BAB 1 Geomorfologi Indonesia verstappen.doc - Geomorfologi Indonesia Bab 1 Verstappen BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Komentar Umum dari Lingkup Kajian Kepulauan

BAB 1 Geomorfologi Indonesia verstappen.doc - Geomorfologi...

This preview shows page 1 - 2 out of 8 pages.

Geomorfologi Indonesia Bab 1 Verstappen BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Komentar Umum dari Lingkup Kajian Kepulauan Indonesia terletak di sekitar ekuator antara daratan Asia Tenggara dan Australia; terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil yang lebih kurang terletak pada 7 0 LU dan 11 0 LS. Bentuklahan daerahnya, yang berukuran 5100 km dari barat ke timur dan 2000 km dari utara ke selatan, sangat bervariasi. Reliefnya berkisar dari 5030 m di atas muka air laut di Pegunungan Tengah Irian Jaya hingga lebih dari 9000 m di bawah muka air laut di palung laut Filipina sebelah utara Kepulauan Talaud. Daratan diperkirakan seluas 1.900.000 km 2 dan lebih kurang dua pertiga dari luas daerah berupa laut. Oleh karena terdapat dua laut dangkal yang luas di bagian barat dan timur, maka proporsi daratan dan laut sangat berbeda ketika terjadi kenaikan muka air laut sewaktu glasiasi pada kala Pleistosen. Iklimnya, sebagian besar tropikal basah, terpengaruh oleh sistem angin monsun. Daerah lebih kering, beriklim sub humid hingga semi-arid terletak di kepulauan bagian selatan dan iklim pegunungan yang lebih dingin terdapat di daerah yang lebih tinggi.Morfostruktur yang kompleks terbentuk oleh proses tumbukan dan penunjaman dari lempeng tektonik. Bentuklahan tersebut, meskipun terpengaruh oleh iklim tropika, berdasarkan kajian klasikal geomorfologi tropika ternyata tidak sesuai dengan daerah tropikal kratogen yang lebih luas lainnya. Meskipun pada bagian daerah Daratan Sunda yang relatif stabil, efek dari tektonik lempeng awal dapat dilacak pada bentuklahannya, seperti yang terjadi di Kalimantan ( Borneonya Indonesia) dari sana subduksi lempengnya bergeser ke arah luar ke posisi sekarang mendekati pantai barat Sumatra dan pantai selatan Jawa. Publikasi ini tak terhindarkan dari fokus perkembangan bentuklahan tropika dalam satu lingkungan tektogen (Verstappen,1988) dan dapat dijadikan acuan sebagai studi kasus untuk daerah lain yang mempunyai kemiripan di bumi ini. Pekerjaan untuk mempersiapkan garis besar geomorfologi Indonesia penuh dengan kesulitan, meskipun demikian, bukan hanya karena daerahnya luas dan bentuklahan sangat berbeda, tetapi oleh dua alasan khusus. Pertama, kondisi geomorfologikal daerah sangat bervariasi antar wilayah. Pengetahuan bentuklahan dan perkembangannya kurang mencukupi untuk sebagian besar wilayahnya, sedangkan daerah lainnya mempunyai informasi yang lengkap, seperti P. Jawa ( Pannekoek, 1949) dan Sumatra (Verstappen, 1973). Lebih lanjut, kebanyakan kerja dilaksanakan dalam rangka survei geologikal, riset tanah, hidrologi atau penyelidikan lainnya. Tujuan utama dalam banyak hal bukan dalam geomorfologi, dan orientasi yang berbeda dalam kajian ini tidak memfasilitasi perolehan data yang relevan untuk tujuan penyiapan garis besar geomorfologi Indonesia.
Image of page 1
Image of page 2

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 8 pages?

  • Spring '15

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture