Permasalahan Korosi dan Penanganannya di Departemen Pertahanan

Permasalahan Korosi dan Penanganannya di Departemen Pertahanan

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: Permasalahan Korosi dan Penanganannya di Departemen Pertahanan Seminar Korosi CCIPP, UNJANI 25 April 2009 DEPHAN 2009 Kolonel Laut Ir. H. Pudji Santoso Bijih logam Pemurnian Peleburan Pemaduan/ pencampuran Pengecoran Penambangan bahan galian Eksplorasi Daur ulang Barang setengah jadi Pembentukan Bumi Pembuangan Barang jadi Barang rusak Pemakaian DEFINISI KOROSI Korosi adalah degradasi (perusakan atau penurunan kwalitas) material akibat interaksi dengan lingkungan Untuk logam reaksinya disebut reaksi elektrokimia BENTUK-BENTUK KERUSAKAN KARENA KOROSI Penipisan Pembentukan retakan/sumuran Perubahan penampilan Penurunan daya dukung Penggetasan Bentuk kerugian karena korosi Kerusakan Penurunan penampilan Ongkos maintenance yang semakin besar Plant shutdown Kontaminasi produk Keamanan berkurang Permasalahan di Industri secara umum MATERIAL, KEGAGALAN dan KOROSI KEGAGALAN KOROSI KESALAHAN MATERIAL Sektor-sektor yang terpengaruh oleh korosi Alut Sista Sektor industri logam, mesin, maritim, elektronika Sektor industri pertambangan Sektor industri migas Sektor transportasi & komunikasi Sektor infrastruktur Dll PARAMETER YANG BERPERAN DALAM KERUSAKAN BEBAN CREEP TEMPERATUR WAKTU KOROSI LINGKUNGAN (F) BEBAN (statik/dinamik) (T) TEMPERATUR (tinggi/rendah) (t) WAKTU (panjang/pendek) LINGKUNGAN (asam/basa/netral) SEL GALVANIK V i Katoda Anoda eeee- eeee Konduktor eeeeeeH+ Mn+ Mn+ Mn+ H+ H+ Mn+ H+ H2 H2 H2 H2 H+ H+ H+ Elektrolit PROTEKSI KATODIK / LOGAM UMPAN (SACRIFICIAL ANODE) i V Katoda 2 i Anoda eeZn H+ Zn2+ Zn2+ Zn2+ H+ Konduktor ee- e eeH2 H2 + H H2 H2 e- H+ H+ e- H+ H2 H2 H2 H2 H+ H+ H+ i Katoda 1 eeeeeeH+ Elektrolit PROTEKSI KATODIK/ LOGAM UMPAN (SACRIFICIAL ANODE) V Katoda 2 eeZn2+ Konduktor i Katoda 1 eeeeeeH+ Anoda e- e e Zn2+ e- e Zn Zn2+ eH+ eH+ H2 H2 + H H2 H2 H+ H+ + H H2 H2 H2 H2 H+ H+ H+ Elektrolit GALVANISASI & EFEK PROTEKSI KATODIK V i Katoda 1 Konduktor eeeeeeeeH+ Anoda H+ ee- e Zn Zn2+ Zn2+ Zn2+H+ Zn2+ H+ H2 H2 H2 H2 H+ H+ H+ Elektrolit GALVANISASI & EFEK PROTEKSI KATODIK V i Katoda 1 Konduktor Katoda 2 eeee- e H+ Zn2+ Zn2+ Zn2+H+ H+ H+ H+ H2 H2 H2 H2 H+ H+ H+ Anoda Zn eeeeeeH+ e- Elektrolit A Zn2+ e- K e- ee- H+ H+ H2 A Zn2+ Environmental effect Reduction reaction: O2 + 2H2O + 4eO2 O2 OH - eee- O2 Mn+ Mn+ Mn+ O2 H2 O H2 O CONTOH-CONTOH ALUTSISTA YANG BERPOTENSI BESAR TERSERANG KOROSI Contoh kasus: Lingkungan Marine Contoh kasus: Lingkungan Marine Contoh kasus: Lingkungan Marine Contoh kasus: Lingkungan Marine 1. The failure of the fire extinguisher is a separation of the body shell to the bottom part of FE when it was operated. 2. It needs to determine the root cause of the failure. 3. Establish the recommendation to avoid the same occurrence in the future. KEGAGALAN Fire Extinguisher The body The bottom part 22 KOROSI PADA PIPA FIRE WATER SYSTEM DI KRI a b Metoda penanggulangan korosi CULTURE & AW ARENESS Cleaning Design improvement Material selection Coating and lining organic coatings, metallic coatings, ceramic coatings. Cathodic protection Anodic protection Inhibitors Surface modification Tahu/ Permasalahan cukup serius (BERBAHAYA, MERUGIKAN, KONDITE DLL) Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut/interest Kesadaran/awareness Meningkatkan pengetahuan lebih lanjut/knowledge Penerapan pengetahuan untuk penanggulangan / action managerial & teknis Peningkatan kemampuan untuk menjadi ahli/ professional recognition Melakukan aktivitas praktis dilapangan AWARENESS BERKESINAMBUNGAN PENGENDALIAN OLEH TOP MANAGEMENT DIVISI PRODUKSI USAHA PENGENDALIAN KOROSI TERPADU DI DEPHAN DIVISI LOGISTIK DIVISI ENGINEERING DIVISI MAINTENANCE DAN INSPEKSI FUNGSI-FUNGSI TERKAIT Bagian Produksi: mengerti kondisi operasi yang tidak menghasilkan resiko timbulnya korosi Bagian Engineering: membuat perencanaan operasi dan design yang didasari oleh pengetahuan kondisi yang memungkinkan terjadinya korosi Bagian Maintenance dan Inspeksi: mengerti mekanisme korosi yang mungkin terjadi pada peralatan, bagaimana menginspeksinya dan bagaimana menanggulanginya Bagian Logistik: melakukan pengadaan dengan pengetahuan mengenai kesalahan dari pemilihan material atau resiko dari pengadaan peralatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi PENGANAN MASALAH KOROSI MEMERLUKAN KOMPETENSI Corrosion control Cleaning Material Selection Design improvement Coating Inhibitor Cathodic protection Anodic Protection Surface modification PENINGKATAN SDM + HSE !!!! Awareness Kompetensi Kompetensi Kompetensi Kompetensi Kompetensi Kompetensi Kompetensi YANG PERLU MEMILIKI KOMPETENSI Pengguna/owner Konsultan Kontraktor dll Usaha Penanggulangan korosi akan berhasil bila Adanya kemauan dan kesadaran dari semua pelaku industri/ Instansi terkait. adanya pengetahuan yang cukup untuk melakukan usaha penanggulangan, adanya sumber daya manusia yang cukup, adanya sarana dan fasilitas yang cukup dan adanya metoda pengendalian korosi yang baik. Adanya kerjasama dari berbagai pihak untuk: MENGETAHUI MENGUASAI MENGATASI SECARA BERSAMA-SAMA Kemauan dan kesadaran dapat dikembangkan melalui kegiatan sosialisasi, interaksi antar berbagai kalangan yang mengalami permasalahan yang sama, dan adanya sedikit kemauan untuk mendapat pengetahuan dasar yang juga mencakup data mengenai resiko yang dapat ditimbulkan oleh korosi pada dunia industri. Pengetahuan yang cukup, dapat diperoleh dengan mengikuti seminar, ceramah atau bahkan mengikuti pelatihan yang bersifat menambah wawasan. Dengan pelatihan pula, maka bisa diperoleh tingkat kompetensi bagi pelaksana lapangan, sehingga dengan demikian,. Peningkatan Sumber Daya Manusia dapat pula berarti kita dapat mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing dan memperoleh kesempatan untuk mengasah keahlian melalui pengalaman praktis di lapangan, bagi tenga Indonesia sendiri. Pengembangan metoda dan peralatan, dapat dilakukan bila kita mengetahui prinsip terjadinya korosi dan melakukan rekayasa pengembangan peralatan dan metoda pengendalian korosi. Dalam hal ini, maka peranan dilakukannya penelitian, sangat penting. Pengembangan metoda praktis untuk menyusun strategi pengendalian korosi di industri dilakukan dengan langsung menangani permasalahan korosi di lapangan. Beberapa metoda telah dikembangkan, seperti Corrosion Assessment, Corrosion Mapping dan Penerapan Manajemen Pengendalian Korosi Terpadu. Bila pada akhirnya, pihak manajemen dapat menerapkan sistim manajemen pengendalian korosi secara terpadu, dimana penanganan masalah korosi dapat dilakukan secara berkesinambungan dan terintegrasi, yang didahului dengan penilaian resiko kegagalan dan kondisi peralatan yang ada, maka kerugian karena korosi akan dapat ditekan seminimal mungkin dan keandalan peralatan meningkat. Kalimat Kunci Korosi tidak pernah berhenti Semakin canggih penggunaan peralatan, akan semakin canggih pula masalahnya Pembelajaran harus dilakukan secara berkesinambungan Usaha penanggulangan korosi bukan Waste, tapi adalah INVESTASI PIPING SYSTEM ROOT CAUSE of FAILURE ANALYSIS Cinta P Rama A Krisna B Krisna C Wavy form uncommon failure Mechanical Problem flow regime Flow Induced Corrosion (instead of erosion corrosion) Stepped pattern common failure Microbial Activity Microbially Induced Corrosion Inspection of korvet Sigma 1-4 TNI AL MASYARAKAT ANTI KOROSI INDONESIA ...
View Full Document

This note was uploaded on 03/17/2010 for the course ME ME78212 taught by Professor Prof.sulis during the Spring '10 term at Institut Teknologi Bandung.

Ask a homework question - tutors are online