Komplesi Sumur - 1 KOMPLESI DAN KERJA ULANG SUMUR OLEH MARGARETHA MARISSA THOMAS 071 11 227 Essay ini dibuat sebagai salah satu tugas mata kuliah

Komplesi Sumur - 1 KOMPLESI DAN KERJA ULANG SUMUR OLEH...

This preview shows page 1 - 3 out of 7 pages.

1 “KOMPLESI DAN KERJA ULANG SUMUR” OLEH : MARGARETHA MARISSA THOMAS ( 071. 11. 227 ) Essay ini dibuat sebagai salah satu tugas mata kuliah Komplesi dan Kerja Ulang Sumur (MPP 210). Essay ini berisi rangkuman materi komplesi dan kerja ulang sumur yang sudah dipelajari antara lain Teknik dan Perencanaan Penyelesaian Sumur, Perencanaan Perforasi, Cara Memproduksikan Sumur, Analisa Problema Sumur, Cara Merawat Sumur, dan Acidizing . Diharapkan dengan essay ini, mahasiswa dapat belajar dan semakin memahami tentang Komplesi dan Kerja Ulang Sumur. Pendahuluan Well Completion adalah pekerjaan tahap akhir atau pekerjaan penyempurnaan untuk mempersiapkan suatu sumur pemboran menjadi sumur produksi. Untuk mendapatkan hasil produksi yang optimum dan mengatasi efek negatif dari setiap lapisan produktif maka harus dilakukan pemilihan metode well completion yang tepat dan ukuran peralatan yang sesuai untuk setiap sumur. Tujuan dari well completion adalah mengatur aliran fluida dari formasi produktif dasar sumur ke permukaan sebaik mungkin, mengontrol gas dan water coning, meningkatkkan tingkat recovery, dan menjaga sumur tetap berproduksi. Teknik Perencanaan dan Penyelesaian Sumur Hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan yang dalam penyelesaian sumur adalah tekanan sumur (agar dapat ditentukan metode dan peralatan yang sesuai dengan pekerjaan penyelesaian sumur), batas minyak-air-gas , tebal lapisan (agar tidak salah menentukan interval perforasi, misalnya), permeabilitas yang bervariasi (agar dapat mengetahui seberapa besar laju alir sumur, dimana yang dominan adalah permeabilitas horizontal), dan completion fluid (completion fluid bukan lumpur dan ditempatkan di borehole akan agar sumur tidak mengalami blowout sewaktu diperforasi). Completion fluid berhubungan dengan jenisnya (biasanya digunakan NaCl / brine water), berat jenis (berat jenis completion fluid harus lebih besar dari tekanan reservoir agar sumur tidak blowout), dan volume completion fluid itu sendiri. Adapun terdapat tanda-tanda untuk mengetahui suatu lapisan yang akan dikomplesi memiliki potensi , antara lain terjadi drilling break (rate of penetration saat pengeboran naik secara tiba-tiba), berat jenis lumpur turun (mengindkasikan adanya kandungan gas di dalam lumpur), adanya kandungan hidrokarbon di dalam serbuk bor , dan kadar gas naik . Lapisan berpotensi juga dapat diketahui melalui data logging ,
Image of page 1
2 dimana hasil rekaman density log bernilai besar (mengindikasikan adanya fluida dalam batuan) sedangkan neutron log bernilai kecil (mengindikasikan adanya lapisan gas). Terlepas dari hal-hal diatas, suatu pekerjaan komplesi dapat saja gagal. Penyebab kegagalan komplesi antara lain formation damage (akibat adanya invasi mud filtrate ke dalam formasi batuan dan skin effect), kualitas dan tebal semen yang jelek dan tidak sesuai (compresibilitas semen kecil, sehingga pada saat perforasi bisa ada air yang ikut terproduksikan), komposisi batuan yang unconsolidated (sehingga pada saat perforasi, formasi bisa runtuh), posisi gun perforator
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 7 pages?

  • Spring '10
  • johor

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes