Dispro penyiaran.docx - PRATIKUM KEPENYIARAN \u201cBINCANG BUDAYA\u201d Mengenal Lebih Dekat Budaya Karawitan Disusun oleh 1 Muhammad Nur

Dispro penyiaran.docx - PRATIKUM KEPENYIARAN u201cBINCANG...

This preview shows page 1 - 4 out of 23 pages.

PRATIKUM KEPENYIARAN “BINCANG BUDAYA” Mengenal Lebih Dekat Budaya Karawitan Disusun oleh: 1. Muhammad Nur Hudzaifah (17000003131) 2. Riswanda Himawan (170000 3. Akifee (170000 4. Sri (170000 5. Septina Rahayu (1700003047) 6. Dyah Ayu Merabella (170000 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA 2020
Image of page 1
“BINCANG BUDAYA” Tema; Mengenal Lebih Dekat Budaya Karawitan A. Latar belakang Karawitan merupakan kesenian, karawitan bisa dibilang sebagai seni suara tertua yang terlahir ditengah-tengah masyarakat Jawa. Sebuah seni suara yang menawarkan keindahan yang begitu halus dan memiliki fungsi estetika yang sarat dengan nilai sosial, moral dan spiritual. Karawitan Jawa tercipta dari harmonisasi dari kerumitan alunan-alunan suara berlaras Slendro dan Pelog dari seperangkat alat Musik Tradisional Jawa yakni Gamelan . Pada awal perkembangannya fungsi Karawitan Gamelan hanya berkisar pada upacara-upacara Keraton, namun sejak jaman Mataram yang dikatakan sebagai tonggak Seni Karawitan, seni suara ini juga difungsikan sebagai sarana hiburan yang juga dapat dinikmati oleh masyarakat diluar tembok Keraton. Seni karawitan sebagai salah satu warisan seni budaya masa silam senantiasa mengalami proses pembaharuan atau inovasi yang ditandai dengan masuknya gagasan-gagasan baru dalam setiap karya-karya karawitan yang dihasilkan. Hal tersebut merupakan wujud dari suatu proses perubahan yang diupayakan untuk mencapai keadaan yang sesuai tuntutan masyarakat modern. Sebagaimana yang terjadi dalam seni karawitan Bali, banyak seni yang dulunya kurang diminati namun dengan kreativitas seniman akhirnya menjadi seni yang populer, dan menjadi kebanggaan. Sebagai sebuah contoh dapat dilihat dari tabuh kreasi kekebyaran yang mungkin bisa didefinisikan sebagai tabuh kreasi baru yang mempergunakan media ungkap gamelan Gong Kebyar, di mana dewasa ini menjadi salah satu gamelan yang paling populer di Bali. Popularitas Gong Kebyar tidak hanya dapat diamati dari segi banyaknya jumlah barungan yang ada di Bali, tetapi juga banyak muncul bentuk garapan atau komposisi baru yang menggunakan gamelan ini sebagai media. Dalam penggarapan komposisi karawitan ini perlu dilandasi oleh suatu pemikiran yang mantap dan matang yang bersifat akademis sehingga akan mendapatkan perhatian dan dinikmati oleh masyarakat yang memiliki apresiasi yang berbeda, ini merupakan kendala yang cukup mendasar bagi seorang penata apalagi dalam penyajiannya berbentuk konser, maka karya yang diwujudkan harus memiliki nilai inovatif, sangat diperlukan ketelitian dalam membuat kombinasi yang diinginkan seperti:pemilihan nadanya atau suasana
Image of page 2
untuk mencapai suatu kesatuan atau keharmonisan dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat penikmat seni khususnya seni karawitan. Didalam konteks pembelajaran, pendidik d an peserta didik dituntut dapat menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter terhadap peserta didik. Akan tetapi, tidak ada panduan yang dikeluarkan bagaimana strategi dan cara-cara tertentu untuk menanamkan nilai-nlai karakter terhadap peserta didik dalam sebuah pembelajaran.
Image of page 3
Image of page 4

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 23 pages?

  • Winter '18
  • Fitri Merawati, S.Pd., M.A

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture