LAPORAN_PRAKTIKUM_modul_3.docx

LAPORAN_PRAKTIKUM_modul_3.docx - LAPORAN PRAKTIKUM...

Info icon This preview shows pages 1–4. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA 2 Modul Praktikum: Digital IC’S: Binary Addition and Full Adder Nama : Veryanta NPM : 1306442965 Rekan Kerja : Venty Prawitasari Kelompok : 11 Hari : Senin Tanggal : 9 Maret 2014 Modul Ke : 3 Laboratorium Elektronika Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia Depok 2015
Image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
DIGITAL IC’S: BINARY ADDITION AND THE FULL ADDER A. TUJUAN 1. Mempelajari aturan penambahan biner 2. Mengkonversi blangan decimal ke biner dan sebaliknya 3. Mengeksplor keunikan gerbang OR Eksklusif 4. Membangun full adder dengan peralatan logika IC B. INFORMASI DASAR BILANGAN BINER System biner aritmatika hanya menggunakan 2 simbol (0 dan 1) untuk menggambarkan semua besaran. System ini banyak digunakan pada computer karena 0 dan 1 menggambarkan 2 besaran sirkuit digital. Penghitungan dimulai pada system biner yang sama caranya dengan system digital dengan 0 untuk nol dan 1 untuk 1. Pada system biner tidak ada symbol yang mewakili 2. Oleh sebab itu, langkah yang sama pasti diambil ketika 2 di system biner yang diwakili dengan 10 pada system decimal: penting untuk meletakkan 1 di kiri dan 0 di kanan, bermula dengan 0 di posisi sebenarnya. Table 44-1 adalah daftar nomor yang menunjukkan decimal dan biner. Bentuk bilangan biner tidak di desain untuk satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dst, seperti system decimal, makanya bentuk 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, dst dibaca dari kanan ke kiri dengan posisi paling jauh ke 1 kanan. Table 44-2 menunjukkan kuantitas decimal lainnya dan ekuivalensinya dalam bentuk biner. Ingat bagaimana posisi penomoran dari kanan ke kiri. Nilai ini ditemukan dengan meningkatkan radix basis (2) dengan mempangkatkan nilai yang ekuivalen ke posisi penomoran sebenarnya. Digit biner paling kecil disebut least significant bit (LSB) merupakan digit binner posisi 0. Pemberatnya 2 0 =1, 2 1 =2, 2 2 =4, dst. Ingat bahwa setiap pemberat merupakan kelipatan 2x dari pemberat awal. Mengkonversikan nilai biner ke decimal diperoleh dengan mengalikan pemberat setiap digit dengan nilai 1 dan 0pada posisinya. Hasilnya ditambahkan untuk menghasilkandecimal akhir yang ekuivalen dengan nomor biner aslinya. Contoh, konversikan 110101 ke decimal! Ada 6 digit biner dengan LSB paling kanan 1, lalu 2, 4, 8, 16 dan terakhir 32. Untuk mengkonversikannya ke bentuk decimal, tambahkan pemberat dan posisikan nilainya: 1 x 32 = 32 1 x 16 = 16 1 x 8 = 0 1 x 4 = 4
Image of page 2
0 x 2 = 0 1 x 1 = 1 R = 53 Maka, 110101 2 = 53 10 . Subscript menunjukkan nilai basis sisitem penomoran digunakan untuk setiap penomoran (2 untuk biner dan 10 untuk decimal) Table 44-1. Penomoran biner dan decimal. decimal biner decimal biner 0 0 6 110 1 1 7 111 2 10 8 1000 3 11 9 1001 4 100 10 1010 5 101 11 1011 Table 44-2. Penomoran decimal dan binernya yang ekuivalen Biner Decima l 256 128 64 32 16 8 4 2 1 34 1 0 0 0 1 0 15 1 1 1 1 225 1 1 1 0 0 0 0 1 75 1 0 0 1 0 1 1 Metode yang digunakan untuk mengkonversikan penomoran decimal ke biner yang ekuivalen disebut pembagian dan sisa. Bagi nilai decimall sebenarnya dengan 2, nilai basis biner. Hasilnya dibagi lagi dengan 2. Sisanya merupakan bit biner selanjutnya. Hasil yang dibagi kemudian dibagi lagi oleh nilai basis dengan sisanya menjadi bit biner ketiga. Hal ini
Image of page 3

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
Image of page 4
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

{[ snackBarMessage ]}

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern