunjukkan hanya BVS yang berpengaruh terhadap harga saham sedangkan yang lain tidak berpengaruh secara signifikan. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa pergerakan harga saham tidak mempunyai hubungan yang kuat dan jelas dengan fundamental perusahaan yang tergambar dalam beberapa rasio yang terdapat didalam laporan keuangan. Kata Kunci: Variabel Fundamental, Harga Saham , Perusahaan Manufaktur. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 ABSTRACT Target of this research is to obtain get evidence empirically and clarity about fundamental variable influence consisting of Return on Assets (ROA), Debt Equity Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Book Value Per Share (BVS), to manufacturing business share price which enlist in Effect Exchange Indonesia, either through simultan dan also parsial. Object research of manufacturing business is which enlist in Effect Exchange Indonesia since year 2004-2006 actively publish financial statement during perception year. Procedure election of sampel is sampling purposive and used by analysis model is doubled Regresis analysis. Result of research indicate that fundamental variable consisting of ROA, DER, ROE, BVS, by simultan do not have an effect on by signifikan to sham price, by parsial show only BVS having an effect on to share price while other do not have an effect on by signifikan. Result of this research can give picture that movement of share price don’t have clear and strong (relation/link) with drawn company fundamental in a few ratio which there are in financial statement. Keyword: Fundamental variable, share price, manufacturing business. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Allah atas segala kasih dan karuniaNya, sehingga pada akhirnya penulis berhasil menyelesaikan tesis ini yang berjudul ” Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Sains, pada Program Studi Ilmu Akuntansi Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Bantuan dari berbagai pihak telah penulis terima dalam penyusunan tesis ini, oleh karena itu dengan sepenuh hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Prof. Chairudin P.Lubis, DTM&H, Sp.A.(K), selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Prof.Dr.Ir.T.Chairun Nisa, B,MSc, selaku Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. 3. Prof.Dr.Ade Fatma Lubis, MAFIS,MBA,Ak, selaku ketua Program Magister Ilmu Akuntansi Pascasarjana Universitas Sumatera Utara sekaligus sebagai pembimbing utama telah banyak meluangkan waktu untuk mengarahkan, dan memberikan saran-saran kepada penulis dalam menyusun tesis ini 4. Drs. Syahyunan, M.Si, selaku pembimbang yang telah sangat banyak membantu dengan mengarahkan, memberikan saran-saran kepada penulis dalam menyusun tesis ini. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 5. Drs. Zainul Bahri Torong, M.Si,Ak selaku dosen pembanding yang telah banyak memberikan saran-saran kepada penulis didalam menyusun tesis ini. 6. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M,Si, Ak selaku dosen pembanding yang telah banyak memberikan saran-saran kepada penulis didalam menyusun tesis ini. 7. Dra. Narumondang B. Siregar, MM,Ak selaku dosen pembanding yang telah banyak memberikan saran-saran kepada penulis didalam menyusun tesis ini. 8. Seluruh dosen dan staf pada Program Megister Ilmu Akuntansi Sekolah Pascasarjana USU. 9. Yang tercinta bapak (K.L.S.Nainggolan,SH) dimana tinggalkan hal yang berharga dan kenangan indah padaku dan mama (A.Rumapea) serta ke-5 saudaraku (Yanto, Erwin, Deborah, Berman dan Crista) yang telah memberikan dukungan material, moril dan doanya dengan penuh kasih sayang kepada penulis sehingga bisa menyelesaikan penulisan tesis ini. 10. Rekan-rekan mahasiswa khususnya angkatan sebelas yang memberikan dukungan dan saran-saran yang amat berarti bai penulis. Penulis menyadari bahwa keterbatasan yang dimiliki untuk menjadikan tesis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu sangat diperlukan masukan-masukan dan saran yang bersifat membangun dari pembaca. Namun demikian besar harapan penulis, agar tesis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Medan, 2 Agustus 2008 Susan G.V.Nainggolan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 RIWAYAT HIDUP 1. Nama : Susan Grace Veranita Nainggolan 2. Tempat/Tgl Lahir : Tebing-Tinggi / 22 Juli 1974 3. Pekerjaan : Staf Pengajar 4. Agama : Kristen Protestan 5. Orang Tua a. Bapak : K.L.S.Nainggolan SH (+) b. Mama : A.Rumapea 6. Alamat : Jl.Karya Rakyat No.56 A.Medan 7. Telepan/ HP : (061) 6619900/ 08126440239 8. Pendidikan : a. SD : SD Negeri XVI Purwodadi, Jawa Tengah lulus 1984. b. SMP : SMP Negerimor Judul Halaman 1. Data Return on Asset (ROA) ................…....…………...…………......…. 61 2. Data Debt To Equity Ratio (DER) ..…………..…………..………......….. . 62 3. Data Return on Equity (ROE) .................………...……………...……..…. 63 4. Data Book Value per Share (BVS) ......……..………………...…………... 64 5. Harga Saham .............................…………………………………........…... 65 6. Deskripsi Data ..........……...…..……………………..………………….… 66 7. Uji Normalitas Data .................................................................................... 67 8. Uji Multikolinearitas .................................................................................... 68 9. Uji Heteroskedastisitas ................................................................................. 69 10. Uji Otokorelasi ............................................................................................. 70 11. Pengujian model regresi ROA, DER, ROE, BVS, terhadap harga saham ... 71 12. Pengujian model regresi ROA, DER,BVS, terhadap harga saham ............. 72 13. Pengujian model Regresi DER, ROE, BVS, terhadap harga saham ............ 73 14. Pengujian model regresi ROA terhadap harga saham .................................. 74 15. Pengujian model regresi terhadap DER terhadap harga saham .................... 75 16. Pengujian Model Regresi ROE terhadap harga saham ................................. 76 17. Pengujian model regresi BVS terhadap harga saham ................................... 77 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian bangsa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah memperlihatkan perkembangan yang cukup signifikan. Dengan semakin banyaknya bermunculan perusahaan-perusahaan yang mendaftarkan dan menjual saham/go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam upaya melakukan pengembangan terhadap kegiatan bisnisnya, perusahaan tentu saja membutuhkan dana yang sangat besar. Kebutuhan akan dana tersebut semakin bertambah seiring dengan semakin besarnya kegiatan ekspansi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Pasar modal merupakan salah satu alternatif sumber dana eksternal disamping sumber dana pinjaman. Pasar modal memiliki peran bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Dengan adanya pasar modal dapat menginvestasikan dana dengan harapan memperoleh imbalan (return) sedangkan pihak issuer (dalam hal ini perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari opersasi perusahaan. Adanya perkembangan pasar modal yang pesat dapat membuat investor dapat lebih leluasa dalam melakukan aktivitas investasinya, baik dalam pemilihan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 portofolio investasi pada efek yang tersedia maupun besarnya jumlah yang diinvestasikan. Tujuan dan motivasi investor dalam melakukan pembelian saham adalah meningkatkan kekayaan mereka dimasa mendatang, yaitu dengan memperoleh hasil berupa deviden maupun capital gain yang jumlahnya diharapkan lebih besar dari tingkat return sarana investasi lain seperti deposito dan pembelian obligasi. Dalam berinvestasi para investor memerlukan informasi akurat yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan pilihan untuk membeli sahamsaham perusahaan yang menguntungkan. Informasi yang ada dapat digunakan sebagai bahan analisa saham baik secara fundamental maupun teknikal. Laporan keuangan sebagai salah satu sumber data dalam analisa fundamental harus mampu menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu serta hasil operasi pada waktu tertentu secara wajar. Keadaan ini diharapkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para pemakai untuk mendukung proses pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Analisis laporan keuangan ini mencakup (1) perbandingan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama, dan (2) evaluasi kecenderungan posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu (Brigham dan Houston, 2001). Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) mewajibkan para emiten untuk menyampaikan laporan keuangan tahunan atau annual report agar adanya transparansi dalam pengungkapan berbagai informasi yang berhubungan dengan kinerja emiten yang bersangkutan. Dengan analisis tertentu atas laporan keuangan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 masyarakat dapat menentukan pilihan untuk berinvestasi pada saham perusahaan yang menurut penilaianya memiliki prospek yang menguntungkan misalnya dengan menggunakan berbagai rasio yang diperoleh dari laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan–perusahaan di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Investor dalam melakukan analisis dan menilai saham di pasar modal secara umum menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal, secara bersama-sama akan membentuk kekuatan pasar dengan interkasi anatara permintan dan penawaran yang berpengaruh terhadap transaksi saham perusahaan sehingga harga saham akan mengalami berbagai fluktuasi. Analisis fundamental didasarkan pada dua model dasar penilaian sekuritas yatiu earning multipler dan asset value, Studi Utami dan Suharmadi (1998) menunjukkan bahwa faktor fundamental perusahaan memegang peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Penilaian saham secara akurat dapat meminimalkan resiko sekaligus membantu investor mendapatkan keuntungan wajar, mengingat investasi saham di pasar modal merupakan jenis investasi yang cukup berisiko tinggi meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif besar. Analisis fundamental memfokuskan pada laporan keuangan perusahaan dimana tujuannya untuk mendekteksi perbedaan harga saham sekuritas dengan nilai intrinsiknya. Pendekatan fundamental memberikan dasar teoritis perhitungan nilai Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 intrinsikyang dapat ditentukan berdasarkan faktor fundamental perusahaan misalnya; laba, deviden, struktur modal, ratio dan potensi pertumbuhan perusahaan . Faktor fundamental yang digunakan untuk memprediksi harga saham atau return saham adalah rasio keuangan dan rasio pasar. Rasio keuangan yang berfungsi untuk memprediksi harga saham antara lain ROA (Return On Asset ), DER (Debt Equity Ratio), ROE (Return on Equity), BVS (Book Value per Share). Rasio ini digunakan untuk menilai kewajaran harga saham maupun menilai tingkat harga relatif jika diperbandingkan dengan harga saham lainnya. Penelitian sebelumnya yang menghubungkan antara faktor fundamental (ROA, DER, BVS, PBV) dengan harga saham menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Beberapa peneliti menghasilkan kesimpulan pengaruh faktor fundamental terhadap harga saham yaitu Gordon (1976) melakukan penelitian dan memperoleh hasil bahwa variabel–variabel fundamental mempunyai pengaruh terhadap harga saham, Silalahi (1991), Haruman (2005). Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sparta (2000) dan Prasetyo (2000) membuktikan bahwa faktor fundamental tidak berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian Chandra (2002) menghasilkan kesimpulan bahwa faktor fundamental tidak digunakan secara signifikan, dimana tingkat penggunaan faktor fundamental tersebut semakin kecil setelah terjadinya krisis ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel fundamental terhadap harga saham sebagai kelanjutan dari penelitian sebelumnya karena masih terdapat ketidakkonsistenan hasil penelitian – penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli yang menguji faktor fundamental dan resiko sistematik terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya variabel bebas yang digunakan adalah ROA, DER, BVS, Beta Saham. Sementara dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah ROA, DER, BVS, BVS. Perbedaan lainya periode penelitian untuk sebelumnya dari tahun 2002-2005 sedangkan periode penelitian yang sedang dilakukan dari tahun 2004-2006. Melihat hasil penelitian yang tidak konsisten tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian untuk memberikan kajian akademik yang semakin jelas mengenai permasalahan yang dikemukakan diatas. Faktor fundamental dengan menggunakan rasio keuangan yang akan digunakan adalah ROA, DER, ROE, BVS, sebagai variabel yang akan diteliti terhadap harga saham perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2006 dengan judul “Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” 1.2. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang yang telah diuraikan diatas, untuk memberikan fokus dan batasan penelitian agar hasil yang diperoleh bisa memberikan kesimpulan yang baik, penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 1. Apakah variabel fundamental yang terdiri dari Return on Asset (ROA), Debt to Equty Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Book Value Per Share (BVS),) secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. 2. Apakah variabel fundamental yang terdiri dari Return on Asset (ROA), Debt to Equty Ratio (DER), Return on Equity (ROE), Book Value Per Share (BVS),) secara individual (parsial) mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. 1.3.Tujuan Penelitian Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor fundamental dalam pembentukan harga saham. Secara terinci tujuan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari Return on Asset (ROA), Debt to Equty (DER), Return on Equity (ROE), dan Book Value Per Share (BVS), secara bersama-sama (simultan) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. 2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari Return on Asset (ROA), Debt to Equty Ratio (DER), Return on Equity (ROE), dan Book Value Per Share (BVS), secara individual (parsial) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 1.4.Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat pada berbagai bidang dan profesi, yaitu sebagai berikut : 1. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi peneliti dalam memahami pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari Return on Asset (ROA), Debt to Equty (DER), Return on Equity (ROE), Book Value Per Share (BVS), terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. 2. Menambah informasi bagi investor pasar modal untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi yang optimal 3. Menambah perbendaharaan riset di akademisi dibidang manajemen keuangan khususnya Manajemen Investasi di pasar modal, dan referensi peneliti selanjutnya pada permasalahan atau subjek yang sama. 1.5. Original Penelitian Penelitian ini merupakan repliksi dari penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli yang menguji faktor fundamental dan resiko sistematik terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya variabel bebas yang digunakan adalah ROA, DER, BVS, Beta Saham. Sementara dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah ROA, DER, BVS, BVS. Perbedaan lainya periode penelitian untuk sebelumnya dari tahun 2002-2005 sedangkan periode penelitian yang sedang dilakukan dari tahun 2004-2006. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1.Tinjauan Teori 2.1.1. Pengertian Pasar Modal Pada dasarnya pasar modal (capital Market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri. Jika di pasar modal diperjualbelikan instrumen keuangan seperti saham, obligasi, waran, right, obligasi konvertibel, dan berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (put atau call), maka di pasar uang diperjualbelikan antara lain Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Commercial Paper, Promissory Notes, Call Money, Repurchase Agreement, Banker's Acceptence, Treasury Bills dan lain-lain. Financial Market Money Market Capital Market Gambar 2.1 Bagan Pasar Keuangan Undang- undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 memberikan pengertian pasar modal yang lebih spesifik yaitu “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 umum dan perdagangan efek, Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek”. Sharpe (1999:9) menyatakan bahwa pasar modal sebagai salah satu jenis pasar sekuritas yang memperdagangkan aktiva keuangan yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun. Menurut Sunariyah (2004:5) pasar modal sebagai tempat pertemuan antara penawaran dan permintaan surat berharga. Ditempat inilah para pelaku pasar yaitu individu–individu atau badan usaha yang mempunyai kelebihan dana (surplus fund) melakukan investasi dalam surat berharga yang ditawarkan oleh emiten. Sebaliknya ditempat itu pula perusahaan yang membutuhkan dana menawarkan surat berharga dengan cara listing terlebih dahulu pada badan otoritas di pasar modal sebagai emiten”. Dari definisi diatas maka pasar modal merupakan sistem keuangan yang terorganisasi yang mempertemukan pihak penawar dan pembeli instrumen keuangan jangka panjang, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri. 2.1.2. Saham Perseroan (Corporotion) adalah badan usaha yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang, dan mempunyai eksistensi yang terpisah dengan pemiliknya dan dapat melakukan usaha dalam batas tertentu sebagaimana lazimnya manusia biasa, sifat ini sering disebut sebagai berbadan hukum. Perseroan mempunyai eksistensi tidak terbatas, kecuali jika umumnya dibatasi oleh Undang-Undang. Perseroan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 modern memungkinkan untuk memperoleh dana dalam jumlah yang besar. Sumber daya ini diserahkan kepada perseroan oleh perseorangan atau badan karena mereka memiliki harapan dengan efisiensi perseroan dalam menggunakan dana tersebut, mereka dapat memperoleh suatu tingkat pengembalian (rate of return) daripada yang mungkin mereka terima dari kemungkinan investasi lain. Sebagai bukti keikutsertaan mereka dalam perseroan tersebut maka perseroan menerbitkan saham bagi pemilik modal. Saham merupakan surat berharga yang paling popular dan dikenal luas dimasyarakat. Umumnya saham yang dikenal sehari-hari merupakan saham biasa (common stock). Bentuk saham yang lain adalah saham yang memiliki sifat-sifat obligasi yaitu preferred stock. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan diperusahaan tersebut. Tjiptono dan Hendy (2001:5). Ketika perseroan didirikan biasanya diterbitkan satu jenis saham yang dikenal sebagai saham biasa (common stock). Saham biasa adalah kepemilikan dalam perusahaan yang ikut menanggung resiko apabila perusahaan mengalami kerugian dan mendapatkan keuntungan apabila perusahaan memperoleh keuntungan. Pada perkembangan selanjutnya perusahaan yang berbentuk perseroan tersebut mungkin Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 melihat bahwa ada keuntungan untuk menerbitkan golongan saham yang lain yang memiliki hak dan prioritas yang berbeda dibanding saham biasa, yaitu yang biasa disebut sebagai saham preferen. Berikut ini pembagian jenis-jenis saham : 1. Saham biasa (common stock). Saham ini merupakan saham yang biasa diterbitkan oleh perusahaan. Saham ini memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Apabila perusahaan mengalami likuidasi, saham ini memperoleh pelunasan yang terakhir yaitu setelah seluruh hutang perusahaan dan saham preferen telah dilunasi. Demikian pula dalam pembagian dividen, saham ini baru memperoleh pembayaran apabila dividen terhutang atas saham preferen telah dibayar. Sisa dari pelunasan hutang dan kewajiban dividen bagi saham preferen ini dibagikan kepada pemegang saham biasa. 2. Saham preferen. Saham preferen merupakan saham yang memiliki berbagai kelebihan. Kelebihan ini dihubungkan dengan pembagian dividen atau pembagian aktiva saat likuidasi. Saham preferen akan memperoleh terlebih dahulu pembagian dividen sesuai dengan nilai yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum pemegang saham biasa memperoleh pembayaran dividen. Dividen saham preferen tidak terutang atas dasar waktu, tetapi terutang apabila sudah diumumkan oleh perusahaan. Menurut Dahlan (2001:268) Saham sebagai surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada suatu perseroan terbatas. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Menurut Tjiptono dan Hendy (2001:7) ditinjau dari kinerja perdagangan maka saham dapat dikategorikan atas: 1. Blue Chip Stock yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar deviden. 2. Income Stock yaitu saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar deviden lebih tinggi dari rata-rata deviden yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. 3. Growth Stock yaitu saham –saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi. 4. Speculative Stock yaitu saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi dimasa mendatang, meskipun belum pasti. 5. Counter Cyclical Stocks yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan deviden yang tinggi sebagai akibat dari kemampuann emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 2.1.3. Analisis Fundamental Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian yang secara lansung maupun tidak lansung mempengaruhi kinerja perusahaan. Sebagian ahli berpendapat teknik analisis fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka panjang. Untuk melakukan analisis dan memilih saham salah satu pendekatan yang digunakan adalah analisis fundamental. Pendekatan dengan Analisis Fundamental didasarkan pada suatu anggapan bahwa saham memiliki nilai intrinsik yang diestimasikan oleh para analis atau investor.(Jones, 2002) Menurut Sunariyah (2004:168) pendekatan yang digunakan untuk menilai harga suatu saham adalah analisis fundamental merupakan pendekatan yang didasarkan pada suatu anggapan bahwa saham memiliki nilai intrinsik diestimasikan oleh para analisis atau investor, Nilai intrinsik merupakan suatu fungsi yang dikombinasikan untuk menghasilkan suatu return yang diharapkan dan resiko yang melekat pada saham tersebut. Hasil estimasi nilai intrinsik kemudian dibandingkan harga pasar sekarang (current market price) sehingga dapat diketahui saham tersebut overvalue atau undervalue. Faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi nilai intrinsik tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan, industri maupun keadaan perekonomi makro. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Sementara itu menurut Bodie (2005:140) bahwa analisis fundamental selalu memulai penilaian harga saham dengan melihat kepada pembelajaran atas laba historis dan pengujian atas laporan keuangan suatu perusahaan. Ide dasar pendekatan ini adalah bahwa harga saham akan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan. Menurut Husnan (1994:145) Pendekatan fundamental memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang dengan mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental ( pertumbuhan penjualan, nilai penjualan, net profit margin dan price earning ratio) berdasarkan pada informasi akuntansi yang telah diaudit oleh akuntan publik dan dipercaya oleh segenap pesarta pasar. 2.1.4. Harga Saham dan Penilaian Harga Saham Berbagai studi empiris menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur utama yang terdapat dalam harga saham individual, yaitu : 1. Kondisi pasar secara keseluruhan. 2. Kondisi industri sejenis. 3. Kinerja perusahaan. Sedangkan yang menjadi penyebab utama fluktuasi harga saham adalah kondisi perekonomian dan kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan merupakan hal yang sangat penting, misalnya dalam beberapa kasus terdapat beberapa perusahaan tertentu bergerak dengan arah yang berbeda dengan industri sejenis. Perusahaan-perusahaan ini mengembangkan produk Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 atau teknologi yang baru sehingga membuat para investor merasa dapat memperoleh keuntungan, setidaknya yang bersifat temporer. Hal ini akan mengakibatkan bereaksinya harga saham akibat antisipasi daripada investor terhadap keuntungan atau kerugian yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang. Reaksi harga saham yang cukup tajam terhadap naik turunnya pendapatan perusahaan sudah merupakan hal yang biasa akibat tindakan investor untuk mengantisipasi hal ini. Berbagai pemberitaan dari kejadian-kejadian yang akan mempengaruhi kinerja perusahaan dapat pula menyebabkan naik turunya harga. Pertimbangan para fundamentalis mengenai pertumbuhan perusahaan, besarnya dividen, resiko dan tingkat bunga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap harga saham. Ekspektasi yang tinggi untuk meraih keuntungan dari investasi yang dilakukan cenderung melipatgandakan harga saham, sementara itu resiko dan tingkat bunga yang lebih tinggi cenderung akan mengakibatkan penurunan harga saham. Menurut Gart (1988 ; 271-274), hal-hal penting yang merupakan faktor makro atau pasar yang dapat menyebabkan fluktuasi harga saham adalah : 1. Tingkat inflasi dan suku bunga. 2. Kebijakan keuangan dan fiskal. 3. Situasi perekonomian. 4. Situasi bisnis internasional. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Sedangkan faktor mikro perusahaan yang dapat menyebabkan fluktuasi harga saham adalah : 1. Pendapatan perusahaan. 2. Dividen yang dibagikan. 3. Arus kas perusahaan. 4. Perubahan mendasar dalam industri atau perusahaan. 5. Perubahan dalam perilaku investasi, misalnya merubah investasinya dari saham menjadi obligasi. Penilaian harga saham bertujuan untuk menilai saham-saham manakah yang paling menguntungkan bagi investor. Dengan kata lain saham-saham manakah yang harga pasarnya lebih rendah dari nilai intrisik (undervalued) sehingga layak untuk dibeli demikian juga sebaliknya saham-saham manakah yang harga pasarnya lebih tinggi dari nilai-nilai intrinsik (overvalued). Dengan demikian perlu dilakukan analisis terhadap harga saham. Menurut Jogiyanto (1998:70), Penilaian Harga Saham menjelaskan ada 2 (dua) pendekatan untuk menilai intrinsik saham , yaitu: a. Pendekatan nilai sekarang (present Value approaching) Pendekatan nilai sekarang juga disebut dengan metode Kapitalisasi laba karena melibatkan proses kapitalisasi nilai-nilai masa depan yang didiskontokan menjadi nilai sekarang. b. Pendekatan PER (P/E ratio approach) Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Pendekatan ini menunjukkan rasio dari harga saham terhadap earnings. Rasio ini melihat berapa besar investor menilai harga saham dari saham terhadap kelipatan dari earnings. Menurut Sunariyah (2004:170) ada 2 (dua) pendekatan fundamental yang umumnya dipakai dalam melakukan penilaan saham yaitu: a. Penilaian saham berdasarkan pada pendekatan laba (Price Earning Ratio Approach). Pendekatan ini didasarkan hasil yang diharapkan pada perkiraan laba per lembar saham dimasa yang akan datang sehingga dapat ketahui berapa lama investasi saham akan kembali. b. Penilaian saham dengan pendekatan nilai sekarang (Present Value Approach). Pendekatan ini dimana nilai saham diestimasikan dengan mengkapitalisasikan pendapatan. Nilai sekarang suatu saham akan sama dengan nilai sekarang dari arus kas yang akan datang yang investor harapkan terima dari investsi pada saham tersebut Untuk mengetahui sampai sejauh mana investasi yang akan ditanamkan investor disuatu perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diisyaratkan investor, dapat dilihat dari: 1. Return on Asset (ROA). Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan asset yang dimiliki. Dengan mengetahui rasio ini kita bisa menilai apakah perusahaan ini efisien dalam memanfaatkan aktivanya dalam Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 kegiatan operasional perusahaan. Rasio ini juga memberikan ukuran yang lebih baik atas profitabilitas perusahaan karena menunjukkan efektivitas manajemen dalam menggunakan aktiva untuk memperoleh pendapatan. Return on Assets (ROA) = Net Income After Taxes Total Assets 2. Debt to Equty Ratio (DER) Rasio ini menunjukkan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham. Dari perspektif kemampuan membayar kewajiban jangka panjang , semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. Debt to Equity Ratio (DER) = Total Debt Total Equity 3. Return on Equity (ROE) Rasio ini berguna untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini bisa dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah ekuitas perusahaan. Return on Equity (ROE) = Net Income After Taxes Total Equity 4. Book Value per Share (BVS) Rasio untuk mengukur nilai Shareholders equity atas setiap lembar saham, yang menggambarkan perbandingan total modal terhadap jumlah saham . Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Book value per Share (BVS) = Total Shareholder Equity Total Shares Outstanding 2.1.5. Rasio Keuangan Untuk mengetahui makna yang ada pada laporan keuangan diperlukan sebuah alat analisis. Alat analisis yang digunakan biasanya adalah analisis laporan keuangan yang berupa rasio-rasio laporan keuangan. Rasio keuangan ini bertujuan untuk mengukur kinerja perusahaan dari berbagai aspek kinerja. Ukuran kinerja pertama yang diukur adalah ukuran Likuiditas dimana mengukur kinerja perusahaan dari aspek kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dalam jangka pendek. Ukuran kinerja kedua adalah leverage atau solvabilitas yang mengukur kinerja perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dalam jangka panjang. Ukuran ketiga adalah profitabilitas yang mengukur kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan sumber daya yang dimiliki. Menurut Kieso (2002:247) informasi kualitatif dari laporan keuangan dapat dikumpulkan dengan memeriksa hubungan antar pos-pos dalam laporan keuangan dengan mengidentifikasi kecendrungan dalam hubungan ini. Titik awal yang baik dalam mengumpulkan informasi ini adalah mengimplikasikan analisis rasio. Harahap (2003:298) Keunggulan analisis rasio keuangan dibandingkan dengan teknik analisis yang lainnya: Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 a. Rasio merupakan angka-angka atau iktisar statistik yang lebih mudah dibaca dan signifikan. b. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industri lain. c. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi (z-score) d. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodic atau time series. e. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa yang akan datang. 2.1.6. Mekanisme dan Volume Perdagangan Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Apabila dikatakan suatu saham tercatat di bursa, itu berarti bahwa saham tersebut dapat dijual maupun dibeli pada lantai bursa. Suatu saham dapat dikatakan tercatat di bursa apabila perusahaan yang bersangkutan telah melalui proses penawaran perdana, yang diawali dengan penyampaian suatu pernyataan pendaftaran suatu emisi saham. Setelah melalui tahap ini, saham dapat dijual kepada masyarakat melalui proses initial public offering (pasar Perdana). Dibawah ini akan digambarkan mengenai pasar perdana dan sekunder. 1. Pasar Perdana Pernyataan pendaftaran emisi saham atau obligasi oleh suatu perusahaan disampaikan kepada Bapepam melalui suatu penjamin emisi, yaitu suatu Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 perusahaan efek yang telah memperoleh ijin dari Menkeu untuk menjamin suatu emisi efek. Emisi efek maksudnya adalah penerbitan efek baru untuk dijual. Tujuan penyampaian pendaftaran emisi ke Bapepam adalah untuk memperoleh pernyataan efektif Bapepam agar perusahaan yang bersangkutan atau emiten dapat menjual sejumlah efeknya kepada masyarakat umum yang kemudian dicatatkan di bursa. Bapepam telah mengeluarkan persyaratan yang cukup ketat yang harus dipenuhi setiap emiten yang akan menawarkan sahamnya. Tujuan dikeluarkannya syarat yang ketat tersebut adalah untuk melindungi investor dan calon investor terhadap kemungkinan manipulasi dari pihak emiten, penjamin emisi, perantara perdagangan efek, dan lain-lain. Keterangan yang disampaikan kepada Bapepam harus dapat memberi gambaran kepada pihak-pihak yang berkepentingan tentang perusahaan dan sehingga pihakpihak tersebut dapat memberikan penilaian apakah efek yang bersangkutan baik atau kurang baik untuk dibeli. 2. Pasar Sekunder Setelah melakukan penawaran pada pasar perdana dan semua efek yang tercatat atas nama masing-masing investor atau efek tersebut telah berada di tangan investor, langkah selanjutnya adalah mencatatkan saham di bursa efek. Hal ini berarti bahwa efek tersebut hanya boleh diperdagangkan di lantai bursa, sehingga kegiatan jual-beli perusahaan terjadi diluar perusahaan. Usman (1997:175-176) Pasar sekunder efek memiliki fungsi utama berikut ini: Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 1. Pasar sekunder memberikan likuiditas pada efek yang menjadi instrumen perdagangan. 2. Pasar sekunder yang terorganisir memungkinkan pembentukan harga yang wajar. 3. Pasar sekunder memungkinkan pemodal melakukan diversifikasi investasi dengan jumlah dana terbatas. 4. Secara makro pasar sekunder yang aktif dapat mengurangi country risk dari penanaman modal asing yang bersifat langsung. 5. Pasar sekunder yang aktif dan efisien dapat dijadikan salah satu leading faktor dalam memahami arah perkembangan perekonomian. Beberapa rangkaian kajian empiris yang panjang, para pakar menemukan bahwa resesi ekonomi pada umumnya didahului efek turunya harga saham dan ekspansi ekonomi didahului naiknya harga saham. 2.1.7. Hubungan Hipotesis Pasar Yang Efisien, Variabel Fundamental dalam Laporan Keuangan, dan Harga Saham Pasar modal yang efisien adalah pasar modal yang harga sekuritassekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. Informasi yang dimaksud disini adalah seperangkat pesan atau berita yang dapat digunakan untuk mengubah tindakan dari para pelaku transaksi di pasar modal demi meningkatkan kesejahteraannya. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Dalam suatu pasar yang efisien, investor melakukan fair game (permainan yang wajar) yang berkenaan dengan informasi yang beredar, artinya tidak ada investor yang dapat menggunakan informasi yang beredar untuk memperoleh keuntungan yang abnormal. Semua sekuritas yang memiliki tingkat resiko yang sama akan menghasilkan pengembalian yang sama, tanpa memperhatikan metode akuntansi yang digunakan, jenis industri di pasar modal, dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk menafsirkan laporan keuangan. Oleh karena itu analisa laporan keuangan yang berdasarkan laporan keuangan tidak dapat menghasilkan rekomendasi yang memungkinkan investor untuk memperoleh laba diatas rata-rata. Konsep Efficient Market Hypotesis (EMH) lahir dari keinginan para penganut teori akuntansi positif untuk membuktikan tercapainya tujuan pelaporan dalam kerangka konseptual (Conceptual Framework) akuntansi keuangan, yaitu menyajikan informasi yang berguna untuk : 1. Keputusan investasi dan kredit 2. Memprediksi arus kas 3. Menjelaskan sumber daya perusahaan, kepemilikannya dan perubahanperubahannya. Teori positif ini berusaha menguraikan dan menjelaskan data apa dan bagaimana informasi akuntansi disajikan serta dikomunikasikan kepada para pemakai informasi akuntansi. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Berdasarkan studi yang dilakukan Fama (1970). Efisiensi pasar modal memiliki beberapa tingkatan yaitu : 1. Weak Form. Dalam bentuk ini, harga sekuritas mencerminkan informasi yang telah lalu. Efisiensi pasar bercorak lemah mengandung arti tidak terdapat hubungan antara harga sekuritas di masa lalu dengan harga sekuritas dimasa yang akan datang. Dalam keadaan seperti ini pemodal tidak bisa memperoleh tingkat keuntungan diatas normal dengan menggunakan trading rules yang berdasarkan atas informasi harga di waktu yang lalu. 2. Semi Strong Form. Bentuk efisiensi seperti ini mengandung arti bahwa semua informasi yang telah dipublikasikan termasuk harga-harga di waktu yang lalu telah tercermin dalam harga sekuritas di pasar, sebagai akibatnya analisis fundamental tidak dapat digunakan untuk menilai apakah harga saham overvalued atau undervalued. Oleh karena itu investor tidak dapat memperoleh keuntungan diatas rata-rata hanya dengan mengandalkan informasi umum yang tersedia. Setiap orang yang memanfaatkan informasi umum yang ada tidak akan mendapat pengembalian ekstra karena harga sekuritas telah disesuaikan dan tidak akan terjadi perubahan harga sampai dipublikasikannya informasi yang baru. Informasi tersebut mencakup laporan keuangan emiten, pemecahan saham, penerbitan saham, dan lain lain. Apabila harga sekuritas tidak berubah pada saat dipublikasikannya informasi baru, maka akan timbul pertanyaan apakah informasi yang dipublikasikan tersebut relevan atau tidak. Pada dasarnya EMH Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 untuk pasar yang bercorak agak kuat beranggapan bahwa tidak ada lagi kesenjangan antara waktu untuk pendistribusian informasi dengan waktu untuk mempelajarinya. Pada saat emiten mempublikasikan pada saat itu pula investor mempelajari dan langsung menentukan keputusan. 3. Strong Form. Dalam bentuk ini harga sekuritas mencerminkan informasi yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan. Efisiensi pasar bercorak kuat menganggap bahwa semua investor memiliki peluang yang sama untuk memperoleh semua informasi tersebut, dengan kata lain tidak terdapat monopoli dalam memperoleh informasi. Dalam hal ini kelebihan pendapatan tidak akan diperoleh hanya dengan memanfaatkan informasi yang ada tanpa menghiraukan apakah informasi tersebut tersebar luas atau tidak, sehingga orang dalam perusahaan tidak dapat memanfaatkan informasi yang dimilikinya untuk memperoleh pendapatan diatas rata-rata tanpa menyebarluaskan informasi tersebut ke pasar. Perlunya informasi akuntansi di pasar surat berharga menurut Hendriksen (1994 ; 81-83) adalah untuk : 1. Memungkinkan alokasi sumber daya secara optimum diantara para produsen. Alokasi optimum akan terjadi apabila para produsen mampu memperoleh dana modal untuk mencapai produksi nasional bruto maksimum sejumlah sumber daya tertentu. Defenisi alokasi optimum ini harus memenuhi syarat sehingga kesejahteraan mencakup tujuan sosial dan tujuan lainnya. Oleh karena itu Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 informasi di pasar surat berharga memegang peranan penting dalam pengalokasian sumber daya. 2. Agar para investor dapat menyimpan portofolio surat berharga yang optimum dalam hal preferensi resiko hasil pengembalian dari para investor dalam kerangka surat berharga yang ada di pasar. Artinya informasi akuntansi dibutuhkan untuk menentukan harga surat berharga sehingga mencerminkan hubungan resiko dan hasil pengembalian dan bagi masing-masing investor untuk memperoleh portofolio yang mencerminkan preferensinya sendiri dalam memperoleh tingkat hasil pengembalian maksimum dengan suatu tingkat resiko tertentu. Dalam Efficient Market Hypotesis, pasar surat berharga dianggap sebagai suatu kesatuan yang tidak membedakan jenis industrinya. Relevansi EMH khususnya yang berbentuk semikuat adalah bahwa isi informasi dapat dieavaluasi berdasarkan reaksi pasar terhadap informasi ini. Dalam EMH diasumsikan bahwa pasar surat berharga adalah pasar yang bersaing. Hal ini berarti harga surat berharga bebas bergerak sedemikian rupa sehingga mencapai equilibrium untuk setiap surat berharga. Setiap saat tersedia informasi yang relevan, maka hal ini mungkin akan merubah harapan para investor sedemikian rupa sehingga harga surat berharga akan mencapai titik equilibrium yang baru. Suatu pasar surat berharga dikatakan efisien apabila harga-harga surat berharga mencerminkan sepenuhnya informasi yang tersedia. Tidak ada informasi Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 relevan yang diabaikan oleh pasar. Secara teoritis pasar yang efisien harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Tidak ada biaya transaksi dalam jual-beli surat berharga. 2. Semua informasi tersedia tanpa dipungut biaya. 3. Para pelaku bursa memiliki harapan yang sama mengenai implikasi dari informasi yang tersedia. Kondisi ini sudah cukup untuk model teoritis tetapi tidak diperlukan guna mendapatkan aproksimasi pasar yang efisien di dunia nyata. Sebenarnya yang diperlukan oleh pasar yang efisien adalah bahwa informasi segera tercermin didalam surat berharga atau dengan keterlambatan yang paling minimum dan tidak bias. 2.2.Tinjauan Penelitian Terdahulu Penelitian yang berkaitan dengan penggunaan variabel Fundamental yang dihubungkan dengan harga saham perusahaan dalam analisis harga saham telah banyak dilakukan oleh sejumlah peneliti. Gordon (1976) melakukan penelitian bahwa variabel-variabel fundamental internal perusahaan seperti deviden, pertumbuhan pendapatan, likuiditas, ukuran perusahan dan debt ratio mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Dalam penelitiannya Zulkifli (2006) mengemukakan bahwa variabel ROA, DER dan BVS berpengaruh secara positif terhadap harga saham. Adapun hasil penelitian tersebut bahwa pengaruh terbesar dari nilai koefisien regresi BVS. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Adapun hasil penelitian Silalahi (1991) mengemukakan bahwa Fluktuasi harga saham secara nyata juga dipengaruhi oleh ROA. Dan dalam penelitian Nasution (2006) secara serempak faktor fundamental memiliki pengaruh terhadap harga saham. Hasil penelitian Wathi (2006) membuktikan bahwa Rasio Profitabilitas dan Rasio Leverage secara simultan mempengaruhi harga saham , namun secara parsial hanya ROA dan DER yang berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Bebarapa perbedaan tersebut terjadi antara peneliti satu dengan lainnya, dan perbedaan antara bukti empiris dengan teori yang mendasarinya, dapat dilihat pada tabel berikut: Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Tabel 2.1 Tabel Penelitian Terdahulu Nama / Tahun Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian Silalahi (1991) Faktor-faktor yang mempengaruhi Perubahan Harga saham Modal Kerja, EPS, harga saham Modal kerja , EPS, harga saham, signifikan berpengaruh terhadap harga saham Situmeang (2006) Analisis Penggunaan Laporan Keuangan sebagai Sarana Pengambilan Keputusan Sebelum dan Sesudah krisis Dividen Yield, PER, ROE. Laporan keuangan cenderung tidak digunakan dan semakin tidak digunakan setelah krisis Pengaruh faktor fundamental dan teknikal terhadap harga saham ROI,ROE,PER,DER, GPM, OPM, Indeks harga saham, Inventory Turn Over Faktor fundamental dan teknikal memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham Zulkifli (2006) Pengaruh faktor fundamental dan resiko sistematik terhadap harga saham ROA, DER, BVS, BETA SAHAM Secara simultan faktor fundamental dan teknikal berpengaruh signifikan. BVS dan Beta Saham secara parsial berpengaruh terhadap harga saham sedangkan ROA dan DER tidak berpengaruh Sianipar (2004) Pengaruh Faktor Fundamental terhadap harga saham CAR, EPS, ROA, ROE, Net Interest Margin. Wathi (2006) Pengaruh rasio Profitabilitas dan resio leverage terhadap harga saham. ROA, ROE, DER, harga saham Nasution (2006) Secara simultan seluruh variabel mempunyai pengaruh signifikan, kecuali ROA secara partial mempunyai pangaruh Rasio Profitabilitas dan rasio leverage secara simultan mempengaruhi harga saham , namun secara parsial hanya ROA dan DER yang berpengaruh secara singnifikan terhadap harga saham Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 2.3. Kerangka Konseptual Variabel Fundamental Return on Asset (X1) Debt to Equity Ratio(X2 ) Return on Equity (X3) Harga Saham (Y) Book Value per Share (X4) Gambar 2.2 Kerangka Konseptual : Pengaruh variabel fundamental terhadap harga saham Kerangka konseptual bertujuan untuk memberikan gambaran konsep pemikiran dalam menjalankan penelitian ini. Kerangka pemikiran disusun berdasarkan pemahaman penulis terhadap tinjauan teoritis serta penelitian terdahulu yang telah dikaji penulis pada bagian sebelumnya. Kerangka pemikiran ini akan digunakan untuk menyusun hipotesa dan instrumen penelitian yang akan digunakan. Memprediksi harga saham merupakan isu yang sangat penting dalam bidang keuangan terutama dalam membuat keputusan investasi. Analisa fundamental merupakan salah satu cara untuk memprediksi harga saham dengan menggunakan laporan keuangan sebagai salah satu sumber informasi terutama yang terkait dengan rasio keuangan. Analisis fundamental merupakan estimasi nilai faktor-faktor internal emiten dan ekonomi pada saat ini untuk memperkirakan harga saham dimasa mendatang dengan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 memproyeksikan data dan informasi aktual agar dapat diestimasi nilai intrinsik dari harga saham saat ini. Dengan diperolehnya nilai intrinsik, analisis atau investor dapat menentukan tindakan apa yang akan dilakukan dipasar dengan membandingkan nilai intrinsik dan nilai pasar saham. Return on Assets yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari setiap asset yang digunakan. Dengan melihat mengetahui rasio ini kita kita bisa menilai apakah perusahaan efisien dalam memanfaatkan aktivanya dalam kegiatan operasional perusahaan. Debt to Equity Ratio pada rasio ini menunjukkan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio ini semakin rendah pendanaan perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham. Dari perspektif kemampuan membayar kewajiban jangka panjang, semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. Return on Equity rasio ini menunjukkan kesuksesan manajemen dalam memaksimalkan tingkat kembalian pada pemegang saham. Semakin tinggi resio ini akan semakin baik karena memberikan tingkat kembalian yang lebih besar pemegang saham. Hubungan antar variabel pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara variabel independent yaitu faktor fundamental yang terdiri dari ROA, DER, ROE, BVS dengan saham sebagai variabel dependent yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 2.4.Hipotesis Penelitian Berdasarkan permasalahan, tujuan penelitian dan hasil penelitian sebelumnya, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari Return On Asset (ROA), Debt to Equity (DER), Return On Equity (ROE), Book Value Per Share (BVS), secara parsial terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. 2. Terdapat pengaruh variabel fundamental yang terdiri dari Return On Asset (ROA), Debt to Equity (DER), Return On Equity (ROE), Book Value Per Share (BVS), secara simultan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian akan dilaksanakan dalam tahapan penelitian yang terstruktur dengan melalui tahapan penelitian yang baik. Model analisis akan digunakan sebagai alat dalam pengujian hipotesa yang diajukan dalam penelitian untuk menarik kesimpulan penelitian. Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh faktor fundamental terhadap harga saham, maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian penjelasan (explanotory research) yaitu memberikan penjelasan kausal atau hubungan antara variabel-variabel serta untuk menganalisis bagaimana pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya dan untuk menguji hubungan antar variabel yang dihipotesiskan. 3.2. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 151 perusahaan dan sampel 30 perusahaan. Pemilihan sampel penelitian berdasarkan metode purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif sesuai dengan kreteria yang ditentukan. Adapun kreteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah : Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 1. Perusahaan manufaktur telah terdaftar di BEI sesuai dengan periode penelitian yang diperlukan yaitu dari 2004 sampai dengan 2006. 2. Perusahan yang telah menerbitkan laporan keuangan selama berturut-turut yaitu dari tahun 2004 sampai dengan 2006 yang mempunyai laporan tahunan yang berakhir pada tgl 31 Desember. 3.3.Variabel Penelitian 3.3.1. Klasifikasi Variabel Ada beberapa variabel yang digunakan dalam penelitian ini, variabel yang nantinya akan diuji adalah: 1. Variabel terikat (Y) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah harga saham perusahaan manufaktur yang diukur dengan harga penutupan tahunan. 2. Variabel bebas (X) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor fundamental perusahaan yang terdiri dari 4 rasio keuangan: Return on Assets (X1), Debt Equity Ratio (X2) ,Return on Equity (X3), Book Value Pershare(X4) 3.3.2. Definisi Operasional Variabel a. Harga Saham (Y) Realisasi harga saham penutupan tahunan. Harga saham ini dipandang layak untuk mewakili pencerminan kinerja perusahaan dalam satu periode laporan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 keuangan. Harga saham ini merupakan pencerminan data laporan dalam keuangan. Variabel harga saham akan dihitung berdasarkan rasio persentase perubahan antara dua periode waktu yang berurutan. Secara matematis dapat digambarkan dalam rumusan berikut ini : Δ Perubahan Harga (%) = Harga Saham t − Harga Saham t -1 Harga Saham t -1 x 100% b. Return On Asset /ROA ( X1) Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari setiap asset yang digunakan. Dengan mengetahui rasio ini dapat digunakan untuk menilai apakah perusahaan ini efisien dalam memanfaatkan aktivanya dalam kegiatan operasional perusahaan. (Darsono, 2005). Return on Assets dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut: ROA = Net Income After Taxes Total Assets Variabel Return on Assets (ROA) dalam penelitian ini secara matematis dapat dihitung sebagai berikut : Δ ROA (%) = ROAt − ROAt -1 ROAt -1 x 100% c. Debt to Equty Ratio /DER (X2) Rasio ini menunjukkan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham terhadap pemberi pinjaman. Dari perspektif kemampuan membayar kewajiban Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 jangka panjang, semakin rendah rasio akan semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. (Darsono, 2005) Rumusnya adalah: DER = Total Debt Total Equity Variabel Debt to Equity Ratio (DER) dalam penelitian ini secara matematis dapat dihitung sebagai berikut : Δ DER (%) = DERt − DERt -1 DERt -1 x 100% d. Return on Equity /ROE (X3) Rasio ini berguna untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini bisa dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah ekuitas perusahaan. ROE = Net Income After Taxes Total Equity Variabel Return on Equity (ROE) dalam penelitian ini secara matematis dapat dihitung sebagai berikut : Δ ROE (%) = ROE t − ROE t -1 ROE t -1 x 100% e. Book Value per Share /BVS (X4) Rasio untuk mengukur nilai shareholder equity atas setiap lembar saham (Ang, 1997), atau disebut juga dengan book Value per Share, yang menggambarkan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 perbandingan total modal (equity) terhadap jumlah saham, dan dapat dinyatakan dengan rumus : Book Value per Share (BVS) = Total Shareholder Equity Total Shares Outstanding Variabel Book Value per Share (BVS) dalam penelitian ini secara matematis dapat dihitung sebagai berikut : Δ BVS (%) = BVS t − BVS t -1 BVS t -1 x 100% Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Jenis Variabel Independen Nama variabel Return On Assets ( Χ1 ) Debt Equity Ratio ( Χ 2 ) Definisi variabel Kemampuan asset yang dimiliki untuk menghasilkan laba Kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang. Skala Pengukuran Rasio Rasio Rasio Return on Equity ( Χ 3 ) Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham Rasio Book Value per Share ( Χ4 ) Dependen Mengukur nilai Shareholder equity atas setiap lembar saham Harga saham (Y) Harga saham penutupan yang tercatat di BEJ Rasio Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 3.4. Lokasi dan waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap seluruh perusahaan manufaktur yang sudah go public dari tahun 2004 sampai 2006. Data diambil dari beberapa website seperti http://www.jsx.co.id, http://www.e-bursa.com, http://www.bapepam.go.id dan website perusahaan yang bersangkutan serta database yang diperoleh dari berbagai sumber. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan April 2008 sampai bulan juli 2008, dimulai dari pemilihan masalah, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan. 3.5. Prosedur Pengambilan Data Dalam penelitian lapangan ini dikumpulkan data sekunder yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit oleh auditor independent pada seluruh perusahaan manufaktur . Sumber data tersebut diperoleh dari Jakarta Stock Exchange , JSX Statistic, Capital market directory 2004, 2005, 2006, serta homepage setiap perusahaan yang terpilih sebagai sampel. Data yang digunakan merupakan gabungan data antara perusahaan (cross section), dan antar waktu (time series) yang dikenal dengan pooled cross section –time series. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 3.6. Model dan Teknik Analisis Data 3.6.1. Perumusan Model Model analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Linier Berganda, dengan persamaan sebagai berikut: Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana: Y = Harga saham a = konstanta b1-b4 = Koefisien regresi untuk masing-masing variabel independent. X1 = Variabel ROA X2 = Variabel DER X3 = Variabel ROE X4 = Variabel BVS e = Variabel pengganggu 3.6.2. Pengujian Normalitas Data Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan model yang disampaikan diatas, maka sesuai dengan syarat metode Ordinary Least Square (OLS), terlebih dahulu akan dilakukan pengujian normalitas dan asumsi klasik yang menurut Gujarati, alih bahasa Sumarno Zain (1995) akan meliputi pengujian multikolonieritas, heteroskedastisitas, Autokorelasi. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Asumsi distribusi normal diperiksa dengan menggunakan grafik Normal Probability Plot atau Histogram. Jika data mengikuti garis normal pada grafik Normal Probability Plot maka data diasumsikan berdistribusi normal. Cara lainnya adalah Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan pengujian KolmogorovSmirnov. Pengujian dengan metode ini menyatakan jika nilai Kolmogorov-Smirnov memiliki probabilitas lebih besar dari 0.05 (Santoso, 2005), maka variable penelitian tersebut dapat dinyatakan berdistribusi normal 3.6.3. Pengujian Model a. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas dapat timbul jika variabel bebas saling berkorelasi satu sama lain, sehingga multikolinearitas hanya dapat terjadi pada regresi berganda. Hal ini mengakibatkan perubahan tanda koefisien regresi serta mengakibatkan fluktuasi yang besar pada hasil regresi. Perubahan tanda koefisien regresi ini dapat mengakibatkan kesalahan menafsirkan hubungan antara variabel sehingga keberadaan multikolinearitas ini harus diuji (Levin, 1998) supaya dapat dijamain bahwa variabel independen di dalam penelitian tidak saling berkorelasi. Pengujian dapat dilakukan dengan Colinearity Diagnostic serta partial correlation. Indikator yang digunakan adalah melihat nilai collinearity Statistics, yaitu nilai variance inflation faktor (VIF) lebih besar dari 10 dan nilai tolerance lebih kecil dari 0,10. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 b. Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari variabel tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas. Ghozali (2005) jika angka signifikan yang diperoleh dari persamaan regresi yang baru lebih besar dari alpha 5%, maka dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya jika angka signifikan yang diperoleh lebih kecil dari alpha 5%, maka dapat dikatakan terjadi heteroskedastisitas. Cara pengujian lain adalah dengan membuat diagram plot dari varibel yang digunakan dalam penelitian. Jika diagram plot yang dibentuk menunjukkan pola tertentu maka dapat dikatakan model tersebut mengandung gejala heteroskedastisitas. c. Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah suatu kondisi dimana variabel gangguan pada periode tertentu berkorelasi dengan variabel gangguan pada periode lain. Hal ini berarti bahwa variabel gangguan tidak random. Keadaan autokorelasi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti kesalahan dalam menentukan model, penggunaan lag pada model, tidak memasukkan variabel yang penting. Untuk pengujian ada tidaknya autokorelasi ini, penulis menggunakan uji Durbin Watson. Mekanisme uji Durbin Watson adalah sebagai berikut : 1. Melakukan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS), kemudian kita menyimpan residualnya. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 2. Menghitung nilai d dengan rumus : d hit ∑ (e − e = ∑e t t −1 )2 2 t Apabila model menggunakan lag dari variabel dependent, maka test Durbin Watson yang dilakukan adalah : H= p N [1 − N (σ 2 t −1 )] dimana: p = 1-1/2d σ2t-1 = Varian variabel lag dari variabel dependent. N = Banyaknya observasi. 3. Dengan jumlah sampel tertentu dan jumlah variabel independent tertentu, diperoleh nilai kritis dl dan du dalam tabel distribusi Durbin Watson untuk berbagai nilai α (diambil langsung dari tabel). 4. Hipotesis yang digunakan adalah : H0 = Tidak ada autokorelasi baik positif maupun negatif d < dl = Tolak H0 (ada korelasi positif) d > 4 - dl = Tolak H0 (ada korelasi negatif) du < d < 4- du = Terima H0 (Tidak ada autokorelasi) dl ≤ d ≤ du = Tidak dapat ditarik kesimpulan (4-du) ≤ d ≤ (4-dl) = Pengujian tidak dapat disimpulkan Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Tidak tahu Tidak ada korelasi Korelasi positif 0 dL Tidak tahu dU 4 - dU Korelasi negatif 4 - dL 4 Sumber: Gujarati, 2003 Gambar 3.1 Illustrasi daerah pengambilan keputusan tes Durbin-Watson 3.6.4. a. Pengujian Hipotesis Uji F Uji ini merupakan pengujian terhadap signifikansi model secara simultan atau bersama-sama, yaitu melihat pengaruh dari seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat Hipotesa ini dirumuskan dengan: 1. H1 : b1 = b2 = b3 = b4 ≠ 0, Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan variabel fundamental yang terdiri dari ROA, DER, ROE, BVS, terhadap harga saham. Untuk menentukan nilai Fhitung tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% dengan derajat kebebasan (df) = (k-1) dan (n-k) kriteria sebagai berikut: Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima. Perhitungan nilai F tidak akan dilakukan secara manual, namun dengan menghitung dengan Software SPSS dengan memperhatikan tabel Anova pada Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 kolom nilai F serta tingkat signifikansi dari model tersebut. Jika tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05, maka H1 diterima. b. Uji t Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat dimana hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. H1 : bi = 0, Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel fundamental secara parsial terhadap harga saham. Pengujian hipotesa dilakukan dengan : Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima. Perhitungan nilai thitung tidak akan dilakukan secara manual, namun dengan menghitung dengan Software SPSS dengan memperhatikan tabel coeficient pada kolom nilai t serta tingkat signifikansi dari variabel tersebut. Jika tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05, maka H1 diterima. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Hasil Penelitian Setelah melalui berbagai tahapan penelitian yang telah direncanakan, penelitian ini menghasilkan berbagai hal terkait dengan masalah yang diajukan pada bagian awal. Hasil statistik deskriptif akan meberikan gambaran umum terhadap terhadap data yang digunakan di dalam penelitian ini. Sebelum melakukan pengujian hipotesa melalui pengujian model, penelitian ini terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap kualitas data yang digunakan. Pengujian ini digunakan untuk menjamin terpenuhinya asumsi yang diperlukan dalam melakukan pengujian terhadap model regresi berganda. 4.1.1. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran umum tentang objek penelitian yang dijadikan sampel penelitian. Penjelasan data melalui statistik deskriptif diharapkan memberikan gambaran awal tentang masalah yang diteliti. Statistik deskriptif difokuskan kepada rata-rata dan standar deviasi (Tabel 4.1) Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Tabel 4.1Rangkuman Statistik Deskriptif Keterangan Rata-Rata Standar Deviasi Return On Asset (ROA) 2006 6.19% 0.088 Return On Asset (ROA) 2005 7.19% 0.109 Return On Asset (ROA) 2004 4.98% 0.118 Debt to Equity Ratio (DER) 2006 107.78 % 3.545 Debt to Equity Ratio (DER) 2005 168.01 % 3.792 Debt to Equity Ratio (DER) 2004 128.15% 2.867 Return On Equity (ROE) 2006 17.33% 0.217 Return On Equity (ROE) 2005 17.89% 0.293 Return On Equity (ROE) 2004 11.19% 0.300 Sumber: Hasil Peneltian (lampiran 6) Berdasarkan data diatas, ROA berkisar antara 5% sampai 7% dengan deviasi yang relatif besar. Hal yang sama terlihat pada nilai ROE yang berkisar antara 11 % sampai 17 %. Berdasrkan hal ini dapat dilihat bahwa dari sampel yang terpilih secara keseluruhan memberikan return positif bagi pemegang saham. Return ini relatif lebih besar dari suku bunga (perbandingan ROE dengan tingkat suku bunga). Keadaan ini telah menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal. Return ini secara teoritis seharusnya tercermin pada kenaikan harga saham baik dalam bentuk dividen maupun kenaikan capital gain. Jika kenaikan ROE tersebut kita perbandingkan dengan laju pertumbuhan IHSG selama 2 tahun terakhir yang mencapai 50%/tahun memberikan indikasi bahwa pertumbuhan harga saham melebihi pertumbuhan nilai perusahaan. Hal ini menjadi daya tarik yang lebih besar bagi para investor untuk menanamkan dana di pasar Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 modal. Fakta yang diperoleh pada data deskriptif ini memberikan indikasi awal bahwa harga saham tidak terlampau ditentukan oleh informasi akuntansi tercermin dari kenaikan harga yang jauh lebih tinggi dari kenaikan fundamental yang mungkin terjadi. Sebagai dugaan awal hal ini mengindikasikan bahwa pendapat yang menyatakan bahwa telah terjadi economic bubble di pasar modal memang nyata terjadi. ROE dan ROA berdasarkan data diatas kemungkinan mengalami korelasi terlihat dari pola pergerakan antar tahun yang hampir sama. Hal ini dapat mengakibatkan data yang diperoleh menjadi kurang baik dalam pengolahan regresi berganda. Dugaan terhadap multikolinearitas ini akan diuji melalui pengujian statistik, jika terbukti penelitian akan dilakukan dengan membuang variabel ROA dan ROE secara bergantian. Data DER yang terlihat dalam tabel diatas mengindikasikan bahwa penggunaan hutang di perusahaan yang ada di Indonesia relatif besar. Persentase penggunaan hutang tersebut pada tahun 2006 semakin kecil. Keadaan ini memberikan indikasi bahwa resiko menginvestasikan dana di perusahaan di Indonesia terutama perusahaan manufaktur sebenarnya memiliki resiko yang cukup besar. Jumlah modal yang menjadi jaminan atas hutang relatif kecil, jaminan atas hutang tersebut lebih kepada aktiva yang dibiayai oleh modal tersebut. Data deskriptif untuk harga saham dan book value per sahare tidak dicantumkan karena memiliki data nominal sehingga tidak diperoleh hal yang berarti Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 melalui intrepretasi terhadap rata-rata dan standar deviasi data tersebut. Indikasi harga saham secara deskriptif dapat dilihat melalui perkemabangan IHSG yang telah disampaikan. 4.1.2. Pengujian Asumsi Klasik a. Pengujian Normalitas Data Asumsi data telah berdistribusi normal adalah salah satu asumsi yang penting dalam melakukan penelitian dengan regresi. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan pengujian Kolmogorov-Smirnov, pengujian ini adalah pengujian paling valid atas asumsi normalitas. Pengujian dengan metode ini menyatakan jika nilai Kolmogorov-Smirnov memiliki probabilitas lebih besar dari 0.05, maka variable penelitian tersebut dapat dinyatakan berdistribusi normal. Tabel 4.2. Tabel 4.2 Pengujian Normalitas Variabel Retur On Assets (ROA) – X1 Debt to Equty Ratio (DER) – X2 Retirn on Equty (ROE) – X3 Book Value Per Share (BVS) – X4 Harga Saham – Y Sumber: Hasil Peneltian (lampiran 7) Nilai p 0.102 0.096 0.060 0.201 0.204 Data awal yang diperoleh di dalam penelitian ini tidak berdistribusi normal. Secara teoritis terdapat beberapa cara dalam mengolah data yang tidak normal. Cara yang paling umum digunakan adalah dengan transform data ke dalam bentuk logaritma, namun hal ini tidak dapat dilakukan karena banyak data rasio yang Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 memiliki nilai negatif. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan penghapusan data outlier. Setelah menghapus beberapa data maka diperoleh data yang telah berdistribusi normal. b. Pengujian Multikolinearitas Multikolinearitas dapat timbul jika variabel bebas saling berkorelasi satu sama lain. Hal ini mengakibatkan perubahan tanda koefisien regresi serta mengakibatkan fluktuasi yang besar pada hasil regresi. Pengujian dapat dilakukan dengan Colinearity Diagnostic serta partial correlation. Tabel 4.3 Pengujian Multikolinearitas Variabel Retur On Assets (ROA) – X1 Debt to Equty Ratio (DER) – X2 Retirn on Equty (ROE) – X3 Book Value Per Share (BVS) – X4 Tolerance 0.404 0.772 0.420 0.877 Variance Inflaction Factor 2.475 1.295 2.381 1.140 Sumber: Hasil Penelitian (Data diolah) Berdasarkan output yang terdapat pada lampiran 5 yang ditunjukkan di dalam Tabel 4.3 terlihat bahwa nilai tolerance masih lebih kecil dari angka 5 bahkan berada di sekitar 1 sehingga dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas. Nilai Variance Inflaction Factor (VIF) juga lebih kecil dari 5, hal ini juga menujukkan variabel independen tidak saling berkorelasi. Namun beberapa penelitian yang memiliki Tolerance dan VIF sebesar yang dimiliki ROA dan ROE sudah mengindikasikan adanya multikolinearitas. Hal ini akan diatasi dengan melakukan pengujian regresi dengan mengeleminasi salah satu dari variabel tersebut. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 c. Pengujian Heteroskedastisitas Gejala heteroskedastisitas timbul karena adanya ketidak konstanan variansi error sehingga hasil regresi menjadi diragukan karena estimator yang digunakan menjadi tidak efisien. Pengujian heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan membentuk diagram plot untuk melihat pola persebaran data. Apabila pola persebaran data tidak membentuk pola tertentu maka data dapat dikatakan terbebas dari hetroskedastisitas. Scatterplot Dependent Variable: Harga Regression Studentized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Sumber: Hasil Penelitian (data diolah) Gambar 4.1. Pengujian Heteroskedastisitas Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan oleh Gambar 4.3 yang diadaptasi dari lampiran 9, dapat disimpulkan bahwa data di dalam penelitian ini terbebas dari gejala heteroskedastisitas. d. Pengujian Autokorelasi Berdasarkan pengujian autokorelasi dengan menggunakan pengujian DurbinWatson, diperoleh nilai d untuk persamaan regersi yang diajukan sebesar 1. 577 (Lampiran 10). Hal ini berarti variabel gangguan antara satu periode dengan periode lain tidak saling berkorelasi. Berdasarkan pengujian ini persamaan regresi yang diajukan sudah dapat dianalisa dengan baik. 4.2. Pembahasan Setelah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan dalam melakukan pengujian model regresi, penelitian dilakukan dengan membentuk persamaan regresi. Persamaan regresi dibentuk berdasarkan berbagai kombinasi antara variabel independen dengan variabel dependen. Tabel. 4.4 Uji F Model Summary Change Statistics Model R square F Change df 1 Change 1 .115a 2.249 4 a. Predictors: (Constant), BVS,ROA,DER,ROE df 2 Sig.F.Change 69 .073 Sumber : Hasil Penelitian (Lampiran 11) Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Tabel.4.5 Uji t Coefficients a Unstandardized Standardized Coefficients Coeffocients Model B Std. Error Beta 1 (Constant) .088 .047 ROA -.496 1.171 -.075 DER .174 .120 .187 ROE .484 .624 .136 BVS .789 .315 .303 a. Dependent Variable: Harga Sumber : Hasil Penelitian (Lampiran 11) t 1.885 -.423 1.451 .776 2.509 Sig .064 .673 .151 .440 .014 Berdasarkan hal di atas, dapat dilihat bahwa kesimpulan umum terhadap permasalahan yang diteliti. Tidak ada pola umum yang secara konsisten menjawab permasalahan. Penolakan dan penerimaan hipotesis tidak berada pada tingkat yang memberikan kepastian yang tinggi. Hal ini memberikan indikasi bahwa pola yang terbentuk memang tidak kuat mendukung sebuah keputusan. Model regresi pertama yang diajukan adalah menguji antara ROA, DER, ROE dan BVS terhadap harga saham. Secara simultan model ini menolak hipotesis penelitian, sehingga dapat dikatakan berdasarkan pengolahan statistik terhadap sampel yang diuji, tidak diperoleh bukti yang kuat bahwa variabel independen yang dipilih yaitu ROA, DER, ROE, dan BVS mempengaruhi harga saham. Penelusuran terhadap variabel secara individual menghasilkan kesimpulan bahwa hanya variabel BVS yang memiliki cukup bukti mempengaruhi pembentukan harga saham, sedangkan variabel lain tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Berdasarkan dugaan semula serta indikasi adanya multikolinearitas mengarahkan peneliti untuk melakukan pengujian dengan menghilangkan variabel yang terindikasi memiliki kolinearitas yaitu ROE dan ROA. Setelah melakukan pengujian ini, tingkat signifikansi model mengalami perbaikan, baik bagi model yang menghapuskan ROE maupun model yang menghapuskan ROA memiliki model yang secara signifikan mempengaruhi pembentukan harga. Hal ini berarti model yang memiliki variabel independen salah satu dari dua variabel tersebut yaitu ROA atau ROE (Tidak boleh bersamaan) adalah model regresi yang signifikan menjelaskan harga saham. Hal ini semakin mempertegas bahwa terdapat multikolinearitas anatara kedua variabel tersebut. Secara teoritis hal ini sangat mungkin terjadi karena sifat dari kedua rasio tersebut memang sejalan, yaitu berpusat pada laba bersih. Variebel bebas yang secara individual konsisten berpengaruh terhadap harga saham adalah variabel BVS. Variabel ini selalu terbukti signifikan mempengaruhi harga saham dengan koefisien positif atau dapat dikatakan BVS mempengaruhi harga saham secara positif, sehingga semakin tinggi nilai BVS dari sebuah perusahaan akan mendorong kenaikan harga saham tersebut. Hal ini sangat rasional karena harga buku saham seharusnya menjadi patokan utama pembentukan harga saham. Hal yang menarik dari variabel BVS adalah nilai variabel yang cukup besar yaitu sebesar 2.509 (lampiran 11) menunjukkan bahwa jika terjadi perubahan nilai buku saham (BVS) sebanyak Rp 1 maka terjadi peningkatan harga saham sebanyak Rp 2.5. Kondisi ini jelas sangat mendukung peningkatan harga sahamnya jauh Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 melebihi nilai buku karena efek kenaikan nilai buku saham direspon dengan kenaikan harga saham melebihi 2(dua) kali lipat. Jika dihubungkan antara rata-rata ROE sebagai gambaran return wajar perusahaan dibandingkan dengan pertumbuhan IHSG, maka koefisien variabel BVS ini memberikan hasil yang konsisten dan sejalan. Secara keseluruhan hasil yang diperoleh ini sejalan dengan berbagai penelitian yang telah ada walaupun berbeda kesimpulan dengan beberapa penelitian yang lain. Penelitian Situmeang (2002) menemukan bahwa informasi akuntansi secara umum tidak menjadi pertimbangan dalam melakukan keputusan investasi. Penggunaan informasi akuntansi tersebut semakin kecil setelah krisis ekonomi. Secara nyata, dalam investasi di pasar modal saat ini, investor cenderung membeli saham dengan mengandalkan rumor dan berita terkini dari pasar. Hal ini telah mendorong terjadinya bubble economic yang telah diperingatkan oleh banyak ahli ekonomi, dimana harga-harga saham telah naik jauh melebihi nilai wajar dari saham tersebut. Secara teoritis dapat dikatakan nilai wajar saham per lembar berdasarkan nilai buku (BVS) seharusnya menjadi gambaran dari harga saham di pasar, jika tidak potensi saham tersebut untuk mengalami koreksi akan membesar. Pada dasar harga saham harus menggambarkan nilai wajar perusahaan tersebut pada saat ini ditambah dengan arus kas masa depan yang telah diprediksi dibagi dengan jumlah saham perusahaan tersebut. Jika harga saham saat ini melebihi hal itu, maka potensi koresi juga semakin membesar. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Harga saham bisa naik lebih tinggi dari harga wajar sebenarnya merupakan cerminan dari tindakan investor yang membeli saham berdasarkan analisis teknikal. Analisis ini menggunakan pergerakan harga masa lalu sebagai patokan pergerakan tanpa memperhatikan fundamental perusahaan. Kondisi ini yang menjadi alasan utama meningkatnya harga saham dalam kisaran yang sangat tinggi, bahkan beberapa saham seperti PT Bumi Resources selama tahun 2006 sampai 2007 telah meningkat sebanyak 1.000% lebih. Kondisi bursa yang menggelembung ini telah mengalami koreksi yang cukup tajam sejak awal tahun 2008 sampai saat ini. Indikator lain yang mendukung penelitian ini adalah reaksi investor dalam menanggapi pengumuman laporan keuangan tidak menimbulkan gejolak. Salah satu penyebab yang mungkin terjadi adalah informasi tersebut memang tidak dibutuhkan dalam pembuatan keputusan investasi. Dalam pandangan ini investor memang tidak memperhitungkan hasil laporan keuangan dalam pembuatan keputusannya. Walaupun penelitian ini secara relative menyetujui pandangan ini, namun secara teoritis tidak mungkin terjadi. Peneliti sendiri berpendapat investor tetap memperhatikan informasi keuangan, namun informasi tersebut telah diantisipasi sebelum informasi tersebut dipublikasikan secara resmi. Informasi keuangan seperti laba, penyisihan piutang tak tertagih, tingkat penjualan, harga komoditas, dan faktor-faktor lain yang penting relative sudah dapat diprediksi dengan baik beberapa saat sebelum hal itu nyata terjadi. Berdasarkan hal Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 ini hasil penelitian yang lebih baik bisa diperoleh dengan menguji beberapa lag time untuk memperoleh model regresi yang jauh lebih baik dalam peramalan harga saham. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran bahwa pergerakan harga saham tidak mempunyai hubungan yang kuat dan jelas dengan fundamental perusahaan yang tergambar dalam beberapa rasio yang terdapat di dalam laporan keuangan. Kesimpulan yang jelas terkait dengan penelitian lain cukup sulit dilakukan karena adanya variasi hasil penelitian yang terjadi. Variasi tersebut terjadi karena hasil setiap penelitian tersebut juga tidak berada pada tingkat signifikansi yang sangat kuat, sehingga perubahan metode, sampel dan proses pengujian dapat mengakibatkan perbedaan kesimpulan. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data serta pembahasan yang dilakukan pada bagian sebelumnya, maka penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil pengujian data secara simultan dengan menggunakan semua variabel independen yaitu Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), dan Book Value per Share (BVS) tidak mempengaruhi pembentukan harga saham. Hal ini berlawanan dengan penelitian yang terdahulu yang dilakukan oleh Zulkifli (2006), dimana secara simultan faktor fundamental (ROA, DER, BVS) berpengaruh signifikan dan secara parsial BVS berpengaruh terhadap harga saham sedangkan ROA, DER tidak berpengaruh. 2. Adanya multikolinearitas mengarahkan dengan menghilang variabel yang terindikasi memiliki kolinearitas yaitu Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) secara bergantian membuat model yang diajukan terbukti secara signifikan mempengaruhi pembentukan harga saham, hal ini sangat mungkin terjadi karena sifat dari kedua rasio tersebut sama, yaitu berpusat pada laba bersih. 3. Variebel independen yaitu Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Equty (ROE), yang diajukan secara individual tidak mempengaruhi pembentukan harga saham. Variabel independen yang secara konsisten mempengaruhi harga saham adalah Book Value per Share (BVS). Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 5.2 Keterbatasan Peneliti telah berusaha melakukan penelitian dengan optimal tetapi terdapat berberapa kendala yang terjadi, yaitu : 1. Periode waktu penelitian hanya dari 2004 sampai tahun 2006, data laporan keuangan tahun 2007 belum dapat diperoleh dengan mudah. 2. Data ROE dan ROA banyak yang berdistribusi tidak normal sehingga menyulitkan pengujian dengan distribusi regresi. 5.3 Saran Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran berikut : 1. Peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan pengujian dengan menggunakan leg time untuk menemukan persamaan regresi yang memberikan gambaran yang lebih baik terhadap permasalahan yang diteliti. 2. Menambah jumlah variabel sehingga dengan banyaknya jumlah variabel yang dimasukkan akan membuat temuan baru. 3. Pada penelitian ini terjadi problem multikolonieritas, untuk peneliti selanjutnya sebaiknya problem ini diharapkan tidak terjadi dengan melakukan terlebih dahulu faktor analisis terhadap variabel rasio keuangan dengan memilih rasio keuangan yang tepat. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 DAFTAR PUSTAKA Ahmad, Hadi. 2004. Analisis Pengaruh Faktor Fundamental terhadap harga saham Perbankan di BEJ. Tesis PPS. Universitas Indonesia. (tidak dipublikasikan) Bodie, Zvi, Kane, Alex and Marcus, Alan J, 2005, Investments, Sixth Edition, Mc Graw, Hill International Edition. Brigham, Eugene.F, dan Joel, F,.Houston. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Terjemahan oleh Ali Akbar Yulianto. Jilid 1. Edisi kesepuluh, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Darmadji, Tjiptono, dan Hendy, M, Fakhruddin. 2001. Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab, Edisi Pertama, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Foster, George. Finansial Statement Analysis, Second Edition, Frentice-Hall International Harahap, Sofyan, Safri. 2003. Teori Akuntansi, Penerbit PT.Rajagrafindo Persada, Jakarta. Harahap, Zulkifli. 2006. Pengaruh Faktor Fundamental dan Resiko Sistematik Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ, Tesis, Pascasarjana USU, (tidak dipublikasikan). Husnan, Suad. 2001. Dasar-dasar Teori Portfolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Ketiga, YKPN, Yogyakarta. Indriantoro, Nur. dan Bambang, Supomo. Metodologi Penelitian Bisnis, Edisi Pertama, Penerbit BPFE Yogyakarta. Jogiyanto. 1998. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Jones, Charles P. 2002. Investment: Analysis and Management, Eight Edition, John Willey & Sons, New York. Kieso,D.E.Weygant, J.J.Warfield.T.D, 2002. Akuntansi Intermediate. Terjemahan oleh Emil Salim, Edisi Kesepuluh, Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta. Nasution, Annio, Indah, Lestari. 2005. Pengaruh Faktor Fundamental dan Teknikal Terhadap Harga Saham Property Yang Terdaftar di BEJ, Tesis, Pascasarjana USU, (tidak dipublikasikan). Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Sharpe, William F, Gordon J.Alexander & Jeffry V.Bailey. 1999. Investasi, Terjemahan oleh Hanry dan Agustiono, Jilid 1, Penerbit Prehallindo, Jakarta. Sianipar, Ardin. 2005. Pengaruh Faktor Fundamental terhadap harga saham industri perbankan di Indonesia, Tesis Pascasarjana USU, (tidak dipublikasikan) Sunariyah. 2004. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Edisi keempat, UPP AMP YKPN, Yogyakarta. Supramono dan Intiyas, Utami. 2004. Desain Proposal Penelitian Akuntansi dan Keuangan, Penerbit ANDI, Yogyakarta. Suprodja. 1990. Manajemen Keuangan, Teori dan Penerapannya, Buku 1, Edisi Keduabelas, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, BPFE, Yogyakarta. Wathi, Suchitra. 2006. Pengaruh Rasio Profitabilits dan Rasio Leverage Terhadap Harga Saham Pada Pperusahaan Manufaktur di BEJ, Tesis, Pascasarjana USU (tidak dipublikasikan). Sparta. 2000. “Fundamental & thecnical factor analys” The Accounting Review, vol 72 , hal 323-349. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 1 : Data Return On Equty (ROE) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT. DYNAPLAST. Tbk (DYNA) PT. JAYAPARI STEEL. Tbk (JPRS) PT INDOFARMA (PERSERO) Tbk (INAF) PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk (HMSP) PT DAEYU ORCHID INDONESIA Tbk. (DOID) PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk.(JPFA) PT INDAL ALUMINIUM INDUSTRY Tbk (INAI) PT CIPTA PANELUTAMA Tbk (CITA) PT BARITO PACIFIC TIMBER Tbk.(BRPT) PT ASAHIMAS PLAT GLASS Tbk (AMFG) PT RODA VIVATEX Tbk (RDTX) PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (VOKS) PT TRIAS SENTOSA Tbk (TRST) PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk (ULTJ) PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk (KDSI) PT UNILEVER INDONESIA Tbk (UNVR) PT MERCK Tbk (MERK) PT GUDANG GARAM Tbk (GGRM) PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk (AQUA) PT ARGO PANTES Tbk (ARGO) PT ASTRA OTOPARTS Tbk (AUTO) PT FAJAR SURYA WISESA Tbk (FASW) PT TIRTA MAHAKAM PLYWOOD INDUSTRY Tbk (TIRT) PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk (TOTO) PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk (ETWA) PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk (INTP) PT BERANTA MULIA Tbk (BRAM) PT MUSTIKA RATU Tbk (MRAT) PT MAYORA INDAH Tbk (MYOR) PT IGAR JAYA Tbk (IGAR) 2006 -0.59% 6.57% 3.05% 18.82% 0.87% 6.57% 2.35% 15.11% 0.41% -1.06% 6.48% 7.54% 1.28% 1.18% 0.41% 37.22% 30.61% 4.64% 6.14% -0.91% 9.31% 2.97% 0.23% 8.78% 1.93% 6.18% 1.20% 3.12% 6.02% 3.43% Data Tahunan 2005 2004 1.92% 4.77% 16.63% 25.46% 1.85% 1.38% 29.58% 17.23% 0.37% 0.11% 1.22% -5.53% -4.36% 0.57% 0.39% -9.14% 29.99% -4.63% 13.58% 13.22% 5.79% 3.59% 6.48% -9.07% 0.78% 1.52% 0.36% 0.34% -1.92% -5.99% 37.49% 40.08% 26.46% 28.55% 8.54% 8.69% 8.79% 13.66% -10.96% -13.26% 9.21% 16.61% 0.20% 0.18% 1.18% 1.24% 7.42% 3.65% -0.45% -7.84% 7.02% 1.19% 6.99% 2.48% 2.93% 4.47% 3.13% 6.65% 5.01% 9.13% 2003 7.11% 9.95% 20.75% 13.80% 0.49% 4.84% -12.52% 15.28% 6.92% 10.98% 2.16% -3.03% 10.02% 0.67% -5.15% 37.96% 25.25% 10.60% 15.00% 0.70% 19.34% 2.08% 1.19% 5.71% -7.07% 6.61% 4.79% 3.95% 6.59% 6.82% 2006-2005 (0.025) (0.101) 0.012 (0.108) 0.005 0.054 0.067 0.147 (0.296) (0.146) 0.007 0.011 0.005 0.008 0.023 (0.003) 0.041 (0.039) (0.026) 0.100 0.001 0.028 (0.010) 0.014 0.024 (0.008) (0.058) 0.002 0.029 (0.016) Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Perubahan 2005-2004 (0.029) (0.088) 0.005 0.124 0.003 0.068 0.049) 0.095 0.346 0.004 0.022 0.156 (0.007) 0.000 0.041 (0.026) (0.021) (0.002) (0.049) 0.023 (0.074) 0.000 (0.001) 0.038 0.074 0.058 0.045 (0.015) (0.035) (0.041) 2004-2003 (0.023) 0.155 0.221 0.034 (0.004) (0.104) 0.131 (0.244) (0.115) 0.022 0.014 (0.060) (0.085) (0.003) (0.008) 0.021 0.033 (0.019) (0.013) (0.140) (0.027) (0.019) 0.001 (0.021) (0.008) (0.054) (0.023) 0.005 0.001 0.023 Lampiran 2 : Data Debt To Equty Ratio (DER) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT. DYNAPLAST. Tbk (DYNA) PT. JAYAPARI STEEL. Tbk (JPRS) PT INDOFARMA (PERSERO) Tbk (INAF) PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk (HMSP) PT DAEYU ORCHID INDONESIA Tbk. (DOID) PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk.(JPFA) PT INDAL ALUMINIUM INDUSTRY Tbk (INAI) PT CIPTA PANELUTAMA Tbk (CITA) PT BARITO PACIFIC TIMBER Tbk.(BRPT) PT ASAHIMAS PLAT GLASS Tbk (AMFG) PT RODA VIVATEX Tbk (RDTX) PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (VOKS) PT TRIAS SENTOSA Tbk (TRST) PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk (ULTJ) PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk (KDSI) PT UNILEVER INDONESIA Tbk (UNVR) PT MERCK Tbk (MERK) PT GUDANG GARAM Tbk (GGRM) PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk (AQUA) PT ARGO PANTES Tbk (ARGO) PT ASTRA OTOPARTS Tbk (AUTO) PT FAJAR SURYA WISESA Tbk (FASW) PT TIRTA MAHAKAM PLYWOOD INDUSTRY Tbk (TIRT) PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk (TOTO) PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk (ETWA) PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk (INTP) PT BERANTA MULIA Tbk (BRAM) PT MUSTIKA RATU Tbk (MRAT) PT MAYORA INDAH Tbk (MYOR) PT IGAR JAYA Tbk (IGAR) 2006 193% 507% 105% 122% 175% 485% 895% 405% 64% 42% 57% 82% 107% 53% 182% 95% 30% 65% 77% -1488% 57% 191% 188% 224% 43% 59% 84% 10% 60% 64% Data Tahunan 2005 2004 177% 153% 25% 89% 99% 105% 161% 138% 161% 187% 792% 834% 1057% 564% 1311% 361% 117% 472% 30% 52% 24% 19% 78% -371% 120% 100% 54% 61% 354% 361% 77% 60% 21% 30% 69% 69% 78% 87% -1007% -886% 71% 62% 169% 146% 344% 331% 293% 388% 34% 38% 87% 110% 108% 141% 14% 19% 63% 47% 61% 77% 2003 111% 45% 153% 24% 46% 542% 438% 291% 671% 73% 16% -408% 775% 100% 255% 63% 26% 58% 92% -117795% 52% 147% 251% 329% 12% 124% 143% 18% 60% 72% Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Perubahan 2006-2005 2005-2004 0.162 0.242 4.822 (0.638) 0.056 (0.056) (0.385) 0.229 0.144 (0.261) (3.076) (0.418) (1.627) 4.931 (9.052) 9.498 (0.533) (3.553) 0.116 (0.213) 0.336 0.044 0.034 4.491 (0.125) 0.196 (0.007) (0.065) (1.717) (0.077) 0.185 0.173 0.091 (0.093) (0.036) (0.002) (0.018) (0.088) (4.813) (1.215) (0.137) 0.088 0.227 0.223 (1.556) 0.131 (0.691) (0.952) 0.091 (0.047) (0.281) (0.227) (0.244) (0.327) (0.033) 0.052) (0.029) 0.158 0.027 (0.161) 2004-2003 0.417 0.434 (0.484) 1.136 1.407 2.916 1.263 0.702 (1.990) (0.214) 0.036 0.369 (6.745) (0.394) 1.065 (0.035) 0.046 0.110 (0.045) 1,169.098 0.098 (0.010) 0.795 0.586 0.261 (0.139) (0.021) 0.005 (0.124) 0.057 Lampiran 3 : Data Return on Equity (ROE) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Perusahaan PT. DYNAPLAST. Tbk (DYNA) PT. JAYAPARI STEEL. Tbk (JPRS) PT INDOFARMA (PERSERO) Tbk (INAF) PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk (HMSP) PT DAEYU ORCHID INDONESIA Tbk. (DOID) PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk.(JPFA) PT INDAL ALUMINIUM INDUSTRY Tbk (INAI) PT CIPTA PANELUTAMA Tbk (CITA) PT BARITO PACIFIC TIMBER Tbk.(BRPT) PT ASAHIMAS PLAT GLASS Tbk (AMFG) PT RODA VIVATEX Tbk (RDTX) PT ALAKASA INDUSTRINDO Tbk (ALKA) PT TRIAS SENTOSA Tbk (TRST) PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk (ULTJ) PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk (KDSI) PT UNILEVER INDONESIA Tbk (UNVR) PT MERCK Tbk (MERK) PT GUDANG GARAM Tbk (GGRM) PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk (AQUA) PT ARGO PANTES Tbk (ARGO) PT ASTRA OTOPARTS Tbk (AUTO) PT FAJAR SURYA WISESA Tbk (FASW) PT TIRTA MAHAKAM PLYWOOD INDUSTRY Tbk (TIRT) PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk (TOTO) PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk (ETWA) PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk (INTP) PT BERANTA MULIA Tbk (BRAM) PT MUSTIKA RATU Tbk (MRAT) PT MAYORA INDAH Tbk (MYOR) PT IGAR JAYA Tbk (IGAR) 2006 -1.74% 39.91% 4.20% 41.85% 0.00% 39.91% 23.34% 76.37% 0.68% -1.50% 10.19% 53.79% 2.66% 1.81% 1.16% 72.69% 36.74% 7.66% 10.92% 12.62% 15.13% 8.66% 0.65% 28.40% 2.76% 9.83% 2.20% 3.44% 9.65% 5.63% Data Tahunan 2005 2004 5.32% 12.06% 20.75% 48.00% 3.62% 2.83% 77.16% 40.99% 0.97% 0.31% 10.91% -51.69% -50.43% 3.79% 3.73% -42.12% 65.12% -26.47% 17.70% 20.05% 7.16% 4.28% 57.64% 33.07% 1.72% 3.03% 0.56% 0.55% -8.72% -27.63% 66.27% 63.94% 31.99% 37.16% 14.41% 14.69% 15.88% 25.85% 99.38% 104.20% 17.05% 15.96% 0.54% 0.44% 5.24% 5.36% 29.14% 17.82% -0.60% -10.84% 13.14% 2.49% 14.54% 5.97% 3.33% 5.31% 5.11% 9.79% 8.08% 16.18% 2003 15.01% 14.45% -52.56% 24.39% 0.71% 31.11% -67.38% 59.68% 53.38% 19.03% 2.58% 162.45% 177.64% 1.33% -18.27% 61.88% 31.71% 16.76% 23.45% -826.13% 17.28% 5.13% 4.18% 24.51% -7.92% 14.79% 11.64% 4.68% 10.52% 11.69% Perubahan 2006-2005 2005-2004 (0.071) (0.067) 0.192 (0.273) 0.006 0.008 (0.353) 0.362 (0.010) 0.007 0.290 0.626 0.738 (0.542) 0.726 0.458 (0.644) 0.916 (0.192) (0.024) 0.030 0.029 (0.039) 0.246 0.009 (0.013) 0.013 0.000 0.099 0.189 0.064 0.023 0.047 (0.052) (0.068) (0.003) (0.050) (0.100) (0.868) (0.048) (0.019) 0.011 0.081 0.001 (0.046) (0.001) (0.007) 0.113 0.034 0.102 (0.033) 0.106 (0.123) 0.086 0.001 (0.020) 0.045 (0.047) (0.025) (0.081) Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 2004-2003 (0.030) 0.336 0.554 0.166 (0.004) (0.828) 0.712 (1.018) (0.799) 0.010 0.017 (1.294) (1.746) (0.008) (0.094) 0.021 0.055 (0.021) 0.024 9.303 (0.013) (0.047) 0.012 (0.067) (0.029) (0.123) (0.057) 0.006 (0.007) 0.045 Lampiran 4 : Data Book Value per Share (BVS) No Nama Perusahaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 PT. DYNAPLAST. Tbk (DYNA) PT. JAYAPARI STEEL. Tbk (JPRS) PT INDOFARMA (PERSERO) Tbk (INAF) PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk (HMSP) PT DAEYU ORCHID INDONESIA Tbk. (DOID) PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk.