Pengaruh Mutagen Kimia EMS (Ethyl Methane Sulphonate) Terhadap Daya Berkecambah Benih Tanaman Tembak

  • No School
  • AA 1
  • Xiaojinyu120
  • 4

This preview shows page 1 - 2 out of 4 pages.

JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 6, No.2, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) E 89 Abstrak Penyediaan benih bermutu merupakan permasalahan dalam peningkatan produksi tembakau. Induksi mutasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas yang baik. Beberapa penelitian mengenai penggunaan mutagen kimia EMS ( Ethyl Methane Sulphonate ) menunjukkan pengaruh terhadap perkecambahan benih tanaman sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap daya berkecambah benih tanaman tembakau. Beberapa variasi konsentrasi EMS yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,1%, 0,5%, 1%, dan 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mutagen EMS berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah benih tembakau. Perlakuan EMS dengan konsentrasi 1% dan 1,5% menunjukkan penurunan daya kecambah benih. Kata Kunci Benih tembakau, Daya kecambah, Induksi mutasi, Mutagen EMS . I. PENDAHULUAN ANAMAN tembakau ( Nicotiana tabacum ) merupakan salah satu komoditi perdagangan yang mampu menghasilkan cukai terbesar, menghasilkan devisa dan menyerap tenaga kerja yang relatif besar untuk aktivitas produksi dan pemasarannya. Tembakau memberikan pendapatan negara dari cukai rata-rata 43 trilyun/tahun [1]. Indonesia juga merupakan salah satu dari sepuluh besar negara produsen daun tembakau, yang memberikan kontribusi sekitar 2,3% suplai dunia [2]. Pentingnya peran tembakau terhadap perekonomian negara menyebabkan kebutuhan produksi tembakau semakin meningkat. Peningkatan produksi tembakau perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas tanaman tembakau sehingga tembakau produksi lokal dapat laku di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Untuk mendukung perekonomian negara melalui perdagangan dan ekspor tembakau, maka diperlukan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas yang baik. Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul sangat menentukan keberhasilan peningkatan produksi tanaman [3]. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan tembakau rakyat diantaranya adalah penyediaan benih bermutu [4]. Pada umumnya, petani tembakau mendapat benih dari tanaman tembakau itu sendiri dan disimpan pada tempat yang kurang memenuhi syarat dengan kelembaban ruangan yang tinggi saat musim hujan. Hal ini menyebabkan rendahnya mutu benih yang dimiliki oleh petani. Penggunaan benih dengan daya berkecambah yang rendah akan meningkatkan biaya penyulaman dan harga benih serta pertumbuhan tanaman tidak merata sehingga produksi tidak optimal dan mutunya rendah [5]. Benih tembakau dikatakan memenuhi syarat standar mutu jika memiliki daya berkecambah lebih dari 80% [6]. Upaya mendapatkan varietas unggul baru dalam pemuliaan tanaman dapat dilakukan melalui introduksi, hibridisasi, induksi mutasi dan rekayasa genetika [7]. Diantara cara-cara tersebut mutasi merupakan salah satu cara yang dipandang paling murah dan cepat dalam upaya peningkatan keanekaragaman genetik tanaman. Induksi mutasi dapat dilakukan dengan menggunakan mutagen fisik atau kimiawi.
Image of page 1
Image of page 2

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 4 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture