sampling - Sampling Dalam Audit Teknik sampling dapat di...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
Sampling Dalam Audit Teknik sampling dapat di lakukan dengan dua cara yaitu, menggunakan metode statistik di sebut sampling statistik dan tanpa menggunakan metode statistik di sebut sampling non statistik. Metode Sampling statistik Sampling non statistik Analisis Menggunakan rumus/ formula statistik,sehingga judgment yang akan di gunakan harus di kuantifikasi lebih dahulu sesuai kebutuhan formula Tidak menggunakan rumus/formula statistik, sehingga judgment yang akan di gunakan tidak perlu di kuantifikasi Pemilihan sampel Harus acak (random) Boleh acak, boleh pula tidak acak Kedua pendekatan ini dapat di gunakan dalam audit, karena tidak ada satu pihakpun yang dapat menjamin bahwa salah satu di antara keduanya lebih baik dari yang lain Tahapan audit sampling Tahapan audit ada 6 tahapan yaitu: 1. Menyusun rencana audit 2. Menetapkan jumlah/unit sampel 3. Memilih sampel 4. Menguji sampel 5. Mengestimasi keadaan populasi 6. Membuat simpulan hasil audit Risiko Sampling Risiko sampling adalah kemungkinan bahwa sampel yang telah diambil tidak mewakili populasi, sehingga sebagai akibatnya, atas dasar sampel tersebut auditor menarik kesimpulan yang salah atas atas saldo akun atau kelompok transaksi. Karena risiko sampling, auditor menghadapi kemungkinan bahwa sampling dapat mengakibatkan salah-satu dari kekeliruan keputusan tersebut : (1) memutuskan bahwa populasi yang diuji tidak dapat diterima, padahal sebenarnya dapat, dan (2) memutuskan bahwa populasi yang diuji dapat diterima, padahal sebenarnya tidak dapat. Dalam istilah statistic, kekeliruan ini dikenal tipe I dan tipe II. Risk of Incorrect rejection tipe I
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Pada pengujian pengendalian internal, merupakan resiko mengambil kesimpulan, berdasarkan hasil sampel, bahwa pengendalian tidak berjalan secara efektif, padahal pada kenyataannya pengendalian berjalan dengan efektif. Saat auditor mengevaluasi tingkat keandalan pengendalian dalam konteks audit laporan keuangan, risiko ini dikenal sebagai risiko ketergantungan yang rendah ( risk of underreliance) atau risiko penentuan tingat resiko pengendalian yang terlalu tinggi (risk of assessing control risk too high). Risk of incorrect acceptance tipe II Dalam pengujian pengendalian, merupakan risiko mengambil kesimpulan, berdasarkan hasil sampel, bahwa pengendalian beroperasi secara efektif, padahal kenyataannya tidak efektif. Jika auditor mengevaluasi tingkat keandalan pengendalian dalam konteks audit laporan keuangan, risiko ini dikenal sebagai risiko ketergantungan yang berlebih ( risk of overreliance) atau risiko penentuan tingkat resiko pengendalian yang terlalu rendah (risk of assessing control risk too low). Sampling audit juga menyangkut risiko nonsampling. Risiko nonsampling adalah risiko kekeliruan auditor dan timbul dari kemungkinan auditor mengambil sampel dari populasi yang salah untuk pengujian asersi, tidak dapat menemukan salah-saji material pada saat penerapan prosedur audit, salah menerjemahkan hasil audit. Jika dengan sampling statistic, auditor dapat mengkuantifikasi dan mengendalikan resiko sampling, tidak ada metode
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Page1 / 9

sampling - Sampling Dalam Audit Teknik sampling dapat di...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online