BUKU PENGATAR EKONOMI MAKRO SANGAT TERBARU.docx - Bab I...

  • No School
  • AA 1
  • irfanfajarrizki
  • 337
  • 100% (1) 1 out of 1 people found this document helpful

This preview shows page 1 out of 337 pages.

Unformatted text preview: Bab I Perkembangan Ekonomimakro 1.1. Sebuah Tinjauan Ekonomimakro adalah studi terhadap perilaku pada peristiwa ekonomi dalam bentuk agregat ( total atau menyeluruh ). Besaran yang sangat atau hampir semua yang menjadi fokus ekonomimakro adalah keseluruhan atau tingkat global pada tingkat pengangguran, tingkat produksi dan tingkat perubahannya, dan tingkat perubahan dari keseluruhan tingkat harga atau inflasi. Jadi, ekonomimakro merupakan studi tentang perilaku employment, output dan inflasi. Walaupun terjadi kontroversi antara perbedaan schools of thought ( aliran pemkiran ekonomi ) – ide atau sekumpulan ide tertentu yang dipertahankan atau dilaksanakan dengan konsisten oleh sekelompok ekonom – Ide popular bahwa ekonomimakro terdiri dari bermacam-macam kontradiksi, setengah keyakinan atau kepercayaan, dan sistem pemikiran yang eksklusif mutuali ( saling meniadakan ) adalah sangat jelas dan dapat dibuktikan salah. Ekonomimakro mempunyai elegan dan sungguh mempunyai sekumpulan alat analisis yang powerful yang bersama-sama dalam keteraturan yang dapat dijelaskan sebagai model ekonomimakro. Perbedaaan yang terjadi hanya disebabkan oleh adanya perbedaan penekanan dan prioritas yang dapat dengan mudah dimasukan ke model, dan implikasinya dapat diuji kebenarannya. Perkembangan baru pada ekonomimakro sering dipandang sebagai perkembangan revolusioner, tetapi setelah perbedaan diselesaikan, kita biasanya mendapatkan bahwa perbedaan selalu disaring dengan pendekatan logika mendalam untuk dijadikan dasar bagi pengembangan sebuah model ekonomimakro yang menjadi semakin mempunyai dasar semakin kuat, sekalipun model yang dihasilkan dapat diinterpretasikan secara berbeda, dan kebijakan yang disimpulkan dapat juga berbeda. Hal tersebut merupakan pekerjaan buku atau bahan ajar ekonomimakro untuk menjelaskan tentang model ekonomimakro yang berkenaan dengan bagian-bagian model yang berbeda dan interaksi mereka. Tidak diperlukan pemisahaan pada model yang berbeda antara kaum klasik dengan kaum keynesian atau yang mutahir antara neoklasik dengan neokeyneysian, kaum moneteris dengan kaum fiskalis, dan post keynesian dengan rational expectationists. Ketika kita sudah mendapatkan dan menggunakan model dasar. Kita dapat dengan mudah melihat dimana berbagai “schools” cocok satu sama lainnya. Hal tersebut bukan pendekatan yang dilakukan secara universal pada buku ekonomimakro, tetapi hal tersebut merupakan pendekatan terbaik, karena menyediakan sebuah kerangka pemikiran dimana pemikiran logika tentang masalah ekonomi dapat menghasilkan profitabilitas dan efektivitas tinggi atau signifikan. Ekonomimakro adalah pertama-tama dan seterusnya menjadi sebuah ilmu kebijakan ( a policy science ). Pada sisi permintaan, alat utama untuk kebijakan adalah kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Kebijakan moneter dilaksanakan oleh Bank Sentral, yang mempunyai kapasitas dan wewenang untuk mengubah penawaran dan permintaan uang nominal, M, dan kredit di ekonomi. Kebijakan fiskal memerlukan penggunaan anggaran negara, G, dalam rangka untuk mempengaruhi tingkat total pengeluaran di ekonomi dengan cara mengubah jumlah belanja atau pengeluaran pemerintah untuk barang dan jasa atau mengubah pendapatan pada sektor swasta melalui perubahan pada pajak dan pengeluaran pemerintah untuk tunjangan bagi anggota masyarakat tertentu ( government tarnsfer outlay to individuals ). Tugas dari orientasi kebijakan ekonomimakro adalah untuk memperlihatkan bagaimana alat tersebut dapat digunakan untuk mempersempit gap antara actual employment dengan full employment, antara actual inflation dengan no inflation, dan antara pertumbuhan ekonomi aktual dengan potensi pertumbuhan ekonomi. Pada masa lalu alat kebijakan ekonomi tersebut, sering berhasil untuk mencapai suatu target tanpa harus terlalu cemas tentang target lainnya. Selama depresi besar di tahun 1930an ( the Great Depression of 1930s ), fokus perhatian pada peningkatan produksi atau output, Y, dan employment, dan tujuan dari kebijakan ekonomi tersebut dapat dicapai tanpa harus terlalu takut terhadap timbulnya inflasi di ekonomi. Sebaliknya pada saat ini masalah utama adalah bagaimana menemukan kebijakan ekonomi yang menyebabkan tingkat inflasi moderate, dan sekarang penyakit ekonomi suadah datang ke negara di dunia, termasuk negara kaya, maaju dan kuat serta besar. Masalah ekonomi dimaksud adalah tingkat pertumbuhan ekonomi rendah, tingkat inflasi tinggi, tingkat pengangguran tinggi, dan ketimbangan ekonomi melebar. Sekarang setiap negara dihadapi rasa takut terjadi resesi yang menyebabkan stagflation – pertumbuhan ekonomi sangat rendah ( slumps ), sedangkan tingkat inflasi dan tingkat penganguran tinggi. Beberapa ekonom sudah memperingatkan tentang kemungkinan ekonomi dunia jatuh lagi ke era depresi ekonomi, karena penurunan pada sisi permintaan di ekonomi dunia. Kondisi ini mendorong para ekonom ekonomimakro menggeser fokus perhatian dari pemikiran klasik dimana ekonomi dapat mencapai full employment dan tingkat harga stabil dengan sendirinya melalui mekanisme pasar ( self regulation ). Dan pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung pada ekonomi karena terjadi pertumbuhan terus menerus dengan sendirinya melalui akumulasi modal dan pekerja di ekonomi. Pada pemikiran baru bahwa pertumbuahn modal dan pekerja saja, tidak cukup untuk terjadi atau dasar pertumbuhan ekonomi secara terus menerus, karena itu mereka memasukan variabel kemajuan teknologi, pada ekonomi, sebagai faktor penentu pertumbuhan ekonomi. Melalui kemajuan teknologi menyebabkan terjadi efisiensi dalam penggunaan modal dan pekerja, tingkat output meningkat dengan menggunakan modal dan pekerja yang sama. Variabel kemajuan teknologi ( technological progress ) menjadi variabel untuk pertumbuhan ekonomi, menyebabkan para ekonom menyarankan agar kebijakan ekonomi fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi atau GDP, dengan kata lain, kebijakan ekonomi harus mampu menyamakan atau paling tidak mendekatkan tingkat output aktual, dengan tingkat output natural atau tingkaat output potensial. Investasi yang menjadi tulang punggung untuk pertumbuhan ekonomi, masih belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan yang bersamaan dengan penurunan tingkat pengangguran dan inflasi. Kondisi ekonomi dunia bertambah berat, ketika supply shocks dan demand shocks yang datang dari kenaikan harga minyak bumi, juga telah menghampat pertumbuhan ekonomi dunia. Di samping itu, tekanan terhadap harga produk pertanian telah menghampat peningkatan pertumbuhan negara dunia ketiga yng masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber GDP dan lapangan kerja baru. Pertumbuhan ekonomi dunia kembali terhambat ketika bank dan lembaga keuangan non bank mengalami krisis likuiditas sebagai imbas dari gagal bayar yang mempunyai dampak domino ( systemic effect ). Dengan demikian, dari akibat kebijakan sisi penawaran ekonomi dunia telah mengalami slowdown.( kemunduran ). Contoh tersebut dalam rangka menggambarkan perbedaan yang sejelas mungkin. Contoh kita telah menjelskan bahwa mengumumkan kebijakan ekonomi adalah sama dengan mengatakan kepada tim lain ( negara lain ) tentang apa yang akan anda mainkan. Tentu saja mereka akan bertumpu kepada pertahanan untuk melawan anda. Secara pasti, anda tidak dapat melaksanakan kebijakan ekonomi dengan membohongi masyarakat selamanya. 1.2. Aliran Pemikiran Utama Pada Teori Ekonomimakro Berikut kita hadirkan kerangka pemikiran yang hampir digunakan oleh semua ekonom ekonomimakro untuk menyatakan dan mambahaas isu ekonomimakro dan kesimpulan penting dari pemikiran mereka, dan isu ekonomi yang mereka tidak sepakati. Keynesian Depresi besar ( 1929-1933 ) di samping menyebakan malapetaka, juga memberikan berkah, yaitu: lahirnya pemikiran Keynesian yang merupakan anti tesis dari business cycle theory. Pemikiran ini menekankan pada variabel permintaan efektif ( effective demand ) – yang sekarang kita kenal sebagai permintaan agregat. Pada jangka pendek, Keynes berpendapat bahwa permintaan efektif menentukan output ekonomi. Sekalipun jika pada akhirnya kembali ke tingkat output natural – tingkat output ekonomi yang berlaku atau terjadi ketika employment sama dengan tingkat natural atau pada saat pengangguran tingkat natural. – proses tersebut akan berlangsung bersama dengan jalannya waktu, tetapi yang terbaik adalah berlngsung lambat. Pada proses menghasilkan permintaan efektif. Keynes memperkenalkan banyak bangunan blok pada ekonomimakro modern: The multiplier ( pengganda ), yang menjelaskan bagaimana shocks terhadap permintaan dapat memperbesar dan menyebabkan semakin besar pergeseran pada output. Liquidity preference ( terminologi yang diperkenalkan Keynes untuk permintaan uang nominal ) yang menjelaskan bagaimana kebijakan moneter dapat mempengaruhi tingkat bunga dan permintaan agregat. Pentingnya ekspektasi dalam mempengaruhi konsumsi dan investasi, dan ide bahwa animal spirit ( pergeseran pada ekspektasi ) adalah faktor utama dari penyebab pergeseran pada permintaan dan output. Keynes tidak hanya memberikan dasar pemikiran teori ekonomimakro, tetapi juga memberikan implikasi jelas tentang kebijakan ekonomi, yang sangat tepat pada waktu itu ( depresi ekonomi ) yang sedang menunggu pemulihan pada ekonomi yang dengan kekuatannya sendiri tidak mungkin ( bukti kegagalan teori siklus bisnis ). Pada masa depresi ekonomi, Negara-negara yang berusaha untuk melaksanakan anggaran berimbang, bukan saja perbuatan bodoh, tetapi juga sangat berbahaya. Secara aktif menggunakan kebijakan fiskal adalah sangat penting, untuk mengembalikan ekonomi pada high employment. Karena itu, pada masa resesi apalagi depresi ekonomi, negra harus melakukan anggaran defisit – penguluaran negara lebih besar daripada pendapatan. Neoklasik Setelah beberapa tahun Keynesian diterapkan pada kebijakan ekonomi di negaranegara maju, haal tersebut telah mengubah ekonomimakro. Tetapi, tidak semua orang mengubah keyakinan pada pemikiran ekonominya, mereka secara terorganisir melakukan diskusi secara berkala. Pada awal 1950an, terjadi konsensus besar yang mendasarkan pada integrasi dari banyak ide keynes dan ide awal dari pemikiraan ekonomi ( ekonomi klasik ). Konsesnsus ini menurut Paul Samuelson disebut sebagai the neoclassical synthesis. Pemikiran neoklasik telah mendominasi pemikiran ekonomimakro dinegara maju dari awal tahun 1950an sampai dengan awal tahun 1970an. Ekspektasi rasional Pemikiran ekspektasi rasional muncul sebagai sintesis dari pertarungaan antara Keynesian dengan neoklasik. Ekspektasi rasional mampu menjelaskan dan memberikan panduan untuk memilih kebijakan ekonomimakro. Perdebatan antara kedua kubu sudah sampai ketingkat krisis. Krisis disebabkan oleh dua sumber. Pertama adalah kejadian pada pertengahan 1970an, hampir semua negara mengalami stagflation, sebuah kata yang menyatakan di ekonomi terjadi secara bersamaan tingkat pengangguran tinggi dan tingkat inflasi tinggi serta pertumbuhan ekonomi rendah. Para ekonom ekonomimakro selama ini tidak pernah memprediksi kondisi stagflation. Setelah menjadi kenyataan dan setelah beberapa tahun dilakukan penelitian, sebuah penjelasan yang meyakinkan telah diperoleh dari hasil penelitian, berdasarkan dampak dari shocks supply yang menggoncang tingkat harga dan tingkat output di ekonomi. Tetapi sudah terlambat untuk melepaskan diri dari kerusakan pada the discipline’s image. Pada awal tahun 1970an, beberapa ekonomo ekonomimakro seperti: Robert Lucas, Thomas sargent dan Robert Barrow – bersama-sama melakukan penyerangan terhadap pemikiran utama ( mainstreams ) yang sedang berkembang di ekonomimakro. Mereka menyatakan bahwa prediksi Keynesian tidak benar, dan doktrin yang menjadi dasar pemikiran mereka adalah cacat, yang sekarang merupakan fakta yang sederhana, dan yang tidak menyulitkan teori ekonomi. Perkembangan Teori Ekonomimakro Masa Kini Sejak akhir tahun 1980an, tiga kelompok sudah mendominasi hasil riset: the newclassicals, the new Keynesian, dan the new growth theories. Teori New Classical Economics dan Teori Real Business Cycle Kritik the rational expectation terhadap Keynesian tidak hanya kritik, tetapi juga merupakan interpretasinya terhadap fluktuasi. Sebagai pengganti mengandalkan ketidaksempurnaan pasar tenaga kerja, dan penyesuaian lambat upah dan harga, dan seterusnya untuk menjelaskan fluktuasi. Lucas berpendapat, para ekonom ekonomimakro hendaknya melihat seberapa jauh mereka dapat menjelaskan fluktuasi ketika dampak supply shock masuk atau bekerja di pasar persaingan dengan upah dan harga yang fully flexible; Hal tersebut merupakan agenda riset yang sudah dihasilkan oleh the new classicals. Pemimpin intelektualnya adalah Edward Prescott, dan model yang digunakan bersama pengikutnya disebut real business cycle (RBC) models – model ekonomi yang mengasumsikan bahwa output ekonomi selalu dalam kondisi tingkat natural. Jadi, semua fluktuasi pada output adalah pergerakan pada tingkat output natural, sebagai lawan dari meninggalkan atau tertinggal jauh dari tingkat output natural. Dari mana pergerakan tersebut berasal? Jawaban yang disampaikan Prescott adalah kemajuan teknologi ( technological progress ). Ketika teknologi baru ditemukan, produktivitas meningkat yang menyebabkan kenaikan pada output. Kenaikan pada produktivitas, juga menyebabkan kenaikan pada tingkat upah, yang membuat orang lebih tertarik untuk bekerja yang menyebabkan pekerja bekerja lebih panjang. Oleh karena produktivitas meningkat menyebabkan kenaikan pada output dan employment, sebagaimana yang kita lihat atau observasi pada dunia nyata. Pendekatan RBC telah banyak dikritik dari berbagai front. Kemajuan teknologi adalah hasil dari banyak inovasi, dan setiap inovasi memerlukan waktu untuk penyebarannya ke seluruh ekonomi. Sehingga sulit untuk melihat bagaimana proses tersebut dapat menghasilkan sesuatu seperti fluktuasi output lebih besar pada output jangka pendek yang dapat kita observasi di dalam praktik. Adalah juga sulit untuk berpikir dan membahas resesi ekonomi ketika teknologi mengalami kemunduran, waktu atau periode dimana tingkat output dan tingkat produktivitas menurun. Akhirnya, ketika kita sudah melihat pada ekonomi secara keseluruhan, terdapat bukti kuat bahwa perubahan pada uang, yang tidak mempenyai dampak terhadap output menurut model RBC, pada kenyataannya mempunyai dampak kuat terhadap output di dunia nyata. Berdasarkan pandangan tersebut, hampir semua ekonom ekonomimakro tidak percaya bahwa pendekatan RBC memberikan penjelasaan yang meyakinkan untuk fluktuasi besar pada output. Tetapi pendekatan tersebut sudah membuktikan dapat digunakan untuk alat analisis. Pendekatan RBC telah memperkuat masalah penting bahwa tidak semua fluktuasi pada output adalah penyimpangan output ekonomi terhadap output natural ekonomi. Pada periode tingkat kemajuan teknologi tinggi, pendekatan RBC telah membuktikan beberapa teknik baru untuk memecahkan model yang kompleks, yang secara luas digunakan pada penelitian masa kini. Beberapa model RBC sudah mulai memperkenalkan kekakuan nominal sepanjang garis Fischer dan Taylor. Model tersebut secara tidak langsung menyatakan bahwa fluktuasi pada output ekonomi tidak hanya berasal dari productivity shocks ( perubahan besar pada tingkat produktivitas atau kemajuan teknologi ), tetapi juga datang dari perubahan jumlah uang nominal ( M ) di ekonomi. Ekonomi New Keynesian Terminologi the new Keynesian merupakan atau menunjukan koneksi yang longgar pada kelompok peneliti yang memberikan atau mempunyai kepercayaan umum bahwa sintesis yang terjadi sebagai respon terhadap kritik ekspektasi rasional adalah pada dasarnya benar. Tetapi mereka juga memberikan atau menyatakan kepercayaan masih banyak yang harus dipelajari dan diteliti tentang hakikat dari ketidaksempurnaan pada beberapa pasar yang berbeda, dan tentang implikasi dari pasar tidaksempurna tersebut terhadap ekonomimakro. Satu bidang penelitian sudah fokus pada penentu upah di pasar tenaga kerja, dengan hasil upah efisien ( efficiency wages ) – ide bahwa upah jika dipandang dan dirasakan atau perceived oleh pekerja terlalu rendah, mungkin menyebabkan para pekerja tidak bersedia bekerja pada pekerjaan tertentu yang dianggap memberikan upah terlalu rendah, sehingga menimbulkan masalah bagi perusahaan untuk mendapatkan dan bahkan mempertahankan pekerja yang baik, dan semangat bekerja para pekerja di perusahaan. Salah satu peneliti hebat pada penelitian ini adalah: George Akerlof, yang sudah meneliti peranan norma, peraturan yang dikembangkan pada setiap organisasi – pada kasus ini, perusahaan-perusahaan – melakukan penekanan dan penilaian tentang apa yang fair dan unfair untuk setiap anggota organisasi. Bidang penelitian lain yang menjadi fokus penelitian para ekonom new Keynesian adalah pasar kredit yang tidak sempurna. Kita sudah mengasumsikan bahwa dampak dari kebijakan moneter bekerja melalui tingkat bunga, dan bahwa perusahaan-perusahaan dan orang-orang dapat meminjam sebanyak atau sebesar yang mereka inginkan berdasarkan tingkat bunga pasar. Di dalam praktik, hampir semua orang dan perusahaan, hanya dapat meminjam dari lembaga bank. Dan lembaga bank sering menolak ( turn down ) peminjam potensial atau pihak yang mengajukan kredit, walaupun para peminjam bersedia membayar tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank. Mengapa hal ini terjadi, dan bagaimanaa hal tersebut berdampak pada pandangan kita tentang bagaimana kebijakan moneter bekerja, yang sudah menjadi subyek dari banyak penelitian, terutama oleh Ben Bernanke ( mantan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat sebelum Janet Jellen ). Fokus penelitian lain adalah nominal rigidities – penyesuaian lambat upah nominal dan harga terhadap perubahan pada aktivitas ekonomi. Ekonom Fischer dan Taylor sudah memperlihatkan bahwa dengan keputusan yang mengejutkan tentang upah atau harga, output dapat berbeda dengan output tingkat natural untuk waktu lama. Kesimpulan ini menyebabkan timbul pertanyaan. Jika keputusan yang mengejutkan adalah bertanggungjawab, adalah paling tidak sebagian dari penyebab perbedaan output dengan output natural atau fluktuasi, untuk fluktuasi, mengapa wage setters dan price setters ( atau perusahaaan ) keputusannya tidak sinkron? Mengapa upah dan harga tidak lebih sering menyesuaikan? Mengapa semua upah dan semua harga tidak berubah, katakanlah pada hari pertama pada setiap minggu? Dalam menangani isu tersebut. Akerlof dan N.Gregory Mankiw telah menghasilkan penelitin yang penting dan mengejutkan, sering dirujuk sebagai the menu cost ( biaya membuat harga menu makanan, minuman, dan harga produk ) dalam menjelaskan fluktuasi pada output. Setiap wage setters dan price setters adalah sebagian besar tidak berbeda tentang kapan dan bagaimana seringnya mereka mengubah upah pekerja atau produk perusahaaan ( untuk sebuah perusahaan pengecer atau a retailers, mengubah harga barang pada lemari barang untuk setiap hari atau setiap minggu tidak membuat tingkat laba naik secara signifikan atau berbeda jauh dengan tingkat laba sebelumnya ). Sekalipun biaya sangat kecil dalam mengubah harga – seperti biaya mencetak daftar harga baru – mungkin menyebabkan tidak sering dan penyesuaian harga yang mengejutkan dilakukan perusahaan. Kondisi ini menyebabkan penyesuaian lambat pada tingkat harga, dan untuk memperbesar fluktuasi output dalam merespon untuk mengubah permintaan agregat. Secara singkat, keputusan yang tidak menimbulkan masalah banyak pada tingkat individu ( seberapa sering mengubah harga atau upah ) menyebabkan dampak agregat besar ( penyesuaian lambat pada tingkat harga, dan dampak besar untuk menggeser permintaan agregat pada output ). Teori Pertumbuhan Baru Setelah menjadi topik sangat terkenal pada penelitian di tahun 1960an, teori pertumbuhan ekonomi atau disingkat teori pertumbuhan memasuki periode tidak lagi menjadi perhatian besar para ekonom ekonomimakro atau mengalami an intellctual slumps. Walaupun demikian, sejak tahun 1980an, teori pertumbuhan kembali menjadi topik penelitian para ekonom. Sekumpula...
View Full Document

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture