tokoh post modern - Tokoh-tokoh pemikiran kriminologi...

Info icon This preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
Tokoh-tokoh pemikiran kriminologi aliran post-modernisme 1. Jacques Lacan Jacques Lacan (1900-1981), merupakan tokoh kunci dari perkembangan analisis postmodern perancis. Kontribusi Lacan adalah bahwa suatu simbol (subjek) erat hubungannya dengan wacana dia yang berkontribusi pada pewacanaan . Pemikiran Lacan ini merusak konsep “individu” dalam pendekatan yuridis yaitu orang yang rasional. Bagi Lacan realitas manusia didasari oleh 3 tingkatan yang berpotongan yaitu the simbolik (bidang alam bawah sadar, wacana, hukum tertua), the imajiner (bidang konstruksi imajiner termasuk konsepsi diri dan orang lain), orde nyata (pengalaman hidup diluar dari simbolisasi akurat). Kontribusi yang besar Lacan ke budaya kontemporer adalah ajarannya tentang retorika "kinerja" dan "kognisi," melakukan dan mengetahui. "Revolusioner" dimensi pedagogi Lacan untuk Felman (1987) adalah dialogism dari performatif dan konstatif, bagaimana inpractice mereka merusak, mendekonstruksi, namun menginformasikan satu sama lain. Interaksi lakukan dan kehancuran membentuk dasar dinamis, Felman kata, psikoanalisis yang "kebaruan dapat dihilangkan", dan tak henti-hentinya me"revolusioner" alam. Membangun wawasan ini, Lacan telah menunjukkan harus adanya struktur seperti bahasa, karena perilaku manusia memanifestasikan interaksi dialektis pengalaman sadar dan bawah sadar, penulisan ganda yang yang berlaku di luar apa yang dapat pernah diketahui di saat itu. 2. Michel Foucault Foucault sangat dikenal karena karya-karya kritisnya mengenai institusi social peripheral (pinggiran), penjara, rumah sakit jiwa, kegilaan, ilmu-ilmu kemanusiaan, dan sejarah seksualitas. Pemikiran Foucault tentang kekuasaan, hubungan kuasa, pengetahuan dan diskursus serta arkeologi pengetahuan banyak di perbincangkan dalam kajian post-strukturalisme. Dalam bukunya the order of things;an archaeology of Human sciences (1966),Foucault membahas konsepsi sejarah dan memperkenalkan istilah genealogi sejarah, sebuah istilah yang di pengaruhi oleh gagasan genealogi Nietzsche. Menurut Foucault, genealogi sejarah adalah konsepsi sejarah yang secara sadar mendelegitimasi masa kini dan memisahkannya dari masa lalu. Tujuannya adalah untuk menghapuskan delegitimasi masa kini sehingga dapat menemukan perbedaan khas masa lalu dan masa kini. Ketika teknologi kekuasaan masa lalu di uraikam secara rinci , maka asumsi- asumsi masa kini yang memandang masa lalu sebagai “ irasional” akan runtuh. Dalam bukunya yang lain madness and insanity; History of madness in the classical age (1961) Foucault meneliti sejarah kegilaan dan peradaban masyarakat barat. Menurut Foucault kegilaan sebenarnya memiliki sumbangan tersendiri terhadap peradaban barat. Berdasarkan pnelitian yang dilakukannya, menurut Foucault, genealogi kegilaan sejak abad ke -17 M memperlihatkan telah terjadinya praktik pemenjaraan moral yang dilakukan melalui mekanissme disiplin dan penghukuman orang-orang gila. Penghukuman orang-orang gila, sejatinya bukan sekedar pemenjaraan fisik semata , namun lebih dari itu adalah sebuah praktik pemenjaraan moral.
Image of page 1

Info icon This preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

{[ snackBarMessage ]}

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern