MakalahIF5054-2007-A-043 - Perbandingan Algoritma Cipher...

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
Perbandingan Algoritma Cipher Aliran dan Cipher Blok dalam Enkripsi Dokumen Amalia Rahmah 1) 1) Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung, email: if14064@students.if.itb.ac.id Abstract – Makalah ini membahas mengenai hasil perbandingan algoritma cipher aliran dan cipher blok berdasarkan kategori tertentu dan perbandingan kedua algoritma tersebut dalam enkripsi beberapa jenis dokumen. Pada hasil perbandingan ini akan diperlihatkan kelebihan dan kekurangan masing- masing algoritma apabila digunakan untuk mengenkripsi suatu jenis dokumen tertentu. Kata Kunci : cipher aliran, cipher blok, kunci, enkripsi 1. PENDAHULUAN Cipher aliran dan cipher blok adalah dua kategori cipher yang biasa digunakan untuk kriptografi klasik[7]. Cipher aliran dan cipher blok merupakan jenis algoritma sandi yang menggunakan kunci simetris dimana kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dokumen sama dan kunci dirahasiakan. Cipher aliran adalah algoritma enkripsi yang mengenkripsi data sebagai aliran karakter-karakter atau bit-bit.[2] Cipher aliran menggunakan dua data aliran data yaitu aliran data masukan dan aliran data kunci semu. Aliran data kunci semu dibangkitkan menggunakan fungsi pseudo random sequence generator dimana masukannya adalah kunci induk enkripsi. Enkripsi pada cipher aliran dilakukan dengan mengkombinasikan satu bit aliran data masukan dan satu bit aliran data kunci menggunakan fungsi sederhana tertentu, misal XOR. Proses ini berulang untuk setiap bit aliran data. Keamanan enkripsi lebih diusahakan melalui membuat aliran kunci yang sulit ditebak daripada membuat algoritma fungsi yang kompleks. Dekripsi bekerja sebaliknya yaitu dengan mengambil satu bit dari aliran data hasil enkripsi dana satu bit dari data kunci untuk mengembalikan bit aliran data masukan.Ini bekerja karena aliran kunci yang dibangkitkan selalu sama untuk setiap kunci enkripsi dan fungsi enkripsi memiliki operasi reverse sendiri yang sederhana. Contoh algoritma cipher aliran meliputi cipher aliran sinkron dan cipher aliran asinkron. Pada cipher aliran sinkron, kunci dibangkitkan pada waktu yang berbeda selama proses enkirpsi. Contoh algoritma cipher aliran sinkron meliputi aliran DES dalam mode OFB. Salah satunya adalah RC4. Cipher aliran asinkron membangkitkan aliran kunci sebagai fungsi dari kunci dan sekumpulan bit cipherteks sebelumnya. Contoh algoritma cipher aliran asinkron adalah aliran DES dalam mode CFB. Salah satunya adalah R5 yang biasa digunakan untuk enkripsi komunikasi via GSM. Contoh lain algoritma enkripsi cipher aliran adalah one-time-pad. Cipher blok adalah algoritma enkripsi dimana data yang dienkripsi dibagi-bagi menjadi blok-blok berukuran sama (biasanya 64 bit), dan setiap blok dienkripsi masing-masing [1]. Algoritma enkripsi ini memerlukan penambahan beberapa bit pada teks masukan dengan tujuan agar ukuran blok terakhir sesuai dengan ukuran blok lainnya. Algoritma dekripsi akan menghapus bit-bit tambahan tersebut sebelum mengembalikan teks hasil enkripsi (cipherteks)
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Page1 / 4

MakalahIF5054-2007-A-043 - Perbandingan Algoritma Cipher...

This preview shows document pages 1 - 2. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online