makalah KALAM MALIK.docx - BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar...

This preview shows page 1 - 3 out of 8 pages.

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Ilmu Kalam biasa di sebut dengan beberapa nama, antara lain ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, fiqh al akbar, dan teologi Islam. Ilmu kalam memiliki definisi yang berbeda- beda menurut beberapa Ulama. Salah satunya yaitu, menurut Ibnu Kaldun, ilmu kalam Adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional. Sumber-sumber ilmu kalam Adalah berasal dari Al Qur’an, Hadist dan pemikiran manusia itu sendiri. Pemikiran manusia dalam hal ini, baik berupa pemikiran orang islam maupun non islam. 1.2. Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam pembahasan makalah ini adalah : a. Apa Pengertian Ilmu Kalam menurut para Ahli ? b. Bagaimana Batasan Lingkup Ilmu Kalam ? c. Bagaimana Batasan Ilmu kalam dengan ilmu tauhid ? 1.3. Tujuan Masalah Adapun tujuan dari penyajian makalah ini adalah : a. Agar dapat dimengerti oleh mahasiswa defenisi Ilmu Kalam menurut para ahli Mutakallimin. b. Agar dapat diketahui Batasan lingkup Ilmu Kalam c. Agar dapat dibedakan batasan ilmu kalam dengan ilmu tauhid. BAB II 1
Image of page 1
PEMBAHASAN A. Defenisi Ilmu Kalam Hal yang mendasar yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan konteks ini, ilmu kalam sebelum menjadi sebuah keilmuan yang defenitif, ia mengalami serangkaian sejarah panjang. Ilmu kalam, dengan demikian, dapat dipahami dan dikonstruksi dengan melacar akar genelogisnya dalam pemikiran-pemikiran yang dicetuskan para pemikir yang terlibat didalamnya disamping juga mempertajamnya dengan membandingkan dan melihat hasil pemikiran para ahli sejarah. Menurut Ibnu Rasyid (w. 1198 M) dalam bukunya Metaphysics, sebagaimana dikutip wolfson, menjelaskan bahwa term kalam, yang secara literal bermakna pembicaraan (speech) atau perkataan (word), digunakan untuk menerjemahkan kata logos dalam tradisi pemikiran filsafat Yunani. Term logos dalam bahasa Yunani mempunyai pengertian yang bervariasi baik yang berarti perkataan (word), pikiran(reason), maupun argumen (argument). Term kalam, dengan meminjam istilahnya Wittgestein adalah bagaikan a family resemblance. Seiring dengan perkembangan sejarah, term kalam telah mengalami sedikit pengkhususan makna. Hal ini dapat dilihat misalnya, pada persoalan – persoalan yang kemudian menjadi objek utama dalam pembahasan kalam. Setidaknya terdaapt tiga persfektif argumentasi mengapa keilmuan ini dinamakan ilmu kalam, Pertama, menurut Al Taftazzani dalam karyanya Dirasat fi al-falsafah al islamiyyah menjelaskan bahwa disebutnya keilmuan ini dengan ilmu kalam didasarkan pada objeknya dimana yang menjadi persoalan pertama dalam sejarahnya adalah berkenaan dengan kalam Allah yaitu apakah kalam Allah bersifat hadis atau qadim. Kedua Harun Nasution dalam bukunya Teologi islam memandang dari dua persfektif : (a) ranah objek, yaitu karena yang dibahas dalamilmu ini adalah sabda Tuhan (Al Qur’an) yang telah menimbulkan pertentangan keras dikalangan umat Islam di abad ke sembilan dan ke sepuluh Masehi, (b) ranah subjek. Ketiga, De Boer dalam bukunya The history of philosophy in Islam dimana ia lebih melihat dalam perspektif metodologis. Menurut de
Image of page 2
Image of page 3

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture