{[ promptMessage ]}

Bookmark it

{[ promptMessage ]}

ekm_790_handout_bab_5_-_aspek_pemasaran

ekm_790_handout_bab_5_-_aspek_pemasaran - BAB V ASPEK...

Info iconThis preview shows pages 1–4. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
66 BAB V ASPEK PEMASARAN 5.1. Pengertian Pemasaran Pemasaran (Marketing) : Adalah suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling menguntungkan. Aktivitas pemasaran tersebut antara lain perencanaan produk, kebijakan harga, melakukan promosi, distribusi, penjualan, pelayanan, membuat strategi pemasaran, riset pemasaran, sistem informasi pemasaran dan lain-lain yang terkait dengan pemasaran. GAMBAR 5.1. PROSES PEMASARAN Kebutuhan dan Keinginan (needs and wants) Permintaan (demands) Usaha-usaha Memenuhi kebutuhan Dan keinginan (Marketing Activities) Transaksi Pertukaran (Transaction & Exchange) Penyerahan Barang dan Jasa (Goods and Services) Kepuasan semua pihak (Stakeholders Satisfaction)
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
67 Pemasaran dimulai dengan adanya kebutuhan dan keinginan, kemudian adanya permintaan, munculnya usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, terjadi transaksi dan pertukaran, semuanya harus berakhir dengan saling menguntungkan kepuasan semua pihak. 3 tahapan dalam praktek pemasaran : 1. Pemasaran Swadaya (Entrepreneurial marketing) : Ketika perusahaan masih kecil dan baru berdiri, dimana jumlah produk yang dijual tidak begitu banyak dan pengusaha baru belajar, maka pemasaran dilakukan dari individu ke individu, dari pintu ke pintu, dari toko ke toko, serta memasarkan sendiri-sendiri. 2. Pemasaran Terformulasi (Formulated marketing) : Selanjutnya, setelah perusahaan semakin sukses dan berkembang, diperlukan pemasaran yang terformulasikan. Ada departemen pemasaran, pemasangan iklan, sales force, marketing research dll. 3. Pemasaran Total (Intrepreneurial marketing) : Muncul kesulitan dalam memformulasikan pemasaran, mencari laporan riset pemasaran, mencoba hubungan baik dengan dealer dan pesan-pesan iklan. Perusahaan kehabisan kreativitas, dan berkeinginan bergrilya seperti dulu lagi. Manajer produk dan merek perlu keluar dari kantor dan mulai hidup dengan pelanggan dan menunjukkan cara baru menambah nilai dalam hidup pelanggannya. 5.2. Marketing Mix Dasar konsep marketing adalah marketing strategis, yang merupakan kombinasi dari variabel-variabel yang dapat dikontrol oleh organisasi/ perusahaan. Marketing mix adalah perpaduan dari variabel- variabel interen yang dapat dikontrol, dimobilisasi untuk mencapai pasar sasaran (segmen) tertentu. Unsur-unsur yang terdapat dalam Marketing Mix menurut Smith (1993) dan Kotler (1997), adalah:
Background image of page 2