Translate kasus.docx - Brian spaly dan andy dunn di stanford gsb teman sekelas ini meluncurkan perusahaan pakaian pria Dinamai bonobos Setelah lulus

Translate kasus.docx - Brian spaly dan andy dunn di...

This preview shows page 1 - 3 out of 6 pages.

Brian spaly dan andy dunn , di stanford gsb teman sekelas , ini meluncurkan perusahaan pakaian pria. Dinamai bonobos , Setelah lulus pada tahun 2007 .Misi mereka adalah untuk menyediakan celana yang lebih cocok untuk pria. Setelah dua tahun sukses dengan menjual celana , pada bulan maret 2010 , tim menemukan bahwa apa yang telah pelanggan meminta produk pilihan lainnya. Mereka ingin kemeja dan aksesoris termasuk tas , sepatu , dan sabuk .Tantangannya bonobo ialah untuk meluncurkan usaha baru dan mengkomunikasikan ke pelanggan yang sudah ada .Itu perlu untuk menyebarkan berita yang bonobos tidak hanya tentang celana tetapi, secara lebih luas tentang produk-produk berkualitas untuk pria. Dunn khawatir bahwa menawarkan produk lain akan menurunkan penjualan celana bonobos yang sudah mereka bangun secara sukses dan cepat.Ia juga percaya bahwa pria melihat kategori spesifik melalui kualitas. Dengan kata lain , orang mungkin membeli sebuah kendaraan bmw karena mengetahui kualitasnya reputasi tentu kamu kemungkinan lebih kecil untuk membeli sebuah bmw arloji atau mesin faks.
Image of page 1
Ketika kebanyakan perusahaan mengambil role model ketika memberikan layanan. -Perusahaan menentukan apa yang akan ditawarkan ke pelanggan-, Bonobos menyadari bahwa apa yang bonobos tawarkan ke pelanggan dapat memiliki kesuksesan yang besar ketika bertindak sebagai kurator, mempresentasikan pakaian dan aksesoris yang sangat menarik bagi pelanggan dan mengumpulkan masukan dari apa yang kita tawarkan. Ketika mengevaluasi gambaran besar dari perusahaan pakaian, Dunn mencatat bahwa kebanyakan perusahaan melakukan tidakan yang ekstrim: seperti Ralph Lauren, perusahaan pakaian yang menjual barang yang dipercayai sesuai dengan customers inginkan, dan akhir lainnya, adalah “threadless”, perusahaan kaos yang mempersilahkan konsumen untuk merancang dan mendesain lalu menjual desain yang paling populer. Dunn menjelaskan bahwa ada GAP ditengah pada perusahaan yang mengambil masukan tetapi melalukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan konsumen dengan sendirinya. Untuk mengisi kekosongan ini, Bonobos mendirikan sebuah platform yang berbasis komunitas yang digerakan oleh pelanggan dengan mengakses melalui media sosial, komentar, dan perilaku pembelian, yang memiliki efek terhadap penawaran kepada pelanggan. Team merchandise Bonobos ingin menentukan produk mana yang dapat mereka jual. Ketika Bonobos memulai untuk menambahkan produk di situs mereka, beberapa yang mana disarankan dan diminta oleh pelanggan, tujuannya mengembangkan dari masalah celana pria untuk memecahkan masalah penjualan untuk pria. Bonobos ingin melanjutkan “primary label” yang ditawarkan dalam situs, tetapi Bonobos.com dapat menyediakan tempat untuk produk bagus yang ditawarkan oleh merk lainnya. Bonobos.com ingin menyederhanakan proses pembelian tidak hanya untuk celana tetapi juga untuk beberapa kategori pakaian pria yang lain. Bonobos.com ingin memberikan akses kepada produk yang sering dibuat oleh
Image of page 2
Image of page 3

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture