ekm_790_handout_bab_6_-_aspek_sdm

ekm_790_handout_bab_6_-_aspek_sdm - 79 BAB VI ASPEK SDM...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: 79 BAB VI ASPEK SDM Revolusi teknologi komunikasi dan informasi membuat dunia yang luas ini semakin lama semakin kecil ( Global Village). Konsukensinya skala kompetisipun meningkat dari local competitive menjadi global competitive. Bisnis baru akan bermunculan terutama dari negara-negara Cina, India, Taiwan dan Korea yang harganya relatif murah. Dengan demikian perusahaan harus mampu bersaing secara profesional agar dapar survive dan berkembang. Hitt, Ireland and Hoskisson (2001) mengemukakan bahwa untuk mengantisipasinya hal ini diperlukan fleksibilitas strategi disemua wilayah operasinya. Bila perlu dilakukan reorientasi organisasi dan lingkungan bisnis agar dapat mengadaptasi perubahan yang begitu cepat. Keberhasilan sebuah perusahaan sangat ditentukan sejauhmana perusahaan mampu mengelola, mengembangkan dan memotivasi karyawan yang potensial. Ed Michaels, Helen Handfield-Jhons dan Axelrod (konsultan dari McKinsey & Company) dalam bukunya The war of Talent (2001) secara khusus membahas pentingnya mengelola Human Capital Ulrich, zinger dan Smallwood (1999) dalam bukunya Result-Base Leadership menegaskan di era ICT (Information Communication and Technology) menyebabkan perubahan yang terjadi begitu cepat dan seringkali unpredictable . Perkembangan ekonomi , akses yang cepat terhadap investasi , money digital, virtual team semuanya telah merubah struktur persaingan menjadi hyper competitive. Organisasi-organisasi bisnis semakin sadar technology yang paling canggihpun dapat dibeli. Kondisi ini membuat Human capital telah menggeser peran penting financial capital dalam sebuah perusahaan., Sebuah Riset yang dilakukan oleh Watson Wyatt (Human Capital Index) terhadap 750 perusahaan public yang terkemuka di America, Canada dan Eropa dengan pendapatan minimum US$ 100 juta menunjukkan perusahaan dengan human capital management yang lebih 80 baik, berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja laba lebih dari 3 kali lipat dalam periode 5 tahun berturut-turut dibandingkan perusahaan dengan human capital management yang standard (Human Capital, 2006) Salah satu kunci utama keberhasilan SDM adalah terletak pada proses rekrutmen dan seleksi calon karyawan. Mencari karyawan yang profesional dan berkualitas tidaklah gampang. Kenyataan menunjukkan banyaknya pencari kerja dan tinginya angka pengangguran sementara banyak perusahaan yang mengeluh sediki sekali dari mereka yang memiliki kualitas. Akibatnya “bajak-membajak” dan headhunting masih sering terjadi. Bahkan banyak perusahaan yang masih mengimpor tenaga kerja dari luar ( expatriate ) untuk menduduki posisi tertentu. Persoalannya adalah bagaimana mengembangkan karyawan potensial secara maksimal untuk kepentingan bisnis baik jangka panjang maupun jangka pendek. Ed, Handfield & Axelord (2001) mengidentifikasi 6 langkah yang harus dilakukan yakni (1) menyusun standard pengembangan yang tinggi ( gold standard talent ) untuk karyawan potensial. Standar Talent tinggi meliputi, kemampuan berfikir strategic, komunikasi, kompetensi, kinerja dsb. (2) Pemimpin haruslah terlibat komunikasi, kompetensi, kinerja dsb....
View Full Document

This note was uploaded on 02/22/2011 for the course MGMT 12085 taught by Professor Siswonoyudhohusodo during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 32

ekm_790_handout_bab_6_-_aspek_sdm - 79 BAB VI ASPEK SDM...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online