C4.pdf - M a n a j e m e n K e u a n g a n | 75 Bab 4...

This preview shows page 1 - 3 out of 15 pages.

M a n a j e m e n K e u a n g a n | 75 Universitas Gunadarma | ATA 2015/2016 Dosen : Ardiprawiro, S.E., MMSI Bab 4 Analisa Biaya Modal dan Struktur Modal Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan mengenai teori dan hitungan serta pembuatan grafik dari analisa biaya modal dan struktur modal onsep “ cost of capital ” (biaya penggunaan modal atau biaya modal) merupakan konsep yang sangat penting dalam pembelanjaan perusahaan. Setiap perusahaan selalu membutuhkan dana untuk membiayai operasi perusahaan. Konsep ini dimaksudkan untuk dapat menentukan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh dana dari suatu sumber. Dana yang digunakan oleh perusahaan bisa dipenuhi dari pemilik berupa modal sendiri maupun pinjaman pihak lain atau hutang. Konsep biaya modal erat hubungannya dengan konsep mengenai pengertian tingkat keuntungan yang disyaratkan ( required rate of return ). Tingkat keuntungan yang disyaratkan sebenarnya dapat dilihat dari dua pihak yaitu dari sisi investor dan perusahaan. Dari sisi investor, tinggi rendahnya required rate of return merupakan tingkat keuntungan ( rate of return ) yang mencerminkan tingkat risiko dari aktiva yang dimiliki. Sedangkan bagi perusahaan yang menggunakan dana (modal), besarnya required rate of retun merupakan biaya modal ( cost of capital ) yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan modal tersebut. 1. Definisi Biaya Modal Biaya modal ( cost of capital ) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan. Pada umumnya orang menganggap bahwa biaya modal yang berasal dari hutang yang dipinjam dari bank hanya berupa tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank dalam kontrak perjanjian hutang ( contractual interest ). Hal ini benar kalau jumlah uang yang diterima sama besarnya dengan jumlah nominal utangnya. Tetapi, dalam kenyataannya seringkali dijumpai bahwa penerima kredit harus membayar biaya administrasi, biaya asuransi, dan sebagainya. Biaya-biaya tersebut sering tidak dicantumkan dalam perjanjian kredit sehingga terjadi jumlah uang yang diterima itu lebih kecil daripada jumlah nominal utangnya. Misalnya, Tuan A akan meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000 dengan bunga 2% per bulan untuk waktu 6 bulan. Biaya administrasi dan biaya lainnya Rp. 50.000. Dari contoh ini, sebenarnya biaya untuk memperoleh modal pinjaman tersebut adalah biaya bunga ditambah biaya administrasinya yaitu (2% x 6 bulan x Rp. 1.000.000) + Rp. 50.000 = Rp. 170.000. Biaya modal per bulan = (Rp. 170.000 : Rp. 1.000.000) : 6 = 0,0283 atau 2,83%. Biaya sebesar 2,83% inilah sebagai biaya modal yang secara riil dibayar perusahaan. Namun sekarang coba kita hitung biaya modal pinjaman tanpa ditambah biaya administrasinya yaitu 2% x 6 bulan x Rp. 1.000.000 = Rp. 120.000. Biaya modal per bulan = (Rp. 120.000 : Rp. 1.000.000) : 6 = 0,02 atau 2%. Dengan demikian biaya modal dari K
M a n a j e m e n K e u a n g a n | 76 Universitas Gunadarma | ATA 2015/2016 Dosen : Ardiprawiro, S.E., MMSI

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture