factors affecting the exchange rupiah

factors affecting the exchange rupiah - FAKTOR-FAKTOR YANG...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH Oleh: Tri Wibowo & Hidayat Amir 1 Abstraksi Salah satu indikator makro penting dalam penyusunan APBN adalah asumsi nilai tukar rupiah terhadap US$. Asumsi besaran nilai tukar rupiah terhadap US$ sangat berpengaruh terhadap penerimaan, pengeluaran serta pembiayaan dalam APBN. Mengingat pentingnya asumsi nilai tukar rupiah sebagai indikator makro dalam penyusunan APBN, diperlukan indentifikasi variabel-variabel terkait yang berpengaruh serta model yang tepat untuk memprakirakan besarnya nilai tukar rupiah yang mendekati kenyataan. Artikel ini terfokus pada identifikasi variabel- variabel penentu besarnya nilai tukar rupiah tersebut, serta pemilihan model yang terbaik untuk prakiraan nilai tukar rupiah dimasa yang akan datang. Pengujian atas beberapa model menghasilkan model terbaik bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi besaran nilai tukar rupiah terhadap US$ adalah selisih pendapatan riil Indonesia dan Amerika, selisih inflasi Indonesia dan Amerika, selisih tingkat suku bunga Indonesia dan Amerika, serta nilai tukar rupiah terhadap US$ satu bulan sebelumnya (lag -1). Dengan model tersebut, nilai tukar rupiah terhadap US$ pada tahun 2006 diprakirakan berada pada kisaran Rp9.430/US$ (batas bawah) sampai dengan Rp10.204/US$ (batas atas), dengan nilai rata-rata sebesar Rp9.809/US$. Kata kunci: estimasi nilai tukar, pengujian model nilai tukar, indikator ekonomi makro. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan perkembangan ekonomi internasional yang semakin pesat, hubungan ekonomi antarnegara akan menjadi saling terkait dan mengakibatkan peningkatan arus perdagangan barang maupun uang serta modal antarnegara. Terjadinya perubahan indikator makro di negara lain, secara tidak langsung akan berdampak pada indikator suatu negara. Dengan diberlakukannya sistem nilai tukar mengambang penuh/bebas ( freely floating system ) yang dimulai sejak Agustus 1997, posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing (khususnya US$) ditentukan oleh mekanisme pasar. 1 Tri Wibowo Peneliti Departemen Keuangan RI (e-mail: 3wibowo@gmail.com ). Hidayat Amir ialah Economist The Indonesia Economic Intelligence dan Peneliti Departemen Keuangan RI (e- mail: hidayat.amir@iei.or.id ). Tulisan ini telah diterbitkan di Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan, Departemen Keuangan Vol. 9 No. 4, Desember 2005.
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
2 Sejak masa itu naik turunnya nilai tukar (fluktuasi) ditentukan oleh kekuatan pasar. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap US$ pasca diberlakukannya sistem nilai tukar mengambang terus mengalami kemerosotan. Pada bulan Agustus 1997 nilai tukar rupiah terhadap US$ sebesar Rp3.035/US$, terus mengalami tekanan sehingga pada Desember 1997 nilai tukar rupiah terhadap US$ tercatat sebesar Rp4.650/US$. Memasuki tahun 1998, nilai tukar rupiah melemah menjadi sebesar Rp10.375/US$, bahkan pada bulan Juni 1998 nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp14.900/US$ yang merupakan nilai tukar terlemah sepanjang sejarah nilai tukar rupiah terhadap US$. Nilai tukar rupiah terhadap US$ tahun 1999 melakukan recovery menjadi sebesar Rp7.810/US$, tahun 2000 kembali melemah sebesar Rp8.530/US$, tahun 2001
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 04/27/2010 for the course ACCOUNTING mrdjalu taught by Professor Chasteen during the Winter '10 term at Indonesian Computer University.

Page1 / 27

factors affecting the exchange rupiah - FAKTOR-FAKTOR YANG...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online