This preview has intentionally blurred parts. Sign up to view the full document

View Full Document

Unformatted Document Excerpt

DRAFT EXPOSURE EXPOSURE DRAFT STANDAR PERIKATAN AUDIT (“SPA”) 800 PERTIMBANGAN KHUSUS—AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN YANG DISUSUN SESUAI DENGAN KERANGKA BERTUJUAN KHUSUS Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Profesi Institut Akuntan Publik Indonesia Tanggapan tertulis atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 20 Mei 2012 ke Sekretariat IAPI Jl. Kapten P. Tendean No. 1 Lt. 1 Jakarta 12710 atau melalui fax (021) 2525-175 atau email ke info@iapi.or.id atau divisi.standar_teknis@iapi.or.id INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA Indonesian Institute of Certified Public Accountants INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA DEWAN STANDAR PROFESI 2008 – 2012 Kusumaningsih Angkawidjaja Ketua Handri Tjendra Wakil Ketua Dedy Sukrisnadi Anggota Fahmi Anggota Godang Parulian Panjaitan Anggota Johannes Emile Runtuwene Anggota Lolita R. Siregar Anggota Renie Feriana Anggota Yusron Fauzan Anggota STANDAR PERIKATAN AUDIT 800 PERTIMBANGAN KHUSUS—AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN YANG DISUSUN SESUAI DENGAN KERANGKA BERTUJUAN KHUSUS (Berlaku efektif bagi audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai dari atau setelah tanggal 1 Januari 2013) Daftar Isi Paragraf Pendahuluan Ruang Lingkup SPA Ini …………………………………………....………….. Tanggal Berlaku Efektif …………………………………………....…………. Tujuan ……………………………………………………………......………….. Definisi …………………………………………………………….....…………. Ketentuan Pertimbangan dalam Penerimaan Perikatan …………………….………… Pertimbangan dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Audit …..………… 8 9-10 Perumusan Opini dan Pertimbangan dalam Pelaporan ….………………. 11-14 Materi Penerapan dan Penjelasan Lainnya Definisi Kerangka Bertujuan Khusus ………………………………………… A1-A4 Pertimbangan dalam Penerima Perikatan ……………………..……………. A5-A8 Pertimbangan dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Audit ……………… A9-A12 1-3 4 5 6-7 Perumusan Opini dan Pertimbangan dalam Pelaporan …..……………… A13-A15 Standar Perikatan Audit (“SPA”) 800, “Pertimbangan Khusus —Audit atas Laporan Keuangan yang Disusun sesuai dengan Kerangka Bertujuan Khusus”, harus dibaca bersama dengan SPA 200, “Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit yang sesuai dengan Standar Perikatan Audit.” Pendahuluan Ruang Lingkup SPA Ini 1. Standar Perikatan Audit (”SPA”) 100 - 700 diterapkan dalam audit atas laporan keuangan. SPA 800 mengatur pertimbangan khusus dalam penerapan SPA 100 – 700 dalam audit atas laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kerangka bertujuan khusus. 2. SPA ini ditulis dalam konteks suatu set lengkap laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kerangka bertujuan khusus. SPA 8051 mengatur pertimbangan khusus yang relevan dengan suatu audit atas suatu laporan keuangan tunggal atau atas suatu unsur, akun, atau pos laporan keuangan tertentu. 3. SPA ini tidak menghilangkan ketentuan yang tercantum dalam SPA-SPA lain, dan juga tidak ditujukan untuk mengatur seluruh pertimbangan khusus yang mungkin relevan dengan kondisi perikatan. Tanggal Berlaku Efektif 4. SPA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013. Tujuan 5. Tujuan auditor, ketika menerapkan SPA dalam audit atas laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kerangka bertujuan khusus, adalah untuk menangani dengan tepat pertimbangan khusus yang relevan dengan hal-hal sebagai berikut: (a) Penerimaan perikatan; (b) Perencanaan dan pelaksanaan perikatan tersebut; dan (c) Perumusan opini dan pelaporan atas laporan keuangan. Definisi 6. Untuk tujuan SPA, istilah di bawah ini memiliki makna yang dijelaskan sebagai berikut: (a) Laporan keuangan bertujuan khusus—Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan suatu kerangka bertujuan khusus. (Ref: Para. A4) (b) Kerangka bertujuan khusus—Suatu kerangka pelaporan keuangan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan bagi pengguna tertentu. Kerangka pelaporan keuangan dapat berupa suatu kerangka penyajian wajar atau kerangka kepatuhan.2 (Ref: Para. A1-A4) 7. Pengacuan pada “laporan keuangan” dalam SPA ini berarti “suatu set lengkap laporan keuangan bertujuan khusus, termasuk catatan atas laporan keuangan.” Catatan atas laporan keuangan pada umumnya mencakup suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya. Ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku menentukan bentuk dan isi laporan keuangan, dan apa yang membentuk suatu set lengkap laporan keuangan. SPA 805, “Pertimbangan Khusus—Audit atas Laporan Keuangan Tunggal dan Unsur, Akun, atau Pos Spesifik Laporan Keuangan.” 1 2 SPA 200, “Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Suatu Audit Berdasarkan Standar Perikatan Audit,” paragraf 13(a). Ketentuan Pertimbangan dalam Penerimaan Perikatan Keterterimaan Kerangka Pelaporan Keuangan 8. SPA 210 mengharuskan auditor untuk menentukan keterterimaan kerangka pelaporan keuangan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan3. Dalam suatu audit atas laporan keuangan bertujuan khusus, auditor harus memperoleh suatu pemahaman tentang: (Ref: Para. A5-A8) (a) Tujuan disusunnya laporan keuangan; (b) Pengguna laporan keuangan yang dituju; dan (c) Langkah-langkah yang dilakukan oleh manajemen untuk menentukan bahwa kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dapat diterima sesuai dengan kondisinya. Pertimbangan dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Audit 9. SPA 200 mengharuskan auditor untuk mematuhi seluruh SPA yang relevan dengan audit.4 Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit atas laporan keuangan bertujuan khusus, auditor harus menentukan apakah penerapan SPA mengharuskan pertimbangan khusus sesuai dengan kondisi perikatan. (Ref: Para. A9-A12) 10. SPA 315 mengharuskan auditor untuk memperoleh suatu pemahaman tentang pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi entitas.5 Dalam hal laporan keuangan disusun sesuai dengan klausul suatu kontrak, auditor harus memperoleh suatu pemahaman tentang setiap interpretasi signifikan atas kontrak yang dibuat oleh manajemen dalam penyusunan laporan keuangan tersebut. Suatu interpretasi dianggap signifikan ketika penggunaan interpretasi lain yang wajar akan menghasilkan suatu perbedaan material dalam informasi yang disajikan dalam laporan keuangan Perumusan Opini dan Pertimbangan dalam Pelaporan 11. Ketika merumuskan suatu opini dan melaporkan laporan keuangan bertujuan khusus, auditor harus menerapkan ketentuan dalam SPA 700.6 (Ref: Para. A13) Penjelasan tentang Kerangka Pelaporan Keuangan yang Berlaku 12. SPA 700 mengharuskan auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan mengacu atau menjelaskan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku secara memadai.7 Dalam hal laporan keuangan disusun sesuai dengan klausul suatu kontrak, auditor harus mengevaluasi apakah laporan keuangan menjelaskan secara memadai setiap interpretasi signifikan atas kontrak yang mendasari penyusunan laporan keuangan. 3 SPA 210, “Menyepakati Syarat-syarat Perikatan Audit,” paragraf 6(a). 4 SPA 200, paragraf 18. SPA 315, “Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Melalui Pemahaman Entitas dan Lingkungannya,” paragraf 11(c). 5 6 7 SPA 700, “Pembentukan suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan.” SPA 700, paragraf 15. 13. SPA 700 mengatur bentuk dan isi laporan auditor. Dalam hal laporan auditor atas laporan keuangan bertujuan khusus, auditor harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) Laporan auditor juga harus menjelaskan tujuan disusunnya laporan keuangan, dan jika diperlukan, pengguna yang dituju, atau pengacuan pada suatu catatan atas laporan keuangan yang berisi informasi tentang hal tersebut; dan (b) Jika manajemen memiliki suatu pilihan atas kerangka pelaporan keuangan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut, penjelasan tentang tanggung jawab manajemen8 atas laporan keuangan juga harus dibuat sebagai suatu acuan pada tanggung jawabnya untuk menentukan bahwa kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dapat diterima sesuai dengan kondisinya. Peringatan bagi Pengguna Laporan Auditor bahwa Laporan Keuangan Disusun sesuai dengan Suatu Kerangka Pelaporan Khusus 14. Laporan auditor atas laporan keuangan bertujuan khusus harus mencantumkan suatu paragraf Penekanan Suatu Hal yang memperingatkan pengguna laporan auditor bahwa laporan keuangan disusun sesuai dengan suatu kerangka bertujuan khusus dan bahwa, sebagai akibatnya, laporan keuangan belum tentu sesuai untuk tujuan lain. Auditor harus mencantumkan paragraf ini dengan menggunakan suatu judul yang tepat. (Ref: Para. A14-A15) ≈≈≈≈≈ Materi Penerapan dan Penjelasan Lain Definisi Kerangka Bertujuan Khusus (Ref: Para. 6) A1. Contoh-contoh kerangka bertujuan khusus antara lain: Suatu basis akuntansi perpajakan untuk suatu set laporan keuangan yang melampiri surat pemberitahuan tahunan (“SPT”) entitas; Basis akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas untuk informasi arus kas yang diharuskan oleh kreditur; Ketentuan pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh regulator untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh regulator tersebut; atau A2. Kemungkinan terdapat kondisi yang di dalamnya kerangka bertujuan khusus didasarkan pada suatu kerangka pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh suatu organisasi pengatur standar yang memiliki wewenang atau diakui, atau oleh peraturan perundang-undangan, tetapi tidak mematuhi seluruh ketentuan kerangka tersebut. Sebagai contoh, suatu kontrak yang mengharuskan laporan keuangan disusun sesuai dengan sebagian besar, tetapi tidak seluruh, ketentuan dalam Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Ketika hal ini dapat diterima dalam kondisi perikatan tersebut, adalah tidak tepat bagi penjelasan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dalam laporan keuangan bertujuan khusus untuk mengimplikasikan adanya suatu kepatuhan penuh dengan kerangka pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh organisasi pengatur standar yang memiliki wewenang atau diakui, atau oleh peraturan perundang-undangan. Dalam contoh tentang kontrak di atas, penjelasan tentang kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dapat mengacu pada ketentuan pelaporan keuangan dari kontrak tersebut, daripada membuat suatu acuan pada Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. 8 Atau istilah lain yang tepat dalam konteks kerangka hukum di yurisdiksi tertentu. A3. Dalam kondisi yang dijelaskan dalam paragraf A2, kerangka bertujuan khusus belum tentu merupakan suatu kerangka penyajian wajar bahkan jika kerangka pelaporan keuangan yang menjadi dasar adalah suatu kerangka penyajian wajar. Hal ini karena kerangka bertujuan khusus belum tentu mematuhi seluruh ketentuan kerangka pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh organisasi pengatur standar yang memiliki wewenang atau diakui, atau oleh peraturan perundang-undangan, yang diperlukan untuk mencapai penyajian wajar laporan keuangan. A4. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kerangka bertujuan khusus mungkin merupakan satu-satunya laporan keuangan yang disusun oleh suatu entitas. Dalam kondisi tersebut, laporan keuangan tersebut mungkin digunakan oleh pihak -pihak selain mereka yang sebenarnya dituju berdasarkan rancangan kerangka pelaporan keuangan. Meskipun terdapat distribusi yang luas atas laporan keuangan dalam kondisi tersebut, laporan keuangan masih dipandang sebagai laporan keuangan bertujuan khusus untuk tujuan SPA. Ketentuan dalam paragraf 13 - 14 dirancang untuk menghindari kesalahpahaman tentang tujuan disusunnya laporan keuangan. Pertimbangan dalam Penerimaan Perikatan Keterterimaan Kerangka Pelaporan Keuangan (Ref: Para. 8) A5. Dalam hal laporan keuangan bertujuan khusus, kebutuhan informasi keuangan dari pengguna yang dituju merupakan suatu faktor utama dalam penentuan tingkat keterterimaan kerangka pelaporan keuangan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan. A6. Kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dapat mencakup standar pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh suatu organisasi yang memiliki wewenang atau diakui untuk menetapkan standar bagi laporan keuangan bertujuan khusus. Dalam kondisi tersebut, standar tersebut akan dianggap dapat diterima untuk tujuan tersebut jika organisasi tersebut mengikuti suatu proses yang terstandardisasi dan transparan yang melibatkan pemikiran dan pertimbangan atas pandangan dari pemangku kepentingan yang relevan. Dalam beberapa yurisdiksi, peraturan perundang-undangan dapat menentukan kerangka pelaporan keuangan yang digunakan oleh manajemen dalam penyusunan laporan keuangan bertujuan khusus bagi entitas jenis tertentu. Sebagai contoh, regulator dapat menetapkan ketentuan pelaporan keuangan untuk memenuhi ketentuan regulator tersebut. Kecuali diatur lain, kerangka pelaporan keuangan tersebut dianggap dapat diterima untuk laporan keuangan bertujuan khusus yang disusun oleh entitas tersebut A7. Ketika standar pelaporan keuangan yang diacu dalam paragraf A6 ditambahkan dengan ketentuan legislatif atau regulasi, SPA 210 mengharuskan auditor untuk menentukan apakah terdapat konflik antara standar pelaporan keuangan dengan ketentuan tambahan tersebut, dan menyarankan tindakan yang akan dilakukan oleh auditor jika konflik tersebut terjadi.9 A8. Kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dapat mencakup ketentuan pelaporan keuangan suatu kontrak, atau sumber-sumber selain sumber yang dijelaskan dalam paragraf A6 dan A7. Dalam hal tersebut, keterterimaan kerangka pelaporan keuangan 9 SPA 210, paragraf 18. dalam kondisi perikatan ditentukan dengan mempertimbangkan apakah kerangka tersebut memiliki atribut yang pada umumnya dimiliki oleh kerangka pelaporan keuangan yang dapat diterima sebagaimana dijelaskan dalam Lampiran 2 dari SPA 210. Dalam hal kerangka bertujuan khusus, signifikansi yang relatif dari setiap atribut terhadap suatu perikatan tertentu yang umumnya dimiliki oleh kerangka pelaporan keuangan yang dapat diterima merupakan pertimbangan professional. Sebagai contoh, untuk tujuan penetapan nilai aset bersih suatu entitas pada tanggal penjualan aset tersebut, penjual dan pembeli dapat menyepakati bahwa estimasi yang sangat hati-hati atas penyisihan piutang tidak tertagih sudah tepat untuk kebutuhan mereka, meskipun informasi keuangan tersebut tidak netral ketika dibandingkan dengan informasi keuangan yang disusun sesuai dengan suatu kerangka bertujuan umum. Pertimbangan dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Audit (Ref: Para. 9) A9. SPA 200 mengharuskan auditor untuk mematuhi (a) ketentuan etika yang relevan, termasuk hal yang berkaitan dengan independensi, terkait dengan perikatan audit atas laporan keuangan, dan (b) semua SPA yang relevan untuk audit. SPA 200 juga mengharuskan auditor untuk mematuhi setiap ketentuan yang tercantum di dalam suatu SPA kecuali jika, keseluruhan SPA tidak relevan atau ketentuan yang tercantum di dalam SPA tidak relevan terhadap kondisi audit, karena ketentuan tersebut bersifat kondisional, dan kondisi tersebut tidak ada. Dalam kondisi pengecualian, auditor dapat memutuskan untuk menyimpang dari ketentuan yang berlaku di dalam suatu SPA dengan melaksanakan prosedur audit alternatif untuk mencapai tujuan ketentuan tersebut.10 A10. Penerapan beberapa ketentuan SPA dalam suatu audit atas laporan keuangan bertujuan khusus menuntut pertimbangan khusus auditor. Sebagai contoh, dalam SPA 320, pertimbangan tentang hal yang material bagi pengguna laporan keuangan didasarkan pada pertimbangan kebutuhan informasi keuangan umum pengguna laporan keuangan sebagai suatu kesatuan.11 Namun dalam kasus suatu audit atas laporan keuangan bertujuan khusus, pertimbangan tersebut didasarkan pada kebutuhan informasi keuangan pengguna yang dituju. A11. Dalam kasus laporan keuangan bertujuan khusus seperti laporan disusun yang untuk memenuhi ketentuan suatu kontrak, manajemen dapat menyepakati dengan pengguna laporan keuangan bertujuan khusus, atas salah saji yang teridentifikasi di bawah ambang batas tidak akan dikoreksi atau disesuaikan. Adanya ambang batas tersebut tidak membebaskan auditor dari keharusan untuk menentukan tingkat materialitas sesuai dengan SPA 320, untuk tujuan perencanaan dan pelaksanaan audit atas laporan keuangan dengan tujuan khusus. A12. Komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola berdasarkan SPA didasarkan pada hubungan antara pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dengan laporan keuangan yang diaudit. Terutama apakah pihak tersebut bertanggung jawab untuk mengawasi penyusunan laporan keuangan. Dalam kasus laporan keuangan bertujuan khusus, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mungkin tidak memiliki tanggung jawab tersebut; sebagai contoh, pada saat laporan keuangan tersebut disusun hanya untuk 10 SPA 200, paragraf 14, 18, dan 22–23. 11 SPA 320, “Materialitas dalam Perencanaan dan Pelaksanaan suatu Audit,” paragraf 2. penggunaan oleh manajemen semata. Dalam kasus ini ketentuan SPA 26012 mungkin tidak relevan dalam audit atas laporan keuangan bertujuan khusus, kecuali jika auditor juga bertanggung jawab atas audit atas laporan keuangan bertujuan umum atau, sebagai contoh, auditor telah sepakat dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk mengomunikasikan hal-hal relevan yang teridentifikasi selama audit atas laporan keuangan bertujuan khusus. Perumusan Opini dan Pertimbangan dalam Pelaporan (Ref: Para. 11) A13. Lampiran SPA ini berisi ilustrasi laporan auditor atas laporan keuangan bertujuan khusus. Peringatan bagi Pengguna Laporan Auditor bahwa Laporan Keuangan Disusun sesuai dengan Suatu Kerangka Pelaporan Khusus (Ref: Para. 14) A14. Laporan keuangan bertujuan khusus mungkin digunakan untuk tujuan selain tujuan awalnya. Sebagai contoh, badan pengatur dapat mengharuskan entitas tertentu untuk menempatkan laporan keuangan bertujuan khusus dalam dokumen publik. Untuk menghindari kesalahpahaman, auditor harus memperingatkan pengguna laporan auditor tersebut bahwa laporan keuangan disusun berdasarkan kerangka tujuan khusus, yang mungkin tidak sesuai dengan tujuan lain. Pembatasan Distribusi atau Penggunaan (Ref: Para. 14) A15. Selain peringatan yang diharuskan oleh paragraf 14, auditor dapat menganggap tepat untuk mengindikasikan bahwa laporan auditor hanya ditujukan bagi pengguna tertentu. Tergantung dari peraturan perundang-undangan suatu yurisidiksi, hal ini dapat dicapai dengan membatasi distribusi atau penggunaan laporan auditor. Dalam kondisi ini, paragraf yang diacu dalam paragraf 14 dapat diperluas untuk mencakup hal-hal lain tersebut di atas, dan oleh karena itu judul laporan auditor perlu dimodifikasi. 12 SPA 260, “Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola.” Lampiran 1 (Ref: Para. A13) Illustrasi Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Bertujuan Khusus Ilustrasi 1: Suatu laporan auditor atas suatu set lengkap laporan keuangan yang disusun sesuai dengan klausul pelaporan keuangan suatu kontrak (untuk tujuan ilustrasi ini digunakan kerangka kepatuhan) Ilustrasi 2: Suatu laporan auditor atas suatu set lengkap laporan keuangan yang disusun sesuai dengan basis akuntansi perpajakan dalam yurisdiksi X (untuk tujuan ilustrasi ini digunakan kerangka kepatuhan). Ilustrasi 3: Suatu laporan auditor atas suatu set lengkap laporan keuangan yang disusun sesuai dengan klausul pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh regulator (untuk tujuan ilustrasi ini digunakan kerangka penyajian wajar). Ilustrasi 1: Kondisi yang mendasari ilustrasi ini adalah sebagai berikut: Laporan keuangan telah disusun oleh manajemen entitas sesuai dengan klausul pelaporan keuangan suatu kontrak (yaitu kerangka bertujuan khusus) untuk mematuhi ketentuan yang terdapat dalam kontrak tersebut. Manajemen tidak memiliki pilihan atas kerangka pelaporan keuangan. Kerangka pelaporan keuangan yang berlaku merupakan kerangka kepatuhan. Persyaratan perikatan audit mencerminkan penjelasan tentang tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dalam SPA 210. Distrubusi dan penggunaan laporan auditor dibatasi.. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN [Pihak yang dituju] Kami telah mengaudit laporan keuangan PT ABC terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 20X1, serta laporan laba-rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya. Laporan keuangan telah disusun oleh manajemen PT ABC berdasarkan klausul pelaporan keuangan yang tercantum dalam Pasal 27 dari kontrak bertanggal 1 January 20X1 antara PT ABC dengan PT DEF (“Kontrak”). 1 Tanggung Jawab Manajemen13 atas Laporan Keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini sesuai dengan klausul pelaporan keuangan yang tercantum dalam Pasal 27 dari Kontrak, dan atas pengendalian internal yang ditentukan perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan tersebut bebas dari kesalahan penyajian material, yang disebabkan kecurangan atau kesalahan. Tanggung Jawab Auditor Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan tersebut berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Perikatan Audit. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material. Suatu audit mencakup pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti-bukti tentang jumlahjumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih tergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, yang disebabkan kecurangan atau kesalahan. Dalam melakukan penilaian atas risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, namun tidak untuk tujuan menyatakan suatu opini atas efektivitas 13 Atau istilah lain yang tepat dalam konteks kerangka hukum di yurisdiksi tertentu. pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini audit kami. Opini Menurut opini kami, laporan keuangan PT ABC untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 20X1 telah disusun, dalam semua hal yang material, sesuai dengan klausul pelaporan keuangan yang tercantum dalam Pasal 27 dari Kontrak. Basis Akuntansi serta Pembatasan Distribusi dan Penggunaan Tanpa memodifikasi opini kami, kami menarik perhatian ke Catatan X atas laporan keuangan, yang menjelaskan basis akuntansi. Laporan keuangan disusun untuk membantu PT ABC mematuhi klausul pelaporan keuangan dari Kontrak tersebut di atas. Sebagai akibatnya, laporan keuangan belum tentu cocok untuk tujuan lain. Laporan kami ditujukan hanya untuk PT ABC dan PT DEF, dan tidak diperkenankan untuk didistribusikan atau digunakan oleh pihak lain selain PT ABC dan PT DEF. [Tanda tangan auditor] [Tanggal laporan auditor] [Alamat auditor] Ilustrasi 2: Kondisi yang mendasari ilustrasi ini adalah sebagai berikut: Laporan keuangan telah disusun oleh manajemen suatu persekutuan sesuai dengan basis akuntansi perpajakan dalam Yurisdiksi X (kerangka bertujuan khusus) dalam rangka membantu rekan persekutuan dalam menyusun surat pemberitahuan (SPT)pajak rekan secara individual. Manajemen tidak memiliki suatu pilihan dalam menentukan kerangka pelaporan keuangan. Kerangka pelaporan keuangan yang berlaku adalah suatu kerangka kepatuhan. Syarat-syarat perikatan audit mencerminkan penjelasan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dalam SPA 210. Distribusi laporan auditor dibatasi. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN [Pihak yang dituju] Kami telah mengaudit laporan keuangan Persekutuan ABC terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 20X1, dan laporan laba-rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lain. Laporan keuangan telah disusun oleh manajemen dengan menggunakan basis akuntansi perpajakan dalam Yurisdiksi X. Tanggung Jawab Manajemen14 atas Laporan Keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini sesuai dengan basis akuntansi perpajakan dalam Yurisdiksi X, dan atas pengendalian internal yang ditentukan oleh manajemen perlu untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, karena kecurangan atau kesalahan. Tanggung Jawab Auditor Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan opini atas laporan keuangan ini berdasarkan audit kami. Kami melakukan audit berdasarkan Standar Perikatan Audit. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material. Suatu audit mencakup pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang jumlahjumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih tergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian risiko atas kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, yang disebabkan kecurangan atau kesalahan. Dalam penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan persekutuan untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan keadaan, namun tidak untuk tujuan menyatakan opini atas efektivitas pengendalian internal persekutuan tersebut. Proses audit juga meliputi penilaian tentang ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. 14 Atau istilah lain yang tepat dalam konteks kerangka hukum di yurisdiksi tertentu. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini audit kami. Opini Menurut opini kami, laporan keuangan Persekutuan ABC untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 20X1 telah disusun, dalam semua hal yang material, sesuai dengan [jelaskan Undang-undang Pajak Penghasilan yang berlaku] Yurisdiksi X. Basis Akuntansi dan Pembatasan Distribusi Tanpa memodifikasi opini kami, kami menaruh perhatian ke Catatan X dalam laporan keuangan yang menjelaskan basis akuntansi. Laporan keuangan ini disusun untuk membantu rekan-rekan Persekutuan ABC dalam menyusun surat pemberitahuan (“SPT”) pajak penghasilan rekan secara individual. Sebagai akibatnya, laporan keuangan ini mungkin tidak tepat digunakan untuk tujuan lain. Laporan kami semata-mata ditujukan untuk Persekutuan ABC dan harus tidak didistribusikan ke pihak selain Persekutuan ABC atau para rekannya. [Tanda tangan auditor] [Tanggal laporan auditor] [Alamat auditor] Ilustrasi 3: Kondisi yang mendasari ilustrasi ini adalah sebagai berikut: Laporan keuangan telah disusun oleh manajemen entitas sesuai dengan ketentuan pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh regulator (kerangka bertujuan khusus) dengan tujuan untuk memenuhi persyaratan badan pengatur tersebut. Manajemen tidak memiliki pilihan kerangka pelaporan keuangan. Kerangka pelaporan keuangan yang berlaku adalah kerangka penyajian wajar. Syarat-syarat perikatan audit mencerminkan penjelasan tentang tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dalam SPA 210. Distribusi atau penggunaan laporan auditor tidak dibatasi. Paragraf Hal Lain mengacu kepada fakta bahwa auditor juga telah menerbitkan laporan auditor atas laporan keuangan yang disusun oleh PT ABC untuk periode yang sama sesuai dengan kerangka bertujuan umum. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN [Pihak yang dituju] Kami telah mengaudit laporan keuangan PT ABC terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 20X1, dan laporan laba-rugi komprehensif, serta laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lain. Laporan keuangan telah disusun oleh manajemen berdasarkan ketentuan pelaporan keuangan pad Bagian Y Peraturan Z. Tanggung Jawab Manajemen15 atas Laporan Keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini sesuai dengan ketentuan pelaporan keuangan pada Bagian Y Peraturan Z, dan atas pengendalian internal yang ditentukan perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, yang disebabkan oleh kecurangan atau kesalahan. Tanggung Jawab Auditor Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan opini atas laporan keuangan ini berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Perikatan Audit. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material. Suatu audit mencakup pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang jumlahjumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih tergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian risiko atas kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, yang disebabkan oleh kecurangan atau kesalahan. Dalam menilai risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, namun tidak untuk tujuan menyatakan opini atas efektivitas pengendalian internal entitas tersebut.16 Suatu audit juga mencakup penilaian tentang ketepatan kebijakan 15 16 Atau istilah lain yang tepat dalam konteks kerangka hukum di yurisdiksi tertentu. Dalam keadaan ketika auditor juga bertanggung jawab untuk menyatakan suatu opini atas efektivitas pengendalian internal akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini audit kami. Opini Menurut opini kami, laporan keuangan tersebut telah menyajikan secara wajar posisi keuangan PT ABC tanggal 31 Desember 20X1, dan kinerja keuangan serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dalam semua hal yang material, sesuai dengan ketentuan pelaporan keuangan pada Bagian Y Peraturan Z Basis Akuntansi Tanpa memodifikasi opini kami, kami menaruh perhatian ke Catatan X atas laporan keuangan, yang menjelaskan tentang basis akuntansi. Laporan keuangan PT ABC disusun dengan tujuan untuk memenuhi ketentuan yang dibuat oleh Regulator DEF. Sebagai akibatnya laporan keuangan tersebut mungkin tidak tepat digunakan untuk tujuan lain. Hal Lain PT ABC telah menyusun satu set laporan keuangan terpisah untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20X1 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan atas laporan keuangan tersebut kami telah menerbitkan laporan auditor bertanggal 31 Maret 20X2 secara terpisah dan ditujukan untuk pemegang saham PT ABC. [Tanda tangan auditor] [Tanggal laporan auditor] [Alamat auditor] bersamaan dengan audit atas laporan keuangan konsolidasian, kalimat tersebut disusun sebagai berikut: “Dalam melakukan penilaian risiko, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan en titas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai keadaan.” ... View Full Document

ED SPA 800 - Pertimbangan Khusus-Audit atas Laporan Keuangan yang disusun Sesuai dengan Kerangka Ber

End of Preview

Sign up now to access the rest of the document