(JPFA) PT INDAL ALUMINIUM INDUSTRY Tbk (INAI) PT CIPTA PANELUTAMA Tbk (CITA) PT BARITO PACIFIC TIMBER Tbk.(BRPT) PT ASAHIMAS PLAT GLASS Tbk (AMFG) PT RODA VIVATEX Tbk (RDTX) PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (VOKS) PT TRIAS SENTOSA Tbk (TRST) PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk (ULTJ) PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk (KDSI) PT UNILEVER INDONESIA Tbk (UNVR) PT MERCK Tbk (MERK) PT GUDANG GARAM Tbk (GGRM) PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk (AQUA) PT ARGO PANTES Tbk (ARGO) PT ASTRA OTOPARTS Tbk (AUTO) PT FAJAR SURYA WISESA Tbk (FASW) PT TIRTA MAHAKAM PLYWOOD INDUSTRY Tbk (TIRT) PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk (TOTO) PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk (ETWA) PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk (INTP) PT BERANTA MULIA Tbk (BRAM) PT MUSTIKA RATU Tbk (MRAT) PT MAYORA INDAH Tbk (MYOR) PT IGAR JAYA Tbk (IGAR) 2006 1218 401 88 1299 105 401 339 129 406 2645 1263 313 347 282 518 310 10515 6838 33977 -533 2418 474 196 5666 374 1639 1853 618 1265 169 Data Tahunan 2005 2004 1232 1255 1095 868 86 82 1044 1109 104 104 251 217 260 387 46 29 403 223 2767 2376 1098 1007 1845 -1199 341 340 282 280 282 273 285 301 8052 6876 6814 6332 30794 26932 -814 -846 2122 1821 433 430 191 186 4357 2932 363 366 1529 1265 1827 1579 597 579 1168 1134 162 152 2003 1183 527 80 1282 133 326 372 42 164 1977 964 -915 34 291 348 275 7121 5702 20492 -7 1582 429 241 2609 405 1232 1413 543 1049 131 Perubahan 2006-2005 2005-2004 -0.011 -0.018 -0.634 0.262 0.028 0.037 0.244 -0.058 0.006 0.002 0.595 0.160 0.304 -0.327 1.818 0.564 0.007 0.803 -0.044 0.165 0.151 0.090 -0.831 -2.538 0.018 0.003 0.000 0.006 0.838 0.033 0.090 -0.054 0.306 0.171 0.003 0.076 0.103 0.143 -0.345 -0.038 0.139 0.165 0.095 0.005 0.024 0.028 0.300 0.486 0.028 -0.006 0.072 0.209 0.014 0.157 0.034 0.032 0.083 0.030 0.039 0.066 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 2004-2003 0.061 0.647 0.029 -0.135 -0.219 -0.336 0.039 -0.296 0.360 0.202 0.045 0.311 8.986 -0.037 -0.216 0.096 -0.034 0.111 0.314 122.958 0.151 0.004 -0.231 0.124 -0.098 0.027 0.118 0.066 0.081 0.161 65 Lampiran 5 : Harga Saham No Nama Perusahaan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 PT. DYNAPLAST. Tbk (DYNA) PT. JAYAPARI STEEL. Tbk (JPRS) PT INDOFARMA (PERSERO) Tbk (INAF) PT HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk (HMSP) PT DAEYU ORCHID INDONESIA Tbk. (DOID) PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk.(JPFA) PT INDAL ALUMINIUM INDUSTRY Tbk (INAI) PT CIPTA PANELUTAMA Tbk (CITA) PT BARITO PACIFIC TIMBER Tbk.(BRPT) PT ASAHIMAS PLAT GLASS Tbk (AMFG) PT RODA VIVATEX Tbk (RDTX) PT VOKSEL ELECTRIC Tbk (VOKS) PT TRIAS SENTOSA Tbk (TRST) PT ULTRAJAYA MILK INDUSTRY Tbk (ULTJ) PT KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk (KDSI) PT UNILEVER INDONESIA Tbk (UNVR) PT MERCK Tbk (MERK) PT GUDANG GARAM Tbk (GGRM) PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk (AQUA) PT ARGO PANTES Tbk (ARGO) PT ASTRA OTOPARTS Tbk (AUTO) PT FAJAR SURYA WISESA Tbk (FASW) PT TIRTA MAHAKAM PLYWOOD INDUSTRY Tbk (TIRT) PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk (TOTO) PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk (ETWA) PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Tbk (INTP) PT BERANTA MULIA Tbk (BRAM) PT MUSTIKA RATU Tbk (MRAT) PT MAYORA INDAH Tbk (MYOR) PT IGAR JAYA Tbk (IGAR) 2006 790 1,590 100 9,700 135 380 200 630 640 2,925 960 410 145 435 135 6,600 38,000 10,200 98,000 1,100 2,925 1,150 100 5,300 210 5,750 1900 320 1560 95 Data Tahunan 2005 2004 1150 1,800 800 900 115 170 8900 6,650 170 120 245 175 145 205 280 725 550 450 3325 2,150 830 825 220 165 150 205 310 425 75 130 4275 3,300 22700 22,800 11650 13,550 63000 39,500 1200 1,300 2800 1,925 1000 950 125 185 5300 6,000 170 170 3550 3,075 940 900 270 410 820 1200 105 105 2003 1400 395 170 4475 120 280 145 750 270 1975 950 90 280 440 175 3625 15500 13600 46100 1300 1550 650 150 4650 170 2125 725 435 875 135 Perubahan 2006-2005 2005-2004 -0.313 -0.361 0.988 -0.111 -0.130 -0.324 0.090 0.338 -0.206 0.417 0.551 0.400 0.379 -0.293 1.250 -0.614 0.164 0.222 -0.120 0.547 0.157 0.006 0.864 0.333 -0.033 -0.268 0.403 -0.271 0.800 -0.423 0.544 0.295 0.674 -0.004 -0.124 -0.140 0.556 0.595 -0.083 -0.077 0.045 0.455 0.150 0.053 -0.200 -0.324 0.000 -0.117 0.235 0.000 0.620 0.154 1.021 0.044 0.185 -0.341 0.902 -0.317 -0.095 0.000 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 2004-2003 0.286 1.278 0.000 0.486 0.000 -0.375 0.414 -0.033 0.667 0.089 -0.132 0.833 -0.268 -0.034 -0.257 -0.090 0.471 -0.004 -0.143 0.000 0.242 0.462 0.233 0.290 0.000 0.447 0.241 -0.057 0.371 -0.222 Lampiran 6 : Deskripsi Data Descriptives Descriptive Statistics ROA_2006 ROA_2005 ROA_2004 DER_2006 DER_2005 DER_2004 RPE_2006 ROE_2005 ROE_2004 BVS_2006 BVS_2005 BVS_2004 Valid N (listwise) N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 Minimum -.01 -.11 -.13 -14.88 -10.07 -8.86 -.02 -.50 -.52 -533.00 -814.00 -1199.00 Maximum .37 .38 .40 8.95 13.11 8.34 .76 .99 1.04 33977.00 30794.00 26932.00 Mean .0619 .0719 .0498 1.0778 1.6801 1.2815 .1733 .1789 .1119 2517.7667 2300.5333 1913.0000 Std. Deviation .08866 .10918 .11805 3.54597 3.79249 2.86722 .21713 .29312 .30055 6382.66704 5721.80354 5030.65845 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 7 : Uji Normalitas Data NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N a,b Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) ROA 74 .0024 .05403 .142 .142 -.132 1.221 .102 DER 74 -.0156 .38103 .143 .128 -.143 1.233 .096 ROE 74 -.0030 .09949 .154 .154 -.126 1.323 .060 BVS 74 .0775 .13654 .125 .125 -.106 1.071 .201 Harga 74 .1440 .35523 .124 .124 -.064 1.068 .204 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 8 ; Uji Multikolinearitas Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered BVS, ROA, a DER, ROE Variables Removed Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Coefficientsa Model 1 ROA DER ROE BVS Collinearity Statistics Tolerance VIF .404 2.475 .772 1.295 .420 2.381 .877 1.140 a. Dependent Variable: Harga a Collinearity Diagnostics Model 1 Dimension Eigenvalue 1 1.977 2 1.568 3 .809 4 .409 5 .237 Condition Index 1.000 1.123 1.563 2.198 2.889 (Constant) .00 .19 .26 .52 .03 Variance Proportions ROA DER ROE .08 .07 .08 .00 .03 .00 .01 .53 .05 .04 .36 .01 .86 .01 .85 BVS .00 .21 .02 .76 .01 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 9 ; Uji Heteroskedastisitas Scatterplot Dependent Variable: Harga Regression Studentized Residual 3 2 1 0 -1 -2 -2 0 2 4 6 Regression Standardized Predicted Value Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 10 ; Uji Otokorelasi Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered BVS, ROA, a DER, ROE Variables Removed Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summaryb Model 1 R R Square .340a .115 Adjusted R Square .064 Std. Error of the Estimate .34366 DurbinWatson 1.577 a. Predictors: (Constant), BVS, ROA, DER, ROE b. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 11 : Pengujian Model Regresi ROA, DER, ROE, BVS terhadap Harga Saham Regresi ROA, DER, ROE, BVS terhadap Harga Saham Descriptive Statistics Harga ROA DER ROE BVS Mean .1440 .0024 -.0156 -.0030 .0775 Std. Deviation .35523 .05403 .38103 .09949 .13654 N 74 74 74 74 74 b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered BVS, ROA, a DER, ROE Variables Removed Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summary Change Statistics Model 1 R Square Change F Change .115a 2.249 df1 df2 4 69 Sig. F Change .073 a. Predictors: (Constant), BVS, ROA, DER, ROE Coefficientsa Model 1 (Constant) ROA DER ROE BVS Unstandardized Coefficients B Std. Error .088 .047 -.496 1.171 .174 .120 .484 .624 .789 .315 Standardized Coefficients Beta -.075 .187 .136 .303 t 1.885 -.423 1.451 .776 2.509 Sig. .064 .673 .151 .440 .014 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 12 : Pengujian Model Regresi ROA, DER, BVS terhadap Harga Saham Regresi ROA, DER, BVS terhadap Harga Saham b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered BVS, ROA, a DER Variables Removed Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summary Model 1 R R Square .328a .108 Adjusted R Square .069 Std. Error of the Estimate .34269 a. Predictors: (Constant), BVS, ROA, DER ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares .991 8.220 9.212 df 3 70 73 Mean Square .330 .117 F 2.814 Sig. .045a t 1.800 .194 1.515 2.620 Sig. .076 .847 .134 .011 a. Predictors: (Constant), BVS, ROA, DER b. Dependent Variable: Harga Coefficientsa Model 1 (Constant) ROA DER BVS Unstandardized Coefficients B Std. Error .083 .046 .157 .812 .181 .119 .817 .312 Standardized Coefficients Beta .024 .194 .314 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 13 : Pengujian Model Regresi DER, ROE, BVS terhadap Harga Saham Regresi DER, ROE, BVS terhadap Harga Saham b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered ROE, BVS, a DER Variables Removed Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summary Model 1 R R Square .336a .113 Adjusted R Square .075 Std. Error of the Estimate .34164 a. Predictors: (Constant), ROE, BVS, DER ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 1.041 8.170 9.212 df 3 70 73 Mean Square .347 .117 F 2.974 Sig. .037a t 1.871 1.400 2.505 .682 Sig. .066 .166 .015 .497 a. Predictors: (Constant), ROE, BVS, DER b. Dependent Variable: Harga Coefficientsa Model 1 (Constant) DER BVS ROE Unstandardized Coefficients B Std. Error .087 .046 .163 .116 .782 .312 .294 .431 Standardized Coefficients Beta .175 .301 .082 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 14 : Pengujian Model Regresi ROA terhadap Harga Saham Regresi ROA terhadap Harga Saham b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered ROAa Variables Removed Method Enter . a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summary Model 1 R R Square .118a .014 Adjusted R Square .000 Std. Error of the Estimate .35519 a. Predictors: (Constant), ROA ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares .128 9.084 9.212 df 1 72 73 Mean Square .128 .126 F 1.015 Sig. .317a t 3.438 1.008 Sig. .001 .317 a. Predictors: (Constant), ROA b. Dependent Variable: Harga Coefficientsa Model 1 (Constant) ROA Unstandardized Coefficients B Std. Error .142 .041 .775 .769 Standardized Coefficients Beta .118 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 15 : Pengujian Model Regresi DER terhadap Harga Saham Regresi DER terhadap Harga Saham b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered DERa Variables Removed Method Enter . a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summary Model 1 R R Square .116a .013 Adjusted R Square .000 Std. Error of the Estimate .35527 a. Predictors: (Constant), DER ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares .124 9.088 9.212 df 1 72 73 Mean Square .124 .126 F .983 Sig. .325a t 3.524 .991 Sig. .001 .325 a. Predictors: (Constant), DER b. Dependent Variable: Harga Coefficientsa Model 1 (Constant) DER Unstandardized Coefficients B Std. Error .146 .041 .108 .109 Standardized Coefficients Beta .116 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 16 : Pengujian Model Regresi ROE terhadap Harga Saham Regresi ROE terhadap Harga Saham b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered ROEa Variables Removed Method Enter . a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summary Model 1 R R Square .170a .029 Adjusted R Square .015 Std. Error of the Estimate .35249 a. Predictors: (Constant), ROE ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares .266 8.946 9.212 df 1 72 73 Mean Square .266 .124 F 2.137 Sig. .148a t 3.556 1.462 Sig. .001 .148 a. Predictors: (Constant), ROE b. Dependent Variable: Harga Coefficientsa Model 1 (Constant) ROE Unstandardized Coefficients B Std. Error .146 .041 .606 .415 Standardized Coefficients Beta .170 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Lampiran 17 : Pengujian Model Regresi BVS terhadap Harga Saham Regresi BVS terhadap Harga Saham b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered BVSa Variables Removed Method Enter . a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Harga Model Summary Model 1 R R Square .262a .069 Adjusted R Square .056 Std. Error of the Estimate .34519 a. Predictors: (Constant), BVS ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares .632 8.579 9.212 df 1 72 73 Mean Square .632 .119 F 5.307 Sig. .024a t 1.972 2.304 Sig. .052 .024 a. Predictors: (Constant), BVS b. Dependent Variable: Harga Coefficientsa Model 1 (Constant) BVS Unstandardized Coefficients B Std. Error .091 .046 .682 .296 Standardized Coefficients Beta .262 a. Dependent Variable: Harga Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008 Model Summary Change Statistics Model R square F Change df 1 df 2 Change 1 .115a 2.249 4 69 a. Predictors: (Constant), BVS,ROA,DER,ROE Sig.F.Change .073 Sumber : Hasil Penelitian (Lampiran 11) Coefficients a Standardized Coeffocients Std. Error Beta .047 1.171 -.075 .120 .187 .624 .136 .315 .303 Unstandardized Coefficients Model B 1 (Constant) .088 ROA -.496 DER .174 ROE .484 BVS .789 a. Dependent Variable: Harga Sumber : Hasil Penelitian (Lampiran 11) t 1.885 -.423 1.451 .776 2.509 Sig .064 .673 .151 .440 .014 Susan Grace Veranita Nainggolan: Pengaruh Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2008. USU e-Repository © 2008

Find millions of documents on Course Hero - Study Guides, Lecture Notes, Reference Materials, Practice Exams and more. Course Hero has millions of course specific materials providing students with the best way to expand their education.

Below is a small sample set of documents:

Universitas Budi Luhur - ECON - 205
STUDI EMPIRIS TERHADAP DUA FAKTOR YANGMEMPENGARUHI RETURN SAHAM PADAINDUSTRI FOOD &amp; BEVERAGES DIBURSA EFEK JAKARTAMichell SuharliStaf Pengajar Universitas Katolik Indonesia Atma JayaEmail: jimsmichell@yahoo.comAbstrak: Riset ini merupakan penelitia
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
KEMAMPUAN INFORMASI KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSIPERUBAHAN LABA DAN PERUBAHAN ARUS KAS DI MASAMENDATANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR INDUSTRIBARANG KONSUMSI YANG TERDAPAT DI BURSA EFEKINDONESIA (BEI)SKRIPSIDiajukan sebagai salah satu syaratUntuk menyele
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
1BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangDalam era globalisasi banyak perubahan yang dihadapi dunia usaha.Seiring dengan hal itu, dunis bisnis menuntut adanya informasi yang bisadigunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Informasi dalamberbagai
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
ANALISIS PENGARUH EPS, PER, ROE, FL, DER, CR, ROA PADAHARGA SAHAM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJAPERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2005 -2009ANGRAWIT KUSUMAWARDANIUndergraduate Program, Faculty of EconomicsGunadarma Universityhttp:/www.gu
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
ANALISIS PENGARUH FAKTORFUNDAMENTAL DAN NILAI KAPITALISASIPASAR TERHADAP RETURN SAHAMPERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEIPERIODE 2002 s.d 2006TESISDiajukan untuk memenuhi sebagian syarat gunaMemperoleh derajad sarjana S-2 Magister ManajemenProgram Studi M
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
ANALISIS PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAPHARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN GOPUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIASKRIPSIDiajukan sebagai salah satu syaratuntuk menyelesaikan Program Sarjana (SI)pada Program Sarjana Fakultas EkonomiUniversitas DiponegoroDisususun
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN RESIKO PASARTERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSAEFEK JAKARTA PADA WAKTU EX-DIVIDEN DAYSkripsiUntuk Memenuhi SebagaiPersyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana EkonomiDiajukan oleh :NAMA: DIANA
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
KEMAMPUAN PREDIKTIF LABA DAN ARUS KAS OPERASIDALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI)SKRIPSIDiajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat -syaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana EkonomiJurusan Aku
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
KEMAMPUAN INFORMASI ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSIARUS KAS MASA DEPAN(Studi Empiris Pada Perusahaan ManufakturGo Publik di Bursa Efek Indonesia)SKRIPSIDiajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat GunaMemperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusa
Universitas Budi Luhur - ECON - 205
Analisa kebijakan dividen., Asmuraini Azis Taba, FE-UI, 2004Analisa kebijakan dividen., Asmuraini Azis Taba, FE-UI, 2004Analisa kebijakan dividen., Asmuraini Azis Taba, FE-UI, 2004Analisa kebijakan dividen., Asmuraini Azis Taba, FE-UI, 2004Analisa keb
Universitas Budi Luhur - ETC - 2et
TugasPratikumHardwareDITULISOleh:PriskaSetiyowatiKomputerAPoliteknikCaltexRiauJenisjenisDesktopOSLinux1. KDE (K Desktop Environment)KDEmemilikikelebihan,salahsatunyanyaKDEinisangatmudahdikonfigurasikankarenahampirmiripdenganwindows7.Aplikas
Universitas Budi Luhur - ETC - 2et
fungsi fungsi perangkat pada motherboardFungsi-Fungsi PeRangkat-PeRangkat Pada MoTherbOardProcessor atau CPU (unit pemroses pusat) mempunyai fungsi untuk membaca danmenginterprestasikan instruksi, melakukak eksekusi, dan menyimpan hasil-hasil dalammem
Universitas Budi Luhur - ETC - 2et
Langkah-langkah membuat Virtual Machine baru1. Buka aplikasi VMware2. Klik File, lalu pilih New, lalu pilih Virtual Machine3. Akan muncul kotak New Virtual Machine Wizard, lalu pilih Typical, lalu tekannext.4. Pilih I Will install the operating syste
Universitas Budi Luhur - ETC - 2et
Semester Ganjil 2011/2012ALJABAR MATRIKS (KUIS 1)Waktu : 60 menitKode A : Kerjakan soal no. 1, 2a, 2b, 2cKode B : Kerjakan soal no. 1, 2a, 2b, 2d1. (bobot : 30) Sebutkan 3 jenis matriks persegi yang Anda ketahui, lengkapi dengancontoh.3 jenis matri
Universitas Budi Luhur - ETC - 2et
1AKUNTANSIUNTUKPERUSAHAANPENGOLAHAN/MANUFAKTUR Perusahaan pengolahan / manufaktur: perusahaan yang mengolahbahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi. Klasifikasi persediaan pada perusahaan pengolahan : Persediaan Bahan Baku Persediaan Barang Da
Franklin - ACCOUNTING - 425
Student Name: InstructorClass: McGraw-Hill/IrwinProblem 05-02Requirement 1:2011 Cost recovery %:$180,000$300,000=60%Gross profit % =40%Correct!=70%Gross profit % =30%Correct!=$120,000X40%=$48,000Correct!==$100,000$150,000XX40
Cincinnati State - ENGLISH - 102
Aaron StamperComp 2Jan 8th, 2012After reviewing several different topics for the quarter long theme for composition II, Ihave chosen to go with the theme of Should parents physically punish their children for badbehavior. I chose this topic for sever
Cincinnati State - ENGLISH - 102
English Comp.2Essay 2 definitionShepherdFebruary 14,2012Childhood Bi-Polar DisorderDiagnosing children and young adults with BI-Polar Disorder is a growing epidemicthroughout the United States. Physicains and Psychologists are diagnosing children as
Cincinnati State - ENGLISH - 102
Steffany UtleyMr. Goodman English Composition 101 section 13Assignment #2: EditorialThe military is a place to serve your country, a place to start a career, and it could mean anew beginning. You can choose your path by taking an easy way out, or you
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 10ExternalitiesTRUE/FALSE1.Markets sometimes fail to allocate resources efficiently.ANS: TDIF: 2REF: 10-0NAT: AnalyticLOC: Markets, market failure, and externalitiesTOP: Market failureMSC: Interpretive2.When a transaction between a bu
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 23Measuring a Nation's IncomeTRUE/FALSE1.In years of economic contraction, firms throughout the economy increase their production of goods andservices, employment rises, and jobs are easy to find.ANS: FDIF: 1REF: 23-0NAT: AnalyticLOC: Th
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 24Measuring the Cost of LivingTRUE/FALSE1.The consumer price index is used to monitor changes in an economys production of goods and services overtime.ANS: FDIF: 2REF: 24-0NAT: AnalyticLOC: The study of economics and definitions of econo
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 25Production and GrowthTRUE/FALSE1.If per capita real income grows by 2 percent per year, then it will double in approximately 20 years.ANS: FDIF: 1REF: 25-0NAT: AnalyticLOC: Productivity and growth TOP:Economic growthMSC: Definitional
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 26Saving, Investment, and the Financial SystemTRUE/FALSE1.The financial system coordinates investment and saving, which are important determinants of long-run realGDP.ANS: TDIF: 1REF: 26-1NAT: AnalyticLOC: The Study of economics, and def
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 27The Basic Tools of FinanceTRUE/FALSE1.If the interest rate is 8 percent, then the present value of $1,000 to be received in 4 years is $735.03.ANS: TDIF: 2REF: 27-1NAT: AnalyticLOC: The Study of economics, and definitions of economicsT
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 28UnemploymentTRUE/FALSE1.Most people rely on income other than their labor earnings to maintain their standard of living.ANS: FDIF: 1REF: 28-0NAT: AnalyticLOC: The study of economics and definitions of economicsTOP: Income | Standard of
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 29The Monetary SystemTRUE/FALSE1.In an economy that relies on barter, trade requires a double-coincidence of wants.ANS: TDIF: 1REF: 29-0NAT: AnalyticLOC: The role of moneyTOP: BarterMSC: Definitional2.Joe wants to trade eggs for sausa
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 30Money Growth and InflationTRUE/FALSE1.The inflation rate is measured as the percentage change in a price index.ANS: TDIF: 1REF: 30-0NAT: AnalyticLOC: Unemployment and inflationTOP:KEY:MSC: DefinitionalInflation2.U.S. prices rose a
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 31Open-Economy Macroeconomics: Basic ConceptsTRUE/FALSE1.A country with negative net exports has a trade surplus.ANS: FDIF: 1REF: 31-1NAT: AnalyticLOC: International trade and financeMSC: Definitional2.If a countrys imports exceed its
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 32A Macroeconomic Theory of the Open EconomyTRUE/FALSE1.Over the past two decades, the United States has persistently exported more goods and services than it hasimported.ANS: FDIF: 1REF: 32-1NAT: AnalyticLOC: International trade and fin
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 33Aggregate Demand and Aggregate SupplyTRUE/FALSE1.According to classical macroeconomic theory, changes in the money supply change nominal but not realvariables.ANS: TDIF: 1REF: 33-2NAT: AnalyticLOC: Aggregate demand and aggregate supply
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 34The Influence of Monetary and Fiscal Policy On Aggregate DemandTRUE/FALSE1.Both monetary policy and fiscal policy affect aggregate demand.ANS: TDIF: 1REF: 34-0NAT: AnalyticLOC: Monetary and fiscal policyTOP: Monetary policy | Fiscal po
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 35The Short-Run Trade-Off Between Inflation and UnemploymentTRUE/FALSE1.In the long run, the natural rate of unemployment depends primarily on the growth rate of the money supply.ANS: FDIF: 1REF: 35-0NAT: AnalyticLOC: Unemployment and inf
Alabama A&M University - EDU - 112
Chapter 36Five Debates Over Macroeconomic PolicyTRUE/FALSE1.Many studies indicate changes in monetary policy have most of their effect on aggregate demand about sixmonths after the change is made.ANS: TDIF: 1REF: 36-1NAT: AnalyticLOC: Monetary a
Strayer - BUS - 107
Name: Tyisha HammondBUS 107Date: 2-17-09Homework AssignmentWeek 6Answer the following questions from the chapter 3. Upload your answers to the course web site usingthe Dropbox feature (do not type your answers in the Comments box in the Dropbox sect
websteruniv.edu - MAN ACCOUN - dddd
ACCT 640 Managerial Accounting1. Which of the following is true of Managerial Accounting?b. Uses cost-benefit analysis to determine the amount of detail presented.2. The best example of using managerial accounting information to help organizations succ
CSU Sacramento - ACCY - 131
Exam 1 Overview and Topical OutlineExam 1 Overview: Exam will consist of 31 multiple choice questions and 3-4 short answer questions.o Chapter 1 topics: 9 multiple choice questions; 1-2 short answer questionso Chapter 2 topics: 9 multiple choice quest
CSU Bakersfield - ENGINEERIN - 404
Homework 2Find: Q1 ; Q2 v Q3Given: HA= 80m; HB= 50m. HC= 40mD1= D2= D3=200mm;L1=1000m; L2=800m; L3=950m.ks1= ks2 = ks3=0.3mm. H s nht =10-6m2/sDue date: on the day of next lectureHomework 3A water supply distribution system for an industrial park
Academy of Design Chicago - SOCIOLOGY - ssci420
DetailsCashAccounts ReceivableMerchandise Inventory (1-1-2006)Office SuppliesVehicles at costAccumulated Depreciation-VehiclesAccounts PayableMr. Shariqs CapitalMr. Shariqs DrawingsSalesPurchasesFreight InwardSalaries ExpensesRent ExpensesR
Shanghai Jiao Tong University - CS - 901
1.2.3. VC int,float1.2% + * * 20 4. 41203130434, /, 41203, 13043410000 5, 106
Shanghai Jiao Tong University - CS - 901
1. , if-elsewhile, for 2. 123 &quot;*A*B&quot;A B &quot;2A0B&quot; 2 0 4 7 7 3A0B 7 3. while 3 4.
Shanghai Jiao Tong University - CS - 901
1. ,2. 21 8 21
Shanghai Jiao Tong University - CS - 901
1. 2. 1. , . &quot; @#2. 3. lv, l v 4. mz, m &amp;# %z , m1z L4 Fd D26 3 20 1. 2. 3.
Shanghai Jiao Tong University - CS - 901
1. 2. 1. Li, Li LiYi LiEr ZhangLiang LinKen,LingEr, LongKui2. phone3. 4. LiYi12387400LiEr54741414ZhangLiang46328821ZhangJiao23001031ZhangZhiDong 12345643LinKen12812818ZuoYou52013140LongKui10254102JiangMing44052422JingTian54515171
Shanghai Jiao Tong University - CS - 032
Complex F092110150921190152010/4/5 C+ Complex Complex
Shanghai Jiao Tong University - CS - 032
Complex 50921190152010.5.4Complex (1)+(2) - (3)*(4)&lt;(a + b * i) a b 1. Complex double realimag+ -*&lt;2.
Shanghai Jiao Tong University - CS - 032
50921190152010.5.18(1)Account (2)Account SavingAccount Account (3)Account CheckingAccount 1Account protected balance
Shanghai Jiao Tong University - CS - 032
50921190152010-6-11ListNode&lt;Type&gt;2LinkedList&lt;Type&gt;1. ListNode&lt;Type&gt; LinkedList&lt;Type&gt;ListNode&lt;Type&gt; Type data size ListNode nextLinkedList&lt;Type&gt; head void
Shanghai Jiao Tong University - CS - 032
50921190152010.6.1711. Account protected balance credit debitdouble GetBalance()2. SavingAccount Account
BU - EC - 101
Chapter 1: Economics: Foundations and ModelsScarcity- a situation in which unlimited wants exceed the limited resources available to fulfillthose wantsEconomics- the study of the choices people make to attain their goals, given their scarceresourcesE
BU - EC - 101
Chapter 2: Trade-offs, Comparative Advantage, and the Market SystemScarcity requires trade-offsScarcity- a situation in which unlimited wants exceed the limited resources available tofulfill those wantsScarcity exists because we have unlimited wants b
BU - EC - 101
Chapter 3: Where Prices Come From: The Interaction of Supply and DemandPerfect competitive market- a market that meets the conditions of (1) many buyers andsellers, (2) all firms selling identical products, and (3) no barriers to new firms enteringthe
BU - EC - 101
Chapter 4- Economic Efficiency, Government Price Setting, and TaxesPrice ceiling- a legally determined maximum price that sellers may chargeo Ex. rent controlPrice floor- a legally determined minimum price that sellers may receiveo Ex. farm products s
BU - EC - 101
Chapter 5: Externalities, Environmental Policy, and Public GoodsExternality- a benefit or cost that affects someone who is not directly involved inthe production or consumption of a good or serviceo Ex. population negative externalityWhen there is neg
BU - EC - 101
Chapter 6 Elasticity: The Responsiveness of Demand and SupplyElasticity- A measure of how much one economic variable responds to changes inanother economic variableo Ex. the responsiveness of the quantity demanded of a good to changes in its priceis c
BU - EC - 101
Chapter 8: Comparative Advantage and the Gains from International TradeInternational trade benefits U.S. consumers because foreign-made goods have lowerprices or higher quality than the U.S.-made goods they have replacedMany U.S. firms that produced th
BU - EC - 101
Chapter 9: Consumer Choice and Behavioral EconomicsExperimental economics has shown that factors such as social pressure and notions offairness can affect consumer behaviorUtility and Consumer Decision Making According to the law of demand, whenever t
BU - EC - 101
Chapter 12- Monopolistic Competition: The Competitive Model in a More RealisticSettingMonopolistic competition- A market structure in which barriers to entry are lowand many firms compete by selling similar, but not identical, productsDemand and Margi
BU - EC - 101
Chapter 13- Oligopoly: Firms in Less Competitive Markets Oligopoly- a market structure in which a small number of interdependent firms compete When large firms cut their prices, their rivals in the industry respond by also cutting theirprices Because
BU - EC - 101
Chapter 14: Monopoly and Antitrust PolicyEven though perfectly competitive markets are rare, this market model provides abenchmark for how a firm acts in the most competitive situation possible: when it is in anindustry with many firms that all supply
BU - SMG - SM 222
Measuring the Relationship between 2 VariablesCorrelation: quantifying the relationship between 2 variables Correlation does not imply causality Causation: moving x leads to a change in yLinear Regression Predicted: i = a + bXi LHS variable= intercep