daltu07 - BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PUSAT...

Info iconThis preview shows pages 1–4. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR JAKARTA --- JANUARI 2007 C C O O N N T T O O H H S S O O A A L L D D A A N N J J A A W W A A B B A A N N UJIAN SERTIFIKASI JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR TINGKAT PENGENDALI MUTU MATA AJARAN FILOSOFI AUDITING SOAL-SOAL BERIKUT INI HANYA CONTOH DARI SEBAGIAN MATA AJARAN YANG DIUJIKAN DALAM UJIAN SERTIFIKASI JFA BPKP SELAMAT BELAJAR
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Contoh Soal Filosofi Auditing 1 PETUNJUK PENGISIAN: 1. Soal terdiri dari 5 (lima) teori dan 2 (dua) kasus. 2. Tulislah jawaban Saudara pada lembar jawaban. I. TEORI (Bobot 50%) 1. Kegiatan profesi di bidang auditing berkaitan dengan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan audit, pelaksanaan audit, pelaporan hasil audit, pembinaan keterampilan auditor sampai kepada pengembangan standar maupun kode etik profesi. Profesi tersebut mendapatkan pengakuan dalam masyarakat modern. Namun demikian, pengembangan teori auditing justru tidak begitu mendapatkan perhatian. Jelaskan apakah teori yang mendasari keterampilan di bidang auditing tidak diperlukan. 2. Wilayah teori umumnya mencakup rumusan tentang: tujuan, postulat, dan konsepsi. Jelaskan tujuan teoritis auditing dari sudut pandang teori keagenan. 3. Postulat adalah setiap anggapan dasar yang digunakan sebagai titik tolak dalam pengembangan suatu disiplin. Salah satu postulat dalam auditing adalah asersi atau obyek audit harus verifiabel atau auditabel . Jelaskan yang dimaksud dengan postulat tersebut. 4. Auditing perlu memiliki konsep-konsep tersendiri apabila ingin memperoleh suatu pengakuan sebagai disiplin ilmu yang mandiri. Salah konsep auditing adalah konsep kecermatan profesi. Dalam konsep kecermatan profesi dalam auditing dikenal isitilah pertimbangan profesional ( professional judgment ). Jelaskan hal-hal yang mendasari pembentukan suatu pertimbangan profesional. 5. Auditor dalam menyatakan pendapatnya selalu bertumpu pada kriteria yang dikenal dengan pernyataan standar akuntansi keuangan yang diterima umum ( Generally Accepted Accounting Principles) . Ketersediaan standar perlu disikapi secara lebih hati-hati karena standar juga memiliki keterbatasan yang apabila dipaksakan malah bisa menyimpang dari tujuan utamanya. Jelaskan alasan mengapa standar tidak boleh dipandang sebagai ukuran yang mutlak.
Background image of page 2
Contoh Soal Filosofi Auditing 2 II. KASUS (Bobot 50%) Kasus 1 Budiman, seorang auditor yang berperan sebagai ketua tim pada Inspektorat Jenderal Departemen Sandang Pangan sedang melakukan audit pada suatu satuan kerja. Beberapa hari belakangan ini ia mengalami kebingungan untuk bersikap karena ia
Background image of page 3

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 4
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Page1 / 6

daltu07 - BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PUSAT...

This preview shows document pages 1 - 4. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online