KUALITATIF KERANGKA PEMIKIRAN bu yani UAS.rtf - A Latar Belakang Masalah Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini handphone atau ponsel bukanlah

KUALITATIF KERANGKA PEMIKIRAN bu yani UAS.rtf - A Latar...

This preview shows page 1 - 3 out of 14 pages.

A. Latar Belakang Masalah Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, handphone atau ponsel bukanlah barang asing bagi siapapun. Bahkan, anak-anak kecil pun sudah banyak yang bermain dengan handphone. Dari hasil survey kominfo pada tahun 2014 ditemukan fakta bahwa Menurut data terbaru, setidaknya 30 juta anak-anak dan remaja di Indonesia merupakan pengguna internet, dan media digital saat ini menjadi pilihan utama saluran komunikasi yang mereka gunakan. Hasil studi menemukan bahwa 80 % responden yang disurvei merupakan pengguna internet, dengan bukti kesenjangan digital yang kuat antara mereka yang tinggal di wilayah perkotaan dan lebih sejahtera di Indonesia, dengan mereka yang tinggal di daerah perdesaan (dan kurang sejahtera). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta dan Banten, misalnya, hampir semua responden merupakan pengguna internet. Sementara di Maluku Utara dan Papua Barat, kurang dari sepertiga jumlah responden telah menggunakan internet. Studi ini merupakan yang pertama diantara penelitian sejenisnya, dengan keunikan data pada golongan anak dan remaja yang belum pernah menggunakan internet. Kesenjangan yang paling jelas terlihat, di daerah perkotaan hanya 13 % dari anak dan remaja yang tidak menggunakan internet, sementara daerah perdesaan, menyumbang jumlah 87 %. Mayoritas dari mereka yang disurvei telah menggunakan media online selama lebih dari satu tahun, dan hampir setengah dari mereka mengaku pertama kali belajar tentang internet dari teman. Studi ini mengungkapkan bahwa 69 % responden menggunakan komputer untuk mengakses internet. Sekitar sepertiga - 34 %- menggunakan laptop, dan sebagian kecil - hanya 2 % - terhubung melalui video
Image of page 1
game. Lebih dari setengah responden (52 %) menggunakan ponsel untuk mengakses internet, namun kurang dari seperempat (21 %) untuk smartphone dan hanya 4 % untuk tablet. Sumber: - 17pihkominfo22014 Media memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-hari terhadap anak. Baik atau buruk media memiliki efek yang besar pada perilaku anak-anak. Sejumlah penelitian menyebutkan, anak-anak yang menonton video kekerasan yang muncul di televisi, film, video game, telepon seluler, dan internet rentan melakukan tindak kekerasan. Sejumlah kasus kekerasan yang terjadi pada anak belakangan marak di tanah air. Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI mencatat dalam 7 tahun terakhir angka kasus kekerasan anak mencapai 26.954 kasus. Kasus tertinggi adalah kasus anak yang berhadapan hukum baik sebagai pelaku maupun korban yang mencapai 9.266 kasus. Kasus terbaru terjadi di Bandung, Jawa Barat. Korban NF (15), siswi SMP kelas VIII SMP di Ciumbuleuit, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan mantan kekasihnya karena dituduh menjadi perusak hubungan RS, kakak kelasnya, dengan kekasih barunya. Pelaku RS yang ditangkap empat jam setelah kejadian, mengaku sakit hati dengan korban.
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 14 pages?

  • Summer '18
  • Agus Setiawan

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture