KELOMPOK 6 SAP 6 _ EKA 437 B2.docx - AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN SAP 6 EKA 437 B2 Kelompok 6 Koming Ayu Trianna Dewi(1607531115 13 Komang Ayu Anggarita

KELOMPOK 6 SAP 6 _ EKA 437 B2.docx - AKUNTANSI KEUANGAN...

This preview shows page 1 - 4 out of 19 pages.

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN SAP 6 EKA 437 B2 Kelompok 6 : Koming Ayu Trianna Dewi (1607531115 / 13) Komang Ayu Anggarita Fajar Utami (1607531117 / 14) Ni Kadek Ayu Semitayani (1607531120 / 15) Putu Laksmi Puspita Yanti (1607531148 / 23) I Made Gaura Hari Jaya (1607531161 / 28) AKUNTANSI REGULER FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2018
Image of page 1
BIAYA PENGIRIMAN Biaya pengiriman barang ke lokasi akhir penjualan merupakan elemen penting bagi biaya persediaan barang dan harga pokok penjualan. Ongkos kirim dari kantor pusat ke cabang harus dimasukkan dalam perhitungan persediaan cabang dan harga pokok penjualan. Misalkan barang dagangan dikirim dari kantor pusat ke cabang senilai 125% dari harga pokok Rp 10.000.000, dan kantor pusat membayar ongkos kirim sebesar Rp 500.000. Berikut ini ayat jurnal yang harus dibuat pada buku kantor pusat dan cabang : Buku Kantor Pusat Cabang Rp 13.000.000 Pengiriman ke Cabang Rp 10.000.000 Laba sebelum direalisasi cabang 2.500.000 Kas 500.000 (Mencatat Pengiriman ke Cabang) Buku Kantor Cabang Pengiriman dari kantor pusat Rp 12.500.000 Biaya Pengiriman 500.000 Kantor Pusat Rp 13.000.000 (Untuk mencatat penerimaan barang dari kantor pusat) Apabila setengah dari barang tersebut tidak terjual pada akhir tahun, penjualan cabang dilaporkan sejumlah Rp 6.500.000, dan persediaan cabang dihargai 6Rp 6.250.000 (harga pokok) ditambah ongkos kirim Rp 250.000. Persediaan cabang dan harga pokok penjualan cabang juga dilaporkan dalam jumlah yang sama apabila yang membayar ongkos kirim adalah cabang, bukan kantor pusat. Tetapi pembebanan ongkos kirim itu tidak dicatat pada buku kantor pusat. Jika terjadi pembebanan ongkos kirim tambahan akibat pengiriman dari kantor pusat ke cabang atau pengiriman antarcabang, maka biaya tersebut tidak boleh dimasukkan dalam biaya persediaan. Kalua cabang mengembalikan setengah dari persediaannya yang diterima dari kantor pusat karena rusak atau kekurangan persediaan di kantor pusat, maka biaya persdiaan kantor pusat tidak boleh dimasukkan ongkos kirim yang dibebankan ke atau dari cabang. Asumsikan cabang memberi Rp 250.000 untuk mengembalikan setengah dari barang dagangan ke kantor pusat, jurnal pada kantor pusat dan cabang adalah: Buku Cabang Kantor Pusat Rp 6.750.000 Pengiriman dari Kantor Pusat Rp 6.250.000 Biaya pengiriman 250.000 1
Image of page 2
Kas 250.000 (Mencatat Pengembalian Barang ke Kantor Pusat) Buku Kantor Pusat Pengiriman ke cabang Rp 5.000.000 Laba belum direalisasi cabang 1.250.000 Kerugian pembebanan biaya pengiriman yang berlebih 500.000 Kantor Pusat Rp 6.750.000 (Untuk mencatat pengembalian barang dari cabang) JURNAL UNTUK MENCATAT PENGIRIMAN KE CABANG SOLO Buku Kantor Pusat Cabang Solo Rp 52.000.000 Pengiriman ke Cabang Solo Rp 50.000.000 Kas 2.000.000 (Mencatat Pengiriman ke Cabang Solo) Buku Kantor Cabang Solo Pengiriman dari kantor pusat Rp 50.000.000 Biaya Pengiriman 2.000.000 Kantor Pusat Rp 52.000.000 (Untuk mencatat penerimaan barang dari kantor pusat) JURNAL UNTUK MENCATAT TRANSFER DARI CABANG SOLO KE MADIUN Buku Kantor Pusat Cabang Madiun Rp 51.800.000 Kerugian pembebanan biaya pengiriman 1.400.000 Pengiriman ke Cabang Solo 50.000.000 Cabang Solo Rp 53.200.000 Pengiriman ke Cabang Madiun 50.000.000 (Mencatat transfer barang dagangan dari cabang solo ke cabang madiun) Buku Cabang Solo
Image of page 3
Image of page 4

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture