Penelitian Ariskteur Bobby baru.docx - BAB I PENDAHULUAN...

  • No School
  • AA 1
  • GDZAKIRAH
  • 43

This preview shows page 1 - 3 out of 43 pages.

BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya akan wisata alamnya, sektorwisatanya pun menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah minyak sawitmentah yang mencapai USD 15 juta atau sekitar Rp203 triliun. Namun dengankeberhasilan tersebut, wisata Indonesia masih memiliki banyak kekurangan.Salah satunya, sangat minim pengelolaan dan penataanya serta pengadaaninfrastruktur yang kurang memadai. Dibandingkan dengan Indonesia yangnotabenenya sebagai negara Archipelago terluas yang setidaknya memilikikurang lebih 300 ragam suku etnis, objek wisata yang ditawarkan cukuphomogen (tidak terlalu bervariasi) dan kurang menggambarkan keberagamanyang dimiliki Indonesia. Menurut ASDEP penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan,indikator keberhasilan kinerja Kementerian Pariwisata merupakan kunjunganwisatawan mancanegara. Pemerintah menargetkan kunjungan wismansepanjang tahun ini mencapai 17 juta, tapi hingga akhir September barumencapai sekitar 70%, bahkan pada Oktober 2018 kunjungan wisatawanMancanegara Turun Untuk Ketiga Kalinya Secara beruntun. Mendukung hal tersebut, kementerian Pariwisata memfokuskan strategipengembangan destinasi pada 3 kawasan Great yaitu: Great Bali, Great Jakarta,dan Great Batam.Namun sayangnya pada tahun kenaikan yang paling kecilmalah terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten sebesar 6,65%.Kabupaten Bogor sendiri yang dekat dengan kota Jakarta merupakan potensiyang strategis untuk perkembangan ekonomi dan jasa, khususnya dibidangpariwisata dimana Bogor merupakan alternatif wisata bagi wargaJABODETABEK. Kabupaten bogor sendiri pada tahun terakhir merupakandaerah yang memiliki kunjungan wisatawan yang termasuk tertinggi di Indonesiadan tertinggi ke-2 di wilayah Jawa Barat. Kunjungan wisatawan pada tahun 2016P e n e l i t i a n A r s i t e k t u r | 1
yang mencapai 8.791.300 kunjungan objek wisata. dengan 166.071 kunjunganwisatawan asing (wisman) dan 8.625.229 wisatawan domestik. Jumlah tersebutberhasil melampaui target DISBUDPAR Bogor yang hanya mencapai 5.490.548kunjungan objek wisata.Dalam rangka mengantisipasi target kunjungan wisatawan pertahun yang terusbertambah di wilay berbandingkan potensi wisata di kecamatan selain cisaruamaka pihak DISBUDBAR Bogor menggalakan lembaga dan masyarakat Bogoruntuk bersinergi dalam komunikasi pengembangan wisata. Beberapa daerahwisata yang potensial tersebut yakni berada di Kecamatan Caringin,Megamendung, Cisarua, Sukamakmur, Tenjolaya, Tamansari, Pamijahan,Ciampea, Cigudeg, Leuwiliang, Cibungbulang, Rumpin, Parung, Cileungsi,Cijeruk, Cigombong, Citeurep, Tanjungsari, dan Cariu. Pada lokasi yang terpilihsendiri yaitu Cigombong, sangat disayangkan hanya terdapat 1 akomodasiwisata dalam 1 kecamatan.Disisi lain, turunnya jumlah wisman yang datang ke tanah air membuat tingkatpenghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada September tahun ini turun 1,27poin menjadi 58,95% dari sebelumnya mencapai 60,01%. Namun, biladibandingkan dengan September 2017, TPK hotel-hotel berbintang nasional naik

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture