TUGAS KELOMPOK PI.docx - C Keseimbangan Umum dan Defisit Anggaran Dalam APBN-P 2006 selain mengubah beberapa asumsi pemerintah secara jelas mengemukakan

TUGAS KELOMPOK PI.docx - C Keseimbangan Umum dan Defisit...

This preview shows page 1 - 3 out of 34 pages.

C. Keseimbangan Umum dan Defisit Anggaran Dalam APBN-P 2006, selain mengubah beberapa asumsi, pemerintah secara jelas mengemukakan bahwa anggaran pendapatan dianggarkan membengkak dari Rp 625,4 triliun menjadi Rp 651,9 triliun, atau naik Rp 25,7 triliun. Sedangkan anggaran belanja dianggarkan mengembung Dari Rp 647,6 triliun menjadi Rp 689,5 triliun, atau naik Rp 41,9 triliun. Akibatnya, defisit belanja negara yang semula dianggarkan sebesar Rp 22,4 triliun, atau s e t a r a d e n g a n 0 , 7 p e r s e n P ro du k D o m e s t i k B r u t o ( P D B ) , o t o m a t u s m e m b e n g k a k m e n j a d i R p 37 , 6 t r i l i un , s e t a r a d e n g a n 1 , 2 p e r s e n P D B . p e m b e n g k a k a n d e f i s i t AP B N 2006 t e r j a d i antara lain karena adanya pembatalan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang menyeabkan kenaikan subsidi listrik, adanya alokasi untuk penanganan Jogja dan Jateng paska gempa serta tsunami di pantai selatan Jawa, alokasi penjaminan resiko infrastruktur, dan peningkatan anggaran pendidikan. D. Pembiayaan Defisit belanja negara sebesar Rp 37,6 triliun pada APBNP 2005 akan dibiayai dengan mencairkan saldo dana rekening pemerintah sebesar Rp 14,5 triliun, privatisasi BUMN Rp 3 triliun, penjualan aset Rp 2,4 triliun, penerbitan surat utang negara netto Rp 35,8 triliun (termasuk penerbitan Obligasi ritel Indonesia-ORI- yang pada saat ini sudah mencapai 2 triliun lebih), dikurangi penyertaan modal negara Rp 3,3 triliun, pencairan utang luar negeri Rp 39,9 triliun, serta dipotong dengan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 54,7 triliun. Artinya, secara ringkas, untuk membiayai defisit belanja negara sebesar 1,2 persen PDB tadi, pemerintah bermaksud menggali dana dari sumber dalam negeri sebesar Rp 52,4 triliun, dan dari luar negeri sebesar minus Rp 14,8 triliun. Bahwa sumber pembiayaan luar negeri justru berperan sebagai pengurang terhadap pembiayaan defisit, t e n t u c u k u p m e m b i n g un g k a n b a g i s e b a g i a n or a n g . N a m un , p e n j e l a s a nn y a s a n g a t s e d e r h a n a . Untuk membiayai defisit, pemerintah mencairkan utang luar negeri baru sebesar Rp 39,9 triliun. Tetapi, pada saat yang sama, pemerintah membaar cicilan pokok utang luar negeri yang jatuh tempo sebesar Rp 54,7 triliun KESIMPULAN Perkembangan anggaran pendapatan dan belanja pemerintah dalam tiga tahun terakhir secara nominal mengalami peningkatan. Hal itu tidak terlepas dari berbagai kebijakan- kebijakan yang telah dilakukan pemerintah, diantaranya adalah lebih mengintensifkan dan memaksimalkan penerimaan negara dari sektor perpajakan,karena harus diakui selama ini di sektor perpajakan masih sering terjadi kecurangan-kecurangan terutama yang dilakukan oleh sektor industri, seperti penggelapan pajak, pembobolan restitusi pajak, dan lain-lain. Sejak tahun 2002, setelah diberlakukannya undang- undang otonomi daerah, banyak pengeluaran-pengeluaran pembangunan yang diserahkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Sehingga
Image of page 1
dalam APBN timbul item- item baru seperti dana alokasi u m u m ( D AU ) , d a n a a l o k a s i k hu s u s ( D AK ) , d a n a b a g i h a
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 34 pages?

  • Fall '18
  • pak mujid

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture