3. Materi 2 - Liabilitas Jangka Panjang (Obligasi).pptx - Liabilitas Jangka Panjang Obligasi Definisi Menurut SAK ETAP 2009 Definisi Kewajiban yaitu

3. Materi 2 - Liabilitas Jangka Panjang (Obligasi).pptx -...

This preview shows page 1 - 8 out of 39 pages.

Liabilitas Jangka Panjang: Obligasi
Image of page 1
Definisi Menurut SAK ETAP 2009, Definisi Kewajiban yaitu sebagai kewajiban masa kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumberdaya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomik. Tiga ciri yang melekat pada kewajiban . 1.Kewajiban sudah ada saat sekarang 2.Transaksi atau kejadian yang menimbulkan kewajiban tersebut telah terjadi di masa lalu. 3. Akan terjadi arus keluar di masa mendatang 2
Image of page 2
Kewajiban dibedakan menjadi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang . Fokus pembahasan pada utang obligasi . 3
Image of page 3
Materi 02-4 @Kris-AA YKPN, 2009 Contoh Obligasi Contoh Obligasi Issuer of Bonds Issuer of Bonds Maturity Date Maturity Date Contractual Interest Rate Contractual Interest Rate Face or Par Value Face or Par Value
Image of page 4
PENGERTIAN OBLIGASI Obligasi adalah surat atau sertifikat pengakuan hutang yang dikeluarkan oleh peminjam atas sejumlah dana (hutang) yang diterimanya dari investo r (pemegang obligasi) selaku pihak yang memberikan pinjaman tersebut. Intinya yang dimaksud dengan obligasi adalah surat hutang berjangka waktu panjang (umumnya 5 – 20 tahun). Nantinya pihak yang menerima pinjaman ( penerbit obligasi ) wajib membayar sejumlah kupon atau bunga beserta pokok pinjamannya kepada pemegang obligasi hingga jatuh tempo hutang, dari hasil bunga yang dibayarkan tersebutlah investor mendapatkan keuntungan. 5
Image of page 5
Sebenarnya untuk mendapatkan sejumlah dana/modal, perusahaan tidak hanya melalui obligasi, namun bisa juga melalui penerbitan saham . Namun dalam hal ini perusahaan memiliki alasan tersendiri untuk memilih menerbitkan obligasi dari pada menerbitkan saham. Alasan umum mengapa perusahaan lebih memilih menerbitkan obligasi dari pada saham adalah karena perusahaan tidak ingin adanya intervensi pihak luar perusahaan . Jika seseorang membeli saham perusahaan tertentu maka orang tersebut akan menjadi bagian dari pemilik perusahaan sehingga berhak untuk ikut menentukan arah perusahaan. Hal ini berbeda dengan pemegang obligasi, pemegang obligasi bukanlah pemilik perusahaan , sehingga hal ini tidak memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk ikut menentukan arah perusahaan (intervensi). 6
Image of page 6
Pemegang Saham VS Pemegang Obligasi Antara pemegang saham dengan pemegang obligasi ini dapat terjadi konflik , konflik ini terjadi karena masalah pembayaran dividen . Pemegang saham berargumen bahwa mereka adalah pemilik perusahaan sehingga manajer seharusnya memberikan keuntungan/kesejahteraan yang setinggi-tingginya kepada mereka dengan membayarkan dividen yang tinggi . Sedangkan pemegang obligasi cenderung melarang manajemen untuk membayarkan dividen yang tinggi kepada pemegang saham, hal ini dilakukan oleh pemegang obligasi karena jika manajer membayar dividen yang tinggi kepada pemegang saham, maka aset/kekayaan perusahaan yang digunakan sebagai jaminan obligasi akan berkurang , sehingga jika dimasa depan perusahaan tidak dapat melunasi hutang, bangkrut, atau dilikuidasi, nilai jaminan yang diberikan kepada pemegang obligasi akan kecil.
Image of page 7
Image of page 8

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 39 pages?

  • Summer '18
  • Agus Setiawan

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture