Ak Keu Lanjutan rmk Opeasi Cabang - RMK AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN AKUNTANSI UNTUK OPERASI CABANG OLEH Kelompok 3 I Gusti Agung Putu Nadya Aundria

Ak Keu Lanjutan rmk Opeasi Cabang - RMK AKUNTANSI KEUANGAN...

This preview shows page 1 - 3 out of 21 pages.

RMK AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN AKUNTANSI UNTUK OPERASI CABANG OLEH : Kelompok 3 I Gusti Agung Putu Nadya Aundria Paramita (1707532119) Ni Kadek Juniartini (1707532121) Kadek Karya Dwi Jayanti (1707532136) PRODI S1 AKUNTANSI REGULER DENPASAR FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2018/2019
Image of page 1
1. PERBEDAAN ANTARA AGEN PENJUALAN DAN CABANG Perbedaan antara agen penjualan dan cabang sebagian besar terkait dengan tingkat otonomi. Sebuah agen penjualan, kadang diistilahkan secara sederhana sebagai “agen” biasanya tidak beroperasi secara otonom namun bertindak atas nama kantor pusat. Agen penjualan dapat memajang dan mendemostrasikan contoh produk, menerima pesanan, dan mengatur pengiriman. Kantor cabang biasanya memiliki otonomi lebih luas dan memberikan rentang penyediaan jasa yang lebih besar dibanding agen penjualan, walaupun tingkatnya berbeda dengan perusahaan individu. Sebuah cabang umumnya menyimpan stok persediaan dan mengarsip pesanan pelanggan. Banyak perusahaan yang beroperasi melalui cabang-cabang. Hampir setiap orang pernah mengunjungi cabang department store ternama seperti Matahari dan Sogo. Bank secara khusus telah melakukan perluasan melalui pembukaan jaringan cabang bank secara ektensif. Beberapa perusahaan manufaktur juga menjalankan bisnis melalui sistem lokasi operasi yang dapat dibandingkan, biasanya disebut dnegan “pabrik”. Misalnya, PT Indofood menjalankan proses produksi di berbagai pabrik di lokasi Jakarta, Bndung, Medan, Banjarmasin, dan Makassar. Sistem pengambilan keputusan manajemen pada agen penjualan kecil antara lain adalah bahwa keputusan-keputusan dibuat di kantor pusat dan agen penjualan melakukan operasi rutin. Tingkat pengambilan keputusan manajemendi cabang biasanya lebih tinggi dibanding agen penjualan namun dengan tingkat yang berbeda antar perusahaan. 2. SISTEM DAN ENTITAS AKUNTANSI Agen penjualan umumnya tidak menglola sistem akuntansi keuangan melainkan hanya menyimpan catatan – catatan penting dalam menjalankan usaha. Kantor pusat mengelola sistem akuntansi sedangkan transaksi – transaksi agen dicatat oleh kantor pusat. Sementara di lain pihak, sebuah cabang sebagian besar mengelola sistem akuntansi keuangan lengkap. Pengelolaan sistem akuntansi terpisah untuk kantor pusat dan tiap cabang memberikan kontrol lebih baik terhadap operasi dan memungkinkan manajemen puncak menilai kinerja masing – masing cabang. 3. AKUNTANSI UNTUK AGEN PENJUALAN Oleh karena agen penjualan umumnya tidak memiliki sistem akuntansi, seluruh transaksi terkait dengan agen terkait oleh kantor pusat. Untuk beberapa jenis transaksi, ayat jurnal yang dicatat oleh kantor pusat didasarkan pada dokumen yang dihasilkan agen. Misalnya, kantor pusat mencatat transaksi agen berdasarkan faktur penjualan, catatan gaji, dan dokumen voucher kas kecil yang disediakan oleh agen penjualan. Transaksi lainnya dapat dicatat berdasarkan dokumen sumber lain yang diserahkan pihak eksternal langsung ke kantor pusat.
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 21 pages?

  • Fall '15
  • AlitSuardana

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture