BAB2_BLK_ SYARIAH (ok) - Perbankan Syariah di Indonesia...

Info icon This preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: Perbankan Syariah di Indonesia Perbankan Syariah di Indonesia Rekapitulasi Institusi Perbankan di Indonesia Oktober 2011 Rekapitulasi Institusi Perbankan di Indonesia Oktober 2011 Perbankan Syariah di Indonesia Pangsa pasar perbankan syariah saat ini telah mencapai 4,9% dari total aset perbankan di Indonesia pertumbuhan rata-rata aset industri perbankan syariah, telah mencapai ratarata 37,4% dalam 5 tahun terakhir. Dengan total aset sekitar 21 miliar dolar AS. Industri perbankan syariah memiliki hampir 13 juta rekening simpanan, dan kurang lebih didukung dengan 3000 jaringan kantor di seluruh Indonesia. sumber: OJK -2014 PENGERTIAN BANK SYARIAH BANK SYARIAH adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasar kan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Bank Umum Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. UNIT USAHA SYARIAH Unit Usaha Syariah, yang selanjutnya disebut UUS, adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu Bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan/atau unit syariah. SEJARAH PERBANKAN SYARIAH Sejarah singkat Internasional : Lembaga Keuangan Islam Mit Ghamr Bank (di Mesir) perintis pertama di tahun 1960an sangat berarti bagi perkembangan sistim finansial dan ekonomi islam ; Islamic Development Bank didirikan pada tahun 1975 Mulai tahun 1970an berdiri Bank-bank Islam di beberapa negara : Mesir, Sudan, Pakistan, Bangladesh, Turki, Malaysia dan Indonesia PERBANKAN SYARIAH di BERBAGAI NEGARA Pendirian Lembaga Keuangan/Bank Syariah di berbagai Negara : Uni Emirat Arab : th 1975 Dubai Islamic Bank ; Kuwait : th 1977 Kuwait Finance House Mesir : th 1978 Faisal Islamic Bank Pakistan : th 1979 sistim bunga dihapuskan Siprus : th 1983 Faisal Islamic Bank of Kibris (Cyprus) Malaysia : th 1983 Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) Turki : th 1984 Daar al Maal Islam-Faisal Financial Institution Indonesia : th 1992 Bank Muamalat Indonesia PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Latar belakang Pendirian Perbankan Syariah di Indonesia Umat Islam memandang perlunya layanan perbankan yanglebih baik dan adil (Bank Islam = bebas riba) 19-22 Agustus 1990 Lokakarya tentang Bank Islam di Cisarua, Bogor oleh MUI 22-25 Agustus 1990 dalam Munas IV MUI disepakati untuk mendirikan Bank Islam November 1991 didirikan PT BMI Maret 1992 BMI mulai beroperasi Oktober 1994 BMI menjadi Bank Devisa Setelah beroperasinya BMI, mulai bertumbuhan BPRS di berbagai wilayah Indonesia Dengan UU No. 10 th 1998, maka pada tahun 1999 mulai beroperasi Bank Syariah baik berbentuk Unit Usaha Syariah (Bank IFI cabang Syariah) maupun Bank Umum (Bank Syariah Mandiri) Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 1999 dibentuk Dewan Syariah Nasional (DSN) oleh MUI Fungsi DSN untuk melaksanakan tugas memajukan ekonomi ummat islam Tugas DSN : mengkaji, merumuskan nilai dan prinsip hukum islam untuk menjadi pedoman transaksi/implementasi di lembaga keuangan syariah MANAJEMEN BANK SYARIAH Pengertian Bank Syariah Tujuan dan Ciri-Ciri Bank Syariah Bank Syariah di Indonesia Perangkat dan Produk Bank Syariah PENGERTIAN BANK SYARIAH : Lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah. PRINSIP SYARIAH : Aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain, antara lain Mudharabah (Bagi hasil) , Musyarakah (Penyertaan Modal), Murabahah (Prinsip Jual Beli), Ijarah (Sewa Murni Titipan), dan Ijarah Wa iqtina (Pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain). TUJUAN BANK SYARIAH Karakteristik Bank Syariah Berdasarkan prinsip syariah Implementasi prinsip ekonomi islam dengan ciri : beroperasi atas dasar bagi hasil Kegiatan usaha untuk memperoleh imbalan atas jasa Tidak menggunakan “bunga” sebagai alat untuk memperoleh pendapatan Azas utama : kemitraan, keadilan, transparansi, dan universal. Tidak membedakan secara tegas, sektor moneter dan sektor riil. 13 CIRI- CIRI OPERASIONAL BANK SYARIAH : 1. Beban biaya yang disepakati bersama pada waktu akad perjanjian diwujudkan dalam bentuk jumlah nominal yang besarnya tidak kaku. 2. Menghindari penggunaan persentase dalam kewajiban pembayaran. 3. Dalam kontrak pembiayan proyek, bank syariah tidak menerapkan perhitungan berdasarkan keuntungan pasti yang ditetapkan dimuka 4. Pengerahan dana masyarakat dalam bentuk deposito tabungan oleh penyimpan dianggap sebagai titipan (alwadiah) 5. DPS bertugas untuk mengawasi operasionalisasi bank dari sudut syariahnya 6. Fungsi kelembagaan : selain menjembatani antara pihak pemilik dana dengan pihak yang membutuhkan dana, juga Fungsi Bank Syariah Fungsi Manager Investasi Investor Jasa Layanan Sosial Aplikasi Produk Penghimpunan dana : Prinsip wadiah & Mudharabah Penyaluran dana : Prinsip Jual beli :Murabahah Bagi hasil : Mudharabah, Musyarakah Produk Jasa : Wakalah, kafalah, hiwalah Dana Kebajikan : * Penghimpunan dan Penyaluran Qarrhul Hasan * Penghimpunan dan penyaluran ZIS 15 Perbedaan bank Syariah dengan Konvensional Bank Syariah Bank Konvensional Manager Investasi, Fungsi dan Kegiatan Intermediasi Investor, Jasa Keuangan,Jasa Keuangan Sosial Hubungan dgn Nasabah Kemitraan Pinjam meminjam 16 5 Perbedaan Bunga dengan Bagi Hasil No Bunga Bagi Hasil 1. Penentuan bunga dibuat sewaktu perjanjian tanpa berdasarkan kepada untung rugi Penentuan bagi hasil dibuat sewaktu perjanjian dengan berdasarkan kepada untung rugi 2. Dihitung berdasarkan modal yang ada Dihitung berdasarkan jumlah keuntungan/ hasil penjualan yang diperoleh 3. Pembayaran bunga tetap seperti perjanjian, tanpa mempertimbangkan apakah proyek yang dilaksanakan untung atau rugi Bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek, apabila mengalami kerugian maka akan ditanggung bersama. 4. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat walaupun jumlah keuntungan berlipat ganda Jumlah pemberian hasil meningkat sesuai dengan peningkatan keuntungan yang didapat. 5. Pembayaran bunga adalah haram Pembagian keuntungan adalah 17 halal. Perbandingan Operasi Bank Syariah dengan Bank Konvensional Pembayaran bagi hasilMenerima Pendapatan Shahibul Maal Mudharib Penghimpunan Dana Deposan Mudharib Penyaluran Dana Bank Nasabah / Debitur Menerima bunga tetap Membayar bunga tetap 18 BANK SYARIAH DI INDONESIA : Bank Muamalat Indonesia, beroperasi 1 Mei 1992 BPR Syariah dan Bank Umum Syariah PERANGKAT YANG DIGUNAKAN DALAM BANK SYARIAH : a. SBPU mudharabah b. Ba’i al-Dayn c. PUAS (Pasar Uang antar Bank Syariah) d.SWBI (Sertifikat Wadiah Bank Indonesia) STRUKTUR BANK SYARIAH : Bag. / Dept. Terkait DPS Direksi PRODUK BANK SYARIAH A. PENGHIMPUNAN DANA (SUMBER DANA) : * Al-Wadiah : titipan murni, * Al-Mudharabah : penyimpanan dana dengan tujuan utk pembiayaan mudharabah atau ijarah B. PENYALURAN DANA (KREDIT): * Jual Beli : Ba’i Al-Murabahah : tambahan keuntungan disepakati bersama Ba’i As-Salam : penyerahan uang terlebih dahulu Ba’i Al-Istishna : pembelian dengan uang muka * Sewa : Ijarah : sewa murni / sewa dengan penyerahan barang di akhir masa sewa (leasing) * Bagi Hasil : Al-Musyarakah : pembiayaan dan pengelolaan proyek bersama (modal ventura) Al-Mudharabah : pendanaan proyek dengan PBI PERBANKAN SYARIAH 1. 2. 3. PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 15 /PBI/2009 TENTANG PERUBAHAN KEGIATAN USAHA BANK KONVENSIONAL MENJADI BANK SYARIAH PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/PBI/2009 TENTANG UNIT USAHA SYARIAH PENDIRIAN BANK UMUM SYARIAH Proses pendirian BUS kurang lebih = BUK Modal Rp. 1 T Bentuk Hukum harus PT Harus ada DPS DEWAN PENGAWAS SYARIAH Dewan Pengawas Syariah wajib dibentuk di Bank Syariah dan Bank Umum Konvensional yang memiliki UUS. Dewan Pengawas Syariah diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia. Dewan Pengawas Syariah bertugas memberikan nasihat dan saran Kepada direksi serta mengawasi kegiatan Bank agar sesuai dengan Prinsip Syariah. Konversi BUK menjadi BUS Bank Konvensional dapat melakukan perubahan kegiatan usaha menjadi Bank Syariah. Perubahan kegiatan usaha Bank Konvensional menjadi Bank Syariah dapat dilakukan: a. Bank Umum Konvensional menjadi Bank Umum Syariah; b. BPR menjadi BPRS. BPR atau BPRS yang ingin menjadi Bank Umum Syariah harus mendirikan Bank Umum Syariah terlebih dahulu. Selanjutnya, seluruh hak dan kewajiban (asset and liabilities) BPR atau BPRS dialihkan kepada Bank Umum Syariah baru, kemudian izin usaha BPR atau BPRS dicabut atas permintaan bank (self liquidation). KONVERSI BUK - BUS Bank Konvensional yang akan melakukan perubahan kegiatan usaha menjadi Bank Syariah harus: a. menyesuaikan anggaran dasar; b. memenuhi persyaratan permodalan; c. menyesuaikan persyaratan Direksi dan Dewan Komisaris; d. membentuk DPS; dan e. menyajikan laporan keuangan awal sebagai sebuah Bank Syariah. KONVERSI BUK - BUS memiliki rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) paling kurang sebesar 8 % (delapan persen); dan Besarnya rasio KPMM didasarkan pada hasil penilaian Bank Indonesia. b. memiliki modal inti paling kurang sebesar Rp.100.000.000.000,00 (seratus milyar rupiah). Pendirian Unit Usaha Syariah Unit Usaha Syariah yang selanjutnya disebut UUS adalah unit kerja dari BUK yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu bank yang berkedudukan di luar negeri yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan/atau unit syariah; BUK yang akan melakukan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah wajib membuka UUS. Rencana pembukaan UUS harus dicantumkan dalam rencana bisnis BUK. Pendirian Unit Usaha Syariah (1) Pembukaan UUS hanya dapat dilakukan dengan izin Bank Indonesia. (2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk izin usaha. (3) Permohonan izin usaha UUS diajukan oleh Bank Umum Konvensional (BUK) dengan menggunakan format surat sebagaimana dimaksud dalam Lampiran 40 dan didukung dengan dokumen sebagai berikut: a. rancangan perubahan anggaran dasar, yang paling kurang memuat kegiatan usaha UUS sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundangundangan yang berlaku. b. identitas dan dokumen pendukung calon Direktur UUS C. Dst = izin BUS atau BUK Pendirian Unit Usaha Syariah Modal kerja UUS ditetapkan dan dipelihara paling kurang sebesar Rp 100.000.000.000,00 (seratus milyar rupiah). Yang dimaksud dengan “modal kerja” adalah dana bersih yang ditempatkan BUK pada UUS setelah dikurangi dengan penempatan UUS pada BUK, yang diperlakukan sebagai komponen modal untuk UUS. (2) Modal kerja UUS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disisihkan dalam bentuk tunai. Yang dimaksud dengan “tunai” adalah setoran dalam bentuk kas, bukan dalam bentuk tanah, gedung atau bentuk sejenis lainnya. Perbankan Syariah Peraturan Perundang-Undangan terkait usaha perbankan syariah: Undang-undang tentang Hak Tanggungan (UU No . 4/1996); berikut peraturan pelaksanaannya; Undang-undang tentang Fidusia (UU No. 42/1999) berikut peraturan pelaksanaannya; Peraturan Bank Indonesia (dahulu Surat Keputusan (SK) Direksi BI) Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) terkait dengan kegiatan usaha perbankan ; Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ; Kitab Undang-undang Hukum Dagang Dan peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan kegiatan usaha perbankan. Perbankan Syariah di Indonesia Kegiatan usaha perbankan syariah secara garis besar dapat dikelompokkan kedalam beberapa kegiatan : 1) Menghimpun dana dari masyarakat baik dalam bentuk Giro, Tabungan, Deposito, Sertifikat Deposito dan bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu ; Menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana ( surplus spending unit) kepada pihak yang memerlukan dana (deficit spending unit) Menerbitkan, menjual, membeli surat-surat berharga di Pasar uang Syariah Melakukan penyertaan modal dalam batas yang ditentukan Undang-undang dan Memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bertindak selaku investor, agent, Manajer Investasi dan lembaga sosial (menerima ZIS dan Wakaf Tunai) 2) 3) 4) 5) 6) KOMITE PERBANKAN SYARIAH Komite Perbankan Syariah, yang selanjutnya disebut Komite adalah forum yang beranggotakan para ahli di bidang syariah muamalah dan/atau ahli ekonomi, ahli keuangan, dan ahli perbankan, yang bertugas membantu Bank Indonesia dalam mengimplementasikan fatwa Majelis Ulama Indonesia menjadi ketentuan yang akan dituangkan ke dalam Peraturan Bank Indonesia. Majelis Ulama Indonesia, yang selanjutnya disebut MUI adalah wadah atau majelis yang menghimpun para ulama, tokoh masyarakat (zuama) dan cendekiawan muslim Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama, yang salah satu peran utamanya adalah sebagai pemberi fatwa (Mufti). Perbedaan antara Bank Syariah dan Konvensional Bank Syariah 1. Berdasarkan prinsip bagi hasil, jual beli atau sewa 2. Profit dan falah oriented. Falah: mencari kemakmuran dan kebahagiaan di akhirat. 3. Hubungan dengan nasabah dalam bentuk hubungan kemitraan 4. Penghimpunan dan penyaluran dana harus sesuai dengan fatwa Dewan Pengawas Syariah Bank Konvensional Memakai perangkat bunga Profit oriented Hubungan nasabah dalam bentuk kreditur debitur Tidak terdapat dewan yang sejenis 34 Perbandingan antara Bunga dan Bagi Hasil Bunga Bagi Hasil 1. Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan pedoman harus selalu untung. Penentuan besarnya resiko bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi 2. Besarnya presentase Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jumlah berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang keuntungan yang diperoleh dipinjamkan. 3. Pembayaran bunga tetap seperti yang dijanjikan tanpapertimbangan apakah proyek yang dijalankan oleh pihak nasbah untung atau rugi. Bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan sekiranya tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak. 4. Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan35 ...
View Full Document

{[ snackBarMessage ]}

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern