1001 Hal tentang Pajak_REV3.pdf - 1001 HAL TENTANG PAJAK karya Dr Oman Rusmana S.E M.Si Ak C.A Erikson Wijaya A.Md Suryo Cahyo Putro A.Md Copyright \u00a9

1001 Hal tentang Pajak_REV3.pdf - 1001 HAL TENTANG PAJAK...

This preview shows page 1 out of 372 pages.

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 372 pages?

Unformatted text preview: 1001 HAL TENTANG PAJAK karya Dr. Oman Rusmana, S.E, M.Si, Ak, C.A. Erikson Wijaya, A.Md Suryo Cahyo Putro, A.Md Copyright © 2016, Dr. Oman Rusmana, S.E, M.Si, Ak, C.A., Erikson Wijaya, A.Md, Suryo Cahyo Putro, A.Md Hak cipta dilindungi undang-undang All rights reserved Pewajah Sampul: Giet—Change Creative Pewajah Isi: EMW—Change Creative Editor: Yuliansyah, MSA., Ph.D Cetakan I: Agustus 2016 ISBN: 978-602-372-117-7 SMART (imprint CHANGE PUBLICATION) Jl. Rambutan III No. 26, Pejaten Barat, Pasar Minggu 12510, Jakarta Selatan, INDONESIA Telp. +62 (21) 7919 6708 Fax: +62 (21) 79187429 “Like” us on Facebook: Change Publisher Follow us on Twitter: @penerbitchange Email: [email protected] Web: changepublications.com KATA PENGANTAR Ilmu perpajakan senantiasa berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Namun demikian, seharusnya pijakan dasar pengetahuan perpajakan tidak boleh berubah dari pakem dasarnya yang sudah dirumuskan para pakar sejak beberapa dekade silam. Bersama dengan regulasi dan best practices yang telah dianggap menjadi rujukan, ilmu pengetahuan seharusnya ditempatkan sebagai salah satu elemen dasar pembentuk pengetahuan dan kebijakan, tidak terkecuali di bidang perpajakan. Dengan demikian pengembangan ilmu dan praktik perpajakan melalui literatur yang hanya dilandaskan pada rujukan regulasi semata tidak boleh terjadi. Bagaimanapun juga regulasi hanya bentuk campur tangan pemerintah untuk menempatkan pajak sebagai alat dalam rangka melaksanakan kebijakan publik, sehingga jika regulasi tersebut disandarkan pada pengetahuan yang terbatas dapat mengakibatkan melencengnya kebijakan tersebut dari landasan ilmu pengetahuan yang kuat dan berakibat pada gagalnya pencapaian tujuan yang hendak diwujudkan. Akibat yang kini kita rasakan dari maraknya fenomena penyandaran tunggal dalam pengembangan kebijakan dan pengetahuan perpajakan adalah sempitnya arah formulasi ilmu Kata Pengantar iii pengetahuan perpajakan di kalangan akademisi dan pragmatisnya perumusan kebijakan perpajakan oleh pemerintah (hanya berorientasi jangka pendek). Di lingkungan akademik dapat kita lihat betapa perguruan tinggi tidak memiliki silabus yang memadai dalam menanamkan pemahaman dan konsep dasar perpajakan sehingga banyak tenaga pengajar kehilangan panduan dalam menyampaikan materi pengajaran. Konten pengajaran yang diberikanpun sangat beraroma pragmatis-bisnis dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja. Ruang untuk membangun dan menanam sebenar-benarnya konsep perpajakan tidak diakomodir dalam sistem pendidikan sejak lama. Ini yang menyebabkan pendidikan kehilangan daya magisnya untuk terus mengawal pelaksanaan kebijakan perpajakan, suara kritis dari hasil pemikiran dan analisis suatu kebijakan perpajakan berganti dengan proses pembelajaran yang cenderung berorientasi pasar dan teknis. Pengambil kebijakan di bidang perpajakan pun akhirnya kehilangan sudut pandang penyeimbang. Mereka berjalan tanpa pengawasan suara kritis yang seharusnya menjaga mereka tetap berada di irisan koridor hasil interaksi ilmu pengetahuan, best practice, dan regulasi. Kehadiran buku ini sejujurnya berusaha menjawab fenomena tersebut. Penyusunan materi di dalam buku ini disandarkan pada tiga unsur penyusun ilmu pengetahuan di bidang kebijakan publik yakni: ilmu pengetahuan/ teori, best practices, dan regulasi. Melalui buku ini upaya untuk merevolusi segera pola pembentukan pengetahuan perpajakan (tax knowledge) dari yang line-based perspective menjadi diamond-based perspective sebagaimana tergambar berikut ini. iv 1001 Hal Tentang Pajak (tax knowledge) dari yang one-based perspective menjadi three-based perspective sebagaimana tergambar dibawah ini. line-based perspective Regulasi Perpajakan Pengetahuan Perpajakan Change in Paradigma diamond-based perspective Regulasi Perpajakan Pengetahuan Perpajakan Teori & Pengetahuan Best Practice yang ada Buku ini menawarkan paradigma baru dalam membangun pengetahuan perpajakan. Peran tiga aspek yang terdiri ilmu pengetahuan, best practice, dan regulasi untuk mencapai tujuan tersebut telah menyebar ke banyak lini dalam setiap pembahasan didalamnya. Secara langsung dan tidak langsung, buku ini mengungkapkan bahwa ada banyak sekali aspek mendasar perpajakan yang seyogyanya harus dipahami pihak yang ingin memberikan kontribusi di dalam bidang perpajakan baik itu kalangan akademisi, birokrasi pemerintah, atau masyarakat (mahasiswa atau pebisnis). Banyaknya aspek tersebut hanya dapat terwakili oleh ungkapan 1001 (seribu satu) hal tentang pajak yang akhirnya menjadi judul buku ini. Kata Pengantar v Pembahasan di dalam buku ini dibagi menjadi 5 (lima) bagian dan 13 (tiga belas) bab yang dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut: bagian 1 yang terdiri 3 bab. Bagian 1 secara umum berbicara tentang 1001 hal mendasar tentang pajak seperti alasan munculnya pajak (sejarah dan urgensi) pada bab 1. Poin penting yang secara eksplisit diungkap melalui bab ini adalah penekanan mengenai ragam jenis perpajakan dan sudut pandang mengenai hubungan warga negara dengan negara dalam kaitannya dengan pemenuhan kewajiban perpajakan. Pengenalan mengenai siapa dan apa yang dikenai pajak pada bab 2 dengan hightlight yang diutamakan adalah penjabaran hubungan warga negara dengan negara dalam kerangka perpajakan menurut proses bisnis yang ditemukan oleh Allen Drebin, dan pada bab 3 buku ini menjelaskan seputar penjabaran tentang alat negara dalam melakukan pemungutan pajak dalam hal ini Ditjen Pajak dan Pemerintah Daerah. Orisinalitas yang menjadi penjelasan penting bab 3 ini adalah tambahan wawasan mengenai pengenalan lebih jauh wacana penguatan kelembagaan institusi perpajakan yang mengacu pada kajian William Crandall dari Dana Moneter Internasional (IMF). Pada bagian 2, aspek utama pembahasan adalah 1001 hal pajak bagi Wajib Pajak individu. Bagian 2 ini terdiri dari 4 (empat) bab yang terdiri dari bab 4 sampai dengan bab 7. Bab 4 mengupas dengan detil mengenai karakteristik Wajib Pajak individu, melalui bab 4 ini, ditekankan pemahaman dasar yang harus dimiliki setiap Wajib Pajak individu tentang konsep status dan kondisi yang melahirkan status sebagai Wajib Pajak individu serta penekanan tentang konsep Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang dibangun secara formulatif sehingga dapat memberikan pemahaman yang kuat sekalipun kebijakan perpajakan bagi Wajib Pajak individu berubah sewaktu waktu. Bab 5 kemudian memberikan penjelasan tentang ragam Wajib Pajak individu beserta kewajiban perpajakannya dan mengajak pembaca untuk mengenali penggolongan yang vi 1001 Hal Tentang Pajak memungkinkan. Pembahasan kemudian menyinggung seputar SPT Tahunan PPh Orang Pribadi yang secara detil disajikan pada bab 6 dengan highlight pembahasan mengenai relasi antara aset bersih dan penghasilan seorang Wajib Pajak individu sebagai dasar pengenaan Pajak Penghasilan. Bab 7 pada akhirnya memberikan penjelasan mengenai bilamana kewajiban perpajakan suatu Wajib Pajak individu berakhir dan bagaimana mengakhirinya sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak hanya membahas Wajib Pajak individu, buku ini juga menghadirkan penjelasan mengenai Wajib Pajak korporasi (badan) yang secara khusus disajikan pada bagian 3. Bagian ini dinamai 1001 hal pajak bagi korporasi yang terdiri dari 2 bab yakni bab 8 dan bab 9. Fokus pembahasan pada bab 8 menjelaskan karakteristik dasar Wajib Pajak korporasi yang diidentifikasikan menurut garis besar seperti CV, PT, Yayasan, dan Koperasi. Keempat jenis korporasi tersebut diidentifikasi kondisi dan perlakuan seharusnya terkait kewajiban perpajakan berdasarkan life cycle theory sesuai dengan tingkatan pengembangannya. Pelaksanaan teknis pemenuhan kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak korporasi dijabarkan pada bab 9 yang menyoroti penggunaan formulir SPT Tahunan PPh Badan dengan aspek terpentingnya adalah konsep rekonsiliasi fiskal. Rekonsiliasi fiskal merupakan aspek dasar yang harus dikuasai korporasi agar tepat dalam menghitung kewajiban perpajakannya sehingga penjelasan di dalam buku ini mengedepankan konsep dasar dan makna rekonsiliasi beserta tabulasi ketentuan rekonsiliasi menurut ketentuan perpajakan yang berlaku hingga saat ini. Setelah bagian 2 dan bagian 3 fokus pembahasan memisahkan konsep dasar dan teknik pemenuhan kewajiban perpajakan antara Wajib Pajak individu dan Wajib Pajak korporasi, maka pada bagian 4 terdapat bab khusus yang menggabungkan keduanya, yaitu bab 10. Pada bab ini diulas secara khusus bagaimana keterkaitan antara pemenuhan kewajiban antara keduanya saling Kata Pengantar vii berkaitan. Penyajian bahasan ini khsusus untuk mengakomodir kelompok Wajib Pajak individu yang memperoleh kekayaan dari perusahaan yang dimilikinya. Urgensi pembahasan ini terletak pada minimnya pengetahuan bahwa terdapat artikulasi antara elemen yang dilaporkan di dalam SPT Tahunan PPh Badan dengan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Di samping itu, pada bagian 4 ini juga mulai diperkenalkan sejarah dan konsep Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Penyajian materi mengenai PPN ini ditempatkan khusus pada bab 11. Ulasan yang diangkat pada bab tersebut dimulai dari bagaimana sejarah lahirnya PPN dan jenis pajak serupa PPN yang pernah ada sebelum PPN diberlakukan, yaitu Pajak Penjualan (sales tax). Untuk melengkapi wawasan teknis mengenai pemenuhan kewajiban PPN, materi dalam bab 11 juga meliputi penjelasan mengenai bagaimana menggunakan formulir SPT Masa PPN. Melihat kembali isi yang dimuat di dalam buku ini dari bab 1 sampai dengan bab 11 maka secara keseluruhan materi dalam bab tersebut sebetulnya membentuk kesatuan utuh tentang secuplik materi penting dalam pembentukan pengetahuan dasar dibidang perpajakan (Tax Knowledge). Keterkaitan antar materi di dalam sejumlah bab tersebut menjadi suatu anatomi tersendiri yang merupakan pijakan dalam membaca dan memahami buku ini. Sebagai bentuk upaya berkesinambungan dalam berkontribusi maka direncanakan buku ini merupakan bagian awal dari rencana penulisan sejumlah buku lainnya pada masa yang akan datang dibawah kerangka tema pemikiran yang sama untuk saling melengkapi dan memudahkan dalam penggunaanya oleh pembaca. Secara sederhana bagan anatomis sebagaimana dimaksudkan ini dapat digambarkan sebagai berikut: viii 1001 Hal Tentang Pajak 1001 Hal Perpajakan Akuntansi Pajak- Wajib Pajak Badan PPh Orang Pribadi Praktik Akuntansi Pajak- Wajib Pajak Badan Praktik PerpajakanWajib Pajak Orang Pribadi Tax Knowledge Dari sisi lain, seluruh bahasan di dalam bagian 1 sampai dengan bagian 4 merupakan bentuk kontribusi yang disajikan buku ini sehubungan dengan upaya untuk membangun pondasi pengembangan Dari sisipada lain, aspek seluruh bahasandandi referensi dalam bagian sampai perpajakan akademik umum.1 Namun demikian, buku4 ini disusun tidak hanya dimaksudkan hal dengan bagian merupakan bentuk kontribusi yanguntuk disajikan tersebut melainkan jugadengan meliputiupaya upayauntuk untuk membangun memberikan masukan buku ini sehubungan pondasi atas praktik perpajakan yang kini berjalan dalam bentuk kerangka pengembangan perpajakan pada aspek akademik dan referensi konseptual yang merujuk pada ilmu pengetahuan yang sudah umum. Namun ini disusun tidak menjadi hanya dirumuskan pakar demikian, terdahulu danbuku hasil penelitian yang telah dimaksudkan untuk halitutersebut meliputi upaya best practice. Oleh karena buku ini melainkan memberikanjuga bagian khusus untuk mencapai tujuan tersebut yakniatas dengan menyediakan bagian 5 yang untuk memberikan masukan praktik perpajakan yang kini terdiri dari babbentuk 12 dan kerangka bab 13. Bab 12 pada yang buku merujuk ini membahas berjalan dalam konseptual pada tentang kerangka konseptual kebijakan perpajakan. Harapan yang ilmu pengetahuan yang sudah dirumuskan pakar terdahulu dan hendak diperoleh dengan menyajikan materi tersebut adalah supaya hasil penelitian yang perpajakan, telah menjadi besthalpractice. Oleh karena itu pengambil kebijakan dalam ini Direktorat Jenderal buku memberikan bagian khusus untuk mencapaireferensi tujuan Pajakini dapat menjadikannya sebagai acuan dan rekomendasi dala merumuskan kebijakan perpajakan yang 5hendak dijalankan tersebut yakni dengan menyediakan bagian yang terdiri dariatau bab dalam proses evaluasi kebijakan yang kini sudah berjalan. Tidak hanya 12 dan bab 13. Bab 12 pada buku ini membahas tentang kerangka konseptual kebijakan perpajakan. Harapan yang hendak diperoleh dengan menyajikan materi tersebut adalah supaya pengambil kebijakan perpajakan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak dapat Kata Pengantar ix menjadikannya sebagai acuan dan rekomendasi referensi dala merumuskan kebijakan perpajakan yang hendak dijalankan atau dalam proses evaluasi kebijakan yang kini sudah berjalan. Tidak hanya sebatas kerangka konspetual di bidang kebijakan perpajakan, bagian 5 ini memberikan penjabaran mengenai kerangka konseptual dalam rangka meningkatkan kepatuhan perpajakan. Penjabaran tersebut tertuang di dalam bab 13 yang isinya berupa rujukan pengetahuan yang dapat diacu untuk merumuskan kebijakan yang tepat sehubungan dengan upaya meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak. Acuan yang diterapkan di dalam bab 12 dan bab 13 adalah acuan yang bersumber dari penelitian pakar terdahulu dan telah diadopsi banyak negara sebagai suatu best practice sehingga efektivitasnya telah teruji. Sebagai penutup kata pengantar ini. Kami selaku penulis berharap semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan mendapat sambutan yang positif dari banyak pihak. Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas materi dan penyusunan buku ini, kami selaku penulis akan menerima dengan senang hari setiap masukan yang disampaikan kepada kami baik secara langsung ataupun tidak langsung. Purwokerto, Tim Penulis x 1001 Hal Tentang Pajak Juni 2016 TENTANG PENULIS Dr. Oman Rusmana, S.E, M.Si, Ak, CA Penulis lahir di Ciamis Jawa Barat pada tanggal 31 Maret 1975. Gelar Sarjana Ekonomi penulis peroleh dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto tahun 1997, penulis melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Akuntansi di Universita Gadjah Mada Yogyakarta dan lulus pada tahun 2001. Gelar sebagai Doktor diperolehnya setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Padjajaran Bandung tahun 2010. Bertugas sebagai Dosen Tetap FEB Unsoed sejak tahun 2000 dengan mengajar materi akuntansi keuangan, akuntansi sektor publik dan perpajakan. Sampai dengan saat ini penulis menjabat sebagai Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (UNSOED). Pengalaman mengajar di Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, STIE Muhammadiyah Cilacap. Penulis aktif sebagai konsultan di sejumlah Pemerintah Daerah, Dinas Perindagkop Kab. Banyumas, Staf Ahli DPRD, perusahaan swasta, serta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai business development service provider. Tentang Penulis xi Menjadi pembicara di berbagai forum ilmiah dalam negeri seperti Simposiun Nasional Akuntansi dan seminar lainnya, demikian pula Confrence ilmiah di luar negeri seperti 6th Asian Business Research Confrence di Bangkok (2012), Third Asia – Pacific Business Research Confrence di Kuala Lumpur Malaysia (2013). Riset yang dilaksanakan mengenai perpajakan antara lain: Pengembangan Model Kurikulum Edukasi Keuangan dan Perpajakan UMKM Berbasis Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Perpajakan di Program Studi S1 Akuntansi UNSOED (on going 2016), Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak pada Pelaporan SPT Masa Pada KPP Pratama Purwokerto (2012), dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Niat Pemerintah Dalam Menghadapi Peralihan Pajak Bumi dan Bangunan dari Pajak Pusat menjadi Pajak Daerah (PBB-P2) Pada DPPKAD Kabupaten Banyumas (2012). Penulis dapat dihubungi melalui email [email protected] atau melalui handphone nomor 085227067466. Erikson Wijaya, A.Md Penulis lahir di Baturaja Sumatera Selatan pada tanggal 14 September 1987 dari pasangan suami istri Asli Aziz dan Rukiah (Almh). Saat ini penulis merupakan suami dari Drg. Lisnaini dan ayah dari dua orang anak. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Ogan Komering Ulu pada tahun 2004 penulis melanjutkan ke Program Diploma I Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Spesialisasi Perpajakan dan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan” pada tahun 2006. Penulis kemudian bekerja sebagai pelaksana di Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan (2006- 2009). Pendidikan penulis berlanjut ke Program Diploma III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Spesialisasi Perpajakan dan lulus dengan xii 1001 Hal Tentang Pajak predikat “Sangat Memuaskan” pada tahun 2011. Setelah lulus, penulis melanjutkan karir sebagai pelaksana di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Palembang Ilir Barat (2012-2013) dan sebagai Account Representative di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka (2013-2015). Saat ini penulis tengah melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dengan menggunakan beasiswa dari Asian Development Bank (ADB). Hingga saat ini, penulis aktif menjadi kontributor di sejumlah majalah perpajakan sejak tahun 2012 dan telah menyusun 4 (empat) buku elektronik (e-book) perpajakan dengan judul Kompilasi Artikel Perpajakan Jilid I, II, III, dan IV. Selain itu terdapat pula publikasi penulis terkait perpajakan yaitu: Konstruksi Realitas Reinventing Policy Kajian Atas Kebijakan Penghapusan Sanksi Administrasi Perpajakan Menurut PMK-91/PMK.03/2015 (2016) dan Penerapan Model Luder’s Contingency Theory dalam Analisis Efektivitas Kebijakan Penghapusan Sanksi Administrasi Perpajakan Menurut Reinventing Policy (diterima sebagai paper dalam Seminar Nasional Akuntansi IX di Lampung). Penulis dapat dihubungi melalui email [email protected] gmail.com atau melalui handphone nomor 081390980505. Suryo Cahyo Putro, A. Md Penulis lahir di Jakarta 16 Maret 1989, putra kedua dari pasangan suami istri Teguh Abini dan Budi Sumarningsih serta adik dari Mego Setyo Putro, S.E. Setelah lulus dari SMAN 2 Tangerang pada tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Spesialisasi Penilai / PBB dan lulus pada tahun 2011 dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Diklat atau pelatihan yang telah diikuti diantaranya Diklat Matrikulasi JFA, Tentang Penulis xiii Diklat Auditor Terampil, Diklat Audit Investigatif, dll. Pengalaman pekerjaan sebagai Auditor Pelaksana Perwakilan BPKP Provinsi Lampung Bidang Investigasi sejak Tahun 2012-sampai sekarang, Staff Bidang Tata Usaha Pusat Jabatan Fungsional Auditor BPKP Pusat Tahun 2012. Selain itu penulis juga aktif di bidang pendidikan sebagai Tutor Mata Pelajaran Matematika, Fisika dan Akuntansi di berbagai lembaga pendidikan formal maupun non formal dintaranya Salemba Group Tahun 2008, BTA 8 Tahun 20092012, SMA 10 Tangerang Tahun 2009, SMA Harapan Ibu Tahun 2011, SMA 86 Jakarta Tahun 2010, dll. Penulis juga aktif memberikan training motivasi dan team building di berbagai organisasi dan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal. Saat ini penulis sedang mengikuti Beasiswa Tugas Belajar STAR-BPKP dari Asian Development Bank di Universitas Jenderal Sudirman. Kalimat motivasi favorit penulis: “Fight your goal as thought you were immortal in this word”, Rheviany Hatmikowati Sriyono Putri (2015). Penulis dapat dihubungi melalui email [email protected] atau melalui handphone nomor 082119126125. xiv 1001 Hal Tentang Pajak DAFTAR ISI Kata Pengantar................................................................. iii Tentang Penulis................................................................ xi Daftar Isi........................................................................... xv BAGIAN I 1001 HAL TENTANG PAJAK BAB 1 Mengapa Harus Ada Pajak?............................................. 3 BAB 2 Siapa dan Apa yang Dikenai Pajak?................................ 34 BAB 3 Siapa Pemungut Pajak?..................................................... 57 BAGIAN II 1001 HAL PAJAK BAGI INDIVIDU BAB 4 Karakteristik Wajib Pajak Individu................................. 85 BAB 5 Jenis Waj...
View Full Document

  • Spring '17
  • Bu Rini

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes