S2-2015-342113-introduction (2).pdf

S2-2015-342113-introduction (2).pdf - BAB I PENDAHULUAN...

This preview shows page 1 - 3 out of 8 pages.

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan suatu model penilaian aset yang menjelaskan mengenai hubungan risiko dan harapan pengembalian ( expected return ) pada tiap aset yang berada di pasar modal pada keadaan seimbang ( equilibrium ). CAPM pertama kali diperkenalkan oleh Sharpe, Lintner, dan Mossin pada pertengahan tahun 1960-an. Model CAPM merupakan suatu model untuk menghitung ekspektasi return saham portofolio yang didasari oleh teori portofolio Markowitz. Bentuk standar CAPM dikembangkan secara terpisah oleh Sharpe (1964), Lintner (1965), dan Mossin (1966), yang dikenal dengan nama CAPM Sharpe-Lintner-Mossin. Model CAPM ini menyatakan bahwa return saham hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja, yaitu faktor risiko pasar. CAPM merupakan salah satu bagian penting pada kegiatan investasi dewasa ini. Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, CAPM dianggap sebagai model yang sesuai untuk menjadi model penilaian harga aset meskipun belum ada yang bisa memberikan konsistensi akan hasil uji empiris terhadap model ini. Beberapa penelitian empiris mengenai CAPM telah dilakukan sejak dahulu. Meskipun penelitian-penelitian mengenai CAPM telah banyak muncul, tetapi hasil penelitian- penelitian tersebut belum menemukan konsistensi hasil. Pada tahun 1991 Chang melakukan penelitian untuk menguji market model dan membandingkan dengan
Image of page 1

Subscribe to view the full document.

2 multifactor model . Ia menemukan bahwa market model mengungguli multifactor model yang diuji dengan variabel makro dalam menjelaskan return saham. Penelitian dari Harris dkk (2003) mencoba untuk membandingkan model CAPM dengan CAPM global dan hasilnya menyatakan bahwa CAPM satu faktor masih tetap mengungguli model CAPM yang telah dimodifikasi lainnya. Melanjutkan penelitian tersebut, Turner (2010) menunjukkan bahwa CAPM masih menjadi pendekatan yang paling dipercaya dalam menilai return saham. Ia yakin bahwa faktor-faktor seperti yang ditunjukkan dalam model Fama dan French serta Titman sudah menjadi bagian dari faktor tunggal dalam CAPM, yaitu risiko pasar. Selanjutnya, Kan dkk (2013) mencoba untuk menguji validitas beberapa model penetapan harga dengan membandingkan nilai cross-sectional R 2 , hasil membuktikan bahwa Intercontemporal-CAPM adalah model yang terbaik di antara model lainnya. Meskipun berbagai penelitian terdahulu membuktikan bahwa CAPM merupakan model yang valid, tetapi terdapat pula hasil bertentangan yang ditunjukkan dalam beberapa penelitian. Dalam penelitian Fama dan French (1996), mereka mengatakan bahwa hubungan beta dan return adalah lemah dan beta tidak cukup untuk menjelaskan return rata-rata. Selanjutnya, penelitian Blume dan Friend (1973) mencoba meneliti return dengan menggunakan CAPM dan hasilnya adalah penolakan teori CAPM dalam menjelaskan return
Image of page 2
Image of page 3
  • Fall '14

{[ snackBarMessage ]}

Get FREE access by uploading your study materials

Upload your study materials now and get free access to over 25 million documents.

Upload now for FREE access Or pay now for instant access
Christopher Reinemann
"Before using Course Hero my grade was at 78%. By the end of the semester my grade was at 90%. I could not have done it without all the class material I found."
— Christopher R., University of Rhode Island '15, Course Hero Intern

Ask a question for free

What students are saying

  • Left Quote Icon

    As a current student on this bumpy collegiate pathway, I stumbled upon Course Hero, where I can find study resources for nearly all my courses, get online help from tutors 24/7, and even share my old projects, papers, and lecture notes with other students.

    Student Picture

    Kiran Temple University Fox School of Business ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    I cannot even describe how much Course Hero helped me this summer. It’s truly become something I can always rely on and help me. In the end, I was not only able to survive summer classes, but I was able to thrive thanks to Course Hero.

    Student Picture

    Dana University of Pennsylvania ‘17, Course Hero Intern

  • Left Quote Icon

    The ability to access any university’s resources through Course Hero proved invaluable in my case. I was behind on Tulane coursework and actually used UCLA’s materials to help me move forward and get everything together on time.

    Student Picture

    Jill Tulane University ‘16, Course Hero Intern