SyarifahSalmaA'idah_1706035151_TugasUAS.docx - Nama Syarifah Salma A\u2019idah NPM 1706035151 Kelas Fenomena dan Dampak Perubahan Iklim Tugas Akhir(UAS

SyarifahSalmaA'idah_1706035151_TugasUAS.docx - Nama...

This preview shows page 1 - 3 out of 7 pages.

Nama : Syarifah Salma A’idah NPM : 1706035151 Kelas : Fenomena dan Dampak Perubahan Iklim Tugas Akhir (UAS) Fenomena dan Dampak Perubahan Iklim yang Terjadi di Sri Lanka Perubahan iklim menjadi topik perbincangan yang hangat selama beberapa dekade ini. Tidak hanya di negara-negara yang terdampak perubahan iklim tetapi seluruh dunia membicarakannya, mulai dari penyebab hingga solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Perubahan iklim merupakan fenomena di mana karakteristik cuaca sehari-hari dan iklim tahunan yang terbentuk mengalami perubahan temporal dan spasial dan berdampak kepada ekosistem yang ada di bumi. Indikasi adanya perubahan iklim ini banyak terlihat di beberapa negara terutama negara yang banyak memiliki industri berskala besar. Salah satu negara yang terdampak perubahan iklim yang akan saya bahas kali ini adalah Sri Lanka. Sri Lanka merupakan pulau tropis yang terletak di antara 6 o dan 10 o lintang utara dan antara 80 o dan 82 o bujur timur. Luas Sri Lanka mencakup area sekitar 65.610 km 2 , memiliki lebar maksimum sekitar 240 km dan panjang maksimum pulau sekitar 435 km. Sri Lanka memiliki dataran pantai yang luas dengan daerah pegunungan di wilayah selatan dan tengah. Wilayah yang paling rentan terhadap perubahan iklim di Sri Lanka adalah wilayah pesisir dan sebagian besar penduduknya tinggal di provinsi-provinsi maritim ini. Karakteristik Iklim Sri Lanka Negara pulau Sri Lanka memiliki iklim tropis yang panas dan lembab, tetapi dengan perbedaan yang signifikan antar variasi dalam topografi. Topografi dari Sri Lanka sendiri yaitu bagian tengah setengah selatan pulau bergunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 2.5 km. Wilayah inti dari dataran tinggi tengah mengandung banyak fitur topografi yang kompleks seperti punggungan, puncak, dataran tinggi, cekungan, lembah dan tebing curam. Sisa dari pulau tersebut datar kecuali untuk beberapa bukit kecil yang muncul tiba-tiba di dataran rendah. Fitur topografis ini sangat memengaruhi pola spasial angin, curah hujan musiman, suhu, kelembaban relatif, dan elemen iklim lainnya, khususnya selama musim hujan.
Image of page 1
Gambar 1. Kenampakan topografi dilihat dari wilayah pesisir Kalutara mengarah ke timur kearah perbukitan Mahagama. (Sumber : Google Earth) Curah hujan tahunan rata-rata di bawah 1.000 mm di semi-arid barat daya, tetapi di atas 5.000 mm di perbukitan pusat barat daya. Variasi musiman ini, bersama dengan topografi, membagi Sri Lanka menjadi tiga zona: Zona Basah, Zona Menengah, dan Zona Kering. Pola curah hujan dipengaruhi oleh kondisi El Nino dan La Nina dan Zona Konvergensi Inter-Tropis. Suhu naik sangat sedikit setiap tahun, dengan rata-rata suhu berkisar antara 26°C dan 28°C di daerah pesisir dan antara 15°C dan 19°C pada ketinggian lebih tinggi di atas 1500 m. Secara historis, Sri Lanka mengalami peristiwa siklon yang relatif moderat, sebagian besar di wilayah utara. Namun, gelombang badai yang terkait topan dan erosi pantai sudah menjadi ancaman utama bagi pusat populasi.
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 7 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture