SARS, HIV dan Penyakit Infeksi Lainnya

SARS, HIV dan Penyakit Infeksi Lainnya - SARS dr....

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: SARS dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc Apa itu SARS ? Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah penyakit akut saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus SARS Apa gejala SARS ? Demam disertai dengan gejala kelainan pernapasan yang cepat dan progresif Menggigil Sakit pada otot Sakit kepala Tidak nafsu makan Angka Kematian SARS Case fatality ratio of SARS 0­24 tahun < 1% 25­44 tahun 6% 45­64 tahun 15% >65 tahun >50% Penyebab SARS Coronavirus (virus Corona) Penyebaran SARS Droplet Kontak langsung dan tidak langsung Melalui feses dan urin Pengendalian SARS Deteksi dini Penanganan yang tepat Isolasi pasien yang mungkin menderita SARS Penanganan kontak erat Terapi SARS Belum diketahui terapi yang paling efektif Untuk pasien yang parah dibutuhkan ICU Immunomodulation dengan terapi steroid mungkin juga penting HIV/AIDS Apa itu HIV dan AIDS ? HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang daya tahan tubuh manusia (sel T atau sel CD4) AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome, yaitu tahap lanjut dari infeksi HIV dimana tubuh tidak dapat lagi melawan infeksi yang menyerang tubuh Infeksi Oportunis Diare karena cryptosporida Infeksi mata karena cytomegalovirus Kompleks mycobacterium avium Pneumonia pneumocystis Toxoplasmosis Kanker leher rahim Sarkoma Kaposi Limfoma Tidak ada seorangpun yang meninggal karena HIV atau AIDS, sebaliknya penderita AIDS meninggal karena infeksi atau kondisi yang melemahkan sistem pertahanan tubuhnya yang tidak dapat melawan kuman Penyebab HIV/AIDS Penyebab HIV/ HIV tipe 1 HIV tipe 2 Penyebaran HIV Hubungan seksual Vaginal sex Anal sex Oral sex Penyebaran HIV Kontak darah Injeksi (jarum yang digunakan bersama, obat intra vena, atau luka karena jarum atau benda tajam yang sudah tercemar) Alat pemotong (menggunakan pisau bedah, jarum, pisau cukur, jarum tattoo, peralatan sunatan yang tercemar) Transfusi darah atau transplantasi dari organ yang terinfeksi Luka atau lecet yang kontak dengan darah Penyebaran HIV Penularan dari ibu ke anak Kehamilan Persalinan Menyusui Tidak Menular Melalui: Kontak sosial Donor darah Menyentuh Menggunakan pakaian bersama Menggunakan piring bersama atau makan bersama Dry kissing Berjabat tangan Tidak Menular Melalui: Tempat duduk di toilet Gigitan serangga Mengurut orang lain Merangsang pasangan hidup secara seksual dengan tangan Masturbasi Tinggal dengan penderita HIV/AIDS Suami istri yang mengetahui bahwa mereka tidak terinfeksi HIV dan monogami (setia) maka tidak ada resiko penularan HIV melalui hubungan seksual yang tidak menggunakan pelindung (kondom) Gejala HIV Gejala HIV Masa inkubasi beberapa hari sampai beberapa minggu Seperti gejala flu Demam, kemerahan pada kulit, luka pada mulut, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri sendi, radang tenggorokan, malaise, berat badan turun, radang selaput otak dan nyeri otot Tes HIV Tes skrining Tes konfirmasi – ELISA tests (serum,urin dan oral tes) – Rapid serologic tests (Single Use Diagnostic System for HIV­1 atau SUDS) – HIV Dipstick Test Kit (Indonesia) – Western blot test Pengobatan HIV/AIDS Obat anti virus Pencegahan dan pengobatan infeksi oportunis Konseling Nutrisi Pengobatan alternatif Pencegahan infeksi HIV Diagnosis dan pengobatan penyakit menular seksual Promosi penggunaan kondom Perubahan perilaku Konseling dan tes HIV secara sukarela Intervensi masyarakat Pencegahan infeksi HIV Tidak menggunakan jarum bersama Menggunakan jarum sekali pakai Pencegahan penularan dari ibu ke anak Tuberkulosis dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc Penyebab TBC Mycobacterium tuberculosis Penularan TBC Ditularkan melalui droplet Dikeluarkan ketika penderita infeksi TBC batuk, bersin, berbicara atau menyanyi Orang­orang yang kontak erat memiliki resiko paling tinggi terinfeksi TBC Penularan terjadi dari orang yang mengidap penyakit TBC bukan orang yang terinfeksi TBC Lokasi Penyakit TBC Paru­paru Pleura Susunan saraf pusat Sistem limfe Saluran kemih Tulang dan sendi Menyebar (milier) Orang yang beresiko tinggi Orang terpapar atau terinfeksi TBC terpapar Kontak erat dengan penderita TBC Perumahan dan tempat kerja yang padat Petugas kesehatan yang melayani penderita dengan resiko tinggi Kaum miskin Anak­anak yang terpapar orang dewasa yang beresiko tinggi Pengguna obat terlarang suntikan Gejala TBC Batuk lebih dari 3 minggu Nyeri dada Demam Batuk darah Menggigil Keringat malam Kurang nafsu makan Berat badan turun Pemeriksaan Mikroskop Rontgen Kultur Tes Mantoux Pengobatan DOTS Direct Observed Treatment Shortcourse chemotherapy Pencegahan Vaksinasi BCG Malaria Apa itu Malaria ? Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit : – Plasmodium falciparum – Plasmodium vivax – Plasmodium ovale – Plasmodium malariae Gejala Malaria Demam tinggi Menggigil Sakit kepala Mual, muntah Sakit urat tulang Kejang­kejang Koma Pemeriksaan Profilaksis Menghindari gigitan nyamuk Kloroquin Doxycyclin Mefloquin Malarone Pengobatan Pengobatan malaria di puskesmas untuk Plasmodium falciparum untuk orang dewasa – Kloroquin Hari 1 4 tablet Hari 2 4 tablet Hari 3 2 tablet Hari 1 3 tablet – Primaquin ...
View Full Document

This note was uploaded on 10/02/2010 for the course FAKULTAS K Keperawata taught by Professor Jum'atilfajar during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Ask a homework question - tutors are online