UNDIP-Desain Perkotaan dan Masyarakat - BAB I DESAIN...

Info icon This preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

BAB I DESAIN PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PENGANTAR Judul bab ini menyajikan sebuah dilema. Dilema ini disebabkan oleh pertentangan antara keinginan untuk menerapkan sebuah bentuk seni berdasarkan metode dan prinsip, sedangkan pada saat yang sama secara aktif melibatkan masyarakat dalam proses desain. Pertentangan ini dapat diringkas dengan ungkapan ‘profesionalisme vs populisme’. Yang Mulia Pangeran Charles terlibat dalam dilema ini dengan mendukung partisipasi publik dalam perencanaan dan arsitektur ketika melakukan advokasi, pada saat yang sama, sebuah bentuk desain klasik: ‘Bangunan harus mencerminkan harmoni, bagi arsiterktur sama halnya seperti bahasa. Anda tidak dapat menyusun kalimat yang baik dalam bahasa Inggris tanpa menguasai pengetahuan mendalam mengenai aturan-aturan dasar tata bahasa. Jika Anda mengabaikan prinsip-prinsip dasar tata bahasa terebut hasilnya janggal dan tidak harmonis. Arsitektur yang baik layaknya sopan santun dan mengikuti kaidah berlaku. Pemahaman bersama mengenai aturan sederhana akan membuat kehidupan beradab lebih baik.’ Kemudian beliau menulis: ‘Masyarakat harus rela terlibat dalam perbaikan lingkungan sekitar dari awal, akan tetapi partisipasi tidak dapat dipaksakan: harus dimulai dari hal kecil.’ Dalam setiap pertentangan antara pandangan ‘masyarakat’ dan ‘tenaga ahli’ mana yang diutamakan? Di Bath, dilema ini muncul ketika seseorang memiliki properti di The Crescent ingin mengecat dinding pintunya dengan warna kuning. Pandangan tenaga ahli menganggap bahwa semua pintu dalam karya hebat arsitektur perkotaan John Wood junior haruslah putih. Hukum dalam kasus ini menjunjung tinggi hak perseorangan untuk mengekspresikan pilihan dan selera masing-masing. Tujuan dari bab ini bukanlah untuk mengatasi dilema ini, namun untuk memperjelas dan menetapkan aturan-aturan dasar teoretis untuk menyertakan partisipasi publik kedalam proses desain perkotaan. Dilema tersebut tidak akan hilang, namun mungkin resolusi dari perdebatan yang ada akan mendorong sebuah desain kreatif. KERANGKA ANALITIS PARTISIPASI PUBLIK Desain perkotaan, atau seni bangunan kota, adalah metode dimana manusia menciptakan lingkungan yang memenuhi aspirasi dan mewakili dirinya. Teoretikus abad keenambelas dan arsitek, John Shute, mengibaratkan kota seperti sosok manusia: ‘Suatu kota haruslah seperti tubuh manusia sehingga harus dipenuhi dengan segala sesuatu yang memberikan kehidupan kepada manusia.’ Desain perkotaan, seperti seni arsitektur, adalah penggunaan pengetahuan teknologi untuk mengendalikan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sebagai kebutuhan sosial, ekonomi, politik, dan religius. Metode ini dipelajari dan digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan total program pembangunan kota. Kota tersebut adalah elemen budaya spiritual dan fisik masyarakat dan sesungguhnya merupakan salah satu ekspresi tertinggi dari budaya tersebut.
Image of page 1

Info icon This preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

Pokok studi dari desain perkotaan adalah nilai-nilai, aspirasi, kekuatan dan kemampuan manusia. Tugas pembangun kota adalah memahami dan mengungkap kebutuhan dan aspirasi
Image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.
  • Spring '16
  • Mr.Lambang

{[ snackBarMessage ]}

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern