dokumen.tips_etika-perilaku-kontribusi-filsuf.pdf - Etika Perilaku Kontribusi Filsuf ETIKA BISNIS \u201cEtika Perilaku \u2013 Kontribusi Filsuf\u201d Kelompok 2

dokumen.tips_etika-perilaku-kontribusi-filsuf.pdf - Etika...

This preview shows page 1 - 3 out of 17 pages.

8/16/2019 Etika Perilaku Kontribusi Filsuf 1/17 ETIKA BISNIS “Etika Perilaku – Kontribusi Filsuf” Kelompok 2: Putu Sukma an!a"ani #$%#&&2'2' ( # Koman) *una"anti Ariani #$%#&&2'2# ( 2 Ni +a!e Sinta Pra!n"ani #$%#&&2'22 ( , Ni -a"an .a!" An!ini #$%#&&2'2/ ( % P01*0A+ +A*ISTE0 AKNTANSI P01*0A+ PAS3ASA04ANA NI5E0SITAS 6A7ANA TAN 2'#& ETIKA PE0I.AK – K1NT0IBSI FI.SF
Image of page 1
8/16/2019 Etika Perilaku Kontribusi Filsuf 2/17 Seorang filsuf telah didedikasikan untuk mempelajari etika perilaku selama ribuan tahun. Ide-ide, konsep dan prinsip mereka yang telah berkembang lama itu dikenal sebagai batu ujian  penting untuk penilaian perusahaan dan kegiatan personal. Direksi, eksekutif dan akuntan  profesional memerlukan kesadaran diri mengenai parameter-parameter etis dan nantinya perlu membangun perilaku etis ke dalam budaya organisasi mereka. Mengingat sifat individu yang  beragam dan tantangan global yang mereka hadapi, itu tidak lagi dijadikan alasan untuk  meninggalkan prinsip-prinsip etika perilaku. Organisasi harus memilih untuk mempekerjakan individu yang sadar etis dan harus memberikan mereka pemahaman tentang prinsip-prinsip etika dalam setiap tindakan. Kontribusi filsuf yang dibahas dalam bab ini bermanfaat untuk menjadi dasar bagi direktur dan akuntan profesional untuk membuat renana serta keputusan etis. !tika merupakan salah satu abang dari ilmu filosofi yang menginvestigasi pertimbangan normatif tentang apakah suatu perilaku itu benar atau apa yang seharusnya dilakukan. Kebutuhan akan etika munul dari keinginan untuk menghindari masalah pada kehidupan nyata. Dilema etika munul ketika norma-norma dan nilai-nilai berada dalam suatu konflik, dan terdapat alternatif tindakan yang tersedia. Ini berarti bah"a pengambil keputusan harus membuat pilihan. #idak seperti kebanyakan keputusan bisnis lain yang memiliki kriteria pengambilan keputusan yang jelas, dilema etika tidak ada standar obyektifnya. Oleh karena itu kita perlu menggunakan kode moral yang subjektif. #eori etika dalam bab ini menjelaskan bagaimana memahami, melaksanakan dan bertindak sesuai dengan kode moral mengenai perilaku bisnis yang tepat. ETIKA 6AN K16E +10A. !nsiklopedia filsafat mendefinisikan etika dalam tiga ara, yaitu $ %ola umum atau ara hidup & Seperangkat aturan perilaku atau kode moral ' %ertanyaan tentang ara hidup dan aturan perilaku Dalam arti pertama kita berbiara tentang etika keperayaan (udha atau Kristen, kedua, kita  berbiara etika profesi dan perilaku yang tidak etis. Ketiga, etika adalah abang filsafat yang sering diberikan nama khusus metaetik. )al yang akan dibahas bukan tentang keyakinan agama yang dijalani dengan ara yang diyakininya tepat untuk menapai beragam tujuan kehidupan atau membahas tentang metaetik yang merupakan teori tentang etika, melainkan akan membahas  bagaimana mempelajari kode moral yang berhubungan dengan perilaku bisnis. Moralitas dan kode moral didefinisikan dalam ensiklopedia filsafat yang mengandung empat karakteristik* 2
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 17 pages?

  • Spring '16
  • Siti Resmi

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture