NASKAH AKADEMIK RANCANGAN UNDANG.docx - NASKAH AKADEMIK...

This preview shows page 1 - 5 out of 30 pages.

NASKAH AKADEMIK RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PERTEMBAKAUAN DALAM PROLEGNAS 2018 Disusun Oleh : 1. Hizkia Putra Kurniawan (E0015181) 2. Rivaldo Edward Palendeng (E0015355) 3. Rollanda Devi Cahyana (E0015362) 4. Yudhistira Ermala Putra (E0015438) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2018
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas karunia dan rahmat-Nya, penyusunan Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Pertembakauan dapat diselesaikan dengan baik. Penyusunan Naskah Akademik ini dilakukan untuk memberikan pembenaran secara akademis dan sebagai landasan pemikiran atas pembentukan Rancangan Undang-Undang dimaksud, didasarkan pada hasil kajian dan diskusi terhadap substansi materi muatan yang terkait Pertembakauan, baik dari peraturan perundang- undangan, hasil riset dan kajian akademik, demi terwujudnya sinkornasi kebijakan public dengan kondisi masyarakat yang terlibat langsung dalam dunia pertembakauan Indonesia, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat dari bidang ekonomi tembakau serta menjaga pula masyarakat yang tidak berhubungan dengan pertembakauan. 2 | P a g e
DAFTAR ISI JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Identifikasi Masalah C. Tujuan dan Kegunaan D. Metode BAB II KAJIAN TEORETIS DAN PRAKTIK EMPIRIS A. Kajian Teoritis B. Kajian Empiris BAB III EVALUASI DAN ANALISIS PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN TERKAIT A. Sinkronisasi Vertikal B. B. Sinkronisasi Horisontal BAB IV LANDASAN FILOSOFIS, SOSIOLOGIS, DAN YURIDIS a. Landasan Filosofis b. Landasan Sosiologis c. Landasan Yuridis BAB V JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN, DAN RUANG LINGKUP MATERI MUATAN UNDANG-UNDANG BAB VI PENUTUP DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: RANCANGAN UNDANG- UNDANG DAFTAR PUSTAKA 3 | P a g e
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG TEMBAKAU Sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Pasal 19 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, termasuk dalam komoditas strategis perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sehingga negara berkewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap komoditas ini mulai dari hulu (di tingkat petani) sampai dengan hilir (di tingkat industri atau pengolahan). Bahwa telah diketahui bersama Indonesia merupakan produsen tembakau terbesar ke 6 di dunia, sehingga tembakau merupakian bagian penting dar perekonomian indonesia. Nilai ekonomis yang didapatkan petani tembakau mencapai 51-54 juta per hektar, jauh lebih besar dari pada nilai ekonomi produk pertanian lainnya. Tingginya jumlah pabrik rokok di Indonesia adalah berbanding lurus dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan di sektor industri rokok serta produksi rokok di sektor usaha kecil menengah. Fakta dan realitas menunjukkan bahwa banyak rakyat yang menggantungkan kehidupannya pada Industri rokok. Dengan perkataan lain industri rokok selain berkontribusi dalam meningkatkan devisa negara dengan kontribusi cukai rokok, juga merupakan penopang ekonomi masyarakat. Di pertanian tembakau terdapat 1,78 juta orang yang menggantungkan hidupnya pada tembakau. Namun pada kenyataannya, pertanian tembakau dari waktu ke waktu

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture