This preview has intentionally blurred parts. Sign up to view the full document

View Full Document

Unformatted Document Excerpt

I PENDAHULUAN A. BAB Latar Belakang Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia, selain itu pangan merupakan komoditi dagang yang sangat berperan dalam kehidupan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencegah pangan dari kemungkinan adanya bahaya karena cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Ketersediaan pangan sebagai salah satu faktor yang mendukung upaya pembangunan,Pangan termasuk kebutuhan dasar terpenting dalam kehidupan manusia, pangan yang aman, berrmutu dan bergizi adalah hak setiap orang. Penjamin pangan yang bermutu dan aman merupakan tanggung jawab bersama antar pemerintah, industri pangan dan konsumen sesuai dengan fungsinya masing - masing. Dibidang pangan kita memerlukan sesuatu yang lebih baik.untuk masa depan yang akan datang yaitu pangan yang aman untuk di konsumsi,lebih bermutu, bergizi dan lebih mampu bersaing dalam pasar global. Oleh karena itu pada praktikum pertama dengan judul acara kunjungan dan pengolahan produk ini kita mengunjungi RPA Gama Chicken sebagai mahasiswa Agroindustri harus dapat melakukan penerapan prinsip keilmuan keamanan pangan pada proses penyembelihan ayam di RPA GAMA CHICKEN. Dan semua akan dibahas pada laporan ini dengan sebaik-baiknya. B. Tujuan Praktikum 1. Melakukan observasi penerapan keamanan pangan pada proses penyembelihan ayam di Rumah Pemotongan Ayam (RPA). 2. Mengevaluasi penerapan penerapan prinsip keilmuan keamanan pangan pada proses penyembelihan ayam di RPA. 3. Mengolah produk hasil kunjungan dengan menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan. C. Manfaat Dengan mengamati kondisi lingkungan yang terdapat di RPA Gama Chicken yang telah dikunjungi, diharapkan bisa dapat menerapkan prinsipprinsip kemanan pangan, selain itu juga dapat PPO penyembelihan ayam dan pembuatan produk inovasi. Serta dapat ,mengaplikasikan di industri yang ada. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sistem pangan yang ada saat ini meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan pengaturan, pembinaan, atau pengawasan terhadap kegiatan atau proses produksi makanan dan peredarannya sampai siap dikonsumsi manusia. Setiap orang yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan produksi pangan wajib memenuhi persyaratan sanitasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangaundangan yang berlaku (Saparinto, 2006) Definisi higiene pangan menurut Codex Alimentarius Commission (CAC) adalah semua kondisi dan tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanan dan kelayakan makanan pada semua tahap dalam rantai makanan. CAC ( Codex Alimentarius Commission) adalah organisasi perumus standar internasional untuk bidang pangan. CAC merupakan kepanjangan tangan dari organisasi WHO-FAO. Indonesia menjadi anggota aktif dalam semua Codex Committee yang ada. ara pelaku industri pangan yang baik akan melakukan dan mengembangkan praktikpraktik yang baik misalnya dalam penanganan dan pengolahan pangan dan menanamkan hal tersebut pada semua pegawainya. Dengan pengaturan dan penerapan sistem Food safety yang baik dan benar akan bisa mengontrol dan mencegah terjadinya keracunan makanan. (Delle, 2003) Meningkatnya keamanan pangan merupakan suatu tantangan yang tidak semata-mata berarti harus menghasilkan lebih banyak pangan, karena masih banyak rasa ketidak amanan pangan yang terkait dengan akses terhadap ketersediaan pangan. Meskipun demikian, produksi pangan yang memadai tetap merupakan persyaratan penting untuk mengurangi ketidakamanan pangan. Selain itu, permintaan terhadap ketersediaan pangan mungkin akan segera meningkat luar biasa, karena populasi dunia masih tumbuh, selain itu karena penghasilam yanglebih tinggi di banyak negara, konsumsi pangan menjadi lauh lebih besar (Leeuwis, 2009) HACCP adalah suatu sistem yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya yang nyata bagi keamanan pangan. Jadi, pada prinsipnya, setelah mengetahui jenis bahaya dan sifat-sifatnya di tiap tahapan pengolahan pangan, selanjutnya kita dapat membuat rencana kegiatan sehari-hari dalam mengendalikan keamanan produk yang dihasilkan. Termasuk di dalamnya adalah pembuatan prosedur dan pencatatan serta evaluasi untuk meyakinkan bahwa HACCP telah diterapkan secara efektif. Meskipun demikian, HACCP bukanlah merupakan suatu sistem yang dapat menghilangkan semua resiko bahaya. Sistem ini dirancang untuk meminimalkan bahaya yang mungkin terjadi pada produk pangan. Penekanan sistem ini lebih dititik beratkan pada upaya pencegahan (Arduser, 2005) Keamanan pangan (food safety)adalah hal-hal yang membuat produk pangan aman dimakan dan bebasdari faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit, misalnya mengandung sumber penular penyakit (infectious agents), mengandung bahan kimia beracun, atau mengandung benda asing (foreign abjects). Dalam usaha menjamin keamanan pangan mulai dari petani sampai ke meja (from farm to table), perlu adanya prosedur dan praktek penanganan dan pengolahan makanan yang merupakan suatu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, industri pangan perlu mengembangkan sistem manajemen yang mengaplikasikan praktik yang baik di setiap mata rantai pangan tersebut (Anonim, 2011) BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 1. Alat dan Bahan a. Kamera b. Alat tulis (buku, pulpen) c. Meteran (alat ukur jarak layout) d. Modul e. Lampiran daftar isian identifikasi kegiatan kunjungan 2. Pelaksanaan Praktikum a. Mengamatikondisilingkungan yang terdapat di RPA yang dikunjungi b. Mengamati proses penyembelihan yang dilakukan di RPA c. Mengis ilembar indentifikasi kegiatan kunjungan d. Membuat diagram alirpenangananpada proses penyembelihan e. Membuat layout tempat kerja beserta pembagian area kerja dan jaraknya f. Membuat produk inovasi hasil kunjungan di RPA g. Membuat PPO penyembelihan ayam dan pembuatan produk BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil 1. Sejarah atau profil dari RPA a. Nama dari RPA Gama Chicken (Fakultas Peternakan). b. Berdiri pada tahun 2008 c. Lokasinya di jalan Fauna nomor 3 Bulaksumur, Yogyakarta. d. Pekerja terdiri dari 2 sampai 3 orang. e. Jam kerja mulai dari jam 8 sampai dengan jam 2 siang. f. Memiliki beberapa stasiun kerja diantaranya penyembelihan, pemotongan dan pembuatan produk. stasiun 2. Kekurangan dan kelebihan RPA : a. Kekuranga RPA : 1. Pekerja tidak menggunakan alat pengaman diri yang tepat (masker, sarung tangan). 2. Alat (pisau) yang digunakan tidak steril. 3. Tempat penyembelihan tidak steril. b. Kelebihan RPA : 1. Petugas mengetahui dengan tepat suhu air panas (30-40 derajat celcius) saat pencabutan bulu. 2. 3. 4. Terdapat daftar harga perhari pemotongan. Peralatan, sarana dan prasarananya sudah baik dan lengkap. Layout RPA dan alur penyembelihan : Skala 1 : 100 Keterangan : Luas ruangan 5m x 20m. terbagi atas 2 ruangan, satu ruang penyembelihan dan satu ruang pengemasan. b.A.1. 1m b.A.2. Timbangan 1m b.A.3. Pendingin daging 2m b.A.4. Blower ruangan 1m b.A.5. Meja kasir b.A.6. Tempat penyembelihan ayam 1m b.A.7. Perontokan bulu 1m b.A.8. Perebusan ayam 1m b.A.9. Tempat pemotongan ayam b.A.10. Pencucian ayam b.A.11. Shower room 2m x 2m b.A.12. Sumber listrik 5m x 4m b.A.13. Tempat pengemasan 3m x 1m b.A.14. Gudang b.A.15. Rolling door 2m b.A.16. 5. Pintu masuk Saluran pembuangan limbah cair 2,5m 2 x 1m 2m x 0,5m 1m x 3m 8,5m Diagram alir proses : Pengambilan ayam Pemotongan (pemotongan 3 urat) air panas darah Peletakan ayam didalam tong Pencelupan ayam suhu -+ 30-40 derajat celcius sampai kulit ceker terkelupas Air Pembubutan bulu ayam Pencucian Pemisahan karkas dengan jeroan Pembersihan jeroan Pemotongan karkas 6. PPO dan hasil dokumentasi PPO Pemotongan Ayam di Fakultas Peternakan RPA GAMA CHICKEN Nama Peta : Pemotongan Ayam Dipetakan Oleh : Kelompok B Tanggal Pemetaan : 22 Februari 2012 Nomor Peta : 01 Ayam 5 Penyembelihan/ manual Pisau air 140 Perebusan (suhu 30-40) Tungku + kompor air 50,75 pembubutan/ mesin pembubut air 15 Pencucian dan pembubut manual Ember 36 pemotongan badan ayam Pisau dan telenan 10 Pembersihan jeroan Pemisahan dan pembersihan usus Penyimpanan Keterangan : simbol keterangan Operasi Inspeksi penyimpanan Jumlah Jumlah 6 6 1 13 Waktu 137,37 137,37 275,74 551,48 7. Hasil dari lembar identifikasi Lokasi pabrik jauh dari industry yang terpolusi kh daro jalan raya karena jau, tidak berada didaerah yang mudah tergenang air (daerah banjir), jauh dari tempat pembuangan sampah atau limbah, jauh dari tempat pemukiman penduduk yang padat dan kumuh yang berada disekitar perkebunan atausawah, tidak jauh dari daerah penumpukan barang bekas, didaerah tersebut yang dekat dengan RPA terdapat sampah, jemuran dan parkiran motor, daerah kotor, tidak meejadi satu dengan rumah atau tempat tinggal. Sarana jalan dari perusahaan, jalan menuju perusahaan dan sekitarnya dikeraskan dan dibuat saluran pembuanagan air yang baik dan mudah dibersihkan. Sampah dan bahan buang pabrik dikumpulkan ditempat khusus, sistem pembuangan dan penanganan limbah cukup baik, sistem saluran pembuangan air diusahakan supaya selalu berjalan lancar. Ruangan cukup luas untuk menempatkan peralatan dan menyimpan bahan-bahan, tata letak ruangan pabrik diatur sesuai dengan urutan proses produksi, ruangan cukup luas sesuai denganjumlah karyawan yang bekerja, tata letak ruangan diatur sesuai dengan urutan kegiatan yang dilakukan dan tidak menimbulkan lalu lintas yang simpang siur. Kontruksi lantai rapat atau kedap air. Tahan terhadap garam, basa, asam dan/atau bahan kimia lainnya. Permukaan lantai rata serta halus, tetapi tidak licin dan mudah dibersihkan. Lantai mempunyai kemiringan yang cukup kea rah pembuangan air sehingga memudahkan pengaliran air dan mempunyai saluran air atau lubang pembuangan yang dilengkapi dengan penahan bau. Pertemmuan antara lantai dengan dinding tidak membentuk sudut mati. Kontruksi dinding, dinding terbuat dari bahan yang tidak bercun. Sekurang-kurangnya 20 cm di baawah 20 cm diatas permukaan lantai tidak menyerap air. Permukaan bagian dalam terbuat dari bahan yang halus, rata, berwarna ternag, tahan lama, tidak mudah mengelupas dan mudah dibersihkan. Sekurang-kurangnya setinggi 2 m dari lantai bersifat tidak menyerap air, serta tahan terhadap air, garam, basa, asam atau bahan kimia 7 lainnya. Pertemuan antara lantai dengan dinding, dan antara dinding dengan lantai tidak membentuk sudut mati. Kontruksi atap dan langit-langit terbuat dari bahan yang tahan lama, tahan terhadap air dan tidak bocor, yang berarti bahan yang digunakan tidak larut air dan tidak mudah pecah. Fasilitas penerangan, permukaan kerja dan tempat bekerja di dalam ruangan pokok / pengolahan dan ruangan perlengkapan cukup terang sesuai dengan keperluan persyaratan hygiene dan kesehatan. Ruangan gelap atau remang-remang dapat mengundang masuknya bersarangnya hama didalam ruangan. Fentilasi dan pengatur suhu, menjamin peredaran udara dengan baik, dan dapat menghilangkan uap, gas, asap, bau, debu, dan panas yang timbul selama pengolahan yang dapat membahayakan kesehatan karyawan. Tidak dapat mengatur suhu yang diperlukan atau diinginkan, karena tidak disediakan alat pengatur suhu. Mencemari makanan yang diproduksi melalui aliran udara yang masuk karena terdapat kotoran dari peternakan sapi. Lubang ventilasi tidak dilengkapi dengan kasa hanya lubang ventilasi seperti jendela. Gudang (fasilitas penyimpanan), tidak mudah dalam pemeliharaan dan pembersihan karena jumlah karyawan untuk melakukan pembersihan terbatas. Mencegah masuknya hama, yaitu binatang pengerat, burung dan mikroorganisme. Tidak dapat memberikan perlindungan yang efektif alat tidak tersedia pengaman diri. Dapat mencegah kerusakan makanan. Fasilitas sanitasi, bangunan pabrik dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang dibuat berdasarkan perencanaan yang memenuhi persyaratan teknik dan hygiene (cth : drainase, perpipaan, saluran limbah, resapan, dll). Sarana penyediaan air, bangunan pabrik dilengkapi dengan saranan penyediaan air yang terdiri dari sumber air, pipa-pipa untuk mengalirkan air, tempat penampungan air, pipa-pipa untuk mendistribusikan air ke ruanganruangan tertentu. seumber air bersih cukup. Air minum menggunakan air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan. Sarana toiletdan jamban, saran toilet/jamban didesain dan dikontruksi dengan memperhatikan persyaratan higienis. Tidak ada sumber air mengalir pada toilet/jamban hanya ada satu shower dan toilet tempat sangat kotor (saluran air rusak). Letaknya terbuka langsung ketempat ruang proses pengolahan. Tidak ada pemberian tanda peringatan bahwa setiap karyawan harus mencuci tangan dengan sabun atau deterjen sesudah menggunakan toilet tidak ada tanda peringatan kebersihan. Disediakan dalam jumlah yang cukup sesuai dengan jumlah karyawan, satu toilet atau shower room untuk 2 karyawan.. Fasilitas ganti pakaian dan kelengkapan kerja, disesuaikan dengan jumlah cukup sesuai dnegan jumlah karyawan sehingga karyawan tidak bersdesak-desakan selama mengganti pakaian. Ditempatkan sedemikian rupa sehingga mencegah kontaminasi terhadap makanan yang diproduksi. Dilengkapi deangan tempat penyimpanan/ menggantungkan pakaian kerja dan tempat menyimpan/ menggantungkan pakaian luar yang terpisah satu sama lain. Wadah sampah/bahan berbahaya, wadah untuk samapah, bahan buangan dan bahan berbahaya didesaim dengan tepat sesuai dengan persyaratan hiegenis dan diberi tanda. Wadah sampah tidak diberi tutup dan diletakkan ditempat terpisah untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang yang tidak diharapkan tempat sampah terletak berdekatan dengan proses pemotongan dan pengolahan. Tempat penampungan dan pengolahan limbah, disesuaikan dengan kondisi bahan sisa yang dihasilkan (jumlah, tingkat bahaya, dll) yang harus dilakukan sebelum dibuang ke lingkungan. b.B. Pembahasan Yang dimaksud food safety adalah keamanan makanan terhadap berbagai macam bahaya yang menurut jenis penyebabnya dapat dikelompokan menjadi yang pertama bahaya biologis, berasal dari mikroorganisme yang bersifat pathogen seperti: Bakteri (E. coli, Clostorium botulinum, Salmonella spp, Staphilococcus aureus, Vibrio Cholerae); dapat menyebabkan sakit perut, diare, infeksi, keracunan, dan kematian. Virus (Hepatitis A, Norwalk) dapat menyebabkan infeksi hati. Prozoa atau parasit (Entamoeba histolytica, Ascaris lumbricoides) dapat menyebabkan desentri, diare,kram perut,kehilangan berat badan, infeksi usus dan paru-paru. Kemudian bahaya kimiawi, berasal dari Scrombrotoxin (histamine) menyebabkan keracunan, alergi Shellfish toxin. Bahan-bahan kimia yang tidak sengaja ditambahkan ; pestisida, fungisida, herbisida, pupuk, antibiotika, pelumas, cat, pembersih, air raksa, dan lain-lain; dapat menyebabkan keracunan, gangguan fungi organ tubuh, krematian. Dan yang terakhir bahaya fisika, berasal dari adanya bendabenda seperti pecahan gelas/kaca, logam (peniti, klip, stapler,dll), potongan kayu, rambut, serpihan plastic, tulang duri, potongan kuku, dan sebagainya. Pengertian keamanan pangan (food safety) dalam definisi di atas adalah jaminan agar makanan tidak membahayakan konsumen pada saat disiapkan dan atau dimakan menurut penggunaannya (assurance that food will not cause harms to the consumer when it is prepared and/or eaten according to its intended use). Sedangkan kelayakan pangan (food suitability) adalah jaminan agar makanan dapat diterima untuk konsumsi manusia menurut penggunaannya (assurance that food is acceptable for human consumption according to its intended use). Higiene daging adalah semua dan kondisi tindakan untuk menjamin keamanan dan kelayakan daging pada semua tahap dalam rantai makanan (all conditions and measures necessary to ensure the safety and the suitability of meat at all stages in the food chain). Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia. Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Oleh karena itu industri pangan adalah salah satu faktor penentu beredarnya pangan yang memenuhi standar mutu dan keamanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Keamanan pangan bukan hanya merupakan isu dunia tapi juga menyangkut kepedulian individu. Jaminan akan keamanan pangan adalah merupakan hak asasi konsumen. Pangan termasuk kebutuhan dasar terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Walaupun pangan itu menarik, nikmat, tinggi gizinya jika tidak aman dikonsumsi, praktis tidak ada nilainya sama sekali. Keamanan pangan selalu menjadi pertimbangan pokok dalam perdagangan, baik perdagangan nasional maupun perdagangan internasional. Di seluruh dunia kesadaran dalam hal keamanan pangan semakin meningkat. Pangan semakin penting dan vital peranannya dalam perdagangan dunia. Dalam modul ini akan dibahas berbagai aturan Keamanan Pangan telah menjadi salah satu isu sentral dalam perdagangan produk pangan. Penyediaan pangan yang cukup disertai dengan terjaminnya keamanan, mutu dan gizi pangan untuk dikonsumsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Tuntutan konsumen akan keamanan pangan juga turut mendorong kesadaran produsen menuju iklim persaingan sehat yang berhulu pada jaminan keamanan bagi konsumenyang melingkupi aspek keamanan pangan, analisis bahaya keamanan pangan dan berbagai peluang untuk menguranginya. Cara menyembelih ayam yang benar yaitu pertama menyiapkan alat yang digunakan seperti pisau dan lain-lain. Letakkan ayam menelungkup pada talenan, tarik salah satu kaki nya melebar dari badan kemudian potong di bagian paha dalam nya melalui sendinya, begitu juga dengan paha bawah. Lakukan prosedur yang sama untuk memotong bagian lainnya. Untuk mempermudah pemotongan coba lekukkan pergelangan paha dalam si ayam kearah yangg berlawanan sampai tulang berpisah baru potong diantara patahan daging yang mengelilinginya. Letakkan paha ayam diatas talenan, dengan bagian dalamnya menghadap kebawah. Potong dipergelangan antara bagian betis dan paha. Untuk memotong bagian sayapnya, sambil memegang bagian punggung ayam, potong sayapnya sedikit lebih kedalam dari pergelangan sayapnya. Saat memotong bagian badan, belah dua sisi badan ayam secara vertikal dari bahu ke arah bawah. Tarik bagian dada berlawanan dengan punggungnya lalu potong tulang dibagian bahunya. Belah dada ayam jadi 2 bagian, tapi ini tergantung selera anda masing-masing, jika lebih suka tetap utuh abaikan cara ini. Untuk memotong bagian dada menjadi 2 diperlukan tenaga dan tekanan yang cukup kuat untuk memotong tulang belakang ayam. Syarat ayam yang baik untuk di potong yaitu ayam yang umurnya sudah layak untuk dipotong (tidak terlalu muda dan terlalu tua), selanjutnya dalam kondisi aktif, lincah, mata dan muka cerah serta bebas dari penyakit. Berat badan sesuai dengan umur (standar) dan seragam. Nafsu makan dan minum baik. Bulu cerah berminyak, tidak kusam dan tidak berdiri. Anus bersih dan tidak ada kotoran. Bentuk tubuh ayam normal dan proposional, berdiri tegak dengan kaki yang kokoh, serta tidak ada luka ditubuhnya. Sayap tidak jatuh dan posisi kepala terangkat dengan baik. Tidak terdengar gejala napas bersuara atau batuk. Dan yang terakhir adalah bobotnya sudah memenuhi dengan kebutuhan pasar yang ada. Pengaruh suhu rebusan terhadap danging ayam saat setelah disembelih yaitu apabila panas kurang dari yang telah ditetapkan (30-40C) adalah bulubulu ayam tersebut nantinya tidak akan lepas apabila telah dimasukkan kedalam mesin bubut. Lainnya halnya apabila suhu melebihi batas yang telah ditentukan maka daging ayam akan mudah hancur apabila telah dimasukkan pada mesin bubut selain itu daging yang dihasilkan tidak sesuai karena sudah setengah matang. Suatu pangan dikatakan aman apabila bebas dari bahaya yang ditimbulkanakibat dari keberadaan cemaran tersebut. Kata bebas dalam hal ini tidak selalu berarti sama dengan nol atau tidak ada sama sekali. Karena berbagai alasan beberapa bahan tersebut tidak dapat dihilangkan dengan seksama, namun melalui berbagai penelitian dan pengkajian nasional dan internasional ditetapkan standar atau batas maksimal keberadaan dari masing- masing bahan tersebut. Pangan yang aman adalah pangan yang tidak mengandung bahaya biologi atau mikrobiologi, bahaya kimia, dan bahaya fisik. Bahaya biologis atau mikrobiologis terdiri dari parasit ( protozoa dan cacing), virus, dan bakteri patogen yang dapat tumbuh dan berkembang di dalam bahan pangan, sehingga dapat menyebabkan infeksi dan keracunan pada manusia. Beberapa bakteri patogen juga dapat menghasilkan toksin (racun), sehingga jika toksin tersebut terkonsumsi oleh manusia dapat menyebabkan intoksikasi. Intoksikasi adalah kondisi dimana toksin sudah terbentuk di dalam makanan atau bahan pangan, sehingga merupakan keadaan yang lebih berbahaya. Sekalipun makanan atau bahan pangan sudah dipanaskan sebelum disantap, toksin yang sudah terbentuk masih tetap aktif dan bisa menyebabkan keracunan meski bakteri tersebut sudah tak ada dalam makanan. Sanitasi makanan merupakan suatu upaya pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk dapat membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat mengganggu kesehatan mulai dari sebelum makanan itu diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, penjualan sampai saat dimana makanan dan minuman itu dikonsumsi oleh masyarakat. Pengertian lain menyebutkan bahwa higiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan a.1. Pada observasi yang telah dilakukan pada Rumah Pemotongan Ayam GAMA CHICKEN merupakan salah satu industri peternakan dimana dilakukan pemotongan ayam hidup dan mengolah menjadi karkas ayam siap konsumsi umumnya pengendalian kondisi sa- nitasi lingkungan belum dilakukan dengan baik. a.2. Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah pengendalian terhadap empat faktor faktor tempat/bangunan, penyehatan peralatan, orang, makanan yaitu dan bahan makanan. Penyehatan makanan adalah upaya untuk mengendalikan empat faktor yaitu tempat, orang, alat, dan makanan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan. a.3. Pada inovasi produk yang buat perlu dilakukan analisis terhadap rangkaian kegiatan 6 (enam) prinsip higiene dan sanitasi makanan pemilihan bahan baku makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengangkutan makanan, penyimpanan makanan, serta penyajian makanan. B. Saran 1. Sebaiknya waktu untuk kunjungan lebih efektif. 2. Masih kurangnya penerapan prinsip-prinsip pada RPA yang telaah dikunjungi oleh praktikan. 3. Observasi yang dilakukan masih secara umum belum lebih ke definisinya. DAFTAR PUSTAKA Anonim.2011. Food Quality & Safety. http://vibizmanagement.com/journal/index/category/quality_management/ 113. Diakses pada tanggal 1 Maret 2013 pukul 22:45 Ardusher, Lora. 2005. HACCP & SANITATION in restaurant and food service operations. Atlantic Publising Group. USA Delle, Vialle. 2003. CODEX ALIMENTARIUS. Food and Agriculture Organization. Rome Leeuwis, Cees. 2009. Komunikasi untik Inovasi Pedesaan. Kanisius. Yogyakarta Saoarinto, Cahyo. 2006. BAHAN TAMBAHAN PANGAN. Kanisius. Yogyakarta ... View Full Document

End of Preview

Sign up now to access the rest of the document