UAS - TUGAS TATA RUANG.doc - IMPLEMENTASI RUANG TERBUKA...

This preview shows page 1 - 4 out of 13 pages.

IMPLEMENTASI RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN KABUPATEN SLEMAN SESUAI DENGAN PERATURAN DAERAH NO. 12 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SLEMAN Makalah Dibuat Guna untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Tata Ruang Dosen Pengampu : Sunarya Raharja, S.H.,M.Hum. Disusun oleh : Angela Merici Intan Permatasari (16110131) Alfita Tasya Reny (16110134) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS JANABADRA YOGYAKARTA 2019
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pemanasan global sangat cepat mengancam keberlangsungan hidup manusia, sehingga harus segera ditanggapi dengan serius bukan hanya oleh pemerintah atau aktivis-aktivis lingkungan, namun juga oleh seluruh umat manusia. Pemanasan global adalah suatu kejadian alam, dimana suhu atmosfer bumi mengalami peningkatan yang disebabkan oleh berbagai aktivitas, baik yang terjadi secara alami atau merupakan hasil perbuatan manusia. Akhir-akhir ini pemanasan global telah mengakibatkan terjadinya bencana alam di berbagai penjuru dunia.Tingginya hasrat untuk memuaskan kebutuhan manusia membuat kita melupakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh eksploitasi sumberdaya alam yang semakin lama semakin meningkat. Sebagai penyebabnya adalah jumlah populasi yang terus bertambah khususnya daerah perkotaan, yang kini telah menjadi pusat aktivitas perekonomian masyarakat dunia. Menurut data BPS tahun 2012 saat ini sekitar 52% penduduk tinggal di perkotaan dan diperkirakan membengkak menjadi 68% pada 2025. Sebagian besar kegiatan manusia dalam berbagai sektor berlangsung di perkotaan. Perkotaan menjadi padat dan sesak oleh kendaraan yang berlalulalang dan bangunan-bangunan yang berlomba mencakar langit, baik dari perumahan
sampai dengan perusahaan dan industri. Hal ini mengakibatkan ketidakmerataan penduduk karena perkotaan menjadi sasaran masyarakat daerah dalam memperoleh sumber penghidupan. Perkembangan pembangunan permukiman perlu, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, terutama dari pemerintah. Perkembangan tersebut dengan sendirinya akan membawa masalah baru, seperti: berkurangnya tingkat kelayakan huni lingkungan permukiman, semakin terbatasnya ruang terbuka untuk hijau, fasilitas dan prasarananya. Konsekuensi logis dari perkembangan permukiman adalah munculnya permukiman yang tidak terkendali. Dalam pembangunan disuatu kawasan pertimbangan keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang selalu menjadi bagian terkecil dari keberadaannya. Permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia setelah pangan dan sandang serta mempunyai peran sebagai pusat pendidikan keluarga,penyiapan generasi muda dan bentuk manifestasi jati diri. Dalam kerangka hubungan ekologis antara manusia dan lingkungan permukimannya maka terlihat jelas bahwa kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan dating sangat dipengaruhi oleh kualitas permukiman dimana masyarakat tinggal menempatinya. Menurut Nawy (1982), Permukiman itu sendiri merupakan suatu lingkungan yang terdiri dari perumahan tempat tinggal manusia, dilengkapi dengan prasarana sosial, ekonomi,budaya dan pelayanan yang merupakan sub sistem dari sistem kota secara keseluruhan.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture