Bab 10 Manajemen Piutang

Bab 10 Manajemen Piutang - BAB 10 MANAJEMEN PIUTANG Pada...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
BAB 10 MANAJEMEN PIUTANG Pada umumnya perusahaan menjual hasil produksinya secara kredit, kemudian melahirkan piutang dagang; penagihan piutang melahirkan kas. Hubungan antara piutang dengan kas adalah sebagai berikut: Kas Persediaan Barang Jadi Piutang Kas Besarnya investasi dalam piutang ditentukan oleh: (1)volume penjualan kredit, (2)syarat pembayaran kredit, makin longgar atau makin lunak syarat kredit makin besar piutang dagang, (3)kemampuan mengumpulakan atau menagih piutang, (4)karakter pengutang atau debitur. Pertimbangan pemberian kredit didasarkan pada: (1) character, yaitu karakter para manajemen perusahaan pengutang, (2) capacity, yaitu kemampuannya atau kesanggupan membayar perusahaan pengutang, (3) capital, yaitu kondisi posisi keuangan perusahaan pengutang,(4) collateral , yaitu harta perusahaan pengutang yang dijadikan jaminan,(5) condition , yaitu kondisi ekonomi, sosial, politik, dan bisnis. Tetapi sebenarnya pemberian kredit dalam dunia bisnis adalah kepercayaan. Jika perusahaan kehilangan kepercayaan dari partner bisnisnya, ia kehilangna kesempatan berbisnis. 1. Perputaran Piutang ( Receivable Turnover) Piutang sebagai unsure modal kerja dalam kondisi berputar, yaitu dari kas, proses komoditi, penjualan, piutang, kembali ke kas. Makin cepat perputaran piutang makin baik kondisi keuangan perusahaan. Perputaran piutang ( receivable turnover) dapat disajikan dengan perhitungan: penjualan bersih secara kredit dibagi rata-rata piutang. Kemudian 360 hari dibagi perputaran piutang menghasilkan hari rata-rata pengumpulan piutang (average collection period of accounts receivable). Pernyataan itu dapat disajikan dalam bentuk rumus sebagai berikut: Penjualan Bersih Perputaran piutang = = .…. X Rata-Rata Piutang 360 hari Rata-Rata Pengumpulan Piutang = = …… hari Perputaran Piutang Misalnya PT ABC memiliki informasi mengenai penjualan tahun 2000 sebesar Rp 200 dan tahun 2001 sebesar Rp 180; piutang awal tahun 2001 Rp 40 dan akhir tahun Rp 60, sedangkan piutang awal tahun 2001 Rp 50 dan akhir tahun Rp 30. Perputaran piutang dan rata-rata pengumpulan piutang dapat disajikan dalam tabel 11.1.
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Tabel 10.1. Perputaran Piutang dan Rata-Rata Pengumpulan Piutang Keterangan Tahun 2000 Tahun 2001 Penjualan Bersih Piutang Awal Tahun Piutang Akhir Tahun Rata-rata Piutang (Average Receivable) (Rp 40 + Rp 60) / 2 (Rp 50 + Rp 30) / 2 Perputaran Piutang (Receivable Turnover) (Rp 200 / Rp 50) (Rp 180 / Rp 40) Rata-rata Pengumpulan Piutang (Average Collection Period) (Rp 200 / 4) (Rp 180 / 6) Rp 200 Rp 40 Rp 60 Rp 50 4 kali 50 hari Rp 180 Rp 50 Rp 30
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 02/22/2011 for the course MGMT 12085 taught by Professor Siswonoyudhohusodo during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 6

Bab 10 Manajemen Piutang - BAB 10 MANAJEMEN PIUTANG Pada...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online