PERTEMUAN 3_AKUNTANSI DEPOSITO.pdf - Modul Akuntansi Perbankan [email protected] PERTEMUAN 3 Akuntansi Deposito TUJUAN PEMBELAJARAN A Pada bab ini

PERTEMUAN 3_AKUNTANSI DEPOSITO.pdf - Modul Akuntansi...

This preview shows page 1 - 3 out of 12 pages.

Modul Akuntansi Perbankan [email protected] PERTEMUAN 3: Akuntansi Deposito A. TUJUAN PEMBELAJARAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai akuntansi deposito, Anda harus mampu: 3.1. Mahasiswa memahami proses akuntansi transaksi deposito berjangka 3.2. Mahasiswa memahami proses akuntansi sertifikat deposito B. URAIAN MATERI Tujuan Pembelajaran 3.1: Akuntansi Transaksi Deposito Berjangka Deposito merupakan simpanan masyarakat atau pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan. Penarikan deposito hanya boleh dilakukan pada saat tertentu menurut jatuh temponya. Jatuh tempo deposito umumnya terdiri dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan. Pada kondisi bank membutuhkan dana likuiditas yang relatif besar, semakin lama jangka waktu deposito semakin tinggi tingkat suku bunganya. Sebaliknya dalam kondisi longgar (ekonomi normal) tingkat suku bunga deposito akan semakin kecil untuk deposito yang berjangka waktu lama. Deposito dijamin pemerintah bila bunga deposito tidak melebihi dari 150% dari tingkat bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Maksudnya apabila bunga SBI sebesar 12% berarti suku bunga deposito maksimum yang dijamin pemerintah adalah 18%pa. Deposito masyarakat dapat dikategorikan kewajiban jangka pendek bila sejak tanggal pelaporan hingga jatuh temponya tidak melebihi 1 tahun, sedangkan kewajiban jangka panjang apabila deposito yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun sejak tanggal pelaporan. Untuk membuka deposito, deposan dapat menggunakan setoran tunai, cek, bilyet giro, bukti transfer masuk, wesel atau warkat lain yang disepakati bank. Prinsipnya pada saat warkat disetor warkat tersebut harus sudah efektif, artinya dapat diuangkan. Bank akan mencatat dalam rekening deposito bila waktu itu telah diuangkan. Deposito dicatat sebesar nilai nominal deposito yang tertera dalam perjanjian. Contoh: Pada tanggal 30 April 2013 Rahmawati membuka deposito berjangka di Bank Pelita Surabaya dengan nominal Rp75.000.000, bunga 6%pa, jangka waktu 3 bulan.Untuk ini Rahmawati menyerahkan cek Bank Pelita 1
Image of page 1
Modul Akuntansi Perbankan [email protected] Surabaya yang ditarik oleh Yusdianto Rp35.000.000, Bilyet giro atas nama Rahmawati Rp20.000.000, dan sisanya dibayar tunai. Pajak bunga 15%. Pencatatan transaksinya adalah: Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp) 30/4-07 Dr. Giro-Yusdianto 35.000.000 Dr. Giro-Rahmawati 20.000.000 Dr. Kas 20.000.000 Cr. Deposito Berjangka 75.000.000 Beberapa bank memperhitunkan bunga harian untuk deposito, ini artinya berapa haripun deposito mengendap akan diberikan bunga sebagaimana tabungan, hanya saja tetap terikat jangka waktu deposito. Perhitungan bunga yang lazim adalah minimal mengendap 1 bulan. Contoh: Dengan merujuk pada contoh diatas, dengan asumsi deposan mengambil bunga deposito setiap tanggal 5 dan pajak bunga 15% dibayarkan setiap tanggal 10 kepada kantor kas negara, maka pencatatan transaksi dan perhitungan bunganya adalah: Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp) Bunga Ke-1 31/5-13 Dr. Biaya Bunga (75.000.000 x 6% x 1/12) 375.000 Cr.Bunga DB Harus Dibayar
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 12 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture