AGENCY THEORY, WINDOWS OF OPPORTUNITY, DAN PENURUNAN KINERJA

AGENCY THEORY, WINDOWS OF OPPORTUNITY, DAN PENURUNAN...

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
131 SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI Surabaya, 16 – 17 Oktober 2003 SEASONED EQUITY OFFERINGS : ANTARA AGENCY THEORY, WINDOWS OF OPPORTUNITY , DAN PENURUNAN KINERJA H. SRI SULISTYANTO Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata Semarang HARIS WIBISONO Fakultas Ekonomi Universitas Mandala Madiun ABSTRACT Performance declining after seasoned equity offerings can be explained by agency theory and windows of opportunity concepts. Those concepts show the management oportunistic behavior because of asymmetric information happened beetwen manager and investor before the offering. However, that condition can not be defended and make the performance declining in the long term both in financial and stock performances. This research will prove the declining of performance because of the management oportunistic behavior. This research uses the datas of firms which do the seasoned equity offerings on Jakarta Stock Exchange, in 19941997 periods. Using the modified jones model, discretionary accrual as the proxy of management opportunistic behavior is measured to prove that prejudise. Keywords : seasoned equity offerings, agency theory,windows of opportunity, discretionary accruals. 1. Latar Belakang Seasoned equity offerings merupakan penawaran ekuitas tambahan yang dilakukan perusahaan public , diluar ekuitas yang ditawarkan kepada masyarakat melalui initial public offerings (Megginson, 1997). Selain untuk membiayai kegiatan operasionalnya, penawaran ekuitas ini dilakukan perusahaan untuk mencari tambahan dana yang akan digunakan untuk tambahan investasi atau membayar hutangnya yang jatuh tempo. Seasoned equity offerings , pada intinya, dapat dilakukan dengan dua cara, pertama , melalui mekanisme right issue , yaitu menjual hak ( right ) kepada pemegang saham lama untuk membeli ekuitas tambahan tersebut dengan harga tertentu dan pada saat tertentu. Mekanisme ini biasa dilakukan oleh perusahaan yang kepemilikannya terkonsentrasi, dengan tujuan untuk melindungi kepentingan pemegang saham lama agar dapat mempertahankan proporsi kepemilikannya sama seperti sebelum penawaran ekuitas ini ( preemptive right ) (Eckbo & Masulis, 1992; Jones, 2000). Kedua , melalui mekanisme second offerings , third offerings , dan seterusnya, yaitu menjual ekuitas tambahan tersebut tidak hanya kepada pemegang saham lama tetapi juga kepada setiap investor di pasar yang ingin membelinya (Megginson, 1997). Seperti halnya dalam initial public offerings , fenomena asimetri informasi ( information asymmetry ) dan penurunan kinerja ( underperformance ) juga terjadi dalam seasoned equity offerings ini (Guo & Mech, dengan menggunakan konsep agency theory dan windows of opportunity . Dalam konsep agency theory , asimetri informasi tersebut mendorong dan memotivasi manajer untuk bersikap oportunis, yaitu memanipulasi informasi kinerja yang dipublikasikannya agar saham yang ditawarkannya direspon secara positif oleh pasar dengan tujuan untuk meningkatkan
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Page1 / 10

AGENCY THEORY, WINDOWS OF OPPORTUNITY, DAN PENURUNAN...

This preview shows document pages 1 - 2. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online