Lapres Perendaman Biji Kecambah.docx - A Rumusan Masalah...

This preview shows page 1 - 3 out of 14 pages.

A. Rumusan Masalah Pada praktikum ini, rumusan masalah yang akan dibahas adalah bagaimana pengaruh lama perendaman biji cabai rawit ( Capsicum annuum ) dalam air terhadap kecepatan perkecambahan biji? B. Tujuan Tujuan percobaan pada praktikum ini adalah mengetahui pengaruh lama perendaman biji cabai rawit ( Capsicum annuum ) dalam air terhadap kecepatan perkecambahan biji. C. Hipotesis H a = Terdapat pengaruh lama perendaman biji cabai rawit ( Capsicum annuum ) dalam air terhadap kecepatan perkecambahan biji. H 0 = Tidak terdapat pengaruh lama perendaman biji cabai rawit ( Capsicum annuum ) dalam air terhadap kecepatan perkecambahan biji. D. Kajian Pustaka Pengertian Perkecambahan Perkecambahan dapat diartikan sebagai proses pengaktifan kembali aktivitas pertumbuhan sumbu embrio ( embryonic axis ) di dalam biji yang berhenti untuk kemudian membentuk bibit ( seedling ). Pada embrio yang sangat muda sel-selnya hampir sama bentuk dan ukuran belum terdiferensisasi. Sel-sel ini membelah berulang-ulang kemudian mengalami pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi beberapa waktu, akhirnya akan kelihatan organ-organ permulaan yang belum sempurna seperti akar, batang dan daun (Firdaus, dkk, 2006). Perkecambahan biji tidak hanya dipengaruhi oleh suhu, tapi juga (bergantung pada spesies) dipengaruhi oleh cahaya, pemecahan kulit biji agar radikula dapat menerobos keluar dan oksigen dan/atau air dapat masuk, penghilangan zat penghambat kimiawi, dan pematangan embrio (Salisbury, 1995). Gejala luar pertama dari perkecambahan adalah pecahnya testa didaerah mikrofil dan dari situ muncul radikula yang kemudian menancap ke tanah dan menjadi akar (Loveless, 1987). Air yang memegang peranan yang penting dalam proses perkecambahan biji dan kehidupan tumbuhan. Fungsi air pada perkecambahan biji adalah untuk melunakkan kulit biji. Air yang masuk secara imbibisi akan melunakkan biji dan menyebabkan pengembangan embrio dan endosperm (Firdaus, dkk. 2006). Penyerapan air melalui imbibisi dan osmosis merupakan proses yang pertama terjadi pada perkecambahan diikuti dengan pelunakan biji. Selanjutnya embrio dan endosperm akan membengkak sehingga mendesak kulit biji yang sudah lunak sampai pecah. Makanan cadangan yang disimpan dalam biji adalah berupa selulosa, pati, lemak dan protein. Sumber energi ini pada monokotil terdapat dalam endosperm dan pada dikotil terdapat kotiledon. Makanan ini berupa senyawa kompleks bermolekul besar, tidak dapat diangkut kedaerah sumbu embrio, sehingga tidak dapat dimanfaatkan langsung oleh titik tumbuh untuk pembentukan protoplasma baru. Oleh sebab itu, zat ini harus dipecah dahulu menjadi senyawa sederhana, yang larut dalam air sehingga dapat diangkut. Proses perombakan
Image of page 1
senyawa ini dapat terjadi dengan bantuan enzim-enzim pencernaan yang terdapat dalam biji yang mnguraikan pati dan hemiselulosa menjadi gula, lemak menjadi asam lemak dan gliserol serta protein menjadi asam amino. Hasil rombakan ini larut dalam air sehingga mudah untuk di angkut (Salisbury, 1995).
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 14 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture