BAB%20II(1).pdf - BAB II LANDASAN TEORI A Efisiensi Usaha Efisiensi merupakan hubungan antara proses dengan tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan

BAB%20II(1).pdf - BAB II LANDASAN TEORI A Efisiensi Usaha...

This preview shows page 1 - 4 out of 36 pages.

22 BAB II LANDASAN TEORI A. Efisiensi Usaha Efisiensi merupakan hubungan antara proses dengan tujuan yang ingin dicapai dengan kemampuan untuk mengerjakan secara benar. 1 Kesuksesan dalam mengelola efisiensi dalam membangun kualitas dan produktivitas serta efektivitas biaya merupakan kunci keberhasilan perusahaan dalam mewujudkan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan sebaliknya kekeliruan mengelola efisiensi dapat mengancam kelanggengan usaha. 2 Prinsip-prinsip atau persyaratan efisiensi haruslah terpenuhi untuk menentukan suatu usaha yang dijalankan termasuk efisien atau tidak, prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : 1. Efisiensi harus dapat diukur Standar untuk menetapkan batas antara efisien dan tidak efisien adalah ukuran normal, batas ukuran normal untuk pengorbanan ( input ) adalah pengorbanan maksimum sedangkan batas ukuran normal untuk hasil ( output ) adalah hasil minimum, jika tidak dapat diukur maka tidak dapat diketahui apakah suatu kegiatan atau cara kerja yang dilakukan efisien atau tidak. 1 Arif Suadi, “ Sistem Pengendalian Manajemen ”, ( Yogyakarta : BPFE, 1999 ) hlm 6. 2 Akhmaludin Hasibuan, “ Manajemen Perubahan Membalik Arah Menuju Usaha Perkebunan yang Tangguh melalui Strategi Optimalisasi Efisiensi ( Yogyakarta : Andi Offset, 2012 ) hlm 27
Image of page 1
23 2. Efisiensi mengacu pada pertimbangan yang rasional Pertimbangan yang dilakukan haruslah berdasarkan akal sehat, masuk akal, logis dan bukan emosional, dengan pertimbangan yang rasional objektivitas pengukuran dan penilaian akan lebih tajam. 3. Efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas atau mutu Kuantitas boleh saja ditingkatkan tetapi jangan sampai mengorbankan kualitasnya, jangan hanya mengejar kuantitas tetapi dengan mengorbankan kualitas. 4. Efisiensi merupakan teknis pelaksanaan Pelaksanaan teknis dan operasional harus dapat diusahakan seefisien mungkin agar tidak terjadi pemborosan. 5. Pelaksanaan efisiensi harus disesuaikan dengan kemampuan usaha yang bersangkutan Penerapan efisiensi disesuaikan dengan kemampuan sumber daya, dana, fasilitas dan lainnya yang dimiliki suatu usaha yang bersangkutan serta diusahakan peningkatannya, setiap usaha tidak selalu mempunyai kemampuan yang sama dan pengukuran efisiensi hendaknya didasarkan pada kemampuan yang dimiliki baik mengenai sumber daya, dana maupun fasilitas. 3 3 Ibnu Syamsi, “Efisiensi, Sistem dan Prosedur Kerja ”, ( Jakarta : PT Bumi Aksara, 2004 ) hlm 2
Image of page 2
24 Efisiensi memiliki arti sebagai ketepatan cara atau usaha kerja dalam menjalankan sesuatu dengan tidak membuang waktu dan biaya serta kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat. Efisiensi sering diartikan dengan biaya yang sekecil-kecilnya diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang sebesar-besarnya, tingkat efisiensi di ukur dengan menggunakan indikator yang dihitung dari rasio antara nilai tambah dengan nilai output, semakin tinggi nilai rasio maka semakin tinggi tingkat efisiensi nya karena semakin rendah biaya output yang di perlukan untuk menghasilkan suatu unit output .
Image of page 3
Image of page 4

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 36 pages?

  • Summer '18
  • s.e

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes