variabel lain buka.pdf - BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Landasan...

This preview shows page 1 - 4 out of 15 pages.

11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Kontingensi Teori kontingensi dalam kepemimpinan pemerintah adalah salah satu teori yang berdasarkan pada tiga hal yakni hubungan atasan dengan bawahan, orientasi tugas dan wibawa pimpinan (Fiedler, 1967). Teori kontingensi dari Fiedler adalah teori yang membahas gaya kepemimpinan yang bergantung pada situasi organisasi tersebut. Karakteristik situasi kepemimpinan yang paling penting terdapat dalam tiga variabel, yaitu: a. Leader-Member Orientation Yaitu hubungan pribadi antara pemimpin dengan para anggotanya. Jika sebuah organisasi memiliki situasi leader-member orientation yang baik, itu berarti anggota menyukai, mempercayai, dan menghargai pemimpin. Hal ini dianggap efektif dalam kepemimpinan sebuah organisasi. b. Task Structure Yaitu tingkat struktur tugas yang diberikan oleh pemimpin untuk dikerjakan oleh anggota organisasi. Semakin terstrukturnya tugas maka pemimpin akan semakin memiliki pengaruh besar dalam sebuah organisasi. c. Kekuasaan Jabatan
12 Yaitu tingkat hukuman, penghargaan, kenaikan pangkat, disiplin, teguran yang dapat diberikan pemimpin kepada anggotanya. Pemimpin mempunyai kekuasaan besar dalam sebuah organisasi apabila ia mampu memberikan penghargaan dan menjatuhkan hukuman bagi yang melakukan kesalahan. Pemimpin harus memahami apa yang diinginkan bawahannya dalam kondisi tertentu dan menyesuaikan gaya kepemimpinan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Teori ini memandang pimpinan itu fleksibel dalam memilah gaya kepemimpinan tertentu dari empat kemungkinan sebagai berikut: a. Pimpinan direktif b. Pimpinan suportif c. Pimpinan partisipatif d. Pimpinan yang orientasi pada prestasi Pendekatan pimpinan dalam memimpin pegawai dengan memberikan pekerjaan yang menantang dengan mengharapkan mereka mampu melaksanakan pekerjaan tersebut. Selama pegawai ingin mencapai pekerjaannya, seorang pemimpin bebas dalam memimpin organisasinya. Hayes (1977) menyebutkan aspek kontingensi utama dari evaluasi kinerja yaitu struktur internal dan fungsi sub unit. Sifat tugas yang dijalankan, jenis individu, hubungan interpersonal, dan keahlian untuk mengukur fungsi cenderung bervariasi dengan jenis sub unit. Efektivitas
13 kepemimpinan ditentukan oleh kesesuaian antara gaya kepemimpinan dengan keharmonisan situasinya. 2. Budaya Organisasi Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara karyawan dalam berperilaku, cara mengilustrasikan pekerjaan, dan cara bekerja dengan karyawan lain. Dalam setiap organisasi, budaya organisasi selalu diharapkan baik, karena baiknya budaya organisasi akan berhubungan dengan berhasil atau tidaknya sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya. Budaya organisasi yang positif akan mendorong sebuah organisasi ke arah yang lebih baik. Sedangkan, budaya organisasi yang negatif akan memberikan dampak yang buruk bagi sebuah organisasi.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture