TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER PEMIMPIN BERETIKA.pdf - TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER PEMIMPIN BERETIKA ANDRE ERDILO 2019023589 TEORI KEADILAN DAN

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER PEMIMPIN BERETIKA.pdf - TUGAS...

This preview shows page 1 - 4 out of 6 pages.

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER PEMIMPIN BERETIKA ANDRE ERDILO 2019023589
Image of page 1
TEORI KEADILAN DAN UTILITARIANISME KEADILAN John Rawls adalah seorang filsuf kontemporer yang mempelajari teori teori seputar keadilan. Teorinya tidak terfokus pada membantu individu mengatasi dilema etika; melainkan membahas konsep-konsep umum yang mempertimbangkan bagaimana sistem peradilan pidana harus berperilaku dan berfungsi dalam demokrasi liberal. pada liberalisme dan membentuk dasar untuk apa yang harus diperjuangkan oleh penegakan hukum, dan sistem peradilan pidana dalam masyarakat yang pluralistik dan liberal. Meminjam dari beberapa konsep teori kontrak sosial, Rawls membayangkan sebuah masyarakat di mana prinsip-prinsip keadilan didirikan dalam kontrak sosial. Di sini peserta negosiasi tidak tahu apa ras mereka, gender, pendidikan, kesehatan, orientasi seksual, dan karakteristik lainnya adalah supaya kontrak sosial itu adil. Pada akhirnya, Rawls berpendapat perhatian utama keadilan adalah keadilan, dan dalam paradigma ini Rawls mengidentifikasi dua prinsip yaitu a. setiap orang memiliki hak yang sama atas kebebasan dasar yang paling luas yang kompatibel dengan kebebasan yang sama untuk orang lain b. kesenjangan sosial dan ekonomi harus diatur sehingga keduanya baik diharapkan secara wajar untuk keuntungan semua orang dan melekat pada posisi dan kantor yang terbuka untuk semua UTILITARIANISME Ada tiga ethical framework yang menjadi landasan seseorang berperilaku dan mengambil keputusan yakni pandangan berdasarkan konsekuensi, prinsip, serta karakter atau kearifan. Konsep utilitarian merupakan pandangan yang berdasar dari sisi konsekuensi yang didapatkan Orang dengan pandangan Utilitarian akan mengambil keputusan berdasarkan keseluruhan konsekuensi yang akan terjadi atau didapatkan. Orang akan cenderung memilih alternatif yang memiliki konsekuensi yang lebih baik atau bahkan memilih alternatif yang membawa kebaikan bagi banyak orang meski mengorbankan (merugikan) orang atau pihak lain. Menurut paham Utilitarianisme bisnis adalah etis, apabila kegiatan yang dilakukannya dapat memberikan manfaat yang sebesar- besarnya pada konsumen dan masyarakat. jadi kebijaksanaan atau tindakan bisnis yang baik adalah kebijakan yang menghasilkan berbagai hal yang baik, bukan sebaliknya malah memberikan kerugian. Nilai positif Utilitarianisme terletak pada sisi rasionalnya dan universalnya. Rasionalnya adalah kepentingan orang banyak lebih berharga dari pada kepentingan individual. secara
Image of page 2
universal semua pebisnis dunia saat ini berlomba-lomba mensejahterakan masyarakat dunia, selain membuat diri mereka menjadi sejahtera. berbisnis untuk kepentingan individu dan di saat yang bersamaan mensejahterakan masyarakat luas adalah pekerjaan profesional sangat mulia.
Image of page 3
Image of page 4

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 6 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture