BAB 5.docx - BAB V AKUNTANSI KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG A PENDAHULUAN Masalah teknis antara agen dan kantor cabang seringkali digunakan untuk

BAB 5.docx - BAB V AKUNTANSI KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG...

This preview shows page 1 - 3 out of 32 pages.

BAB V AKUNTANSI KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG A. PENDAHULUAN Masalah teknis antara agen dan kantor cabang seringkali digunakan untuk menjelaskan perbedaan keduanya. Agen bukan merupakan entitas akuntansi dan juga bukan kesatuan usaha yang terpisah. Biasanya pencatatan akuntansi yang diperlukan untuk kegiatan agen ini hanya penerimaan dan pengeluaran kas, yang diperlakukan sama seperti sistem kas kecil ( petty cash ). Pencatatan atas penjualan yang dilakukan oleh agen, biaya-biaya yang berhubungan dengan penjualan, dan biaya lain-lain dicatat oleh sistem akuntansi kantor pusat. Sebaliknya, kantor cabang memiliki persediaan, melakukan penjualan kepada pelanggan, menangani kredit pelanggan, menagih piutang, mencatat biaya yang terjadi, dan kegiatan-kegiatan lain yang biasa dilakukan suatu perusahaan. Kegiatan- kegiatan tersebut dicatat sistem akuntansi kantor cabang. Pembahasan pada bab V meliputi 3 (tiga) topik yaitu: 1. Akuntansi untuk operasi kantor cabang 2. Penyusunan kertas kerja gabungan antara laporan keuangan kantor pusat dengan kantor cabang 3. Laporan keuangan gabungan kantor pusat dan kantor cabang Kegiatan kantor cabang yang besar kebanyakan merupakan hasil dari penggabungan usaha, dimana perusahaan yang survive membuka kantor cabang untuk diperbantukan dalam operasi perusahaan gabungan yang telah dibubarkan. Dalam hal ini sistem informasi yang ada bisa dikonversikan dengan sedikit penyesuaian menjadi sistem akuntansi kantor pusat dan cabang. Metode penggabungan sistem akuntansi ini banyak membawa penghematan karena terhindar dari perubahan besar pada sistem akuntansi yang ada dan gabungan pada operasi usaha. B. KOMPETENSI 1. Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu mengaplikasikan prosedur akuntansi untuk operasi kantor cabang dan mengilustrasikan bagaimana cara menggabungkan laporan keuangan 110
Image of page 1
kantor pusat dengan kantor cabang untuk membuat laporan keuangan keseluruhan. 2. Indikator a. Menghitung dan menerapkan akuntansi untuk kantor cabang; b. Menghitung dan membuat kertas kerja laporan gabungan antara kantor pusat dengan kantor cabang; c. Menghitung dan membuat laporan keuangan gabungan antara kantor pusat dengan kantor cabang. C. KEGIATAN BELAJAR Untuk memahami modul ini minimal Anda melakukan beberapa hal berikut ini: 1. Mengikuti secara aktif satu kali tatap muka pembelajaran di kelas selama 3x50 menit/minggu; 2. Membaca modul dan melakukan kajian pustaka minimal 3x50 menit/minggu; 3. Jika belum jelas, Anda dapat menanyakan pada dosen pengampu; 4. Membentuk kelompok kecil dan berdiskusi bersama teman dalam mengerjakan soal tugas latihan tanpa melihat pada kunci jawaban terlebih dahulu; 5. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di kelas; D. MATERI PEMBELAJARAN 1. Akuntansi Kantor Cabang Akuntansi kantor cabang membagi sistem akuntansi perusahaan secara terpisah antara kantor pusat dan kantor cabang. Kantor pusat terdiri dari unit akuntansi pusat untuk perusahaan, sedangkan kantor cabang terdiri dari tambahan sistem akuntansi untuk mencatat kegiatan setiap cabang (Beams et al, 2000: 437).
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 32 pages?

  • Fall '18
  • student

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture