capital budgeting - PENGANGGARAN BARANG MODAL BARANG By....

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: PENGANGGARAN BARANG MODAL BARANG By. Muhammad Madyan, SE, MSi, MFin Apa yang dimaksud Penganggaran Barang M odal? Barang Penyusunan anggaran untuk Penyusunan pengadaan aktiva tetap (Pabrik baru, mesin dll) baru, Proses perencanaan pengeluaran Proses uang yang hasil pengembaliannya diharapkan terjadi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. waktu Perkiraan kebutuhan aktiva yang tidak tepat bisa berakibat fatal. ­ Jika investasi dalam aktivanya terlalu besar, maka akan terjadi pemborosan biaya. ­ Jika aktiva tidak mencukupi, peralatan perusahaan mungkin tidak cukup modern untuk berproduksi secara bersaing dan jika kapasitasnya tidak memadai, sebagian pangsa pasarnya akan direbut oleh perusahaan pesaing dan untuk merebut kembali pangsa pasar tsb diperlukan biaya yang besar. (biaya penjualan, penurunan harga, perbaikan mutu dll) Penganggaran modal yang efektif akan membantu untuk menetapkan saat yang tepat untuk memperoleh aktiva dan meningkatkan mutu aktiva yang dibeli. Pengangaran modal juga penting karena penambahan aktiva tetap lazimnya memerlukan pengeluaran yang besar. Macam Keputusan Penganggaran Modal Macam Ditinjau dari aspek penghematan Ditinjau biaya atau peningkatan pendapatan pendapatan 1. Perluasan. kapasitas tambahan pada lini produk yang sudah ada (menambah jumlah mesin) 2. Penggantian. sebagai contoh mengganti mesin yang sudah lama atau aus. 3. Pertumbuhan menambah produk baru atau pasar baru. Macam Keputusan Penganggaran Modal Macam (lanjutan) (lanjutan) 4. Penelitian dan pengembangan. 4. penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan produk baru. 5. Eksplorasi. Eksplorasi pertambangan 6. Investasi yang diharuskan dan investasi tak berwujud. contoh: alat pengendali polusi diharuskan walaupun tidak menghasilkan pendapatan langsung; pelatihan para karyawan. Macam Keputusan Penganggaran Modal Macam (Lanjutan) Ditinjau dari tingkat ketergantungan - Independent project - Mutually exclusive project - Complement project - Subtitutes project Untuk apa aja penganggaran modal ini digunakan? modal Proses penganggaran modal dirancang untuk membantu menjawab pertanyaan sebagai berikut: Apakah suatu investasi menguntungkan? Mana diantara berbagai investasi yang harus dipilih? Berapa banyak dari berbagai macam investasi yang dipilih? 1. 2. 3. Estimasi Arus Kas Estimasi 1. 2. 3. 3. Arus Kas Awal (Initial Cash Initial Out Flow ) Out Arus kas sepanjang umur investasi (Operational Cash Operational Inflows) Inflows) Tambahan arus kas diakhir umur investasi (Terminal Terminal Cash Inflows) Estimasi Arus Kas Estimasi 1. Arus Kas Awal Harga perolehan aktiva baru (+) Hasil penjualan aktiva lama (­) Tambahan modal kerja (+) Penghematan/tambahan pajak (+/­) Estimasi Arus Kas Estimasi 1. 1. Arus kas bersih dari operasi perusahaan selama umur investasi NCF = EAT + DEP + I(1­T) • NCF = EBIT (1­T) + DEP • NCF = EBDIT (1­T) + TDEP • Diperhitungkan hanya arus kas • inkremental Arus kas bersih tambahan Akhir umur investasi Perolehan kembali modal kerja • Nilai sisa bersih • Laporan Laba Rugi Tahun 2004 Laporan Penjualan Rp 10.000.000 Biaya selain penyusutan dan bunga ( Rp 6.000.000) Penyusutan ( Rp 1.000.000) -------------------Laba sebelum bunga dan pajak(EBIT)Rp 3.000.000 Biaya bunga ( Rp 1.000.000) --------------------------------------Pendapatan sebelum pajak (EBT) Rp 2.000.000 Pajak (20%) ( Rp 400.000) -------------------- Pendapatan setelah pajak (EAT) Rp 1.600.000 - Operational Cash Inflows Operational NCF = EBIT ( 1 – Tax ) + Depreciation = Rp 3.000.000 ( 1 – 0,20 ) + Rp 1.000.000 = Rp 3.000.000 ( 0,80 ) + Rp 1.000.000 Rp = Rp 3.400.000 Rp NCF = EAT + Dpreciation + ( 1 – Tax ) Interest = Rp 1.600.000 + Rp 1.000.000 + ( 1 – 0,20 ) Rp 1.000.000 Rp = Rp 2.600.000 + ( 0,80) Rp 1.000.000 Rp = Rp 3.400.000 Rp Teknik Penilaian Usulan Investasi Investasi 1. 2. 3. 4. 5. Payback Period Accounting Rate of Return (ARR) Net Present Value (NPV) Internal Rate of Return (IRR) Profitability Index (PI) Contoh: Arus kas empat proyek yang bersifat mutually exclusive (Rp 000) exclusive Tahun A B C D PVIF (10%) --------------------------------------------------------------------------0 (1.500) (1.500) (1.500) (1.500) 1,000 1 150 0 150 300 0,909 150 2 1.350 0 300 450 0,826 3 150 450 450 750 0,751 4 (150) 1.050 600 750 0,683 (150) 5 (600) 1,950 1.875 900 0,621 (600) Payback Period Payback Unrecovered cost at start of year Unrecovered Payback = Year before full recovery + Payback ----------------------------------------------------------------------------------------Cash flow during year Cash Payback Period untuk keempat proyek adalah: - Proyek A = 2 tahun - Proyek B = 4 tahun - Proyek C = 4 tahun - Proyek D = 3 tahun Proyek yang dipilih berdasarkan metode Payback Period adalah A Calculating payback Calculating Project L CFt Cumulative PaybackL Project S CFt Cumulative PaybackS 0 -100 -100 1 10 -90 2 60 -30 2.4 100 0 3 80 50 =2 = 0 -100 -100 + 1 30 / 80 1.6 2 = 2.375 years 3 20 40 70 -30 100 50 0 20 =1 = + 30 / 50 = 1.6 years Strengths and weaknesses of payback payback Strengths Weaknesses • Provides an indication of a project’s risk and liquidity. • Easy to calculate and understand. • Ignores the time value of money. • Ignores CFs occurring after the payback period. Accounting Rate of Return (ARR) Accounting n ARR = ----------------------------------Io Io { - 1.500 + 0 + 0 + 450 + 1.050 + 1.950}/5 1.500 ARRB = --------------------------------------------------------------------------------------------------------------1.500 1.500 = 0,26 atau 26% 0,26 - Proyek A = - 8% - Proyek B = 26% - Proyek C = 25% - Proyek D = 22% Proyek yang dipilih adalah proyek yang memiliki ARR paling Proyek besar besar n=o n=o { Σ Cash Flow,t /n } Net Present Value (NPV) Net Sum of the PVs of all cash inflows and outflows of a project: NCFt NPV = ∑ t t =0 ( 1 + k ) n Net Present Value (NPV) Net NCF2 NCFn NCF NPV = { ---------- + ---------- + ----- + ----------- } – Io Io 1 2 n (1+k) (1+k) (1+k) (1+k) NCF1 NPV proyek C: NPV Tahun --------0 1 2 3 4 5 NCF -------------- 1.500 150 300 300 450 600 1,875 x PVIF = -------------1,000 0,909 0,826 0,751 0,683 0,621 NPV = PV ----------------- 1.500,00 136,35 247,80 337,95 409,80 1.164,38 --------------------------------796,28 Proyek A NPV = - 610,95 Proyek Proyek B NPV = 766,05 Proyek C NPV = 796,28 Proyek D NPV = 778,80 Rationale for the NPV method Rationale NPV = PV of inflows – Cost = Net gain in wealth If projects are independent, accept if the project NPV > 0. If projects are mutually exclusive, accept projects with the highest positive NPV, those that add the most value. In this example, would accept S if mutually exclusive (NPVC > NPVA,B, D), and would accept B, C, D if independent. Internal Rate of Return (IRR) Internal IRR is the discount rate that forces PV of inflows equal to cost, and the NPV = 0: NCFt 0=∑ t t = 0 ( 1 + IRR ) n NCF1 Internal Rate of Return (IRR) Internal 2 n NCF2 NCFn ------------ + ------------- + --------- + -------------- - Io = 0 (1+IRR) 1 (1+IRR) (1+IRR) IRR Proyek D: Tahun NCF PVIF(10%) PVIF(10%) --------- -------- --------------0 -1.500 1,000 1 300 0,909 2 450 0,826 450 3 750 0,751 4 750 0,683 5 500 0,621 NPV NPV PV(10%) PVIF(25,4%) PV(25,4%) ------------- ----------------- -------------1.500,00 1,000 - 1.500,00 272,70 0,797 239,10 371,70 0,636 286,20 563,25 0,507 380,25 512,25 0,404 303,00 558,90 0,322 289,80 ------------------------------------------------788,80 -1,65 IRR masing-masing proyek : IRR - Proyek A IRR = -200 % Proyek B IRR = 20,9 % Proyek C IRR = 22,8 % Proyek D IRR = 25,4 % Perbandingan hasil penilaian berdasarkan metode: Metode Pr. A Pr. B Pr. C Pr. D ---------- ---------------------------------------- PBP 2 tahun 4 tahun 4 tahun 3 tahun - ARR -8 % 26 % 25 % 22 % - NPV -610,95 766,05 796,28 788,80 - IRR -200 % 20,9 % 22,8 % 25,4 % Rationale for the IRR method Rationale If IRR > WACC, the project’s rate of return is greater than its costs. There is some return left over to boost stockholders’ returns. IRR Acceptance Criteria IRR If IRR > k, accept project. If IRR < k, reject project. If projects are independent, accept B, C and D projects, as all of the projects IRR > k = 10%. If projects are mutually exclusive, accept D, because IRRD > IRRA,B,C. NPV Profiles NPV A graphical representation of project NPVs at various different costs of capital. k 0 5 10 15 20 NPV L $50 33 19 7 (4) NPV S $40 29 20 12 5 Calculating payback Calculating Project L CFt Cumulative PaybackL Project S CFt Cumulative PaybackS 0 -100 -100 1 10 -90 2 60 -30 2.4 100 0 3 80 50 =2 = 0 -100 -100 + 1 30 / 80 1.6 2 = 2.375 years 3 20 40 70 -30 100 50 0 20 =1 = + 30 / 50 = 1.6 years Drawing NPV profiles Drawing NPV 60 ($) 50 . 40 . 30 20 10 0 . . Crossover Point = 8.7% . L 10 IRRL = 18.1% . . 15 S 5 -10 20 . . . 23.6 IRRS = 23.6% Discount Rate (%) Comparing the NPV and IRR methods methods If projects are independent, the two methods always lead to the same accept/reject decisions. If projects are mutually exclusive … • If k > crossover point, the two methods lead to the same decision and there is no conflict. • If k < crossover point, the two methods lead to different accept/reject decisions. Reasons why NPV profiles cross Reasons Size (scale) differences – the smaller project frees up funds at t = 0 for investment. The higher the opportunity cost, the more valuable these funds, so high k favors small projects. Timing differences – the project with faster payback provides more CF in early years for reinvestment. If k is high, early CF especially good, NPVS > NPVL. Multiple IRRs Multiple NPV NPV Profile IRR2 = 400% 450 0 -800 100 IRR1 = 25% 400 k Why are there multiple IRRs? Why At very low discount rates, the PV of CF2 is large & negative, so NPV < 0. At very high discount rates, the PV of both CF1 and CF2 are low, so CF0 dominates and again NPV < 0. In between, the discount rate hits CF2 harder than CF1, so NPV > 0. Result: 2 IRRs. Since managers prefer the IRR to the NPV method, is there a better IRR measure? method, Yes, MIRR is the discount rate that causes the PV of a project’s terminal value (TV) to equal the PV of costs. TV is found by compounding inflows at WACC. MIRR assumes cash flows are reinvested at the WACC. Calculating MIRR Calculating 0 -100.0 10% 1 10.0 10% MIRR = 16.5% 2 60.0 10% 3 80.0 66.0 12.1 158.1 TV inflows -100.0 PV outflows $100 = $158.1 (1 + MIRRL)3 MIRRL = 16.5% Why use MIRR versus IRR? Why MIRR correctly assumes reinvestment at opportunity cost = WACC. MIRR also avoids the problem of multiple IRRs. Managers like rate of return comparisons, and MIRR is better for this than IRR. Capital Rationing untuk proyek dengan ukuran yang berbeda (discount rate 10%) yang Proyek Investasi NCF PV NCF NPV IRR PI --------- -------------- ------------ ------------- ------------ --------- ------A 400.000 121.347 460.000 60.000 15,7% 1,15 B 250.000 74.523 282.500 32.500 14,9% 1,13 C 350.000 102.485 388.500 38.500 14,2% 1,11 D 300.000 85.470 324.000 24.000 13,1% 1,08 E 100.000 23.742 90.000 - 10.000 6,0% 0,90 -----------------------------------------------------------------------------------------PV NCF PV PI = ---------------Io Io Apbila perusahaan memiliki dana terbatas sebesar Rp 600.000, kombinasi proyek mana yang sebaiknya dipilih? 600.000, Alternatif : 1. Proyek A dengan investasi Rp 400.000 sisa dana Proyek Rp 200.000 Rp 2. Proyek B dengan investasi Rp 250.000 dan C Proyek dengan investasi Rp 350.000 dengan 3. Proyek A dengan investasi Rp 250.000 dan D Proyek dengan investasi Rp 300.000, sisa dana Rp 50.000 dengan Jika diasumsikan sisa dana diinvestasikan pada proyek Jika dengan PI = 1, maka alternatif yang menghasilkan PI tertimbang paling tinggi adalah : PI Alternatif : Alternatif 400.000 200.000 400.000 = --------------- (1,15) + -------------- (1,00) = 1,1 600.000 600.000 600.000 1. WA. PIA 1. 250.000 350.000 250.000 WA. PIBC = -------------- (1,13) + --------------- (1,11) = 1,12 600.000 600.000 600.000 250.000 300.000 50.000 250.000 WA. PIBD = -------------- (1,13) + -------------- (1,08) + ------------ (1,00) 600.000 600.000 600.000 600.000 = 1,09 1,09 1. KELEMAHAN IRR DIBANDINGKAN NPV KELEMAHAN 1. Metode IRR membuat asumsi tingkat reinvestasi yang kurang tepat 2. Melanggar prinsip penambahan nilai Tahun 0 1 2 Proyek 1 -$100 $0 $550 Proyek 2 -$100 $225 $0 Proyek 3 -$100 $450 $0 1+3 -$200 $450 $550 2+3 -$200 $675 $0 Proyek 1 2 3 1+3 2+3 NPV (@10%) $354.30 $104.53 $309.05 $663.35 $413.58 IRR 134,5% 125,00% 350,00% 212,8% 237,5% KELEMAHAN IRR DIBANDINGKAN NPV KELEMAHAN 1. Dapat menghasilkan IRR ganda untuk proyek sama Tahun 0 1 2 NPV (@ 10%) IRR Arus Kas -1,600.00 10,000.00 -10,000.00 PV -1,600.00 9,090.91 -8,264.46 -773.55 25% & 400% ...
View Full Document

This note was uploaded on 10/02/2010 for the course ACCOUNTING 10835 taught by Professor 123 during the Spring '10 term at Abu Dhabi University.

Ask a homework question - tutors are online